26 Desember 2012

Datanglah Kerajaan-Mu

Mat 6:10
"datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu, di bumi seperti di sorga."



Sebagai seorang pengusaha, hanya ada 2 jenis motivasi, yaitu: "Apakah Anda membangun kerajaan Anda sendiri, atau apakah Anda membangun Kerajaan-Nya?" Motivasi adalah sebuah kekuatan (driving force) yang mendorong segala keputusan yang kita buat, termasuk di dalam menjalankan bisnis kita.

Yesus mengajarkan kepada kita sebuah pola (pattern) bagaimana seharusnya kita berdoa, yaitu doa Bapa Kami. Dalam doa tersebut ada kata-kata "datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu, di bumi seperti di sorga." Dalam sudut pandang pengusaha, Tuhan mau kita menggunakan bisnis kita sebagai alat untuk 'mendatangkan' Kerajaan-Nya di bumi sehingga bumi menjadi seperti sorga.

Apa sih Kerajaan Allah itu? Kerajaan Allah adalah kasih. Jadi, apakah bisnis kita, kita pakai untuk memperkaya kita dengan cara memanfaatkan, memperdaya, atau menghancurkan orang lain? Atau justru dari bisnis kitalah, banyak orang bisa mengenal Kristus karena merasakan kasih-Nya yang nyata lewat kita? Motivasi hati adalah yang membedakannya.

Mari di momen Natal ini, kita belajar untuk mengasihi seperti Allah telah mengasihi kita dengan memberikan Anak-Nya yang tunggal kepada kita. (Yoh 3:16) Berhenti berdoa, "Tuhan berkati dan lancarkan bisnisku" saja, tapi berdoalah, "Tuhan jadikanlah bisnisku alat kemuliaan-Mu: untuk menunjukkan kasih-Mu kepada dunia ini."

Anda tidak perlu takut untuk merugi sekalipun seluruh keuntungan bisnis Anda, Anda dedikasikan untuk pekerjaan Tuhan, sebab Dia berjanji dalam Firman-Nya di Mat 6:33 "Carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka segalanya akan ditambahkan kepadamu." - segala sesuatunya akan ditambahkan: kita tidak akan berkekurangan! Sebab tanpa visi yang dari Tuhan, penyediaan (provision, favor, open heaven) tidak akan tersedia. Haleluyah!

Tuhan Yesus memberkati.

25 Desember 2012

Oleh Karena Yesus

Oleh karena Yesus, hubungan kita dengan Allah Bapa yang sudah hancur dipulihkan, sehingga kita dapat berkomunikasi denganNya secara langsung (Yoh 14:6).
Oleh karena Yesus, dosa-dosa kita yang berujung pada maut, diampuni secara total, tidak diingat-ingat lagi, bahkan kita diberkati secara berkelimpahan (Ibrani 8:12).
Oleh karena Yesus, Roh Kudus dicurahkan atas kita, sehingga setiap langkah hidup kita dituntun olehNya dan kita mampu meraih kemenangan demi kemenangan (Lukas 24:49).


Saya tidak tahu apakah saat ini setiap dari kita merayakan Natal dengan penuh sukacita, atau dalam kesedihan. Mungkin di tahun lalu, kita merayakan Natal bersama orang yang kita kasihi, tetapi tidak lagi di tahun ini. Mungkin di tahun lalu kita bisa merayakan Natal tanpa beban apapun, tetapi tidak lagi di tahun ini. Mungkin di tahun lalu kita merayakan Natal dengan pesta dan banyak hadiah, tetapi tidak lagi di tahun ini.

Namun semuanya itu tidaklah penting, sebab inti dari Natal, adalah kelahiran Tuhan Yesus yang membawa terang sehingga oleh karena Dia, banyak aspek di dalam kehidupan kita yang diubahkanNya, bahkan tanpa kita sadari.

Mungkin saat ini kita sudah memiliki pikiran yang dewasa, karakter yang lebih baik, karir yang lebih baik, ada promosi, ada multiplikasi, bahkan pemulihan dalam keluarga kita, dan banyak lagi hal-hal lain. Syukurilah semuanya itu, jangan pandang masalahmu atau hal-hal yang kurang dalam hidupmu saat ini, namun pandanglah apa yang sudah dikerjakanNya dalam hidup kita.

Saya berdoa agar melalui Natal ini, kita semakin menyadari betapa besar kasihNya untuk kita semua dengan merenungkan setiap pekerjaanNya di dalam hidup kita. Sehingga kita dapat melangkah dengan lebih pasti untuk menjalani masa depan kita, karena di dalam kasihNya ada jaminan penyertaan yang luar biasa!.

Selamat Natal, Tuhan Yesus memberkati kita secara berlimpah-limpah!

23 Desember 2012

Telinga untuk Kamu

"Bisa saya melihat bayi saya?" pinta seorang ibu yang baru melahirkan penuh kebahagiaan. Ketika gendongan itu berpindah ke tangannya dan ia membuka selimut yang membungkus wajah bayi lelaki yang mungil itu, ibu itu menahan nafasnya. Dokter yang menungguinya segera berbalik memandang kearah luar jendela rumah sakit. Bayi itu dilahirkan tanpa kedua belah telinga.

Waktu membuktikan bahwa pendengaran bayi yang kini telah tumbuh menjadi seorang anak itu bekerja dengan sempurna. Hanya penampilannya saja yang tampak aneh dan buruk. Suatu hari anak lelaki itu bergegas pulang ke rumah dan membenamkan wajahnya di pelukan sang ibu yang menangis. Ia tahu hidup anak lelakinya penuh dengan kekecewaan dan tragedi. Anak lelaki itu terisak-isak sambil berkata, "Seorang anak laki-laki besar mengejekku. Katanya, aku ini makhluk aneh."

Anak lelaki itu tumbuh dewasa. Ia cukup tampan dengan cacatnya. Iapun disukai teman-teman sekolahnya. Ia juga mengembangkan bakatnya di bidang musik dan menulis. Ia ingin sekali menjadi ketua kelas. Ibunya mengingatkan,"Bukankah nantinya kau akan bergaul dengan remaja-remaja lain?" Namun dalam hati ibu merasa kasihan dengannya.

Suatu hari ayah anak lelaki itu bertemu dengan seorang dokter yang bisa mencangkokkan telinga untuknya. "Saya percaya saya bisa memindahkan sepasang telinga untuknya. Tetapi harus ada seseorang yang bersedia mendonorkan telinganya," kata dokter. Kemudian, orangtua anak lelaki itu mulai mencari siapa yang mau mengorbankan telinga dan mendonorkannya pada mereka.







Beberapa bulan sudah berlalu. Dan tibalah saatnya mereka memanggil anak lelakinya, "Nak, seseorang yang tak ingin dikenal telah bersedia mendonorkan telinganya padamu. Kami harus segera mengirimmu ke rumah sakit untuk dilakukan operasi. Namun, semua ini sangatlah rahasia." kata sang ayah.

Operasi berjalan dengan sukses. Seorang lelaki baru pun lahirlah. Bakat musiknya yang hebat itu berubah menjadi kejeniusan. Ia pun menerima banyak penghargaan dari sekolahnya. Beberapa waktu kemudian ia pun menikah dan bekerja sebagai seorang diplomat. Ia menemui ayahnya, "Yah, aku harus mengetahui siapa yang telah bersedia
mengorbankan ini semua padaku, ia telah berbuat sesuatu yang besar namun aku sama sekali belum membalas kebaikannya." Ayahnya menjawab, "Ayah yakin kau takkan bisa membalas kebaikan hati orang yang telah memberikan telinga itu." Setelah terdiam sesaat ayahnya melanjutkan, "Sesuai dengan perjanjian, belum saatnya bagimu untuk mengetahui semua rahasia ini."

Tahun berganti tahun. Kedua orangtua lelaki itu tetap menyimpan rahasia. Hingga suatu hari tibalah saat yang menyedihkan bagi keluarga itu. Di hari itu ayah dan anak lelaki itu berdiri di tepi peti jenazah ibunya yang baru saja meninggal. Dengan perlahan dan lembut, sang ayah membelai rambut jenazah ibu yang terbujur kaku itu, lalu menyibaknya sehingga tampaklah... bahwa sang ibu tidak memiliki telinga.

"Ibumu pernah berkata bahwa ia senang sekali bisa memanjangkan rambutnya," bisik sang ayah. "Dan tak seorang pun menyadari bahwa ia telah kehilangan sedikit kecantikannya bukan?"


SEBAB, KECANTIKAN YANG SEJATI TIDAK TERLETAK PADA PENAMPILAN TUBUH, NAMUN DALAM HATI KITA.

Isteri yang cakap siapakah akan mendapatkannya?
Ia lebih berharga dari pada permata.
Hati suaminya percaya kepadanya,suaminya tidak
akan kekurangan keuntungan.
( Amsal 31:10,11 )


Tuhan Yesus memberkati.

22 Desember 2012

Berserah


Di sebuah pabrik kapas,
Ada sebuah kertas pengumuman di tempel pada dinding yang bertuliskan, "Jika benang anda ruwet datanglah pada mandor."
Suatu hari benang seorang pegawai baru ruwet dan ia mencoba mengurainya tetapi justru semakin ruwet.
Kemudian Sang mandor memberikan arahan.
Setelahnya berkata Melakukan yang terbaik adalah datang pada saya!"

Banyak pula permasalahan, di rumah tangga, orang tua dengan anak, pasangan, pekerjaan maupun studi.
Banyak cara yg sudah dilakukan tapi tidak berhasil. 
Hanya ada Satu2nya pribadi yg dapat membereskan,semua masalah dan kesulitan kita .
Tuhan Yesus NamaNYA.
Mari datang padaNYA, percaya saja,takkan pernah kita dibiarkanNYA sendirian dlm lembah kelam.
Saat kuasa Tuhan bekerja, maka akan terjadi mujijat dan perubahan dalam kehidupan kita.
PERCAYA SAJA !!

Mat 21:22
"Dan apa saja yang kamu minta dalam doa dengan penuh kepercayaan, maka kamu akan menerimanya."


Gbu & Jesus Always Love U Forever.

Nyatakan Kasihmu

2 Kor 3:2
"Kamu adalah surat pujian kami yang tertulis dalam hati kami dan yang dikenal dan yang dapat dibaca oleh semua orang."



Dalam autobiografinya, Mahatma Gandhi mengatakan bahwa pada masa sekolahnya dia sangat tertarik pada Alkitab. Hatinya tersentuh secara mendalam ketika dia membaca Injil. Pada suatu hari minggu dia pergi ke gereja untuk mengikuti ibadah, tetapi ketika dia memasuki gereja, penyambut tamu di gereja menolak memberikan tempat duduk kepadanya dan menyarankan supaya dia pergi dan beribadat bersama-sama orangnya sendiri.
Mahatma Gandhi meninggalkan tempat itu dan tak mau kembali lagi. Dia berkata, "Jikalau orang Kristen mempunyai perbedaan kasta juga, lebih baik aku tetap menjadi orang Hindu."
Terkadang tanpa kita sadari perkataan dan perbuatan kita menjadi batu sandungan bagi orang lain untuk mengenal Yesus.

Jika kita anak Tuhan,pasti memiliki karakterNYA.
Nyatakan kasihmu sekarang !!
Bukan disaat nanti berlimpah materi atau saat nanti permohonan kita dikabulkan.
Ubah perlakuan kita terhadap sekitar.
Kasih butuh di ekspresikan dan dinyatakan!!

Matius 7 :20 -21
“Dari buahnyalah kamu akan mengenal mereka“
“Bukan setiap orang yang berseru kepada- Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa- Ku yang di sorga“


Gbu & Jesus Always Love U Forever.

21 Desember 2012

Ketaatan

"Jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti segala perintah-Ku" -Yohanes 14:15


Di tengah-tengah kesibukan Natal ini, mari kita berhenti sejenak dan kembali merenungkan Natal pertama. Pernahkah anda menempatkan posisi anda pada diri Yusuf? Dia adalah pria yang mendapatkan tunangannya telah mengandung, dan di klaim bahwa Maria telah di datangi malaikat dan menyatakan bahwa ia mengandung Anak Allah. Dan Maria ingin supaya Yusuf percaya kepadanya! 

Bagi Yusuf tentu dia akan merasa bahwa seluruh dunia nya hancur. Baginya bukan hidup seperti ini yang ia inginkan. Hal itu tidak masuk akal baginya.

Apakah anda pernah merasakan nya? Mungkin keuangan anda memburuk, atau mungkin anda kehilangan pekerjaan, atau mungkin anda menerima kabar tentang krisis kesehatan di keluarga anda. Bagaimana anda akan mengatasinya? Apa yang anda lakukan ketika mengalami hal yang tidak dapat kita mengerti?

Yusuf memilih untuk melakukan kehendak Tuhan, dan hal itu mengubah segalanya. Yusuf memilih untuk taat kepada Tuhan walaupun dia tidak mengerti apa yang terjadi padanya.

Sekarang ini kata "taat" memiliki konotasi negatif. Kita memandang bahwa ketaatan adalah paksaan, keterpaksaan karena takut akan hukuman.

Tetapi itu bukanlah ketaatan yang dimaksud dalam firman Tuhan. Ketaatan dalam firman Tuhan adalah: Kasih + Iman + Perbuatan.

Dimulai dari kasih, seperti yang Yesus katakan dalam Yohanes 14:15. Ketaatan datang saat anda mengetahui bahwa Allah mengasihi anda, dan anda mengasihi Dia.

Gbu & Jesus Always Love U Forever.

9 Desember 2012

Spiritual Maturity

Kedewasaan rohani seseorang tidak tergantung pada usia fisiknya. Kedewasaan ini juga tidak tergantung pada berapa lama orang tersebut menjadi Kristen. 

Ada beberapa indikator yang membedakan apakah seorang Kristiani masih dalam tahap anak-anak di dalam kerohaniannya atau sudah dewasa. Anak-anak tahu sifat Allah, tetapi orang dewasa mengalami sifat Allah melalui berbagai pengalaman hidup rohani. Anak-anak mencari berkat untuk dirinya, orang dewasa mencari berkat untuk menjadi berkat bagi orang lain. Anak-anak menerima makanan rohani (pengenalan Firman Tuhan) dari orang lain, orang dewasa mencari sendiri bahkan membagi makanan rohaninya dengan orang lain. Anak-anak berpusat pada kehendaknya sendiri/keinginan pribadi, orang dewasa berpusat pada kehendak Allah. Anak-anak (mungkin) tidak mengerti Firman/hanya sekadar tahu, orang dewasa bisa mengaplikasikan Firman dalam kehidupannya.

Anak-anak tidak mendengar/sedikit mendengar suara Tuhan tetapi belum meresponinya, orang dewasa mendengar, bahkan bertanya kehendakNya dan berusaha meresponinya. Di dalam masalah, anak-anak akan meminta masalahnya dihilangkan, orang dewasa akan meminta kekuatan untuk menerobos masalahnya. Di dalam masalah pula, anak-anak akan mencari orang lain untuk membantu/mengekspos masalahnya secara terbuka untuk menarik simpati orang lain, orang dewasa akan menggumulinya bersama Tuhan. Dalam "bernafas secara rohani" (doa), anak-anak masih dibantu orang lain, orang dewasa mampu berdoa sendiri bahkan mendoakan orang lain. Anak-anak tidak paham potensi dirinya, orang dewasa paham potensi rohaninya untuk melayani Tuhan.

Dengan menjadi dewasa, maka kita akan lebih dipercaya untuk melaksanakan tanggung jawab besar yang tentunya akan mendatangkan berkat lebih besar. Caranya ialah dengan melekat pada Kristus/FirmanNya yang memberikan pertumbuhan dan pendewasaan (Yohanes 15:5, "Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa). Jadi dimanakah posisi kerohanian kita saat ini? Anak-anak ataukah dewasa? 

Tuhan Yesus memberkati!

3 Desember 2012

Gubuk Terbakar

Satu-satunya orang yang selamat dari kecelakaan sebuah kapal terdampar di pulau yang kecil dan tak berpenghuni. Pria ini segera berdoa supaya Tuhan menyelamatkannya, dan setiap hari dia mengamati langit mengharapkan pertolongan, tetapi tidak ada sesuatu pun yang datang.


Dengan capainya, akhirnya dia berhasil membangun gubuk kecil dari kayu apung untuk melindungi dirinya dari cuaca, dan untuk menyimpan beberapa barang yang masih dia punyai. Tetapi suatu hari, setelah dia pergi mencari makan, dia kembali ke gubuknya dan mendapati gubuk kecil itu terbakar, asapnya mengepul ke langit; dan yang paling parah, hilanglah semuanya.

Dia sedih dan marah. "Tuhan, teganya Engkau melakukan ini padaku?" dia menangis. Pagi-pagi keesokan harinya, dia terbangun oleh suara kapal yg mendekati pulau itu.

Kapal itu datang untuk menyelamatkannya. "Bagaimana kamu tahu bahwa aku di sini?" tanya pria itu kepada penyelamatnya. "Kami melihat tanda asapmu", jawab mereka.

Mudah sekali untuk menyerah ketika keadaan menjadi buruk. Tetapi kita tidak boleh goyah, karena Tuhan bekerja di dalam hidup kita, juga ketika kita dalam kesakitan dan kesusahan. Ingatlah bahwa pada Roma 8:28, Tuhan berkata bahwa Dia bekerja dalam segala hal yang mendatangkan kebaikan.

Ketika gubukmu terbakar, mungkin itu "tanda asap" bagi kuasa Tuhan. Ketika ada kejadian negatif terjadi, kita harus berkata pada diri kita sendiri bahwa Tuhan pasti mempunyai jawaban ygan positif untuk kejadian tersebut.

Kamu berkata,
"Itu tidak mungkin."
Tuhan berkata, "Tidak ada hal yang tidak mungkin." (Lukas 18:27)

Kamu berkata,
"aku terlalu capai."
Tuhan berkata, "Aku akan memberikan kelegaan padamu." (Matius 11:28)

Kamu berkata,
"Tidak ada seorangpun yang mencintai aku."
Tuhan berkata, "Aku mencintaimu." (Yohanes 3:16-Yohanes 13:34)

Kamu berkata,
"Aku tidak bisa meneruskan."
Tuhan berkata, "Kasih karuniaKu cukup." (2 Korintus 12:9 - Mazmur 91:15)

Apakah 'gubuk'mu sedang terbakar hari-hari ini? Bersukacitalah sebab kuasa Tuhan akan segera dinyatakan dalam hidupmu!

Tuhan Yesus memberkati!

30 November 2012

Seekor Unta

Seekor unta, setiap pagi, dia akan berlutut di depan tuannya untuk mengambil beban yang akan dibawanya sepanjang hari, dan saat malam tiba, ia akan kembali berlutut agar tuannya bisa mengambil beban dari punggungnya...


Itulah seekor unta kepada tuannya.
Begitulah seharusnya kita...

Berlutut memulai hari sebelum mengangkut beban yang harus kita tanggung sepanjang hari ini...

Dan saat malam tiba, itulah saat kita kembali berlutut untuk menyerahkan semua beban dalam hidup kita..

Dan percayalah saat kita berlutut, menyerah, maka pasti ada  tangan TUHAN juga menjaga dan  melindungi kita...

Matius 11:28 
“Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu“. 


Setetes air matamu....... DIA perhitungkan
Sepatah katamu....... DIA dengarkan
Sesak hatimu yang hancur....... DIApun merasakan
Sekecil apapun pergumulanmu....... DIA peduli
DIA menjagamu seperti bola mataNYA
Apapun yang kamu rasa, yakinlah TUHAN selalu setia dan peduli.......
Maka itu, janganlah menyerah dan  putus asa.......
Serahkanlah semuanya....... masalah, beban dan kebutuhanmu ke dalam tangan Tuhan 

Mazmur 27:10
"Sekalipun ayahku ϑάn ibuku meninggalkan aku, namun Tuhan menyambut aku."


Apa yang tak pernah dilihat dan yang tak pernah di dengar, itu semua telah disediakanNYA bagi yang percaya dan mengasihi DIA..
Apapun kesulitan yang sedang terjadi, JANGAN PERNAH berhenti berharap !!
Mujizat masih ada,dulu sekarang dan selamanya.

Gbu & Jesus Always Love U Forever.

Keberhasilan

Bisakah mengisi air ke sebuah gelas yang sudah penuh? Jawabannya, tidak mungkin bisa.


Walaupun bisa, tentunya akan meluap keluar. Supaya bisa mengisinya, kita harus mengosongkan atau menumpahkan sebagian isinya.

Apakah makna dari ilustrasi ini ?


Jika ingin maju, kita harus mengosongkan atau menghilangkan EGO kita, mau belajar dan di ajari.
Kita akan sulit menerima pembelajaran jika EGO masih ada. Mungkin di bidang lain, kita adalah pakarnya, tetapi di bidang yang satu ini, kita masih belum bisa mengatasinya.


Rajin dan sering-sering lah memberi dengan tulus ikhlas.
Ketika memberi, seseorang sedang "menumpahkan" sebagian rezekinya, nanti gelas rezekinya akan bisa diisi kembali. Bagaimana mungkin bisa menambah rezeki jika tidak pernah membagikannya ?

Matius 5:7 
"Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan."



Ketika kehilangan, itu tandanya kita sedang mengosongkan gelas rezeki karena lupa berbagi.
Janganlah bersedih, yakini bahwa gelas itu akan terisikan kembali dan pasti !! jauh lebih baik dari sebelumnya.              


Ulangan 28:13 
"TUHAN akan mengangkat engkau menjadi kepala dan bukan menjadi ekor, engkau akan tetap naik dan bukan turun, apabila engkau mendengarkan perintah TUHAN, Allahmu, yang kusampaikan pada hari ini kaulakukan dengan setia."



Gbu & Jesus Always Love U Forever.

29 November 2012

Kehidupan

Jalani hidup ini dengan penuh harapan, walau hidup tak selalu bahagia.

Berilah senyuman, walau hati tak lagi mampu untuk bertahan.

Belajarlah memaafkan, walau dirimu sudah sangat terluka...

Dalam hidup ini, kadang yang engkau rencanakan berjalan tidak seperti apa yang kau harapkan. 

Kehidupan mengajarkan bagaimana engkau membuat semua kejadian menjadi kebaikan, bukan kesedihan.

Saat tekanan datang, katakan dlm hatimu, "setelah ini, aku bisa lebih baik lagi..." 

Setiap masalah dlm hidup ini semata-mata untuk membentukmu menjadi lebih tangguh dan bijaksana...

Berani mati tidaklah luar biasa, namun berani tetap hidup pada saat tidak memiliki apa-apa lagi, itu barulah luar biasa!

Matius 10 :16 
"Aku mengutus kamu seperti domba ke tengah- tengah serigala, sebab itu hendaklah kamu cerdik seperti ular dan tulus seperti merpati“ 


Hidup itu indah, masih banyak lagi hal luar biasa yg belum engkau temukan...

Jangan memandang rendah dan remeh orang lain hanya karena ia tak lebih pintar, tak lebih kaya, tak lebih beruntung dan tak mempunyai kedudukan seperti engkau...

Kadangkala di mata TUHAN, batubara yang legam terlihat lebih berkilau dibanding dengan permata yang mahal. 

Hidup cuma sekedar "mampir minum". Seperti pengembara di perjalanan panjang, ia akan berhenti sejenak untuk minum, lalu melanjutkan kembali perjalanannya.

Hidup adalah sebuah proses waktu. Pemilik kehidupan selalu silih berganti.

Gunakan waktu hidupmu dengan sebaik-baiknya, karena tidak ada yang menjamin bahwa setiap orang bisa hidup lebih lama lagi di dunia…


Selalulah bersyukur dengan semua apa yg kita peroleh setiap harinya. 
Haleluya Tuhan Yesus baik !!
Gbu

Blessing in Disguise

Sebuah kereta api melaju di tengah musim salju yang dingin. 
Saat berhenti sejenak, seorang bapak iseng keluar dari pintu kereta api.


Namun, tanpa disangka ada angin yang meniup topinya sehingga topinya terjatuh jauh dari kereta. 
Dengan sigap, ia pun berlari mengejar. Akhirnya, berhasil juga ia memungut topinya.

Namun, tiba-tiba mesin kereta berbunyi dan keretapun mulai bergerak. 
Dengan susah payah, ia berusaha berteriak dan berlari. 
Namun, salju yang tebal membuatnya tidak bisa berlari kencang. 
Akhirnya, ia pun ditinggal oleh kereta sendirian di tengah perjalanan yang dingin itu. 

Dengan mengeluh soal nasibnya yang sial, ia terus memaki bahkan hingga menangis. Meratapi nasibnya yang malang. 
Ia sudah ditinggal kereta, kopernya juga hilang. 
Betul-betul kesel, jengkel dan marah.

Keesokan harinya, ia mendengar berita sebuah kereta api malam tergelincir ke jurang dan semua penumpang di kereta itu tewas. Tentu saja tidak semuanya, karena si bapak ini termasuk yang selamat!

Masalah, kesulitan ataupun petaka, kadang bisa terjadi dalam kehidupan kita. Ada yang sepenuhnya karena kesalahan kita. 
Namun, ada yang justru terjadi atas ijin dari "Yang Di Atas", karena adanya sebuah pembelajaran dan hikmah yang justru akan kita peroleh setelah melewatinya.

Karena itulah, jangan mengeluh, kesel dan jengkel dgn apa yg terjadi sebelum kamu tahu apa makna di balik masalah dan kesulitan itu.

Kadang-kadang, hikmah di balik petaka dan kesulitan baru kita pahami setelah melewati waktu yg lama. 
Mengeluh tidak akan mengatasi masalah !!
Mengeluh dan bersungut-sungut akan menghalangi berkat... 

Matius 7 : 9-11 
“Adakah seorang dari padamu yang memberi batu kepada anaknya, jika ia meminta roti, atau memberi ular, jika ia meminta ikan? 
“Jadi jika kamu yang jahat tahu memberi pemberian yang baik kepada anak-anakmu, apalagi Bapamu yang di sorga! Ia akan memberikan yang baik kepada mereka yang meminta kepada-Nya. "



Gbu & Jesus Always Love U Forever.

28 November 2012

Akar

AKAR, ia begitu GIGIH mencari air, MENEMBUS tanah yang KERAS, untuk berjuang hidup.
Dengan banyak rintangan bebatuan dan aliran air yang jauh di dasar tanah.    
Semakin sulit di dapat sumber air, akan semakin dalam dan kokoh akar suatu pohon. 

Demikian pula hidup ini, masalah, badai, benturan, akan membentuk dan menjadikan kita kuat, bijak, dan tahan uji menghadapi kehidupan.

Masalah ada, untuk mendewasakan iman dan membentuk karakter kita. 
Tidak ada suatupun peristiwa kebetulan, karena semua sesuai dengan rencanaNYA. 


Roma 5: 3-5
“Dan bukan hanya itu saja. Kita malah bermegah juga dalam kesengsaraan kita, karena kita tahu, bahwa kesengsaraan itu menimbulkan ketekunan“ 
“Ketekunan menimbulkan tahan uji dan tahan uji menimbulkan pengharapan“
“Pengharapan tidak mengecewakan, karena kasih Allah telah dicurahkan di dalam hati kita oleh Roh Kudus yang telah dikaruniakan kepada kita“


Seberapapun sulitnya keadaanmu saat ini, tetaplah bertahan dan jangan tawar hati!!
Mujizat masih ada !! Haleluyaa Tuhan Yesus baik..

Gbu & Jesus Always Love U Forever.

Allah Telah Membuat Aku Lupa Sama Sekali Kepada Kesukaranku

Ayat bacaan Kejadian 41 : 37-52
Kejadian 41 : 51, "Yusuf memberi nama Manasye kepada anak sulungnya itu, sebab katanya:"Allah telah membuat aku lupa sama sekali kepada kesukaranku dan kepada rumah bapaku."

Dikisahkan sebelumnya bahwa Yusuf mengalami penyiksaan oleh kakak-kakaknya, dijual sebagai budak, bahkan dipenjara karena difitnah, tetapi di dalam perikop tersebut, setelah mengalami proses penderitaan yang cukup lama, dalam sekejap Tuhan mampu membalikkan situasi hidupnya.

Ia diberikan hikmat untuk mengartikan mimpi Fir'aun, karena Mesir akan mengalami masa kelimpahan 7 tahun dan masa kelaparan 7 tahun. Pada saat itulah, Fir'aun mengangkatnya menjadi kuasa atas seluruh Mesir, bahkan ia diberikan istri, dan dikaruniakan anak, serta negeri yang ia pimpin mengalami kelimpahan luar biasa, hingga tak bisa lagi terhitung jumlah persediaan gandumnya. Ia menamakan anak sulungnya Manasye, karena Tuhan telah membuatnya LUPA SAMA SEKALI akan kesukaran-kesukaran yang dialaminya sebelumnya.

Mungkin ada beberapa dari antara kita yang saat ini mengalami cobaan yang berat, mengalami ujian hidup yang sulit, masalah demi masalah datang terus menerus, sehingga saat ini menjadi lemah, lesu, bahkan hampir tidak berpengharapan lagi. Tetapi ingatlah, Yusuf yang telah diijinkan Tuhan mengalami penderitaan berat, Tuhan sanggup balikkan situasinya, menjadi berlimpah akan segala sesuatu, hingga Yusuf tidak ingat lagi akan masa-masa kesukaran yang pernah dialaminya. 

Apakah kita rindu mengalami kelimpahan luar biasa yang dialami oleh Yusuf setelah masa penderitaannya terjadi dalam hidup kita? Setialah pada proses, pegang Firman Tuhan untuk menegor kita, untuk mengingatkan janji-janji Allah kepada kita, untuk memerintahkan segala sesuatu yang dikehendakiNya, maka pada waktunya nanti, Allah sanggup membalik setiap kesukaran kita saat ini menjadi sorakan kemenangan. Setia, percaya, lakukan bagian kita, maka Allah akan mengerjakan bagianNya, karena rancanganNya untuk kita adalah masa depan yang penuh harapan! 

Tuhan Yesus memberkati!

27 November 2012

Melangkah Pasti

Mazmur 37 : 23-25
"Tuhan menetapkan langkah-langkah orang yang hidupnya berkenan kepada-Nya; apabila ia jatuh, tidaklah sampai tergeletak, sebab Tuhan menopang tangannya. Dahulu aku muda, sekarang telah menjadi tua, tetapi tidak pernah kulihat orang benar ditinggalkan, atau anak cucunya meminta-minta roti."



Ketika kita bersama-sama berjalan dengan Tuhan, selain dihadapkan pada berkat,  kita juga akan dihadapkan pada banyak tantangan, hambatan, bahkan mungkin seolah-olah "ketidakpastian". Namun di dalam kutipan ayat tersebut Tuhan mengajarkan, bahwa ketika kita melangkah bersama Dia, maka kita harus melangkah dengan pasti. Banyak hal-hal di depan yang kita tidak tahu, tetapi Dia tahu, oleh karena itu Ia memberikan guidance agar kita bisa melangkah dengan pasti dan yakin,

Tuhan Menetapkan Langkah Kita
Setiap langkah kita selalu dituntun dan disertai Tuhan, asalkan hidup kita berkenan. Lakukan perintahNya dan mintalah Dia untuk menuntun hidup kita, maka Dia sendiri yang akan turun tangan untuk menetapkan langkah hidup kita.

Tuhan Menopang Kita
Di dalam perjalanan kehidupan, bisa saja kita terpeleset, jatuh, tetapi karena ada Tuhan yang menopang, maka kita tidak akan jatuh hingga tergeletak. Ketika Petrus diminta Yesus berjalan di atas air, Petrus yang semula yakin, tetapi karena tiupan angin, keyakinannya menjadi kendor dan ia mulai tenggelam, tetapi tangan Tuhan tidak pernah terlambat untuk diulurkan dan Petrus dipegangNya supaya tidak tenggelam.

Tuhan Memberikan Jaminan
Pemazmur di dalam ayat tersebut memperhatikan bahwa sejak ia muda hingga tua, Ia tidak pernah menyaksikan orang benar ditinggalkan Tuhan, karena Dia setia.

Jadi lakukan pemeriksaan pribadi terhadap perkenanan Tuhan atas hidup kita, bertanyalah kepadaNya, agar kita bisa memperbaiki hidup kita dan melangkahlah dengan pasti sesuai kehendakNya. Jangan takut, sebab Tuhan selalu menyertai hidup kita. 

Tuhan Yesus memberkati!

Tuhan Sudah Mempersiapkan

Ayat bacaan: Kejadian 41 : 1 - 36

Dikisahkan bahwa pada waktu itu Firaun bermimpi tentang 7 ekor lembu kurus yang memakan 7 ekor lembu gemuk, serta 7 bulir gandum layu yang memakan 7 bulir gandum yang baik. Tetapi tidak seorangpun mampu mengartikannya, selain Yusuf. Menurutnya, Allah sedang memberikan petunjuk kepada Firaun bahwa akan datang masa kelimpahan di Mesir selama 7 tahun, tetapi setelah itu akan menyusul 7 tahun masa kelaparan yang hebat, sehingga masa kelimpahan yang sebelumnya terjadi, tidak akan bersisa sedikitpun. Ia menasehatkan agar Firaun memungut seperlima dari hasil tanah Mesir dan mengumpulkan bahan makanan selama tahun kelimpahan terjadi, sehingga pada waktu memasuki tahun kelaparan, maka mereka sudah siap dan negeri tersebut tidak binasa.

Ketika kita diijinkan olehNya untuk menghadapi masalah di masa depan, Ia tidak langsung menghalaunya secara instant, namun seringkali Tuhan hanya memberitahukan (baik melalui mimpi, suara Roh Tuhan di dalam hati/hikmat, atau kejadian-kejadian di sekitar kita) kepada kita, bahwa masalah akan terjadi.

Ia melakukan hal tersebut, karena Ia menginginkan agar kita dewasa; 'terbiasa' dengan masalah dan bahkan tidak menjadi gentar ketika kita mengetahuinya. Ia mau melatih kita agar intim dan meminta hikmat dariNya, sehingga kita sanggup melewatinya dan beroleh kemenangan.

Tuhan kita bukanlah Tuhan yang ceroboh, tetapi Tuhan yang sudah mempersiapkan agar kita bisa menjadi dewasa, berbuah, dan menjadi berkat bagi orang lain. Percayakanlah setiap aspek kehidupan kita ke dalam tanganNya, karena Ia sudah mempersiapkan segala sesuatunya untuk kebaikan kita. 

Tuhan Yesus memberkati!

4 November 2012

Jangan Lagi Ragukan Kasih Allah

Efesus 3 : 18-19a
"Aku berdoa, supaya kamu bersama-sama dengan segala orang kudus dapat memahami, betapa lebarnya dan panjangnya dan tingginya dan dalamnya kasih Kristus, dan dapat mengenal kasih itu, sekalipun ia melampaui segala pengetahuan."

Kasih Kristus tidak serupa dengan kasih manusia. Terkadang kita dikasihi oleh manusia, dikarenakan oleh prestasi kita, uang, status, jasa kita, tetapi ketika kita tidak lagi memiliki prestasi, uang, status, atau sudah tidak berjasa lagi, bahkan mungkin berbuat kesalahan, kasih itupun juga hilang. Sedangkan prinsip kasih Kristus tidak didasarkan pada apa yang kita miliki atau apa yang kita buat, tetapi didasarkan pada keberadaan kita sendiri.


Mungkin ketika kita mengecewakan Dia dengan jatuh lagi ke dalam dosa, sulit berkomitmen untuk melakukan perintahNya, sedang tidak bergairah lagi terhadap hadiratNya, atau kita menghadapi masalah bertubi-tubi seolah 'tanpa' ada jalan keluar, kita merasa bahwa Kristus menjauhkan kasihNya dari kita. Apakah benar seperti itu? 100% tidak! sebab semuanya itu tidak akan mengubah kasihNya kepada kita dan itu sudah dibuktikanNya sejak awal melalui pengorbanan nyawaNya meskipun Ia tahu dosa-dosa kita dan bahkan Ia tidak memberikan syarat apapun!, cukup hanya dengan percaya saja...

Jadi sadarilah, renungkan dan syukuri betapa besar kasihNya, dan tanamkanlah dalam hati kita yang terdalam, sebab dengan demikian, ketika kita yakin dan percaya sepenuhnya akan kasihNya, kita tidak akan lagi khawatir akan masa depan, kita tidak akan lagi takut akan apa yang terjadi esok hari, sebab kasihNya lebih dari cukup untuk kita!. Jikalau Ia tahu dosa kita, tahu bahwa kita dibuatNya dari debu, tetapi Ia sendiri mau dan rela mengorbankan diriNya untuk kita, apakah mungkin kasihNya bersyarat? Jangan pernah lagi ragukan kasih Allah!.

Tuhan Yesus memberkati!

28 Oktober 2012

Main Hakim Sendiri

Ketika kita terlibat dalam obrolan ringan, entah itu di kantor, di rumah, di sekolah, di komunitas gereja, secara sadar/tidak sadar kita pasti pernah membicarakan orang lain. Kalau itu membicarakan hal-hal baik dan membangun, maka tidak akan menjadi suatu masalah, tetapi jika yang dibicarakan adalah hal "negatif" tentang orang lain dan bahkan membuat opini teman-teman kita berubah negatif terhadap orang lain tersebut akibat pembicaraan kita, maka itu akan menjadi masalah.

Seharusnya ketika kita akan memberikan penilaian, opini, atau kesimpulan atas tindakan orang lain yang kita nilai "negatif", kita perlu untuk berpikir berkali-kali dan berhikmat. Sebab kita tidak tahu dengan jelas kondisi sebenarnya/latar belakang/apa yang telah dialami oleh orang lain tersebut sehingga ia melakukan hal yang dirasa kita "negatif".

Mintalah hikmat dan berhati-hatilah dalam berpikir dan berkata-kata, sebab ukuran yang kita berikan untuk menilai/menghakimi orang lain, akan dipakaikan kepada kita. Dan Tuhan sendiri ber-firman dalam Matius 7 : 4-5, "Bagaimanakah engkau dapat berkata kepada saudaramu: Biarlah aku mengeluarkan selumbar itu dari matamu, padahal ada balok di dalam matamu, Hai orang munafik, keluarkanlah dahulu balok dari matamu, maka engkau dapat melihat dengan jelas untuk mengeluarkan selumbar itu dari mata saudaramu."


Jadi lebih baik kita menilai diri kita dahulu dan memperbaikinya, daripada kita menilai orang lain, apalagi jika ternyata itu salah, karena itu tidak akan membangun, malah akan menghancurkan orang lain. Pakailah hikmat, bangunlah orang lain dengan hikmat Tuhan, jangan menghakimi dengan pikiran dan perasaan atau berdasarkan opini orang lain.

Tuhan Yesus memberkati!

27 Oktober 2012

Waktu yang Sangat Berharga

Alexander The Great,
raja dari Macedonia pada saat akan meninggal dalam keadaan kritis berkata kepada para dokter yang merawatnya : "Ambillah setengah dari kekayaanku, jika kamu dapat mengantarkanku menemui ibuku."
Tetapi para dokter menjawab, : "Jangankan separuh, seluruh kekayaan baginda bila diberikan kepada hamba, hamba-pun tidak mampu menambah 1 tarikan napas."

Mendengar jawaban itu, air mata pun berlinang di pipi sang Raja dan berpesan, "Nanti sewaktu diarak dalam peti mati menuju tempat peristirahatan terakhir, biarkan ke dua tanganku dikeluarkan agar setiap rakyat dapat melihat bahwa Alexander Agung yang menguasai wilayah terbesar sepanjang sejarah, harus berpulang dengan tangan kosong "

Efesus 5:15-16
“perhatikanlah dengan seksama, bagaimana kamu hidup, janganlah seperti orang bebal, tetapi seperti orang arif “
“pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat “
"Waktu tidak bisa kita ciptakan dan tidak bisa kita beli, karena waktu adalah anugerah Tuhan, hadiah yang sangat berharga untuk kita berikan kepada orang-orang yang kita kasihi."
Jadilah bijak dan janganlah sesali hari kemarin !!

DON'T LOST THE MOMENT.          
Gbu & Jesus Always Love U forever.

P.U.S.H

P.U.S.H : Pray Until Something Happens

"..pertolonganku datang dariMu, peganglah tanganku, jangan lepaskan, Kaulah harapan dalam hidupku..". Lagu ini terus melantun di telinga saya sejak kemarin di ibadah raya sampe sore ini membuat hati saya bergetar.

Memang hanya Dia yang paling mengerti pribadi kita, apa yang sedang kita rasakan, apa yang sedang kita pikirkan, dan sebagainya. Sebenarnya malam sebelumnya saya kesulitan tidur, rasanya otak ini tidak bisa berhenti berpikir, berpikir dan berpikir sampai akhirnya saya kelelahan dan tertidur.

Ringgg..ringgg..alarm berbunyi membangunkan saya, saya punya pilihan untuk bangun kemudian siap-siap ke gereja atau kembali tidur dengan alasan baru tidur beberapa jam saja. Hoaamm dengan kelelahan, akhirnya saya memutuskan untuk pergi ibadah, dan saya bersyukur karena ketaatan selalu membawa berkat.

Tuhan mulai menjamah saya lewat lagu di atas dan khotbah di ibadah. Saya diingatkan kejadian kamis siang ketika seorang teman bercerita tentang bagaimana dia sudah mengalami ketidakadilan soal gaji selama 2 tahun, dia berasal dari kepercayaan lain, tiba-tiba Tuhan kasih saya hikmat tentang hakim yg kejam vs ibu yang meminta keadilan, ketika si ibu tidak henti-hentinya memohon dan menyuarakan isi hatinya, pada akhirnya si hakim mengabulkan permintaannya.

Teman-teman, kalau saja si hakim lalim bisa berbuat seperti itu ketika si ibu terus menerus memohon, berharap dan bertindak dengan keyakinannya, bukankah Tuhan itu Allah yang mengasihi kita yang selalu memberikan yang terbaik tepat pada waktunya, itu yang saya sampaikan kepada teman saya untuk terus berharap dan berdoa sampai sesuatu terjadi.


Kemudian saya diingatkan pada kejadian di Alkitab mengenai Hana dimana dia kesulitan mempunyai anak, tapi dia terus menerus berdoa dan memohon kepada Tuhan tak putus-putusnya, sekalipun dia dianggap seperti orang tidak waras, dia terus menerus menerobos dengan doa sampai akhirnya imannya dinyatakan dengan lahirnya Samuel.

Tuhan Yesus memberkati!

26 Oktober 2012

Tantangan Iman

Amsal 4:23 - "Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan karena dari situlah terpancar kehidupan"

Seringkali dalam hidup ini ketika kita dalam pergumulan, memilih untuk menyerah sebelum sesuatu terjadi, karena kita lebih cenderung mengikuti daging dan pikiran kita yang terbatas. Pada saat itu juga saya sadar kalau Tuhan sedang menantang iman dan pengharapan saya kepada-Nya, sekalipun saya memang sudah berdoa lama dan tidak melihat apapun terjadi..dan tentunya Tuhan juga sedang menguji respon hati saya (respon hati: tetap bersukacita, berdoa & setia melakukan bagian kita, atau kita mengeluh kemudian menyerah).

Mari kita sama-sama refleksi: apa yang menjadi respon hati kita ketika menghadapi kehidupan yang tidak idealis ini. Karena respon hati dan tindakanmu itu yang akan menentukan hidupmu.


Filipi 4:4-8 yang isinya adalah "Bersukacita senantiasa, jangan kuatir tentang apapun juga, berdoa senantiasa, bersyukur dan isi pikiran kita dengan pikiran Kristus"

Be blessed everyone, GOD be with us!

Masih Berharap

Kejadian 40 : 14-15
"Tetapi ingatlah kepadaku, apabila keadaanmu telah baik nanti, tunjukkanlah terima kasihmu kepadaku dengan menceritakan hal ihwalku kepada Firaun dan tolonglah keluarkan aku dari rumah ini. Sebab aku dicuri diculik begitu saja dari negeri orang Ibrani dan disinipun aku tidak pernah melakukan apa-apa yang menyebabkan aku layak dimasukkan ke dalam liang tutupan ini".

Meskipun Yusuf telah dijual oleh saudaranya, difitnah oleh istri Potifar, dan bahkan dipenjarakan, tetapi ia tidak putus asa, ia juga tidak berdiam diri, melainkan tetap melayani orang-orang di sekitarnya, dan yang terpenting, ia masih berharap bahwa suatu hari ia akan keluar dari penjara.


Ketika kita menghadapi kesulitan, masalah, dan tantangan, tetaplah melayani orang lain, dan terutama tetap melayani Tuhan. Jangan biarkan masalah menghambat pelayanan kita dan menenggelamkan kita ke dalamnya. Tetaplah berharap kepadaNya, dan tunggulah waktuNya, karena rancanganNya adalah rancangan damai sejahtera dan tidak ada satupun yang dibuat untuk mencelakakan kita. Jadilah tahanan yang penuh pengharapan, sampai pada waktuNya, Tuhan akan melepaskan kita dengan sorak-sorai kemenangan!

Tuhan Yesus memberkati

23 Oktober 2012

Kebahagiaan dalam Hidup

"Ikan Kecil dan Air"

Suatu hari seorang ayah dan anaknya sedang duduk berbincang-bincang di tepi sungai. Sang Ayah berkata kepada anaknya, “Lihatlah anakku, air begitu penting dalam kehidupan ini, tanpa air kita semua akan mati.”

Pada saat yang bersamaan, seekor ikan kecil mendengar percakapan itu dari bawah permukaan air, ikan kecil itu mendadak gelisah dan ingin tahu apakah air itu, yang katanya begitu penting dalam kehidupan ini. Ikan kecil itu bertanya kepada setiap ikan yang ditemuinya, “Hai tahukah kamu dimana tempat air berada? Aku telah mendengar percakapan manusia bahwa tanpa air kehidupan akan mati.”

Ternyata semua ikan yang telah ditanya tidak mengetahui dimana air itu. Si ikan kecil itu lalu bertemu dengan ikan sesepuh yang sudah berpengalaman, kepada ikan sesepuh itu ikan kecil ini menanyakan hal yang sama, “Dimanakah air?”

Ikan sesepuh itu menjawab dengan bijak, “Tak usah gelisah anakku, air itu telah mengelilingimu, sehingga kamu bahkan tidak menyadari kehadirannya. Memang benar, tanpa air kita semua akan mati.”

"Manusia kadang-kadang mengalami situasi yang sama seperti ikan kecil, mencari kesana kemari tentang kehidupan dan kebahagiaan, padahal ia sedang menjalaninya,tetapi tidak menyadari dan tidak mensyukurinya.

Terkadang kita tidak sadar bahwa apa yang kita miliki saat ini sudah cukup membuat kita bahagia.


Apa sih yang kita cari di kehidupan ini? Hidup adalah pilihan.

Jangan juga pernah mengira bahwa orang lain lebih bahagia dari kita.. Karena apa yang kita lihat dari orang lain itu hanya luarnya saja.. Dalamnya? Tidak ada yg tahu. Tapi kita seharusnya lebih tahu apa yang ada pada kita dan yang disekitar kita.

Ibrani 13 : 5
Allah telah berfirman : "Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau."

Bapa sudah berfirman dan berjanji, apa yang menghalangi kita untuk berbahagia dan terus kuatir ??

Gbu & Jesus Always Love U.

22 Oktober 2012

Mata Tuhan Melihat

Amsal 15:1-3 "Jawaban yang lemah lembut meredakan kegeraman, tetapi perkataan yang pedas membangkitkan marah. Lidah orang bijak mengeluarkan pengetahuan, tetapi mulut orang bebal mencurahkan kebodohan. Mata TUHAN ada di segala tempat, mengawasi orang jahat dan orang baik." 

Saudaraku, ketika kita mengambil keputusan utk mengikut Tuhan dan kehendakNya, iblis tidak akan tinggal diam, ia akan mencobai kita dengan berbagai macam ujian dan pencobaan yang akan membuat kita kembali jatuh dalam dosa. Iblis akan mengawasi setiap gerak-gerik, tingkah laku, dan perkataan kita dengan tujuan mencari celah agar kita kembali jatuh dalam dosa.


Tetapi ingatlah, mata Tuhan ada di segala tempat, mengawasi orang jahat dan orang baik (Amsal 15:3). Jadi berhati-hatilah dengan setiap tindakan dan perkataan yang akan kita ambil dan ucapkan. Karena jawaban yang lemah lembut meredakan kegeraman, tetapi perkataan yang pedas membangkitkan marah (Amsal 15:1), dan lidah orang bijak mengeluarkan pengetahuan, tetapi mulut orang bebal mencurahkan kebodohan (Amsal 15:2).

Maka dari itu, jadilah orang-orang yang bijak dalam melakukan tindakan dan mengeluarkan perkataan karena jalan orang fasik adalah kekejian bagi Tuhan, tetapi siapa mengejar kebenaran, dikasihiNya (Amsal 15:9). Janganlah mundur imanmu dan janganlah gentar sebab Tuhan itu jauh dari pada orang fasik, tetapi doa orang benar didengarNya (Amsal 15:29) dan takut akan Tuhan adalah didikan yang mendatangkan hikmat, dan kerendahan hati mendahului kehormatan (Amsal 15:33).

Tuhan sedang menguji ketaatan iman kita dengan berbagai macam ujian dan pencobaan yang diijinkanNya terjadi karena lebih baik sedikit barang dengan disertai takut akan Tuhan daripada banyak harta dengan disertai kecemasan, dan lebih baik sepiring sayur dengan kasih daripada lembu tambun dengan kebencian (Amsal 15:16-17).

Tuhan tidak pernah meninggalkan kita sendiri untuk menghadapi berbagai masalah dan pencobaan, yang harus kita lakukan adalah percaya padaNya dan jadilah orang bijak sebab Mata TUHAN melihat.

God bless you!

Mengalah Bukan Kalah

Roma 12 : 17, 20, 21
"Janganlah membalas kejahatan dengan kejahatan; lakukanlah apa yang baik bagi semua orang!. Tetapi, jika seterumu lapar, berilah dia makan; jika ia haus, berilah dia minum! Dengan berbuat demikian kamu menumpukkan bara api di atas kepalanya. Janganlah kamu kalah terhadap kejahatan, tetapi kalahkanlah kejahatan dengan kebaikan!

Disakiti, direndahkan, dibohongi, ditipu, digunjingkan, merupakan rupa-rupa kejahatan yang sangat wajar kita alami di dalam kehidupan ini. Tetapi Tuhan ingin kita merespons setiap kejahatan yang kita alami dengan cara berbuat baik/mengalah. Kutipan ayat di atas dengan tegas dan bahkan diperkuat dengan 3 buah tanda seru di dalam ayat-ayatnya, agar kita tidak membalas kejahatan dengan kejahatan, tetapi justru harus berbuat kasih dan membalasnya dengan kebaikan.


Kejahatan yang dibalas dengan kejahatan, hasilnya adalah dendam yang berkepanjangan dan kehancuran di kedua belah pihak (kalah), sedangkan kejahatan yang dibalas dengan kebaikan/mengalah, maka hasilnya adalah perubahan yang lebih baik, bahkan tidak jarang musuh-musuh kita berbalik sendiri untuk berbaikan dengan kita (menang). Jadi sekarang apa yang harus kita pilih? Menang di awal untuk kalah, atau mengalah di awal untuk menang?

Tuhan Yesus memberkati!

21 Oktober 2012

Pelaku Firman

Yakobus 1:23-24 - Sebab jika seseorang hanya mendengar firman saja dan tidak melakukannya, ia adalah seumpama seorang yang sedang mengamat-amati mukanya yang sebenarnya di depan cermin. Baru saja ia memandang dirinya, ia sudah pergi atau ia segera lupa bagaimana rupanya.


Banyak di antara kita yang mengikut Kristus, tapi akhirnya menjadi frustasi karena kita merasa tidak ada kuasa Tuhan dalam hidup kita, tidak ada transformasi yang terjadi di dalam hidup kita. Seringkali, hal tersebut terjadi karena kita sendirilah yang menjadi penyebabnya.

Iman timbul dari pendengaran akan firman Tuhan, tapi tidak berhenti sampai di sana saja. Kita harus ingat juga bahwa iman tanpa perbuatan adalah mati. Jika kita mau firman itu menjadi hidup, kita harus melakukannya sesuai dengan iman kita.

Dalam Yakobus 1:23-24, cermin adalah seumpama firman Tuhan yang menunjukkan apa yang salah di dalam diri kita. Oleh karena itu diumpamakan bahwa ketika kita mendengarkan firman Tuhan, kita seperti melihat siapa kita yang sebenarnya di depan cermin, Tuhan akan tunjukkan kepada kita apa yang salah dalam diri kita. Tapi setelah melihat cermin, tidak akan terjadi apa-apa kalau kita tidak meresponi dengan benar; dikatakan pergi atau segera lupa bagimana rupanya.

Justru di saat Tuhan tunjukkan apa yang salah dalam diri kita lewat firman-Nya, maka kita harus dengan sengaja membuat keputusan untuk melakukan firman yang Tuhan katakan dalam hidup kita. Agar kita dikoreksi dan kuasa Tuhan dapat bekerja dengan penuh dalam mentransformasi hidup kita, tanpa penghalang.

Jadilah pelaku firman dan lihatlah bagaimana Tuhan bekerja luar biasa atas hidup kita.


Tuhan Yesus memberkati!

Tuhan Yesus Baik

Seorang kakek mengalami gangguan saluran kencing yg membuat ia tidak bisa buang air kecil. Ia terpaksa menjalani operasi dan si kakek kini sudah bisa buang air kecil lagi. Menjelang pulang dokter pun memberikan tagihan biaya operasinya.

Saat itu tiba-tiba sang kakek mulai menangis. Dokterpun bingung dan bertanya: "Kenapa menangis kek?
Tapi kakek itu menjawab: "Tidak, saya tidak menangis untuk biaya, saya hanya teringat betapa selama 70 tahun sebelum ini, Tuhan membolehkan saya buang air kecil tanpa mengirimkan saya tagihan apapun."

Terkadang kita baru merasakan betapa berharganya berkat Tuhan saat kita sudah kehilangan hal tersebut. Sebaliknya, kita memilih untuk lebih sering memikirkan apa yg belum kita miliki, tanpa menghargai apa yang telah Tuhan berikan kepada kita. Terkadang lebih suka menghitung masalah daripada menghitung berkat Tuhan yang sudah kita terima.

Renungkanlah, bukankah ada terlalu banyak hal berharga yang kita dapatkan setiap harinya? Kesehatan, keluarga, pasangan hidup, waktu, kerukunan, kegembiraan dan terutama keselamatan yang kita dapat di dalam Tuhan. Semua itu adalah hal-hal yang sesungguhnya tidak dapat kita beli dengan uang, anugerah  yang  besar yang Tuhan berikan dalam hidup kita

Itulah alasan mengapa kita harus selalu bersyukur dalam segala hal kepada Tuhan, karena DIA sungguh teramat sangat baik kepada kita.

Kita bersyukur bukan supaya kita diberkati, melainkan karena kita sudah sangat diberkati...
Tuhan Yesus baik dan teramat baik.
Janganlah engkau takut dan kuatir menjalani kehidupan ini.
Burung pipit diudara pun Tuhan pelihara

Yesaya 41:13
Sebab Aku ini, Tuhan, Allahmu, memegang tangan kananmu dan berkata kepadamu: "Janganlah takut, Akulah yang menolong engkau".

Gbu & Jesus Always Love U.

19 Oktober 2012

Sukacita dalam Penderitaan akan Kristus

Kisah Para Rasul 5:41
“Rasul-rasul itu meninggalkan sidang Mahkamah Agama dengan gembira, karena mereka telah dianggap layak menderita penghinaan oleh karena Nama Yesus.”

Petrus dan rasul-rasul lainnya mendapat tekanan secara fisik dan mental. Mereka disesah dan dilarang untuk menyebarkan nama Yesus. Hukuman sesah adalah bentuk hukuman yang sangat menyakitkan, tetapi adalah lebih menyakitkan lagi bagi murid-murid Yesus, apalagi mereka dilarang untuk memberitakan nama Yesus. Nama yang heran dan ajaib, yang sudah menyelamatkan mereka dari kebinasaan bahkan sebelum Yesus terangkat ke sorga, Yesus telah menyampaikan amanat kepada mereka untuk memberitakan Nama Yesus. Hal ini merupakan suatu teror yang demikian hebat yang mereka alami.


Tetapi sungguh menakjubkan, hukum sesah dan larangan untuk memberitakan Nama Yesus, tidak membuat murid-murid menjadi jera, sebaliknya mereka “menikmati” penderitaan itu dengan hati yang gembira. Untuk telinga awam, hal ini terdengar aneh, bahkan mungkin ada orang yang menilainya sebagai “berlebihan”. Tetapi ini merupakan fakta bahwa Roh Kudus yang Yesus karuniakan kepada kita adalah Roh Penghibur. “Tetapi Penghibur, yaitu Roh Kudus, yang akan diutus oleh Bapa dalam nama-Ku, Dialah yang akan mengajarkan segala sesuatu kepadamu dan akan mengingatkan kamu akan semua yang telah Kukatakan kepadamu.” (Yohanes 14:26), yaitu Roh yang sanggup mengubah pandangan kita serta suasana hati kita dari penderitaan menjadi harapan yang menghasilkan sukacita.

Firman Tuhan tidak hanya memberi janji, tapi juga fakta bahwa ada sukacita bagi orang percaya yang hidup dalam pimpinan Roh Kudus.

Good morning, God bless you!
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...