Tampilkan postingan dengan label Proses. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Proses. Tampilkan semua postingan

4 November 2013

Mental Blocking

Cara kita membuat keputusan, sikap, karakter, cara pandang kita saat ini merupakan hasil bentukan dari lingkungan kita, baik keluarga, orang-orang terdekat, maupun pengalaman-pengalaman yang pernah kita alami.

Apakah ini terbatas? Tentu saja, karena kita adalah anak-anak Allah yang bekerja dengan Allah yang tidak terbatas. Mental blocking adalah suatu keterbatasan yang kita ciptakan dalam pikiran kita sendiri, dibentuk melalui pengalaman maupun lingkungan tempat kita bertumbuh, terutama lingkungan negatif ataupun pengalaman traumatis.

Bila kita memiliki banyak mental blocking, maka akan menghambat akselerasi yang Tuhan kehendaki dalam hidup kita. Ada beberapa contoh mental blocking yang sering kita temui di dalam kehidupan sehari-hari, antara lain,
  1. Ketidaksanggupan untuk menerima pekerjaan/pelayanan yang baru/berbeda
  2. Tidak fleksibel terhadap tuntutan waktu, yang semula terbiasa untuk mem-planning segala sesuatu jauh-jauh hari, tidak sanggup untuk menerima hal-hal yang mendadak/perubahan
  3. Terbiasa menyimpan uang sebanyak-banyaknya dan hidup sangat berhemat, karena merasa lebih aman dengan banyak tabungan.
  4. Mudah merasa seluruh kehidupannya gagal dan rusak, padahal hanya menghadapi satu kegagalan
  5. Merasa bahwa dirinya/cara bekerjanya seperti itu, tidak bisa berubah
  6. Berpikir bahwa pelayanan hanya untuk hari Minggu/di dalam gereja, namun tidak memberikan dampak positif untuk lingkungannya
  7. Beranggapan bahwa uang adalah tolak ukur kebahagiaan seseorang
  8. Merasa diri sendiri tidak mampu
  9. ...dan berbagai mental blocking lainnya.


Tuhan kita adalah Tuhan yang tidak terbatas, yang mampu memberkati kita dengan tidak terbatas, namun seringkali mental blocking kita sendiri-lah yang menghalangi berkat-berkat Tuhan. Ketika Tuhan menyuruh kita melakukan hal-hal di luar kebiasaan kita, yang mungkin terdengar tidak masuk akal, kita sudah mundur, sudah menolak, bahkan merasa bahwa itu bukan kehendak Tuhan. Padahal cara-cara Tuhan tidaklah terselami dan hal-hal yang tidak masuk akal, di luar comfort zone kita, bahkan bisa menarik kita masuk ke dalam berkat yang lebih besar dan lebih dalam.

Ada seorang karyawan yang mengidamkan memiliki sebuah rumah. Ia rajin menabung dan berdoa, namun setelah beberapa tahun berlalu, uang yang disimpannya masih belum mencukupi bahkan harga rumah idamannya semakin lama semakin mahal. Sampai pada suatu hari datanglah kesempatan untuk mengajukan kredit pada bank untuk membeli sebuah rumah, karyawan ini berpikir, "Apakah ini jawaban doaku selama bertahun-tahun? Tetapi kalau Tuhan mau memberkatiku dengan sebuah rumah, mengapa aku harus berhutang? Bukankah Tuhan adalah Tuhan yang sangat kaya dan tentunya sangat sanggup untuk memberkatiku tanpa harus membuatku berhutang kepada bank..." Lalu ia menimbang-nimbang lagi dan berdoa, sehingga akhirnya ia memantapkan hati bahwa ini adalah jalan yang Tuhan tawarkan dan jadilah ia mengambil kredit tersebut. Pada bulan-bulan awal cicilannya, ia hidup dengan sangat berhemat, semua pengeluaran diminimalisir sebisa mungkin, sehingga gajinya cukup untuk mencicil pinjaman beserta bunganya, meskipun ia hidup pas-pasan dan tidak nyaman. Tidak lama setelah itu, ia mendapat kabar dari kampungnya, bahwa kedua orang tuanya mendadak sakit, sehingga butuh biaya pengobatan, dan karena mereka sudah tidak bisa lagi bekerja akibat sakit, akhirnya berimbas kepada adik si karyawan ini, yang semula setelah lulus SMU berencana untuk melanjutkan kuliah, namun terhambat karena kondisi keuangan keluarga tersebut tidak memungkinkan untuk membiayai. Dalam kondisi yang pas-pasan dan tertekan, karyawan tersebut akhirnya membuka bisnis kecil-kecilan yang ia lakukan di luar jam kerja kantornya. Pada mulanya hasil bisnisnya hanya cukup untuk menutupi biaya pengobatan kedua orang tuanya, namun lambat laun, usahanya mulai berkembang, ia memiliki uang sisa untuk menyekolahkan adiknya, dan beberapa waktu kemudian, usahanya berkembang cukup baik sehingga ia memutuskan untuk keluar dari kantornya dan fokus kepada bisnis pribadinya. Selang beberapa tahun kemudian, ia menyadari, kalau ia tidak ditekan dengan kondisi cicilan rumah, orang tua yang sakit, dan adik yang terpaksa tidak bisa melanjutkan kuliah, ia tidak akan mungkin berpikir untuk berbisnis sendiri. Bahkan saat ini ia bisa melihat, ia mendapat berkat rumah, yang cicilannya telah usai, kedua orang tuanya kembali menjadi sehat, dan adiknya bisa menyelesaikan kuliahnya dengan baik. Disini ia melihat, Tuhan bisa memakai cara-cara yang tidak biasa, mungkin membuat ia harus keluar dari comfort zone, namun Tuhan mampu memberkati secara luar biasa, tidak hanya rumah, pendidikan, kesehatan yang didapatnya, namun pengenalan yang lebih dalam akan pribadi dan cara kerjaNya.

Mental blocking apakah yang anda miliki saat ini? Catatlah pada secarik kertas dan doakanlah kepada Tuhan, agar Dia membantu kita untuk melepas seluruh benteng-benteng pada pikiran/mentalitas kita, dan usahakanlah untuk selalu hidup dalam pimpinan Roh (Roma 8:12-17). Sebab Roh Allah tidak membuat kita menjadi takut, Dia akan memimpin kita dan memastikan kita untuk menerima janji-janji Allah sehingga kita bisa hidup berkemenangan dan berkelimpahan tanpa batas di dalam Tuhan.

Tuhan Yesus memberkati!

2 November 2013

Sabar Menanti Waktu Tuhan

Di dunia yang serba instant saat ini, sangatlah sulit bagi kita untuk menemukan kesabaran atau bahkan bersikap sabar. Karena tuntutan dunia instant adalah kecepatan, segala sesuatu harus cepat, target harus cepat tercapai, pekerjaan harus cepat terselesaikan, komunikasi harus cepat dan sebagainya.

Namun tidak demikian jika kita ingin melihat janji atau pertolongan Tuhan terjadi di dalam hidup kita, tidak ada penggenapan janji dan pertolongan yang instant, semua ada prosesnya dan kita harus bersabar. Saat ini banyak orang Kristen yang tidak sabar menunggu janji Tuhan, menunggu jawaban doa, menunggu pertolongan Tuhan, sehingga mereka mengandalkan orang lain/dirinya sendiri untuk keluar dari masalah, yang malah menyebabkan segala sesuatunya menjadi lebih buruk dan bahkan menunda berkat yang telah Tuhan sediakan.


Masalah atau cobaan diberikan Tuhan untuk memproses karakter dan kedewasaan kita. Oleh karena itu dibutuhkan proses kesabaran untuk menghadapi masalah dan keluar sebagai pemenang. Jangan melarikan diri dari masalah, juga jangan mencari shortcut untuk jalan keluarnya, tetapi tunggulah hingga Tuhan meyakinkan, apa yang harus kita lakukan berikutnya, sehingga sedikit demi sedikit kita akan keluar dari masalah tersebut, bahkan karakter baru kita akan terbentuk, dan tentunya ada berkat/janji yang telah Tuhan sediakan di balik setiap masalah.

Apabila saat ini anda sudah berputus asa, sudah mulai kehilangan kesabaran menunggu waktu Tuhan, atau mungkin sudah memutuskan melakukan sesuatu karena merasa Tuhan belum menjawab doa anda, berhentilah! ...dan berpalinglah kepadaNya, mintalah kekuatan dan hikmat dariNya, dan tunggulah waktuNya. Sebab kesabaran bukan anugerah yang instant diberikan, namun kesabaran merupakan buah roh, yang terbentuk/berbuah ketika kita berlatih untuk taat dan menunggu waktuNya Tuhan. Kesabaran akan mendatangkan berkat, ketidaksabaran akan mendatangkan celaka. Percayalah bahwa Ia mengasihi kita, Ia akan menjawab seruan kita pada waktuNya.  
"Sebab itu Tuhan menanti-nantikan saatnya hendak menunjukkan kasihNya kepada kamu;sebab itu Ia bangkit hendak menyayangi kamu. Sebab Tuhan adalah Allah yang adil; berbahagialah semua orang yang menanti-nantikan Dia! Sungguh, hai bangsa di Sion yang diam di Yerusalem, engkau tidak akan terus menangis. Tentulah Tuhan akan mengasihani engkau, apabila engkau berseru-seru;pada saat Ia mendengar teriakmu, Ia akan menjawab." (Yesaya 30:18-19). 

Tuhan Yesus memberkati!

16 Februari 2013

New Goals: Kita Diciptakan Untuk Menjadi Seperti Dia

Kejadian 1:26, " Berfirmanlah Allah: Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi."

Pada mulanya, manusia diciptakan Allah serupa dan segambar denganNya. Namun dosa menyebabkan manusia kehilangan kemuliaan Allah, kehilangan otoritas yang sebelumnya telah dikaruniakan. Oleh karena itu, melalui kelahiran baru, Allah memulihkan kita secara roh dengan Roh Kudus yang baru.


Roh itu akan menuntun kita untuk melewati proses, melewati pendewasaan, mengubahkan kita melalui masalah dan pencobaan yang terjadi, serta menyadarkan rencana, kehendak, dan waktu Tuhan bagi kita.

Apabila saat ini kita mengalami perubahan yang tidak enak, mengalami masalah yang buruk, janganlah lekas berputus asa, terlebih lagi menyerah terhadap masalah. Biarkan Roh Kudus membantu kita untuk fokus kepada hal-hal yang menjadi prioritas dan membuang hal-hal yang tidak penting, sehingga masalah tersebut benar-benar bisa kita gunakan sebagai sarana agar karakter kita menjadi semakin serupa dengan Allah. Masalah bukanlah musuh, tetapi alat untuk menaikkan level kita.

Tuhan Yesus memberkati!


New Goals: Mengenali Tujuan Hidup Melalui Yesus
New Goals: Kita Diciptakan untuk Menyenangkan Allah
New Goals: Kita Diciptakan untuk Menjadi Keluarga Allah
New Goals: Kita Diciptakan untuk Menjadi Seperti Dia
New Goals: Kita Diciptakan untuk Melayani Tuhan
New Goals: Kita Diciptakan untuk Sebuah Misi

14 Januari 2013

Bertanding Sampai Garis Akhir

2 Timotius 4:7 - "Aku telah mengakhiri pertandingan yang baik, aku telah mencapai garis akhir dan aku telah memelihara iman."

Hidup Kekristenan bisa diumpamakan seperti pertandingan lari maraton. Pada awal pertandingan, kita masih memiliki tenaga penuh, semangat penuh, harapan penuh, tetapi ketika kita mulai berlari untuk menyelesaikan total lintasan 42 Km dan posisi kita sudah melalui beberapa Km, kita mulai dilanda rasa lelah, lalu beberapa Km terlewati lagi, kita akan mulai kehabisan tenaga dan mungkin putus asa, karena jarak yang tersisa masih cukup panjang. Namun jika kita terus bertekad, bangkit dari keputus asaan, maka kita akan mencapai garis akhir meskipun proses mencapainya sungguh tidak mudah.


Demikian pula dengan hidup Kekristenan kita. Ketika kita lahir baru, kita dipenuhi dengan kasih mula-mula, semangat, Roh yang benar-benar dalam kondisi yang berkobar dan luar biasa. Namun ketika proses mulai datang, pencobaan diijinkan menghampiri kita, kita menjadi lelah, jenuh, bahkan tidak jarang menjadi putus asa. Apakah saat ini kondisi kita seperti itu?

Bangkitlah! Tubuh boleh sakit, kondisi keuangan boleh 'sakit', keluarga boleh 'sakit', tetapi jangan sampai iman, hati, pengharapan, dan pikiran kita menjadi 'sakit'. Kadang ada saat seolah-olah Tuhan menghilang di tengah problem kita, namun sekali-kali Tuhan tidak pernah meninggalkan kita. Mintalah damai, sukacita, dan pengharapan dari padaNya, sebab dengan demikian setiap masalah yang kita lalui akan menjadi lebih ringan. Fokus pada kebaikanNya, fokus pada janjiNya dan bersabarlah! Tuhan punya cara dan waktuNya sendiri. Tetap berdoa, lakukan bagian kita, maka Tuhan akan bertindak.

Jangan pernah meminta Tuhan memulihkan atau mengubah hidup kita, kalau kita sendiri tidak mau berubah. Bahkan untuk menerima mujizat, Tuhan mau kita melangkah terlebih dahulu. Teladani Rasul Paulus, yang dengan yakin menyatakan bahwa dirinya telah mengakhiri pertandingan yang baik dan mencapai garis akhir untuk menerima mahkota kebenaran dari Tuhan (2 Tim 4:7-8). Akhirilah setiap  pertandingan kita dengan baik, jagalah imanmu, berharaplah terus kepadaNya, Dia tidak pernah melanggar janjiNya.

Tetap semangat, Tuhan Yesus memberkati!

9 Desember 2012

Spiritual Maturity

Kedewasaan rohani seseorang tidak tergantung pada usia fisiknya. Kedewasaan ini juga tidak tergantung pada berapa lama orang tersebut menjadi Kristen. 

Ada beberapa indikator yang membedakan apakah seorang Kristiani masih dalam tahap anak-anak di dalam kerohaniannya atau sudah dewasa. Anak-anak tahu sifat Allah, tetapi orang dewasa mengalami sifat Allah melalui berbagai pengalaman hidup rohani. Anak-anak mencari berkat untuk dirinya, orang dewasa mencari berkat untuk menjadi berkat bagi orang lain. Anak-anak menerima makanan rohani (pengenalan Firman Tuhan) dari orang lain, orang dewasa mencari sendiri bahkan membagi makanan rohaninya dengan orang lain. Anak-anak berpusat pada kehendaknya sendiri/keinginan pribadi, orang dewasa berpusat pada kehendak Allah. Anak-anak (mungkin) tidak mengerti Firman/hanya sekadar tahu, orang dewasa bisa mengaplikasikan Firman dalam kehidupannya.

Anak-anak tidak mendengar/sedikit mendengar suara Tuhan tetapi belum meresponinya, orang dewasa mendengar, bahkan bertanya kehendakNya dan berusaha meresponinya. Di dalam masalah, anak-anak akan meminta masalahnya dihilangkan, orang dewasa akan meminta kekuatan untuk menerobos masalahnya. Di dalam masalah pula, anak-anak akan mencari orang lain untuk membantu/mengekspos masalahnya secara terbuka untuk menarik simpati orang lain, orang dewasa akan menggumulinya bersama Tuhan. Dalam "bernafas secara rohani" (doa), anak-anak masih dibantu orang lain, orang dewasa mampu berdoa sendiri bahkan mendoakan orang lain. Anak-anak tidak paham potensi dirinya, orang dewasa paham potensi rohaninya untuk melayani Tuhan.

Dengan menjadi dewasa, maka kita akan lebih dipercaya untuk melaksanakan tanggung jawab besar yang tentunya akan mendatangkan berkat lebih besar. Caranya ialah dengan melekat pada Kristus/FirmanNya yang memberikan pertumbuhan dan pendewasaan (Yohanes 15:5, "Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa). Jadi dimanakah posisi kerohanian kita saat ini? Anak-anak ataukah dewasa? 

Tuhan Yesus memberkati!

28 November 2012

Akar

AKAR, ia begitu GIGIH mencari air, MENEMBUS tanah yang KERAS, untuk berjuang hidup.
Dengan banyak rintangan bebatuan dan aliran air yang jauh di dasar tanah.    
Semakin sulit di dapat sumber air, akan semakin dalam dan kokoh akar suatu pohon. 

Demikian pula hidup ini, masalah, badai, benturan, akan membentuk dan menjadikan kita kuat, bijak, dan tahan uji menghadapi kehidupan.

Masalah ada, untuk mendewasakan iman dan membentuk karakter kita. 
Tidak ada suatupun peristiwa kebetulan, karena semua sesuai dengan rencanaNYA. 


Roma 5: 3-5
“Dan bukan hanya itu saja. Kita malah bermegah juga dalam kesengsaraan kita, karena kita tahu, bahwa kesengsaraan itu menimbulkan ketekunan“ 
“Ketekunan menimbulkan tahan uji dan tahan uji menimbulkan pengharapan“
“Pengharapan tidak mengecewakan, karena kasih Allah telah dicurahkan di dalam hati kita oleh Roh Kudus yang telah dikaruniakan kepada kita“


Seberapapun sulitnya keadaanmu saat ini, tetaplah bertahan dan jangan tawar hati!!
Mujizat masih ada !! Haleluyaa Tuhan Yesus baik..

Gbu & Jesus Always Love U Forever.

Allah Telah Membuat Aku Lupa Sama Sekali Kepada Kesukaranku

Ayat bacaan Kejadian 41 : 37-52
Kejadian 41 : 51, "Yusuf memberi nama Manasye kepada anak sulungnya itu, sebab katanya:"Allah telah membuat aku lupa sama sekali kepada kesukaranku dan kepada rumah bapaku."

Dikisahkan sebelumnya bahwa Yusuf mengalami penyiksaan oleh kakak-kakaknya, dijual sebagai budak, bahkan dipenjara karena difitnah, tetapi di dalam perikop tersebut, setelah mengalami proses penderitaan yang cukup lama, dalam sekejap Tuhan mampu membalikkan situasi hidupnya.

Ia diberikan hikmat untuk mengartikan mimpi Fir'aun, karena Mesir akan mengalami masa kelimpahan 7 tahun dan masa kelaparan 7 tahun. Pada saat itulah, Fir'aun mengangkatnya menjadi kuasa atas seluruh Mesir, bahkan ia diberikan istri, dan dikaruniakan anak, serta negeri yang ia pimpin mengalami kelimpahan luar biasa, hingga tak bisa lagi terhitung jumlah persediaan gandumnya. Ia menamakan anak sulungnya Manasye, karena Tuhan telah membuatnya LUPA SAMA SEKALI akan kesukaran-kesukaran yang dialaminya sebelumnya.

Mungkin ada beberapa dari antara kita yang saat ini mengalami cobaan yang berat, mengalami ujian hidup yang sulit, masalah demi masalah datang terus menerus, sehingga saat ini menjadi lemah, lesu, bahkan hampir tidak berpengharapan lagi. Tetapi ingatlah, Yusuf yang telah diijinkan Tuhan mengalami penderitaan berat, Tuhan sanggup balikkan situasinya, menjadi berlimpah akan segala sesuatu, hingga Yusuf tidak ingat lagi akan masa-masa kesukaran yang pernah dialaminya. 

Apakah kita rindu mengalami kelimpahan luar biasa yang dialami oleh Yusuf setelah masa penderitaannya terjadi dalam hidup kita? Setialah pada proses, pegang Firman Tuhan untuk menegor kita, untuk mengingatkan janji-janji Allah kepada kita, untuk memerintahkan segala sesuatu yang dikehendakiNya, maka pada waktunya nanti, Allah sanggup membalik setiap kesukaran kita saat ini menjadi sorakan kemenangan. Setia, percaya, lakukan bagian kita, maka Allah akan mengerjakan bagianNya, karena rancanganNya untuk kita adalah masa depan yang penuh harapan! 

Tuhan Yesus memberkati!

11 Oktober 2012

Kebetulan?

Roma 8:28 - "Kita tahu sekarang, bahwa Allah TURUT BEKERJA DALAM SEGALA SESUATU untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah."


Ketika kita hidup sebagai anak-anak Allah, baik ketika kita mengalami kebaikan atau "keburukan", itu bukanlah suatu kebetulan. Apabila kita sedang dipromosikan dalam pekerjaan, dibanjiri order pekerjaan, itu bukanlah suatu kebetulan. Jika kita mengalami problem dengan orang tua, problem dengan pasangan kita, atau problem dengan teman atau pekerjaan kita, itu juga bukan suatu kebetulan. Karena di dalam kutipan ayat di atas telah jelas dikatakan bahwa "Allah turut bekerja dalam segala sesuatu..."

Segala sesuatu terjadi atas seijin Allah dan tidak satu hal-pun yang lepas dari kontrolNya, Ia hanya menginginkan respons yang benar dari kita. Jika kita mengalami kebaikanNya, Ia ingin kita bersyukur dan berbagi, tetapi jika kita mengalami hal yang "buruk", Ia ingin kita untuk merespons dengan benar, Ia ingin kita berubah, Ia ingin kita untuk tidak menyerah, Ia ingin kita utk fokus kepadaNya. Sebab segala sesuatu yang Tuhan rancangkan, adalah untuk mendatangkan kebaikan bagi kita.

Jadi mulai sekarang, ketika kita dihadapkan pada kebaikan atau "keburukan", belajarlah untuk merespons dengan benar, karena semuanya adalah baik untuk kedewasaan kita dan pengenalan kita akan pribadi dan kuasa Allah kita.

Tuhan Yesus memberkati!

10 Oktober 2012

Ujian

1 Petrus 1:6-7 - Bergembiralah akan hal itu, sekalipun sekarang ini kamu seketika harus berdukacita oleh berbagai-bagai pencobaan. Maksud semuanya itu ialah untuk membuktikan kemurnian imanmu yang jauh lebih tinggi nilainya dari pada emas yang fana, yang diuji kemurniannya dengan api sehingga kamu memperoleh puji-pujian dan kemuliaan dan kehormatan pada hari Yesus Kristus menyatakan diri-Nya.

Saat merenungkan kisah hidup Ayub, Tuhan mengajak saya  berdiskusi :

T : Menurut kamu, apakah yang Aku buat dalam hidup Ayub itu adil?

Sy : Boleh jujur ya TUHAN... Nggak adil .. Ayub 'kan nggak salah apa-apa, kenapa mesti ngalami hal yang demikian tragis ..

T : Masa Aku nggak adil? Aku 'kan TUHAN Yang Adil.. Apa yang Aku buat pada Ayub itu sebuah keadilan walaupun dia sendiri tidak punya kesalahan. Ayub memang hidup kudus dan berkenan, dia tidak buat salah apapun, tapi ....

Sy : Lha, apa ada dosa Ayub yang tidak disebut? Dosa apa TUHAN?

T : Bukan dosa, tapi Ayub belum DIUJI

Sy : Belum diuji? Ujian apa?

T : Nah, seandainya Aku ini seorang penjual gelas yang khusus, gelas anti pecah ... Lalu ada pembeli datang .. Melihat gelas ini dan bertanya apa benar gelas ini anti pecah .. Menurutmu, apa yang mestinya Aku lakukan untuk membuktikannya?

Sy : Hmm....  banting gelasnya!

T : Itu yang Aku buat pada Ayub, Aku 'banting' Ayub karena iblis ingin membuktikan apa yang Aku katakan tentang Ayub. Bukankah Aku tidak pernah berdusta, tiada cara lain, kecuali memasukkan Ayub dalam ujian iman seperti yang kamu baca di Alkitab.. Aku bertindak adil 'kan, meskipun bagi manusia itu tidak adil.

Sy : Oh .. Pantes aku juga sering Kau 'banting' ya TUHAN, tapi itu membuatku tahan uji dan berkualitas.
Terima kasih TUHAN!


Orang istimewa prosesnya juga istimewa.

Jadilah pribadi yang 'tahan banting'
Seberapa berat bantingan beban hidup yang anda rasakan saat ini??

Anda tètap akan lalui itu, dan akhirnya menemukan hari esok..

Sadar atau tidak, anda sudah berubah menjadi lebih baik

Pencobaan- pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan- pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan ke luar, sehingga kamu dapat menanggungnya.-1 Korintus 10:13

Gbu & Jesus Always Love U.

20 September 2012

Kemalangan

Ketika kemalangan datang menenggelamkan hidup, apa reaksi anda?

Mungkin kita pernah mendengar ilustrasi berikut:
Kentang, telur dan bubuk kopi baru saja mengalami kemalangan yg sama,
yaitu sama-sama dimasukkan dalam air mendidih. Yang berbeda adalah reaksi mereka masing².


Kentang mula-mula keras, kuat & tidak mau tunduk, tapi setelah melewati waktu yg cukup lama, ia menjadi lunak dan lemah.

Telur yg awalnya mudah pecah & rapuh, akhirnya ia menjadi keras dan padat.

Lain halnya dengan bubuk kopi,
semula ia tidak menarik,
tapi ketika ia dimasukkan ke air panas, ia justru mampu mengubah air panas sekelilingnya menjadi kopi yg harum dan memikat.

Pesan Moral,
Masuk ke kelompok mana kita dalam ilustrasi tsb?

Apa persoalan kita hari ini?

Pengkhianatan?

Sakit penyakit?

Kegagalan?

Selamat !!
Itu berarti kita masuk dalam panasnya air mendidih.
Seperti ilustrasi di atas,
hasil akhir ada di tangan kita,
karna hal itu bergantung pada cara kita bereaksi terhadap masalah dan penyelesaiannya.

Maju & Keluar sebagai PEMENANG
atau Mundur sebagai PECUNDANG.

Orang yg bertahan dalam pencobaan akan menerima upahnya, dan semua ujian itu akan menghasilkan ketekunan.
Respon Positif dalam menghadapi masalah dapat menjadikan anda lebih dari seorang PEMENANG !!!

"Berbahagialah orang yang bertahan dalam pencobaan,
sebab apabila ia sudah tahan uji, ia akan menerima mahkota kehidupan yang di janjikan Allah kepada barangsiapa yang mengasihi Dia." (Yakobus 1:12).

Tuhan Yesus memberkati!

18 September 2012

Hanya Perlu Sesaat Saja

Kejadian 41 : 41,
"Dengan ini aku melantik engkau menjadi kuasa atas seluruh tanah Mesir."


Matius 8 : 26,
"Ia berkata kepada mereka: "Mengapa kamu takut, kamu yang kurang percaya?" Lalu bangunlah Yesus menghardik angin dan danau itu, maka danau itu menjadi teduh sekali."


Matius 9 : 29-30a,
"Lalu Yesus menjamah mata mereka sambil berkata: "Jadilah kepadamu menurut imanmu." Maka meleklah mata mereka."


Sebagian dari kita sebagai anak-anak Allah pasti sudah sering mendengar 3 kisah di atas, dimana Tuhan HANYA PERLU SESAAT SAJA untuk mengubahkan kondisi Yusuf, dari tawanan menjadi penguasa, HANYA PERLU SESAAT SAJA untuk meredakan angin ribut, dan HANYA PERLU SESAAT SAJA untuk menyembuhkan orang buta.
 
Tetapi yang menjadi persoalan bagi kebanyakan dari kita adalah kita belum mengalaminya! Banyak dari kita yang mungkin saat ini sedang bergumul dengan masalah, bahkan seringkali masalah yang sama dalam waktu yang panjang pula. Sadarilah bahwa problemnya bukanlah pada Tuhan, sebab Ia HANYA PERLU SESAAT SAJA untuk mengubahkan masalah kita menjadi kemenangan. Yang menjadi problem adalah cara kita untuk menghadapi masalah.

Yusuf mengalami jatuh bangun berkali-kali sebelum ia diangkat menjadi penguasa, murid-murid Yesus-pun sempat mengalami ketakutan dan kekhawatiran sebelum akhirnya mengalami mujizat, dan orang buta itupun mengalami ujian iman sebelum disembuhkan. Ingatlah bahwa masalah itu merupakan proses bagi kita (seperti kisah Yusuf), proses pembelajaran bagi kita untuk tetap berharap (kebalikan dari ketakutan murid-murid Yesus terhadap angin ribut), sehingga iman kita akan timbul dan mujizat terjadi (seperti kisah dua orang buta). Tuhan suka proses, karena Ia sudah tahu hasil akhirnya. Setialah dalam proses, berharaplah hanya padaNya, tetap percaya, maka Ia HANYA PERLU SESAAT SAJA untuk memutarbalikkan masalah kita menjadi kemenangan.

Tuhan Yesus memberkati!

13 September 2012

Sparring Partner

Amsal 27 : 17
"Besi menajamkan besi, orang menajamkan sesamanya"


Dimanapun kita berada, di sekolah, di tempat pekerjaan, di rumah, bahkan di komunitas gereja sekalipun, kita pasti memiliki semacam "rival"/"sparring partner" atau orang yang memiliki cara pandang, cara berpikir, dan cara bersikap, yang sangat berbeda dengan pandangan, pemikiran, dan sikap kita, sehingga sering bergesekan bahkan mengganggu kita.

Itu adalah hal yang sangat wajar, sebab di dalam Alkitab tertulis bahwa besi menajamkan besi, orang menajamkan sesamanya. Tuhan mengijinkan adanya "sparing partner" ini untuk mengasah kita, sehingga kita bisa menjadi lebih sabar, lebih tekun, lebih kuat, lebih bijak, dan menjadi lebih dewasa.

Jadi janganlah bersungut-sungut atau menyerah dengan "sparing partner" kita, ingatlah bahwa kita diijinkan untuk memiliki mereka, agar kita semakin menjadi sempurna di hadapan Tuhan. Bersyukurlah dan jangan membenci mereka. 

Tuhan Yesus memberkati!

12 September 2012

Facing Problems

Di dalam menjalani kehidupan, kita tidak bisa menghindarkan diri dari persoalan. Yang paling penting ialah bagaimana kita bisa menghadapi persoalan tersebut dan menang.


Bilangan 13-14 mengajarkan kita melalui Yosua dan Kaleb untuk menghadapi persoalan,

MILIKI KEYAKINAN YANG KUAT
Bilangan 13:30,"Tidak!,kita akan maju dan menduduki negeri itu, sebab kita pasti akan mengalahkannya!". Di dalam menghadapi masalah, kita harus yakin pasti berhasil, tetapi dengan mengandalkan Tuhan

BERKATA POSITIF
Bilangan 14:7,"Negeri yang kami lalui untuk diintai itu adalah luar biasa baiknya." Meski secara riil, persoalan kita begitu buruk, tapi hendaknya kata-kata kita bisa membuat kita bersemangat dan termotivasi.

BERSANDAR PADA KEHENDAK TUHAN
Bilangan 14:8,"Jika Tuhan berkenan kepada kita, maka Ia akan membawa kita masuk ke negeri itu..." Persoalan selalu ada, tetapi jangan takut dan khawatir, bersandarlah pada kehendak Tuhan.

JANGAN MEMBERONTAK DAN TAKUT
Bilangan 14:8-9,"Hanya,janganlah memberontak kepada Tuhan, dan janganlah takut kepada bangsa negeri itu." Memberontak disini adalah sikap bersungut-sungut yang bisa mengakibatkan pertolongan Tuhan tidak terjadi, jadi selalu bersyukurlah, karena ada berkat besar di balik setiap persoalan.

YAKIN AKAN PENYERTAAN TUHAN
Bilangan 14:9b,"Yang melindungi mereka sudah meninggalkan mereka, sedang Tuhan menyertai kita..." Apapun yang kita alami, yakinlah bahwa Tuhan selalu beserta kita.

Tuhan Yesus memberkati!

8 September 2012

Kompromi

Kompromi merupakan hal yang biasa kita temui di dalam kehidupan kita sehari-hari. Mengambil jalan pintas (instant;praktis) untuk menyelesaikan masalah, menghidupi kebiasaan-kebiasaan buruk kita, berkubang dalam dosa, merupakan hal-hal yang tidak asing terjadi di sekitar kita, bahkan mungkin kita sendiri melakukannya.


Tetapi apakah itu yang Allah kehendaki bagi kita di dalam menjalani hidup? Dalam Roma 12:2 disebutkan, "Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah, apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna." Seharusnya seperti ayat inilah kita tampil sebagai anak-anak Allah, yaitu tidak hidup serupa dengan dunia, tetapi hidup dengan standar Allah dan tidak berkompromi/menurunkan standarNya.

Mungkin kita berpikir, sesekali berkompromi itu tidak dilarang, tetapi sering sekali terjadi, cukup dengan satu/dua kali kompromi, standar kitapun menurun dan akibatnya kita terbiasa untuk hidup dengan kompromi. Menjadi tidak berkompromi memang bukan pilihan yang populer, tetapi ketika kita mau hidup dengan standar Allah, dengan tak berkompromi, Allah kita akan disenangkan, meski mungkin kita harus mengalami konsekuensi melewati kesulitan akibat tidak mau berkompromi. Allah kita adalah Allah yang suka melihat proses, Dia tahu kita masih hidup di dalam daging, masih sering tergoda untuk berkompromi, tetapi Ia juga mau kita berproses lebih baik, menjadi semakin serupa denganNya, dan itulah yang perlu kita usahakan.

Percayalah, ketika kita memilih untuk tidak berkompromi, Tuhan akan mempercayakan tanggung jawab yang lebih lagi, yang tentunya akan disertai dengan berkat yang lebih pula. Dan ketahuilah, ketika kita mengalami kesulitan akibat tak berkompromi, itulah yang akan memproses kita untuk menjadi lebih dewasa.

Tuhan Yesus memberkati!
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...