Tampilkan postingan dengan label Hikmat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hikmat. Tampilkan semua postingan

28 Juni 2016

Subliminal Message

Beberapa hari lalu, timeline Facebook saya mendadak jadi HOT gara-gara hashtag #NoConjuringNoProblem. Heran karena gak biasanya, akhirnya saya iseng-iseng ikutin beberapa komentar dan status terkait hashtag ini. Btw, first of all saya nulis note ini bukan semata-mata karena yang posting hashtag itu adalah Pastor saya dan salah 1 orang yang saya respect, tapi karena setelah saya melihat komentar-komentar yang juga dari saudara seiman saya yang Kristen, saya jadi 'gatal' untuk sharing ini. Semoga sharing ini bisa sedikit memuaskan para sahabat dan saudara seiman saya dari kaum 'intelektual' yang mungkin kurang puas dengan jawaban-jawaban yang diberikan oleh saudara Kristen lain. And NO, I don't intend to start another debate. :)


FAITH / BELIEF


First, saya mau share dulu tentang iman (faith or belief). Bagi saya, iman / belief (tidak selalu berbau agama, tapi lebih dalam ke prinsip hidup atau bagaimana seseorang memandang kehidupan dan segala sesuatu di sekitarnya) itu bagian dari human nature. Theists believe in God or a Supreme Power above everything, Atheists believe there is no God, and for those who say they believe in nothing, well you actually believe in something (nothing). Saya nggak lagi bermain kata-kata, tapi kenyataannya seperti itu kan.

Lalu sekarang saya mau jelaskan apa dampak dari belief ini. Belief ini dibangun sejak kita lahir, entah dari keluarga atau nanti dari lingkungan setelah kita dewasa. Saya percaya kalau belief itu adalah core atau sumber yang mendasari semua pikiran dan perilaku kita. Oleh sebab itu, semua buatan manusia yang ada di kolong langit, sedikit banyak pasti ada pengaruh dari belief pembuatnya. Buatan manusia itu bisa berupa teknologi, karya seni, peraturan pemerintah, budaya, apapun itu yang dibikin manusia.

Contoh nih, perdebatan antara kaum Creationist dan Evolutionist. Yang satu percaya kalau Bumi itu umurnya sekitar 6000 tahun, yang satu percaya kalau Bumi umurnya sudah milyaran tahun. Sample tanahnya sama kok bisa beda interpretasinya? Dua-duanya kaum scientist lho yang nggak bakal buka suara kalau gak berdasarkan bukti scientific. Jawabannya ya karena belief tadi. Yang satu pakai kacamata Kristiani dan menggunakan Bible sebagai pembanding, yang satu Non-Kristiani dan berusaha untuk mematahkan argumen Bible. So I think, kebanyakan perdebatan dan perang di dunia ini itu sebenarnya pada intinya adalah karena perbedaan belief ini.


MEDIA


Sekarang saya masuk ke media. Sebagai orang yang bekerja di industri multimedia, saya cukup paham apa itu media dan kekuatannya (I'm not a media expert, but yeah I know what it is). Media dapat digunakan untuk membangun opini publik, dan saat opini publik itu terbangun, opini itu akan diterima sebagai sebuah truth. Makanya nggak kaget waktu pemilu terakhir di Indonesia, tiba-tiba banyak media-media news baru yang bermunculan. Itu karena mereka tahu the power of media, mencoba dengan senjata ini untuk membangun opini publik.

Orang Indonesia, menurut pengamatan pribadi saya, tipikalnya banyak yang suka latah. Ada judul artikel yang menyerang kaum yang berbeda belief-nya dengan dia, langsung di share karena merasa belief-nya disupport. Ada postingan foto, kalau like dan share bisa selamatkan orang-orang menderita di ujung dunia sono, langsung di like dan share. Eh, bro and sis, kalau mau nolong orang ya buat aksi yang nyata donk. Minimal, kalau gak bisa bikin aksi nyata ya doain, bukannya ngelike. nggak tau lagi kalau prinsipnya ngelike = doain #tepokjidat.

I'm not sure, tapi mungkin ada hubungannya juga dengan habit membaca yang kurang dihargai di negara kita tercinta. Malas membaca membuat malas mencari informasi, sehingga mudah sekali percaya dengan setiap informasi yang masuk.

Jadi, media sebagai bikinan manusia juga tidak terlepas dari pengaruh belief pemiliknya atau siapa yang menjalankannya. Apakah media itu jahat? Nggak! Tapi tergantung siapa yang pegang kontrol. Ibarat pisau, mau dipakai motong daging atau bunuh orang itu tergantung siapa yang pegang.



SUBLIMINAL MESSAGE




Nah sekarang saya akan masuk ke bagian yang jadi judul note saya kali ini. Subliminal message (bisa dicari di google) sederhananya adalah pesan terselubung yang disampaikan oleh seseorang lewat sebuah media. Pesan ini barang alus, bro and sis, nggak kerasa waktu masuk. Kalau langsung kelihatan buruk, kita refleks bisa menolak, tapi kalau barang alus? Tiba-tiba udah masuk gitu aja. *plung*

Ada pepatah berkata kalau 'mata dan telinga itu jendela jiwa'. Bagi saya, itu artinya mata dan telinga itu adalah jalan masuk dari semua informasi yang saya dengar, lihat, dan baca ke dalam jiwa / pikiran saya. Semua informasi itu seperti benih yang ditaburkan di memori saya yang entah tumbuh atau tidak nantinya. 'Tumbuh' di sini dalam artian benih itu matang dan sanggup untuk mengubah belief saya atau paling tidak minimal bikin saya bingung dan ragu dengan belief saya.

The problem is, begitu benih-benih ini ditaburkan, kita tidak bisa langsung menghapus dari memori kita. Kalau ada yang bisa shift+del memorinya, gak ada ceritanya orang bisa baper atau gagal move on, bro and sis. Saya juga minta diajarin kalau ada yang punya skill begitu. hehehe

Subliminal message itu seperti perokok pasif. Di awal-awal nggak kerasa efeknya, tau-tau sudah jadi penyakit. Waktu kita nonton film (film juga termasuk salah 1 media, fyi), nggak kerasa apa-apa. Kita yakinkan diri kita, 'ah itu kan cuma film', tapi suatu saat waktu kita ketemu situasi / experience yang ada mirip-miripnya dengan film itu, there's a chance memori tentang film itu akan pop up dan we might think that the film is the truth. Di sini kita mulai ragu dengan belief kita, apalagi biasanya dalam situasi-situasi yang memakai banyak emosi (marah/sedih/happy) bakal membuat pikiran kita kurang jernih. Iya kalau yang tumbuh itu dari benih yang baik, kalau nggak kan berabe.

Contoh sederhana nih, kalau pas lagi happy dengerin lagu patah hati, nggak ngefek apa-apa kan. Coba pas lagi patah hati dengerin lagu yang sama, kayaknya cuma lagu itu yang deh bisa ngertiin perasaan kita. Intinya yang saya mau sampaikan adalah it's all by chance.

Film terakhir yang saya tonton yang saya 'aware' dengan subliminal message nya adalah Kungfu Panda 3. Saya tulis 'aware' karena saya juga gak pede-pede banget selalu bisa mendeteksi 100% pesan-pesan model beginian (namanya juga barang alus, gan).

Buat yang udah nonton, di samping mengajarkan nilai-nilai yang baik seperti percaya diri, kerja tim, dan sacrifice untuk kebaikan orang lain, sadar nggak kalau film ini juga promote gay marriage? Sepanjang film, 1 pesan yang ditekankan adalah 'having 2 dads is awesome', di Indonesia mungkin tidak terlalu ngefek karena masih konservatif (thank God), tapi di negara-negara yang sudah men-sahkan UU yang mendukung LGBT, efeknya besar. Di negara-negara itu, kesempatan untuk melihat fenomena 2 papa dan 1 anak di jalan-jalan lebih besar daripada di sini. Film ini menarget audience anak-anak (mungkin) dengan harapan si pembuat pesannya adalah saat anak-anak ini dewasa nanti, mereka bisa lebih menerima hal itu.

Btw, perlu di garis bawahi bahwa saya menulis ini bukan berarti saya mendukung pelaku penembakan di Orlando beberapa hari lalu yang menewaskan banyak orang dari kaum LGBT. I believe that's not the way Christ love people.


WHAT ABOUT HORROR MOVIE?


Ini opini saya tentang film horor. Saya sendiri tumbuh dengan menonton film-film horror dan sadis. Sebut saja Nightmare on Elm Street, Emily Rose, Final Destination, Saw, Hostel, saya nonton itu semua dari saya masih kecil sampai remaja. Di tempat kursus bahasa Inggris saya dulu, guru saya punya cara unik untuk melatih kemampuan Inggris kami, yaitu dengan nonton film berbahasa Inggris + subtitle nya bahasa Inggris juga. Cara itu cukup efektif buat saya, tapi entah kenapa film yang diputar sering bergenre horror dan sadis gitu (kayaknya karena dia juga ngefans sih). And trust me, waktu adegan-adegan sadis di film-film model Saw dan Hostel, 1 ruangan cuma saya sendiri yang ketawa-ketiwi (karena udah biasa) sementara yang lain jerat-jerit. *iya, saya rada psycho kayaknya*

Sejak saya kenal Tuhan Yesus, secara perlahan-lahan saya juga ga tau persisnya, ketahanan saya untuk menonton film-film seperti itu jadi jauh menurun. Dari yang biasa, jadi nggak biasa/nyaman lagi. Dan setelah 10 tahun ini menjadi orang Kristen, saya mulai memahami, kalau boleh saya sebut, nature dari film horror.


Film horror ini plotnya langsung menembak ke arah spiritualitas / roh. Mana ada sih film horror yang nggak ada setannya? Prinsip-prinsip rohani yang diajarkan lewat film-film ini lah yang langsung menarget ke belief kita.

--
"Ah, kalau imannya gak kuat gak usah nonton lah. Kepo banget." Seperti yang udah saya sebut di atas, waktu nonton film gak kerasa apa-apa, bro and sis. Iman kuat emang harus, kita justru semakin hari harus terus menguatkan iman kita. Tapi ingat, mata dan telinga kita adalah jendela jiwa, ada benih yang ditabur dari film-film itu ke dalam memori kita yang menunggu waktu untuk tumbuh kalau situasinya mendukung.

Iblis itu suabarrr bro and sis kalau bekerja, mereka gak buru-buru, tapi deadly. Yang buru-buru itu cuma klien yang minta desain kelar besok hari.. (ups, malah curhat :p )

Saya beberapa kali berdialog dengan saudara sesama Kristen yang pas menyinggung topik tentang demonic activity, sedihnya banyak yang pemahamannya tentang demonic activity tidak berdasarkan Bible, tapi dari film-film horror yang pernah ditontonnya. Do u know that meskipun ada Bible-nya di film-film horror itu, biasanya udah di twist. Iya, saya percaya ada truth di segala sesuatu, bahkan di film horror sekalipun. Tapi twistnya suka alusss bro and sis, sampe kita ga sadar. Terutama buat yang jarang baca Bible / bacanya skip-skip karena merasa udah pernah tau ceritanya.

--
"Gak usah terlalu fanatik lah, apa-apa pake ayat dicocok-cocokin." Well, bro and sis yang bilang gini, saya jadi nanya balik, kamu Kristen bukan sih? Kalau bukan saya maklum, tapi kalau Kristen, harusnya tahu donk kalau Bible itu top and final authority. Segala sesuatu harus dilihat dan dibandingkan dengan prinsip-prinsip Alkitabiah.

"..pake ayat dicocok-cocokin." Nah, saya agak hati-hati dengan statement ini. Firman Tuhan itu ada 2 jenis, logos dan rhema. Logos yang tertulis (Alkitab fisik kita), dan rhema adalah yang Tuhan 'buka' / reveal melalui Roh Kudus saat kita membaca logos. Rhema tidak pernah bertentangan dengan logos, lha sumbernya sama dari Tuhan kok. Tapi, kadang kita belum bisa menerima rhema yang diterima seseorang karena rhema itu relevan dengan pengalamannya dia dan bukan kita. Atau ada pengetahuan-pengetahuan lain yang kita belum mengerti sehingga kita gagal paham dengan rhema orang lain. Tapi saya juga tidak menampik bahwa memang ada oknum-oknum yang memanfaatkan ayat-ayat Alkitab untuk personal gainnya. So, jangan buru-buru menjudge orang lain. ;)

--
"Pikirannya sempit banget." Ini lagu lama, udah lawass.

Masuklah melalui pintu [gerbang] yang sesak itu, karena lebarlah pintu [gerbang] dan luaslah jalan yang menuju kepada kebinasaan, dan banyak orang yang masuk melaluinya; karena sesaklah pintu [gerbang] dan sempitlah jalan yang menuju kepada kehidupan, dan sedikit orang yang mendapatinya.

- Matius 7:13-14

Pintu yang sesak / sempit itu tidak cuma berbicara bahwa jalan keselamatan hanya ada pada Yesus Kristus, tapi juga bagaimana kita menjaga pikiran dan perilaku kita saat kita masih hidup di dunia. Alkitab juga mengajarkan jangan jadi serupa dengan dunia kan?

Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.

- Roma 12:2


"..be not conformed to this world (KJV)" jangan serupa / menjadi sama dengan nilai-nilai yang dunia ajarkan. Conformed itu seperti pudding yang dituang ke cetakan, Tuhan tidak mau setelah kita lahir baru, kita masih memakai cetakan duniawi.

Nah, karena orang Kristen tidak mengikut nilai-nilai dunia yang adalah mayoritas / populer tapi mostly corrupted, makanya orang Kristen disebut sempit pikirannya. Iya emang, sempit, tapi apa maksudnya orang Kristen trus jadi bodoh (sempit karena kurang pengetahuan) ?


Eitss, di Roma 12:2 dikatakan "berubahlah oleh pembaruan budimu, sehingga kamu dapat membedakan..", artinya kita juga harus mengejar pengetahuan. Tapi kali ini, dilihat dari prinsip-prinsip Alkitabiah. Tujuannya sebagai filter dari setiap informasi yang masuk ke dalam diri kita. Saya tidak setuju dengan orang Kristen yang tidak mengejar pengetahuan dan literally nyomot ayat Alkitab tanpa pengetahuan juga, menurut saya itu udah salah kaprah.

Hati orang berpengertian memperoleh pengetahuan, dan telinga orang bijak menuntut pengetahuan.

- Amsal 18:15.

Versi NIV "The heart of the discerning acquires knowledge,.." discerning itu artinya memilah, memfilter, membeda-bedakan. Telinga orang bijak menuntut pengetahuan, nah marilah kita menjadi bijak. :)

Ada 1 komentar yang saya lihat kemarin yang saya rasa cukup bikin geli. Ada 1 ibu-ibu yang membawa anaknya yang masih SD nonton Conjuring 2 dan berkata kalau dia mendapatkan pesan moral yang luar biasa dan mengajarkan anak nya kalau kuasa setan tunduk di bawah nama Yesus. Ermm, sorry sebelumnya, saya emang belum menjadi orang tua, tapi saya rasa itu cara parenting yang kurang tepat. Sistem rating dunia saja, merating film Conjuring 2 dengan label R (Restricted), Ibu kok bisa-bisanya bawa anak di bawah umur masuk. Udah gitu petugas bioskopnya mengijinkan. #tepokjidatlagi


---------------------------
Udah ah, nulisnya kepanjangan nanti malah gak dapet esensinya. Perlu di garis bawahi juga kalau saya bukannya mau support HIDUP DI GUNUNG aja biar nggak terpengaruh yang negatif. Masih ada kok media-media yang orang-orang di baliknya memberikan pesan-pesan yang positif. Yang penting kitanya yang harus lebih bijak memilah-milah, gitu aja. :)

Pesan terakhir yang saya mau sampaikan adalah jangan jadi orang Kristen yang ignorant dan yang terpenting tetaplah terus bertumbuh dalam iman akan Kristus.

Ujilah segala sesuatu dan peganglah yang baik.

- 1 Tesalonika 5:21



Tuhan Yesus memberkati!

31 Juli 2015

Menunggu

Suatu hari ketika saya berada di bandara untuk melakukan perjalanan antar-kota dengan pesawat, saya mendapati bahwa pesawat yang akan saya tumpangi mengalami delay. Delay artinya menunggu dan menunggu itu tidak enak.

Di dalam masa 'delay' itu, Tuhan mengajarkan sesuatu pada saya bahwa tidak ada yang saya bisa lakukan yang dapat membuat pesawat itu datang lebih cepat. Entah saya mau marah-marah dengan petugas maskapai, entah saya mau duduk-duduk saja, atau jungkir balik guling-guling di landasan pacu pesawat, tidak ada yang dapat membuat pesawat itu datang lebih cepat dari waktu delay yang sudah ditentukan. Tapi 1 hal yang pasti, pada akhirnya pesawat itu toh juga bakal terbang setelah dia siap.



Dalam kehidupan kita, kita sering mengalami masa-masa penantian yang 'sengaja' diijinkan Tuhan terjadi dalam hidup kita. Memang dalam beberapa kasus, masa penantian itu ada karena kita memang perlu memperbaiki / mengerjakan sesuatu dulu dalam diri kita baru berkat itu diberikan, alias diri kita sendirilah yang menyebabkan penundaan itu.

Tapi ada kasus juga dimana masa penantian itu diberikan seperti ilustrasi pesawat delay di atas, yang mana memang satu-satunya yang kita bisa lakukan hanya: MENUNGGU. Memang saat kita menunggu pesawat kita bisa melakukan hal-hal lain, misalnya baca buku, ngopi, main gadget, dengerin musik, dll, tapi sekali lagi, kegiatan-kegiatan itu tidak mempersingkat / meniadakan status delay-nya.

Satu hal yang menarik yang Tuhan katakan pada saya adalah MENUNGGU itu adalah perbuatan iman lho. Sederhananya begini, saat pesawat delay, kita rela menunggu karena kita PERCAYA bahwa setelah waktu delaynya selesai, pesawatnya pasti berangkat. Mana ada orang yang saat tahu pesawatnya delay, lalu buru-buru pulang ke rumah. Kalaupun ada orang yang kayak gitu (pulang gara-gara pesawat delay), pesawatnya tetap berangkat kan.

Nah, itu sama dengan saat kita menunggu janji Tuhan digenapi dalam hidup kita, kalau kita mau tetap PERCAYA sekalipun tidak ada yang kita bisa lakukan untuk membuat janji itu datang lebih cepat, maka pada waktu-Nya nanti, janji itu pasti digenapi. Kalau Tuhan sudah janji sama kita, sekalipun kita harus menunggu, jangan cepat-cepat 'pulang' karena males nunggu. Jangan-jangan saat waktu-Nya tiba, kita lagi tidak berada di tempat gara-gara kita udah 'pulang' duluan.. kan sayang banget.

2 Petrus 3:9
"Tuhan tidak lalai menepati janji-Nya, sekalipun ada orang yang menganggapnya sebagai kelalaian, tetapi Ia sabar terhadap kamu, karena Ia menghendaki supaya jangan ada yang binasa, melainkan supaya semua orang berbalik dan bertobat."

Ibrani 10:23
"Marilah kita teguh berpegang pada pengakuan tentang pengharapan kita, sebab Ia, yang menjanjikannya, setia."

Dan 1 lagi yang kita perlu ingat, sesuatu yang butuh waktu biasanya lebih berharga dari yang instan: Bikin pop mie memang cepat, tapi lebih sehat kalau kita masak sendiri walaupun waktunya lebih lama. -> ini yang nulis penggemar mie instan lhoo :p


Be blessed!

6 November 2013

Lift Up the Standard

Yesaya 59:19 - Maka orang akan takut kepada nama TUHAN di tempat matahari terbenam dan kepada kemuliaan-Nya di tempat matahari terbit, sebab Ia akan datang seperti arus dari tempat yang sempit, yang didorong oleh nafas TUHAN.

Ayat di atas berbicara mengenai peningkatan standar (...Roh Tuhan akan mengangkat standar untuk menghadapinya). Latar belakang ayat ini, bangsa Israel sedang berantakan, hidup di dalam dosa. Tuhan menghukum mereka dengan menggunakan bangsa lain, di saat itu, Tuhan juga mengangkat standar bangsa Israel untuk menghadapi mereka, sehingga banjir (musuh) yang menyerang mereka, tidak bisa menenggelamkan mereka, sebab Roh Kudus mengangkat mereka.

Tujuan Tuhan mengangkat standar kita adalah agar kita mengalahkan setiap musuh dan tantangan, bisa berupa serangan iblis, masalah, pesaing kita, dan sebagainya.



Ada 2 hal yang penting dlm mengangkat standar,

Roh Kudus akan meningkatkan standar rohani kita

Mikha 3:8, Tetapi aku (Mikha) ini penuh dengan kekuatan, dengan Roh Tuhan, dengan keadilan dan keperkasaan, untuk memperingatkan Yakub. Iblis selalu berusaha menurunkan standar (moral) kita, lewat dosa dan hal-hal lain, oleh karena itu kita harus meningkatkan standar rohani kita, agar kita menang.
  • Tingkatkan standar doa, dimulai dari doa pribadi kita
  • Tingkatkan standar ibadah
  • Tingkatkan standar membaca dan merenungkan Firman, karena ini akan membantu kita untuk menghadapi "banjir" (musuh).
  • Tingkatkan standar kekudusan dan ketaatan kita

 

Roh Kudus akan meningkatkan standar kerja dan kemampuan kita

Peningkatan ini tdk semata-mata karena usaha kita, tetapi karena Roh Kudus. Daniel 6:4,"...melebihi para pejabat tinggi dan para wakil raja itu, karena ia mempunyai roh yang luar biasa, dan raja bermaksud untuk menempatkannya atas seluruh kerajaannya." Roh di dalam ayat tsb bukan Roh Kudus, tapi excellent spirit untuk melakukan segala sesuatu dengan standar yang tinggi.
Cara meningkatkan standar kerja dan kemampuan kita,
  • Tingkatkan profesionalisme kita, dalam ketepatan waktu, dalam kualitas
  • Tingkatkan leadership kita, kepemimpinan itu seperti katup, jika kita tidak meningkatkan leadership kita, maka yang di bawah kita tidak akan bisa naik
  • Tingkatkan kemampuan manajemen kita, tidak hanya dalam pekerjaan, namun dalam pelayanan
  • Tingkatkan upaya dan kerja keras kita

Tuhan Yesus memberkati!

28 Oktober 2012

Main Hakim Sendiri

Ketika kita terlibat dalam obrolan ringan, entah itu di kantor, di rumah, di sekolah, di komunitas gereja, secara sadar/tidak sadar kita pasti pernah membicarakan orang lain. Kalau itu membicarakan hal-hal baik dan membangun, maka tidak akan menjadi suatu masalah, tetapi jika yang dibicarakan adalah hal "negatif" tentang orang lain dan bahkan membuat opini teman-teman kita berubah negatif terhadap orang lain tersebut akibat pembicaraan kita, maka itu akan menjadi masalah.

Seharusnya ketika kita akan memberikan penilaian, opini, atau kesimpulan atas tindakan orang lain yang kita nilai "negatif", kita perlu untuk berpikir berkali-kali dan berhikmat. Sebab kita tidak tahu dengan jelas kondisi sebenarnya/latar belakang/apa yang telah dialami oleh orang lain tersebut sehingga ia melakukan hal yang dirasa kita "negatif".

Mintalah hikmat dan berhati-hatilah dalam berpikir dan berkata-kata, sebab ukuran yang kita berikan untuk menilai/menghakimi orang lain, akan dipakaikan kepada kita. Dan Tuhan sendiri ber-firman dalam Matius 7 : 4-5, "Bagaimanakah engkau dapat berkata kepada saudaramu: Biarlah aku mengeluarkan selumbar itu dari matamu, padahal ada balok di dalam matamu, Hai orang munafik, keluarkanlah dahulu balok dari matamu, maka engkau dapat melihat dengan jelas untuk mengeluarkan selumbar itu dari mata saudaramu."


Jadi lebih baik kita menilai diri kita dahulu dan memperbaikinya, daripada kita menilai orang lain, apalagi jika ternyata itu salah, karena itu tidak akan membangun, malah akan menghancurkan orang lain. Pakailah hikmat, bangunlah orang lain dengan hikmat Tuhan, jangan menghakimi dengan pikiran dan perasaan atau berdasarkan opini orang lain.

Tuhan Yesus memberkati!

27 Oktober 2012

Waktu yang Sangat Berharga

Alexander The Great,
raja dari Macedonia pada saat akan meninggal dalam keadaan kritis berkata kepada para dokter yang merawatnya : "Ambillah setengah dari kekayaanku, jika kamu dapat mengantarkanku menemui ibuku."
Tetapi para dokter menjawab, : "Jangankan separuh, seluruh kekayaan baginda bila diberikan kepada hamba, hamba-pun tidak mampu menambah 1 tarikan napas."

Mendengar jawaban itu, air mata pun berlinang di pipi sang Raja dan berpesan, "Nanti sewaktu diarak dalam peti mati menuju tempat peristirahatan terakhir, biarkan ke dua tanganku dikeluarkan agar setiap rakyat dapat melihat bahwa Alexander Agung yang menguasai wilayah terbesar sepanjang sejarah, harus berpulang dengan tangan kosong "

Efesus 5:15-16
“perhatikanlah dengan seksama, bagaimana kamu hidup, janganlah seperti orang bebal, tetapi seperti orang arif “
“pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat “
"Waktu tidak bisa kita ciptakan dan tidak bisa kita beli, karena waktu adalah anugerah Tuhan, hadiah yang sangat berharga untuk kita berikan kepada orang-orang yang kita kasihi."
Jadilah bijak dan janganlah sesali hari kemarin !!

DON'T LOST THE MOMENT.          
Gbu & Jesus Always Love U forever.

22 Oktober 2012

Mata Tuhan Melihat

Amsal 15:1-3 "Jawaban yang lemah lembut meredakan kegeraman, tetapi perkataan yang pedas membangkitkan marah. Lidah orang bijak mengeluarkan pengetahuan, tetapi mulut orang bebal mencurahkan kebodohan. Mata TUHAN ada di segala tempat, mengawasi orang jahat dan orang baik." 

Saudaraku, ketika kita mengambil keputusan utk mengikut Tuhan dan kehendakNya, iblis tidak akan tinggal diam, ia akan mencobai kita dengan berbagai macam ujian dan pencobaan yang akan membuat kita kembali jatuh dalam dosa. Iblis akan mengawasi setiap gerak-gerik, tingkah laku, dan perkataan kita dengan tujuan mencari celah agar kita kembali jatuh dalam dosa.


Tetapi ingatlah, mata Tuhan ada di segala tempat, mengawasi orang jahat dan orang baik (Amsal 15:3). Jadi berhati-hatilah dengan setiap tindakan dan perkataan yang akan kita ambil dan ucapkan. Karena jawaban yang lemah lembut meredakan kegeraman, tetapi perkataan yang pedas membangkitkan marah (Amsal 15:1), dan lidah orang bijak mengeluarkan pengetahuan, tetapi mulut orang bebal mencurahkan kebodohan (Amsal 15:2).

Maka dari itu, jadilah orang-orang yang bijak dalam melakukan tindakan dan mengeluarkan perkataan karena jalan orang fasik adalah kekejian bagi Tuhan, tetapi siapa mengejar kebenaran, dikasihiNya (Amsal 15:9). Janganlah mundur imanmu dan janganlah gentar sebab Tuhan itu jauh dari pada orang fasik, tetapi doa orang benar didengarNya (Amsal 15:29) dan takut akan Tuhan adalah didikan yang mendatangkan hikmat, dan kerendahan hati mendahului kehormatan (Amsal 15:33).

Tuhan sedang menguji ketaatan iman kita dengan berbagai macam ujian dan pencobaan yang diijinkanNya terjadi karena lebih baik sedikit barang dengan disertai takut akan Tuhan daripada banyak harta dengan disertai kecemasan, dan lebih baik sepiring sayur dengan kasih daripada lembu tambun dengan kebencian (Amsal 15:16-17).

Tuhan tidak pernah meninggalkan kita sendiri untuk menghadapi berbagai masalah dan pencobaan, yang harus kita lakukan adalah percaya padaNya dan jadilah orang bijak sebab Mata TUHAN melihat.

God bless you!

18 Oktober 2012

3 Hari dalam Kehidupan

HARI KEMARIN...
Kamu tak bisa mengubah apapun yang telah terjadi...
Kamu tak bisa menarik perkataan yang telah terucapkan....
Kamu tak mungkin lagi menghapus kesalahan..;
dan mengulangi kegembiraan yang kamu rasakan kemarin...
Biarkan hari kemarin lewat;
LEPASKAN saja....

Yang kedua :
HARI ESOK...
Hingga mentari terbit esok hari,
Kamu tak tahu apa yang akan terjadi...
Kamu belum bisa melakukan apa-apa untuk esok hari...
Kamu tak mungkin tahu.., sedih atau ceria di esok hari...
Karena Esok hari belum tiba;
BIARKAN saja...

Yang tersisa kini hanyalah :
HARI INI...
Pintu masa lalu telah tertutup...
Pintu masa depanpun belum tiba...
Pusatkan saja diri kamu untuk hari ini...
Kamu dapat mengerjakan lebih banyak hal untuk hari ini...,
Bila kamu mampu melupakan hari kemarin...
Dan melepaskan ketakutan akan esok hari...


Hiduplah apa adanya...
Perlakukan setiap orang dengan kebaikan hati.. dan rasa hormat..,
Meski mereka berlaku buruk pada kamu...

Ingatlah bahwa kamu menunjukkan penghargaan pada orang lain... bukan karena siapa mereka..., tetapi karena kita garam dunia dan anak-anak terang.

Amsal 2:7-8 - Allah menyediakan pertolongan bagi orang yang jujur, menjadi perisai bagi orang yang tidak bercela lakunya, sambil menjaga jalan keadilan, dan memelihara jalan orang2Nya yang setia.

Apapun juga yang kamu perbuat.., perbuatlah dengan segenap hatimu... Sepenuh jiwa ragamu..

Apabila saat ini, ada orang-orang disekeliling yang menyayangimu, bersyukur dan jangan di sia-siakan, karena itulah ANUGERAH TERINDAH dalam hidupmu.

Gbu & Jesus Always and Always Love U

17 Oktober 2012

Story of Life

Disebuah gerbong kereta api yang penuh, seorang pemuda berusia kira-kira 24 tahun melepaskan pandangannya melalui jendela. Ia begitu takjub melihat pemandangan sekitarnya. Dengan girang, ia berteriak dan berkata kepada ayahnya:


”Ayah, coba lihat, pohon-pohon itu… mereka berjalan menyusul kita”.

Sang ayah hanya tersenyum sambil menganggukkan kepala dengan wajah yang tidak kurang cerianya. Ia begitu bahagia mendengar celoteh putranya itu.

Di samping pemuda itu ada sepasang suami-istri yang mengamati tingkah pemuda yang kekanak-kanakan itu. Mereka berdua merasa sangat risih. Kereta terus berlalu. Tidak lama pemuda itu kembali berteriak:

“Ayah, lihat itu, itu awan kan…? lihat… mereka ikut berjalan bersama kita juga…”.

Ayahnya tersenyum lagi menunjukkan kebahagiaan.

Dua orang suami-istri di samping pemuda itu tidak mampu menahan diri, akhirnya mereka berkata kepada ayah pemuda itu:

“Kenapa anda tidak membawa anak anda ini ke dokter jiwa?”

Sejenak, ayah pemuda itu terdiam. Lalu ia menjawab:
“Kami baru saja kembali dari rumah sakit, anakku ini menderita kebutaan semenjak lahir. Tadi ia baru dioperasi, dan hari ini adalah hari pertama dia bisa melihat dunia dengan mata kepalanya”.

Pasangan suami itu pun terdiam seribu bahasa...

#Setiap orang mempunyai cerita hidup masing-masing, oleh karena itu jangan memvonis seseorang dengan apa yang anda lihat saja.

Barangkali saja bila anda mengetahui kondisi sebenarnya anda akan tercengang.
Maka kita perlu berpikir sebelum berbicara.

Tuhan memberkati!

Rencana Kita vs. Rencana Tuhan

Yesaya 55 : 8-9
"Sebab rancangan-Ku bukanlah rancanganmu, dan jalanmu bukanlah jalan-Ku, demikianlah firman Tuhan. Seperti tingginya langit dari bumi, demikianlah tingginya jalan-Ku dari jalanmu dan rancangan-Ku dari rancanganmu."

Beberapa waktu lalu saya sempat menyaksikan tayangan "Doomsday Preppers", yaitu orang-orang yang sudah menyiapkan diri dengan sistem untuk penyediaan penopang hidup jika terjadi hari kiamat suatu hari nanti. Ini menunjukkan bahwa segala sesuatunya bisa terjadi di luar prediksi, sehingga perlu adanya perencanaan sebelumnya agar bisa survive.

Manusia boleh merencanakan apa saja, merencanakan sistem penopang hidupnya untuk menyongsong kiamat, merencanakan tabungan untuk masa tuanya, merencanakan pekerjaannya agar bisa pensiun dini dan sebagainya, dan itu tidaklah salah sama sekali. Tetapi yang menjadi problem adalah, tahukah kita akan apa yang bisa terjadi besok?, mungkin uang kita terkuras habis karena kita mendadak sakit, atau pekerjaan besar yang sudah di depan mata tiba-tiba batal, atau seluruh investasi kita di perusahaan yang bahkan terpercaya sekalipun, tiba-tiba hangus karena perusahaan tersebut pailit, dan sebagainya.

Merencanakan tidak salah, bahkan perlu, tetapi jika kita hanya berpegang erat pada rencana kita dan mengesampingkan Tuhan (hanya mengandalkan rencana pribadi/diri sendiri), maka itu akan menjadi berbahaya. Sebab Tuhan telah punya rancangan sendiri untuk hidup kita dan rancangannya tidak pernah gagal.

Jadi apa yang harus kita lakukan? Berdoalah selalu sebelum merencanakan sesuatu, mintalah hikmat dan jalan dariNya, maka setiap rencana kita akan klop dengan rencana Tuhan, dan dijamin tidak pernah gagal. Jadi janganlah mengandalkan kemampuan/rencana sendiri, tetapi serahkanlah segala sesuatunya kepada Dia, dan segala sesuatu yang terbaik pasti akan diberikanNya kepada kita. Utamakan rencana Tuhan, bukan rencana/keinginan/prioritas kita pribadi.

Tuhan Yesus memberkati!

29 September 2012

My Mind

Setiap hari sebagian besar dari kita membawa tas kerja dalam perjalanan pergi dan pulang kantor. Untuk kaum wanita, tas merupakan salah satu atribut penampilan yang penting.

Waktu libur, cobalah bongkar semua isi tas kita. Ternyata kadang sepertiga atau separuh dari isi tas itu adalah barang-barang yang sudah tidak kita perlukan: struk ATM yang sudah buram, bungkus tissue, agenda/buku yang jarang dibaca, sekumpulan uang logam yang kotor, pen yang sudah macet, kumpulan tagihan kartu kredit bulan-bulan lalu, kertas-kertas brosur kadaluarsa, dsbnya. Meski mungkin ringan, tetapi umumnya barang-barang yg tdk diperlukan itu terus menambah berat tas kita, sehingga kita sebaiknya menyortir dan membuang barang-barang yang tidak berguna yang membebani tas kita.


My Mind, kadang mirip dengan My Bag diatas, pikiran kita (tanpa disadari) selama ini sering kita bebani dengan hal-hal yang tidak perlu: penyesalan masa lalu, kecewa, jengkel, iri, egois, kurang kooperatif, perasaan tidak puas atas kondisi yang terjadi, rendah diri, konflik keluarga dan sebagainya. Pikiran-pikiran yang tidak perlu itu akan terus membebani perjalanan hidup kita, sehingga dampaknya raut wajah akan kelihatan suntuk, jutek, stress, hidup kurang nyaman, dan yang parah adalah kita akan membenci hal-hal yang tak sesuai dengan kemauan kita.

Yang harus kita lakukan terhadap My Mind adalah sama dengan apa yang kita lakukan dengan My Bag diatas. Sortir dan buanglah segala beban pikiran yang tidak ada manfaatnya itu. Lakukan itu tiap pagi dan ciptakan Positive Thinking di setiap pagi ketika kita bangun tidur..

Maka lihatlah.. engkau akan menjalani hari ini dengan "ringan" dan menyenangkan..!!


Tuhan Yesus memberkati!

22 Agustus 2012

Rahasia Hikmat Allah

Pernahkan anda membayangkan berapa banyak keputusan yang harus dibuat dalam hidup anda setiap harinya? Menurut sebuah jurnal penelitian, kita harus menentukan kurang lebih 2500 keputusan per hari. Mulai dari keputusan-keputusan kecil untuk bangun tidur, sarapan, mandi, hingga keputusan-keputusan besar yang menentukan laju pertumbuhan suatu perusahaan atau bahkan jalan hidup orang lain. Dalam konteks ini, apabila kita memiliki dasar yang benar dalam memutuskan, maka setiap keputusan yang kita buat akan membuahkan hal-hal yang positif, tetapi jika dasar keputusan yang kita miliki tidak benar, maka keputusan yang dihasilkan akan merugikan kita dan banyak orang lain.

Setiap keputusan memiliki urgensi-nya masing-masing dan contoh kehidupan yang kita jalani saat ini merupakan hasil keputusan kita di masa lalu. Jika hidup kita saat ini baik, berarti keputusan yang diambil di masa lalu adalah keputusan yang benar, tetapi jika tidak, maka sebaliknyalah yang terjadi. Disini yang menjadi persoalan intinya adalah bagaimana kita selalu memiliki dasar keputusan yang benar dan bisa membuahkan buah-buah positif bahkan luar biasa, berdampak bagi diri kita maupun orang di sekitar kita?, sementara di satu sisi, seringkali kita harus mengambil keputusan di saat-saat terakhir, tidak terencana, dan kuantitas keputusan yang harus dihasilkan pada suatu waktu tersebut cukup banyak.



Bagi anak-anak ALLAH, hanya ada satu dasar terbaik untuk membuat segala keputusan, yaitu keputusan yang berdasarkan pada hikmat ALLAH. Di dalam realitas hidup, manusia memang memiliki hikmatnya sendiri, yang terbentuk dari pengetahuan, pemahamannya akan hidup, ajaran dari orang tua atau institusi pendidikan, dan pengalaman yang pernah dialaminya, tetapi itu tidak menjadikan hikmatnya menjadi benar, karena manusia selalu dihadapkan pada masalah baru dan kondisi lingkungannya yang berubah-ubah, dimana pengetahuan, ajaran dan pengalaman serta pemahamannya tidak dengan serta merta bisa menyesuaikan diri terhadap hal – hal yang baru dan berubah. Sedangkan hikmat ALLAH adalah hikmat yang dinyatakan oleh Roh ALLAH dalam diri kita mengenai hal-hal tersembunyi dalam diri ALLAH dan pikiran-pikiran KRISTUS. “Karena kepada kita ALLAH telah menyatakannya oleh Roh, sebab Roh menyelidiki segala sesuatu, bahkan hal-hal yang tersembunyi dalam diri ALLAH. Siapa gerangan di antara manusia yang tahu, apa yang terdapat di dalam diri manusia selain roh manusia sendiri yang ada di dalam dia? Demikian pulalah tidak ada orang yang tahu, apa yang terdapat di dalam diri ALLAH selain Roh ALLAH…. Sebab: Siapakah yang mengetahui pikiran TUHAN, sehingga ia dapat menasihati Dia?" Tetapi kami memiliki pikiran KRISTUS.” (1 Korintus 2 : 10-11; 16)

Jadi bayangkan, apa yang akan kita ketahui dengan memiliki hikmat ALLAH?, kita tidak hanya tahu arah hidup kita, tidak hanya tahu kesalahan-kesalahan yang kita buat yang menghalangi pertumbuhan kita, tetapi kita juga mengerti setiap detail yang harus kita perbuat dalam setiap detik hidup kita agar kita menjadi anak-anak ALLAH yang berkemenangan!

Ini bukanlah suatu pengandaian, tetapi realitas yang sudah saya rasakan di tahun-tahun belakangan ini. Saya masih ingat waktu awal-awal saya bertumbuh di suatu gereja lokal. Pada suatu waktu, Gembala saya mengajarkan mengenai hikmat ALLAH dan meminta jemaatnya, termasuk saya untuk memintanya kepada ALLAH dalam doa setiap hari. Pada waktu awal saya melakukan hal tersebut, saya tidak mengerti manfaat riil dari hikmat ALLAH, hingga pada suatu hari, ketika Roh ALLAH mendorong saya untuk mulai memberkati secara materi dan memberikan hikmatNya tentang menabur di ladang TUHAN. Mungkin tidak pernah terbayangkan di dalam benak saya, yang pada saat itu saya hidup pas-pasan, pekerjaan juga hanya sebagai karyawan biasa, tetapi hikmatNya membuka pikiran saya dan mendorong saya untuk tetap mulai memberkati dalam jumlah materi yang menurut saya cukup besar pada waktu itu. Meski bimbang dan sempat meragukan hikmat dan dorongan tersebut, saya tetap berusaha untuk melakukannya…..

“Tetapi yang kami beritakan ialah hikmat ALLAH yang tersembunyi dan rahasia, yang sebelum dunia dijadikan, telah disediakan ALLAH bagi kemuliaan kita. Tidak ada dari penguasa dunia ini yang mengenalnya, sebab kalau sekiranya mereka mengenalnya, mereka tidak menyalibkan TUHAN yang mulia. Tetapi seperti ada tertulis: "Apa yang tidak pernah dilihat oleh mata, dan tidak pernah didengar oleh telinga, dan yang tidak pernah timbul di dalam hati manusia: semua yang disediakan ALLAH untuk mereka yang mengasihi Dia."(1 Korintus 2 : 7-9) Firman ini benar-benar menjadi suatu kenyataan setelah saya melakukan hal tersebut. TUHAN ternyata membuka jalan yang luar biasa, yang bahkan belum terbersit di hati saya. Jalan usaha saya secara pribadi dan penghasilan yang berlipat-lipat telah disediakanNya, hanya dalam hitungan hari setelah saya melakukan hal tersebut, OO PRAISE THE LORD!.

Di dalam Alkitab Perjanjian Lama, ALLAH sendiri pun mengajarkan bahwa hikmatNya yang diberikan kepada Raja Salomo mampu membuahkan kebijaksanaan, kemuliaan, kelimpahan, dan pengaruh yang luar biasa positif dalam hidup orang-orang disekitarnya. Oleh karena itu, saya mengajak setiap pembaca artikel ini untuk mulai meminta hikmat ALLAH hari ini juga, agar hidup kita benar-benar menjadi luar biasa dan menjadi dampak di lingkungan kita. Hikmat ALLAH yang kita minta, tidak hanya bekerja di dalam hal – hal besar seperti illustrasi pengalaman saya, tetapi juga di setiap hal kecil dalam hidup kita. Saya mengalami ketika masa-masa kuliah dulu, untuk mengerjakan suatu tugas kuliah kadang membutuhkan waktu hingga berminggu-minggu untuk menyelesaikannya, tetapi seiring dengan hikmat ALLAH yang ditambahkan, tugas berminggu-minggu ini kini menjadi pekerjaan 3 jam atau 4 jam untuk penyelesaiannya. Ini terjadi karena hikmat tersebut mengajarkan di dalam kepala saya saat itu juga, apa yang perlu dikerjakan dan apa yang tidak, memberikan solusi dan ide pemecahan, bahkan mengkoreksi pekerjaan apa yang salah dan kurang.

Jadi jangan tunda lagi, mintalah segera hikmat ALLAH, biarkan hikmat tersebut berproses sehingga menghasilkan buah-buah yang luar biasa. Terkadang hikmat itu memberitahukan hal-hal yang tidak lazim, hal pengajaran yang terbalik dengan kenyataan hidup kita saat ini, tetapi lakukanlah! Bahkan mungkin karena hikmat tersebut memberitahukan pengajaran yang secara kenyataan hidup terbalik, sehingga anda mencoba sharing kepada teman-teman anda, dimana akhirnya mereka berusaha untuk memadamkan hikmat tersebut karena dianggap terbalik dan tidak masuk akal, tetapi tetap lakukanlah!. “Tetapi manusia duniawi tidak menerima apa yang berasal dari Roh ALLAH, karena hal itu baginya adalah suatu kebodohan; dan ia tidak dapat memahaminya, sebab hal itu hanya dapat dinilai secara rohani.” (1 Korintus 2 : 14) Konteks manusia duniawi disini tidak hanya mencakup orang-orang yang belum mengenal ALLAH, tetapi juga mereka yang sudah “mengenalNya” tetapi hidupnya tidak dipimpin oleh Roh ALLAH. Jadi anak-anak ALLAH yang luar biasa, biarkan diri kita dipimpin oleh hikmat yang dinyatakan oleh Roh ALLAH di dalam hati kita agar hikmat tersebut menuntun kita dalam setiap arah dan keputusan kita, sehingga hal-hal yang luar biasa dari ALLAH termanifestasikan dalam hidup kita dan orang-orang di sekitar kita.

TUHAN YESUS memberkati!

17 Agustus 2012

Mintalah Hikmat Sebelum Memulai Hari

1 Korintus 2 : 11-12
"Siapa gerangan di antara manusia yang tahu, apa yang terdapat di dalam diri manusia selain roh manusia sendiri yg ada di dlm dia? Demikian pulalah tidak ada orang yang tahu, apa yang terdapat di dalam diri Allah selain Roh Allah. Kita tidak menerima roh dunia, tetapi roh yang berasal dari Allah, supaya kita tahu, apa yang dikaruniakan Allah kepada kita."




Kita tidak pernah tahu apa yang ada di pikiran orang lain, demikian pula orang lain tidak pernah tahu apa yang ada di pikiran kita, selain roh kita sendiri. Kita sebagai anak-anak Allah telah dikaruniai Roh Allah/Roh hikmat, yang artinya, kita akan TAHU apa yang dipikirkan Allah tentang kita, apa yang dikehendaki Allah bagi kita, maupun apa yang dikaruniakan Allah kepada kita.

Oleh karena itu, sebelum memulai hari-hari aktivitas kita, selalu mintalah hikmat yang dikaruniakan oleh Roh Allah. Sehingga sepanjang hari tersebut, apapun masalah yang akan kita hadapi, apapun pilihan-pilihan sulit yang harus kita putuskan, selalu ada hikmat yang berbicara melalui Roh Allah kepada kita. 

Bukanlah kepandaian, kemampuan, kehebatan kita yang akan membuat kita menjadi berhasil, namun hikmat yang berasal dari Roh Allah, yang akan mendorong kita meraih kesuksesan luar biasa yang sudah Tuhan siapkan bagi kita. Amen.

Tuhan Yesus memberkati :)
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...