Tampilkan postingan dengan label Iman. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Iman. Tampilkan semua postingan

8 November 2013

Pengubah Sejarah

1 Raja-Raja 17:8-16 - Maka datanglah firman TUHAN kepada Elia: "Bersiaplah, pergi ke Sarfat yang termasuk wilayah Sidon, dan diamlah di sana. Ketahuilah, Aku telah memerintahkan seorang janda untuk memberi engkau makan." 
Sesudah itu ia bersiap, lalu pergi ke Sarfat. Setelah ia sampai ke pintu gerbang kota itu, tampaklah di sana seorang janda sedang mengumpulkan kayu api. Ia berseru kepada perempuan itu, katanya: "Cobalah ambil bagiku sedikit air dalam kendi, supaya aku minum." Ketika perempuan itu pergi mengambilnya, ia berseru lagi: "Cobalah ambil juga bagiku sepotong roti." 
Perempuan itu menjawab: "Demi TUHAN, Allahmu, yang hidup, sesungguhnya tidak ada roti padaku sedikitpun, kecuali segenggam tepung dalam tempayan dan sedikit minyak dalam buli-buli. Dan sekarang aku sedang mengumpulkan dua tiga potong kayu api, kemudian aku mau pulang dan mengolahnya bagiku dan bagi anakku, dan setelah kami memakannya, maka kami akan mati." 
Tetapi Elia berkata kepadanya: "Janganlah takut, pulanglah, buatlah seperti yang kaukatakan, tetapi buatlah lebih dahulu bagiku sepotong roti bundar kecil dari padanya, dan bawalah kepadaku, kemudian barulah kaubuat bagimu dan bagi anakmu. Sebab beginilah firman TUHAN, Allah Israel: Tepung dalam tempayan itu tidak akan habis dan minyak dalam buli-buli itupun tidak akan berkurang sampai pada waktu TUHAN memberi hujan ke atas muka bumi." 
Lalu pergilah perempuan itu dan berbuat seperti yang dikatakan Elia; maka perempuan itu dan dia serta anak perempuan itu mendapat makan beberapa waktu lamanya. Tepung dalam tempayan itu tidak habis dan minyak dalam buli-buli itu tidak berkurang seperti firman TUHAN yang diucapkan-Nya dengan perantaraan Elia.

Dari kisah di atas, kita mendapati bahwa ada seorang janda miskin dengan seorang anaknya dan Elia yang diperintahkan Tuhan untuk menemuinya. Ketika Elia bertemu si janda, betapa kagetnya dia bahwa si janda ternyata adalah janda miskin yang hanya memiliki sedikit tepung dan minyak untuk dibuat roti terakhir bagi dia dan anaknya sebelum mereka mati karena kelaparan. Tapi Elia percaya bahwa Firman Tuhan yang diberikan kepada dia adalah benar sehingga dia tetap memerintahkan si janda untuk memberi dia makan. Puji Tuhan respon si janda adalah respon yang positif sehingga pada akhirnya kita semua tahu akhir ceritanya, si janda dan anaknya dapat terus hidup sebab tepung dan minyak itu tidak pernah habis sampai pada waktu hujan turun.

Dari kisah tersebut, kita mendapati bahwa breakthrough yang kita butuhkan, seringkali datangnya pada masa-masa sulit kita, dan bahkan kita masih harus membayar harganya. Bayangkan ketika kita ada dalam posisi si janda, kita berhak untuk berpikir, “Tuhan, aku cuma punya roti dan minyak sedikit, cukup hanya buat aku dan anakku sebelum kami mati. Masakan Engkau tidak tahu penderitaan kami? Dan Engkau malah sekarang menyuruh kami memberi makan orang yang kami tidak kenal.” Tapi tidak demikian dengan si janda, dia berani mengambil resiko, mendahulukan kebutuhan orang lain daripada kebutuhannya. Sebagai akibat dari imannya, dia justru mendapatkan kebutuhannya dicukupi bahkan sampai berkelimpahan. Dari yang seharusnya sejarah mencatat “ada seorang janda dan anaknya mati”, menjadi tercatat “ada seorang janda dan anaknya hidup (berkelimpahan)”, bahkan kesaksian ini menjadi kesaksian kekal yang dicatat di dalam Alkitab dan dibaca sampai beribu-ribu tahun kemudian.

Tahukah anda bahwa kita sebagai pengikut Kristus dipanggil menjadi pengubah-pengubah sejarah ini? Entah sejarah dalam hidup kita, atau sejarah dalam kehidupan orang lain. Sebab Tuhan yang kita sembah adalah Tuhan yang sanggup mengubah sejarah: memberikan kehidupan pada yang mati, memberikan kesembuhan pada yang sakit, memberikan kemenangan pada yang kalah, dan memberikan kesuksesan pada yang gagal. Apakah anda siap untuk menjadi pengubah-pengubah sejarah bagi Kristus?

Tuhan Yesus memberkati!

29 April 2013

Iman dan Kedaulatan Allah

Iman secara sederhana dipahami oleh sebagian besar orang adalah percaya, berharap, lalu menerima mujizat. Namun dalam kenyataannya tidaklah selalu demikian. Di Ibrani 11:39 dapat kita lihat, ternyata ada orang yang beriman sungguh-sungguh serta punya kesaksian hidup yang baik, tetapi tidak memperoleh apa yang mereka imani.


Iman tidak hanya berbicara tentang pengalaman mujizat dari Allah, namun juga kerelaan untuk menerima kedaulatan Allah bagi kita. Mungkin kita mengimani untuk memiliki pasangan hidup yang kita idamkan, ternyata Tuhan belum menghendaki, atau kita mengimani rencana bisnis besar, namun seolah digagalkan Tuhan. Ketika iman kita bertemu kehendak Allah yang berbeda, bisakah kita tetap berserah dan percaya kepadaNya?

Iman tidak berbicara hanya tentang hidup saat ini, tapi lebih jauh lagi, yaitu tentang hidup kekal. Iman harus memandang jauh ke depan, kepada hal-hal jauh di depan kenyataan hidup kita saat ini. Ketika kita fokus terhadap hal-hal kekekalan, bukan realita saat ini, kita akan dapat bersukacita ketika kita tidak mendapatkan apa yang kita imani di dunia ini. Kita dapat berkata, "Jadilah kehendakMu Tuhan, karena saya percaya kehendakMulah yang terbaik. Kita akan menjadi orang dewasa dalam Tuhan, ketika iman kita dapat menerima kedaulatan Allah.

Tuhan Yesus memberkati!

28 April 2013

Iman di dalam Kesaksian Hidup Tokoh-Tokoh Alkitab



Habel - Iman adalah mempersembahkan korban yang lebih baik kepada Allah (Ibrani 11:4)
Seperti halnya Habel yang mempersembahkan korban terbaik untuk menyenangkan Tuhan, kitapun juga bisa menyenangkan Tuhan melalui persembahan tubuh kita sebagai persembahan yang hidup, kudus, dan berkenan kepadaNya. Itulah ibadah sejati kita kepada Allah, oleh sebab itu iman berarti menghidupi FirmanNya, menjaga kekudusan kita, sehingga kita memberikan persembahan yang terbaik untukNya.

Henokh - Iman adalah bergaul karib dengan Allah (Ibrani 11:5-6)
Henokh adalah contoh kehidupan yang sungguh-sungguh mencari Tuhan setiap hari. Tuhan rindu kita bergaul intim denganNya, jadi jika kita sungguh beriman kepadaNya, seharusnya kita mencari Dia dengan kesungguhan, tidak hanya pada saat menghadapi masalah, tetapi setiap saat.

Nuh - Iman adalah ketaatan mutlak kepada Allah (Ibrani 11:7)
Ketika Nuh diminta Allah untuk membuat bahtera, kondisi pada saat itu belum terlihat adanya tanda-tanda air bah, sehingga banyak orang mencemooh dirinya. Namun Nuh tetap taat kepada Allah karena ia beriman/percaya kepadaNya. Apapun perintah Tuhan, sesulit apapun, kerjakanlah dengan taat. Mungkin kita tidak paham dengan perintahNya, namun percayalah itu akan mendatangkan kebaikan bagi kita.

Musa - Iman adalah menolak kesenangan dari dosa (Ibrani 11:24-25)
Musa yang telah diangkat menjadi anak putri Firaun, menolak semua kekayaan, kemewahan, kesenangan dari dosa, dan lebih suka menderita sengsara sebagai umat Allah bersama bangsanya. Iman yang benar membuat kita setiap hari menolak godaan-godaan dosa dan kesenangan dunia ini. Iman sejati mendorong kita mengejar kekudusan dalam hidup.

Tuhan Yesus memberkati!

7 Maret 2013

Lakukan Hal yang Berbeda untuk Hasil yang Luar Biasa

Ayat reference : Yohanes 2:1-11
Ayat-ayat di atas menceritakan sebuah pesta perkawinan di Kana, dimana di pesta tersebut terjadi masalah besar, yaitu kekurangan anggur. "Anggur" berbicara mengenai kemanisan dalam hidup/sukacita. Tanpa "anggur", maka kehidupan yang kita jalani akan terasa lebih berat, banyak ketakutan, banyak ketegangan.


Kurang dihargai, diingkari, problem dalam ekonomi, keluarga, adalah hal-hal yang dapat menyebabkan "anggur" kita berkurang. Namun jika kita mau "anggur" tersebut kembali, lihat pada ayat di atas, bagaimana sikap ibu Yesus ketika ia menghadapi masalah kekurangan anggur. Ia langsung menyampaikan pada Yesus ketika masalah terjadi, dan ia menyerahkan kepadaNya, sehingga Yesus langsung melakukan sesuatu. Sikap inilah yang akan mempercepat terjadinya mujizat.

Jika kita mau mujizat terjadi, ada beberapa hal penting yang harus dipahami,
1. Ketahuilah kapasitas Tuhan yang tak terbatas
2. Jangan pernah mengandalkan diri sendiri/menunggu hingga hancur baru mencari Tuhan
3. Biarkan Tuhan bekerja dgn caraNya, jangan ikut campur
4. Semakin besar masalah yang kita terima, semakin besar mujizatnya
5. Taati Dia dan lakukan bagian kita
6. Miliki sikap hidup yang benar dan berani melakukan hal yang berbeda untuk Tuhan
7. Jika ingin diberkati dengan "anggur" baru, siapkan kantong/hati yang baru.

Tuhan Yesus memberkati!

5 Maret 2013

Aktivasikan Imanmu untuk Hal yang Lebih Besar

Yohanes 14:12 - "Aku berkata kepadamu:Sesungguhnya barangsiapa percaya kepadaKu, ia akan melakukan juga pekerjaan-pekerjaan yang Aku lakukan, bahkan pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar dari pada itu. Sebab Aku pergi kepada Bapa."

Percayalah bahwa apa yang sudah kita lakukan hari ini, akan menjadi lebih besar lagi di masa depan. Jangan pernah merasa tidak mungkin, atau merasa bahwa puncak hidup kita sudah lewat di masa lalu dan tidak mungkin lagi terulang di masa depan. Sebab di dalam ayat di atas jelas tertulis, bahwa apa yang ada di depan akan lebih besar dari apa yang sudah terjadi di belakang.

Ingatlah bahwa iman kita akan menentukan apa yang Tuhan bisa kerjakan dalam hidup kita. Jadi yang sering membatasi Tuhan bekerja adalah iman kita sendiri. Jika kita hanya berharap kecil/tidak berharap, maka hal-hal yang datang adalah hal kecil/bahkan tidak ada sesuatu yang terjadi. Beranilah memiliki harapan yang besar, agar terjadi hal-hal besar bagi kita, sebab Tuhan bisa melakukan lebih banyak dari yang kita pikirkan/doakan (Efesus 3:20).

Tanamkanlah ke dalam pikiran anda, bahwa yang terbesar, yang terbaik, ada di depan kita, seperti halnya Amsal 4:18 menyebutkan, bahwa jalan orang benar itu seperti cahaya fajar, yang kian bertambah terang sampai rembang tengah hari. Mulai sekarang, ekspektasikan, harapkan, imani terobosan dalam hidup anda, jangan biarkan kondisi anda saat ini menghancurkan setiap ekspektasi, harapan, dan iman anda, sebab Tuhan kita tidak terbatas, kitalah yang sering membatasinya.

Tuhan Yesus memberkati!

4 Maret 2013

Percaya dan Melihat

Belajarlah untuk selalu percaya akan janji Tuhan. Seringkali banyak orang percaya setelah mereka melihat, seperti halnya prinsip dunia, yang melihat dahulu baru percaya.

Yohanes 20:24-29 merupakan gambaran ke-Kristen-an saat ini, padahal Tuhan mau kita hidup karena percaya, bukan melihat.

2 Korintus 5:7 --sebab hidup kami ini adalah hidup karena percaya, bukan karena melihat--

Percayalah bahwa apapun yang kita kerjakan/hadapi saat ini, Tuhan akan memberikan hasil/jalan keluar pada waktuNya.



Percaya merupakan suatu proses terus menerus, karena percaya kepada Allah adalah iman dan iman harus bertambah-tambah. Orang percaya, biasanya di dalam hidupnya akan mengalami banyak hal yang seolah mustahil, namun percayalah bahwa tidak ada yang mustahil bagi orang percaya (Markus 9:18-26). Selain lewat masalah, mujizat, iman juga bisa dibangun lewat doa dengan berbahasa Roh.

Saat ini, tetap belajar untuk percaya kepadaNya. Meski kita mungkin sudah berdoa, sudah percaya, namun belum melihat jawaban, kita tidak akan dipermalukan oleh Yesus (1 Petrus 2:6)

Tuhan Yesus memberkati!

22 Desember 2012

Berserah


Di sebuah pabrik kapas,
Ada sebuah kertas pengumuman di tempel pada dinding yang bertuliskan, "Jika benang anda ruwet datanglah pada mandor."
Suatu hari benang seorang pegawai baru ruwet dan ia mencoba mengurainya tetapi justru semakin ruwet.
Kemudian Sang mandor memberikan arahan.
Setelahnya berkata Melakukan yang terbaik adalah datang pada saya!"

Banyak pula permasalahan, di rumah tangga, orang tua dengan anak, pasangan, pekerjaan maupun studi.
Banyak cara yg sudah dilakukan tapi tidak berhasil. 
Hanya ada Satu2nya pribadi yg dapat membereskan,semua masalah dan kesulitan kita .
Tuhan Yesus NamaNYA.
Mari datang padaNYA, percaya saja,takkan pernah kita dibiarkanNYA sendirian dlm lembah kelam.
Saat kuasa Tuhan bekerja, maka akan terjadi mujijat dan perubahan dalam kehidupan kita.
PERCAYA SAJA !!

Mat 21:22
"Dan apa saja yang kamu minta dalam doa dengan penuh kepercayaan, maka kamu akan menerimanya."


Gbu & Jesus Always Love U Forever.

26 Oktober 2012

Tantangan Iman

Amsal 4:23 - "Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan karena dari situlah terpancar kehidupan"

Seringkali dalam hidup ini ketika kita dalam pergumulan, memilih untuk menyerah sebelum sesuatu terjadi, karena kita lebih cenderung mengikuti daging dan pikiran kita yang terbatas. Pada saat itu juga saya sadar kalau Tuhan sedang menantang iman dan pengharapan saya kepada-Nya, sekalipun saya memang sudah berdoa lama dan tidak melihat apapun terjadi..dan tentunya Tuhan juga sedang menguji respon hati saya (respon hati: tetap bersukacita, berdoa & setia melakukan bagian kita, atau kita mengeluh kemudian menyerah).

Mari kita sama-sama refleksi: apa yang menjadi respon hati kita ketika menghadapi kehidupan yang tidak idealis ini. Karena respon hati dan tindakanmu itu yang akan menentukan hidupmu.


Filipi 4:4-8 yang isinya adalah "Bersukacita senantiasa, jangan kuatir tentang apapun juga, berdoa senantiasa, bersyukur dan isi pikiran kita dengan pikiran Kristus"

Be blessed everyone, GOD be with us!

15 Oktober 2012

Ketidaktahuan yang Membawa Berkat

Nabi NUH belum tahu banjir akan datang ketika ia membuat kapal dan ditertawai kaumnya.
Nabi ABRAHAM belum tahu akan tersedia domba ketika pisau nyaris memenggal buah hatinya.
Nabi MUSA belum tahu laut terbelah saat dia diperintah memukulkan tongkatnya.

Yang mereka tahu adalah bahwa mereka harus patuh pada perintah ALLAH dan tanpa berhenti berharap yang terbaik...
Ternyata dibalik keTIDAKTAHUan kita, TUHAN telah menyiapkan kejutan !

BIASANYA Tangan TUHAN bekerja didetik-detik terakhir usaha hamba-Nya.
Kalaupun hasil yang kita usahakan jauh dari harapan bahkan menyakitkan, jangan kita berkecil hati...
Karena kadang TUHAN mencintai kita dengan cara-cara yang kita tidak suka...

Tuhan memberikan apa yang kita butuhkan, bukan apa yang kita inginkan. Lakukan bagianmu saja, dan Tuhan akan mengerjakan bagianNya.


Biarlah Kekuatan SIMSON....
Kebijakan SALOMO....
Kesabaran AYUB.....
Iman ABRAHAM.....
Inspirasi DANIEL....
Ketulusan ESTER.....
Keberanian DAUD......
Kesalehan HENOKH....
Kelembutan MUSA.....
Ketaatan YOSUA....
Kesetiaan RUTH dan
Sukacita HABAKUK.....
Menjadi bagian dalam pribadi kita..

Tetaplah percaya
Matius 21:21 - Yesus menjawab mereka: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika kamu percaya dan tidak bimbang, kamu bukan saja akan dapat berbuat apa yang Kuperbuat dengan pohon ara itu, tetapi jikalau kamu berkata kepada gunung ini: Beranjaklah dan tercampaklah ke dalam laut! hal itu akan terjadi."

Tetaplah berdoa
Markus 9:23 - Jawab Yesus: "Katamu jika Engkau dapat? Tidak ada yang mustahil bagi orang yang percaya!"

Tetaplah setia
Matius 25:21 - Maka kata tuannya itu kepadanya: Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia; engkau telah setia dalam perkara kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masukalah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu.

Tetaplah cari Kerajaan Allah
Matius 6:33 - Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.

Tuhan Yesus memberkati!

26 September 2012

Iman

Iman adalah alat untuk menggerakkan hati kita untuk mempercayai Allah sepenuhnya....

Perasaan selalu berkata...ini tidak mungkin...tapi iman berkata...segala sesuatu mungkin bagi Tuhan.  Perasaan berkata, masalahnya terlalu besar...tapi iman berkata...segala perkara dapat ku tanggung di dalam Yesus.

Perasaan berkata...saya tidak mampu....iman berkata, bersama dengan Tuhan kita cakap melakukan segala perkara.
Perasaan mengatakan...apa yg dapat aku lakukan dengan persoalan yg besar ini, tapi Yesus berkata...semuanya sudah selesai.


Tidak ada hal yg tidak bisa Allah lakukan untuk kita !!
Hanya satu yg Tuhan  tidak bisa lakukan adalah.....BERHENTI MENGASIHIMU...
Kita terlalu berharga dan istimewa .
Jangan sia-siakan hidup ini, dengan hal yang semu, sementara dan hanya memuaskan kedagingan.
Sebentar saja, sudah hilang kemudaan dan keperkasaan kita.
Walau situasi sesulit apapun, jangan tawar hati, tetap berIMAN, JANGAN pernah berhenti berharap padaNYA, mujizat masih ada, dulu sekarang dan selamanya. Amen.

Gbu & Jesus Always Love U.

19 September 2012

Raksasa Iman

Lukas 7 : 7;9
"Sebab itu aku juga menganggap diriku tidak layak untuk datang kepadaMu. Tetapi katakan saja sepatah kata, maka hambaku itu akan sembuh. Setelah Yesus mendengar perkataan itu, Ia heran akan dia, dan sambil berpaling kepada orang banyak yang mengikuti Dia, Ia berkata: "Aku berkata kepadamu, iman sebesar ini tidak pernah Aku jumpai, sekalipun di antara orang Israel.""

Jika kita membaca kisah di atas secara lengkap di Lukas 7 : 1-10, kita akan belajar dari seorang Perwira yang mengasihi hambanya, sehingga ketika hamba itu sakit, ia mengutus orang-orang untuk menemui Yesus agar hamba itu disembuhkan. Bahkan ia merendahkan dirinya sendiri dengan mengatakan bahwa ia tidak layak menerima Yesus di dalam rumahnya namun ia tetap beriman bahwa dengan sepatah kata saja, maka Yesus sanggup menyembuhkan hambanya.

Iman merupakan hal yang sangat krusial di dalam hidup kekristenan. Tanpa iman kepada Yesus Kristus, kita tidak beroleh keselamatan, dan tanpa iman pula, kuasa Tuhan tidak akan bekerja dalam hidup kita.

Kalau kita mau menang dari masalah, jangan terfokus pada masalah itu sendiri, karena masalah itu yang akhirnya akan menjadi raksasa, tetapi fokuslah kepada Tuhan dan jadilah raksasa iman, maka mujizat akan segera terjadi, dan bahkan akan membuat Tuhan kagum akan iman kita, seperti yang tertulis dalam ayat 9, "Aku berkata kepadamu, iman sebesar ini tidak pernah Aku jumpai, sekalipun di antara orang Israel." 

Janganlah kita menjadi semakin tenggelam karena ditelan raksasa masalah kita, tetapi buatlah Tuhan kagum akan iman kita, dengan belajar menjadi raksasa-raksasa iman.

Tuhan Yesus memberkati!

27 Agustus 2012

Endurance

Yakobus 1 : 2-4
"Saudara-saudaraku, anggaplah sebagai suatu kebahagiaan, apabila kamu jatuh ke dalam berbagai-bagai pencobaan, sebab kamu tahu bahwa ujian terhadap imanmu itu menghasilkan ketekunan. Dan biarkanlah ketekunan itu memperoleh buah yang matang, supaya kamu menjadi sempurna dan utuh dan tak kekurangan suatu apa pun."


Sama halnya dengan tubuh yang memerlukan daya tahan yang kuat untuk menghadapi serangan berbagai macam bakteri/virus, kehidupan rohani kita pun juga memerlukan endurance/daya tahan yang kuat pula terhadap berbagai macam cobaan.

Mungkin kalau kita melihat dengan kacamata duniawi, jatuh di dalam pencobaan dianggap sebagai suatu kebahagiaan, itu adalah sesuatu yang tidak masuk akal. Tetapi demikianlah pesan yang disampaikan kepada kita, sebab hanya melalui cobaan, kita akan lebih dekat kepada Tuhan, lebih mengenalNya, lebih percaya lagi, dan belajar banyak dari pribadiNya. Disinilah peranan endurance/daya tahan kita benar-benar dibutuhkan, agar setiap cobaan dan masalah tidak membawa kehancuran bagi kita, tetapi malah mengasah kita untuk lebih tekun dan kuat dalam iman, sehingga kita bisa berbuah dan menjadi berkat bagi banyak orang di sekitar kita.

Jangan merasa bahwa kita adalah orang paling malang atau orang yang paling berat cobaannya, tetapi yakinlah, bahwa Roh yang ada di dalam kita, akan memberikan daya tahan/endurance yang luar biasa, sehingga setiap masalah dan cobaan dapat kita lewati dengan luar biasa dan diputarbalikkan oleh tangan Tuhan menjadi kemenangan bagi kita. Saat ini mintalah kekuatan dari Tuhan untuk menghadapi masalah kita, bukan minta Tuhan untuk melenyapkan masalah kita, sebab dengan demikianlah kita akan menjadi semakin dewasa dalam Tuhan.

Tuhan Yesus memberkati!

Setengah Percaya

Amsal 3 : 5
"Percayalah kepada Tuhan dengan segenap hatimu dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri."



Jika kita memutuskan untuk percaya kepada Tuhan, janganlah melakukannya dengan setengah-setengah. Kita bisa percaya bahwa telah diselamatkan, kita bisa percaya bahwa Tuhan hadir di dalam ibadah kita, kita bisa percaya bahwa kita diciptakan oleh Tuhan dan dikasihiNya, tetapi seringkali ketika kita dihadapkan dengan masalah yang berat dan berlangsung cukup lama tanpa ada tanda-tanda diakhiri meski kita sudah berdoa cukup lama, kita menjadi sulit percaya kepadaNya, apakah Ia benar-benar sanggup?.

Ingatlah, kunci kuasa Tuhan bekerja adalah melalui iman/rasa percaya kita. Jika kita hanya setengah percaya, tidak dengan segenap hati, maka kuasa Tuhan tidak akan leluasa bekerja. Oleh karena itu, ucapkanlah FirmanNya, agar kita mendengar, dan iman kita pun timbul dari pendengaran akan Firman Tuhan itu, lalu lakukanlah dengan sepenuh hati, maka kita akan melihat kuasa Tuhan bekerja dengan dahsyat!. Tuhan tidak hanya bekerja secara terbatas, karena yang membatasi kuasaNya hanyalah pengertian kita. Apapun masalah kita, sesulit apapun, serumit apapun, DIA SANGGUP.

Tuhan Yesus Memberkati!.

26 Agustus 2012

Power of Kepepet

Ada istilah yang saya rasa cukup familiar dengan telinga kita, yaitu "the Power of Kepepet". Dimana kalau deadline pekerjaan atau tugas kuliah sudah semakin dekat, maka semakin maksimal juga kreativitas dan potensi kita dikembangkan.. entah dalam artian positif atau negatif tentunya.. hahaha

Nah, kali ini, saya mau menunjukkan bahwa ternyata Tuhan Allah kita juga seringkali menggunakan "kepepet" ini untuk mengajar kita.

Mari kita baca kisah Musa di Kitab Keluaran 14, sesaat sebelum dia dipakai Tuhan untuk membelah Laut Merah dengan tongkatnya. Tuhan memerintahkan Musa untuk membawa orang-orang Israel berkemah persis di tepi laut (ay. 2), padahal di saat yang sama Tuhan juga mengeraskan hati Firaun sehingga dia mengejar orang-orang Israel ini (ay. 4).

Dan terjadilah tepat seperti yang diperintahkan Tuhan: orang-orang Israel ini berkemah di tepi laut sementara tentara Firaun sedang mengejar mereka di belakangnya. Karena itu orang-orang Israel mulai menyalahkan Musa sebagai pemimpin mereka, "Eh maksud lu apaan sih? Bawa2 kita keluar dari Mesir cuma buat bikin kita mati!? Ke laut ajee luuu..." (ay.11-12) -> kira2 mungkin begitulah yang diucapkan orang-orang Israel pada Musa :p

Nah, di saat inilah Tuhan seperti 'sengaja' untuk memepet keadaan si Musa. Saya percaya Tuhan cuma mau menguji, reaksi Musa seperti apa sih waktu dia dalam keadaan kepepet?

Di sini Musa punya 2 pilihan:
a. dia bisa protes sama Tuhan, "Tuhan, kan Engkau yang suruh kami untuk berkemah di pinggir laut. Udah susah payah bisa keluar dari Mesir, mesti pake 10 tulah dulu, masakan cuma buat mati dibunuh di pinggir laut? Ini rakyatmu Israel udah siap buang aku ke laut nih.."

b. Musa tetap memegang imannya dengan teguh, karena dia tahu bahwa kalau Tuhan yang berbicara, maka Tuhan punya planning.. dan planning Tuhan bukanlah planning kecelakaan, tapi masa depan yang penuh harapan! Amen saudara-saudara? :D

Mungkin di waktu itu Musa sedang nyanyi lagu "Tuhan Punya Cara" :D

"Kau slalu punya cara untuk menolongku, Kau slalu punya jalan keajaiban-Mu, kau dahsyat dalam segala perbuatan-Mu, dan kutenang di dalam cara-Mu"

Ok, stop ngelanturnya.. Puji Tuhan Musa memilih respon yang kedua. Dia tetap teguh berdiri dengan imannya (ay. 13).


Di saat itulah Tuhan menyatakan kemuliaan-Nya dengan menyuruh Musa mengangkat tongkatnya dan membelah laut Merah. (ay.16) Tidak hanya itu saja, saya yakin dan percaya bahwa iman Musa juga naik level lagi saat Tuhan menunjukkan kuasa-Nya sekali lagi di depannya.

Masih banyak kejadian-kejadian "kepepet" yang lain seperti kisah Daud di Ziklag, kisah Ayub, janda di Sarfat yang ketemu Elia, pesta perkawinan di Kana, kisah Yesus memberi makan 5 ribu orang, dan masih buanyakk lagi.. Semuanya memiliki 1 kesamaan: kepepet, dimana tidak ada lagi kekuatan manusia yang bisa diandalkan untuk dapat menolong situasi tersebut. Hanya Tuhan satu-satunya pengharapan.

Jangan pernah takut dengan kondisi "kepepet" ini. Karena kalau kita pelajari lagi kisah-kisah yang saya sebutkan di atas, akhir dari kondisi "kepepet" ini selalu adalah kemuliaan Tuhan dinyatakan karena respon yang diambil para pelaku benar di hadapan Tuhan. :D

Dari sini kita belajar bahwa saat Tuhan mengijinkan tekanan hidup menghimpit kita sampai kita kepepet, Tuhan mau kita memilih respon yang benar, yaitu tetap percaya kepada Dia, sumber pengharapan kita.

Apakah saat kita tidak mampu menjawab soal ujian, kita memilih untuk menyontek?
Apakah saat krisis finansial menghimpit kita, kita memilih untuk korupsi atau menipu orang?
Apakah saat kita gagal, kita memilih jalan-jalan pintas yang sepertinya dapat memecahkan masalah kita, padahal kita tahu Tuhan benci cara-cara itu?

Pilihlah untuk memberikan respon yang benar, karena respon yang benar menarik mujizat-Nya dan kemuliaan-Nya akan segera dinyatakan dalam hidup kita. Amen!

Tuhan Yesus memberkati!

24 Agustus 2012

Berdampak Dalam Keterbatasan

2 Korintus 8 : 1-3
"Saudara-saudara, kami hendak memberitahukan kepada kamu tentang kasih karunia yang dianugerahkan kepada jemaat-jemaat di Makedonia. Selagi dicobai dengan berat dalam pelbagai penderitaan, sukacita mereka meluap dan meskipun mereka sangat miskin, namun mereka kaya dalam kemurahan. Aku bersaksi bahwa mereka telah memberikan menurut kemampuan mereka, bahkan melampaui kemampuan mereka."



Banyak anak-anak Allah yang ketika menghadapi masalah, mereka tidak muncul sebagai pemenang, bahkan tenggelam di dalam masalahnya. Kutipan ayat di atas adalah penggambaran yang luar biasa dari anak-anak Allah yang telah bertumbuh dewasa. Mereka tidak fokus kepada kekurangannya/masalahnya/keterbatasannya, tetapi pada apa yang mereka punyai dan justru berdampak dengan memberkati orang lain melalui hal yang mereka miliki itu.

Mulai saat ini, jangan fokuskan diri kita kepada masalah, yang mana akan menyebabkan masalah tersebut semakin besar, tetapi fokuslah kepada Tuhan, pada apa yang Ia mau untuk kita kerjakan. Tidak peduli seberapa besar masalah kita, seberapa buruk masa lalu kita, seberapa banyak keterbatasan fisik kita, dengan Tuhan, kita sanggup menjadi berkat yang luar biasa bagi orang lain, baik melalui kepedulian kita maupun melalui taburan-taburan kita. Seringkali justru ketika kita fokus dan menjadi dampak bagi visi Tuhan, masalah kita dibereskan olehNya dalam sekejap.

Jadi jangan biarkan diri kita dibatasi masalah, tetapi tetap jadilah berkat dan dampak bagi visiNya, karena bersama dengan Tuhan, kita dapat melakukan perkara-perkara yang besar!

Tuhan Yesus memberkati.

18 Agustus 2012

Fokus dan Percaya

Mazmur 116:10 Aku percaya, sekalipun aku berkata, Aku ini sangat tertindas !

Mempercayai Tuhan, namun merasa putus asa pada saat yang sama ialah hal yang lumrah terjadi dalam kehidupan sehari hari, karena itu jangan frustasi.

Ini terdengar seperti sebuah kontradiksi: aku percaya Tuhan, tapi aku merasa hancur! Hal seperti ini bisa saja terjadi.

Keterus terangan Daud sebenarnya mengungkapkan iman yang mendalam:
Pertama, dia percaya pada Tuhan.
Kedua, dia percaya Tuhan akan mendengarkan doanya.
Ketiga, dia percaya Tuhan akan membiarkannya mengatakan apa yang dia rasakan dan tetap mencintainya.

Kepolosan Daud yang sederhana ini, memiliki pengertian yang dalam bahwa Tuhan itu ada dan tidak pernah berubah, terutama kasihNya.

Ketika kehidupan Ayub berantakan dan Tuhan seakan diam, Ayub masih memuji dan tetap percaya kepada Tuhan.

Ayub 10:12 Hidup dan kasih setia Kaukaruniakan kepadaku, dan pemeliharaan-Mu menjaga nyawaku.

Ayub tetap berkata Tuhan itu baik dan penuh kasih, dan menganggap semua penderitaannya sebagai ujian.

Ayub 23:10 Karena Ia tahu jalan hidupku; seandainya Ia menguji aku, aku akan timbul seperti emas.

Kelebihan dari para tokoh Alkitab walau ditengah badai kehidupan, mereka tetap fokus & percaya kepada Allah.

Bagaimana dengan kita ? Apakah kita sedang putus pengharapan ?

Yeremia 31:25 Sebab Aku akan membuat segar orang yang lelah, dan setiap orang yang merana akan Kubuat puas. 

Percaya kepadaNya ! masuk hadiratNya ! Hari ini juga ! yang merasa lelah dan merana pasti disegarkan dan dipuaskan oleh Tuhan.
Datanglah padaKU hai semua yg letih lesu,AKU akan memberi kelegaan.
Hanya melalui AKU jalan kebenaran & hidup.

Gbu & Jesus Always Love U.

Berani untuk Tetap Percaya

Ibrani 13 : 5
Allah telah berfirman : "Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau."


Masalah adalah hal yang tidak pernah terluput dari kehidupan kita sehari-hari. Mungkin saat ini kita sudah putus asa, 'kering', bahkan sudah tidak berani lagi berharap kepada Tuhan, karena doa dan setiap apa yang kita lakukan untuk pemecahan permasalahan kita tidak membuahkan hasil. Terlebih lagi jika kita mengalaminya secara bertubi-tubi dalam rentang waktu yang lama, yang menyebabkan kita merasa 'kosong' dan bahkan hilang pengharapan.

Tetapi ingatlah!, Allah tidak pernah membiarkan bahkan meninggalkan setiap kita, karena hanya Dia-lah yang memiliki kesetiaan tanpa tanding terhadap janji-janjiNya. Kita hanya perlu BERANI untuk TETAP PERCAYA kepadaNya, sebab dengan iman percaya, tidak ada sesuatu yang mustahil bagi Dia, Yesus lebih besar daripada setiap permasalahan kita.

PERCAYA kepada Tuhan merupakan suatu keputusan, oleh karena itu jangan tunda lagi, putuskan untuk TETAP PERCAYA kepadaNya dan lakukan kehendakNya, maka dengan tidak menunda waktu lagi, Tuhan akan bekerja luar biasa atas semua pergumulan-pergumulan kita. 

Tetap semangat dalam Tuhan, Tuhan Yesus memberkati ! :)
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...