Tampilkan postingan dengan label Visi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Visi. Tampilkan semua postingan

29 Oktober 2013

Kesatuan Yang Rusak: Awal Kehancuran Sebuah Visi

Iblis tidak takut anak-anak Tuhan rajin ke gereja, sebab meski di gerejapun, pikiran anak-anak Tuhan bisa dialihkan untuk tidak fokus terhadap Firman Tuhan / hadirat Tuhan. Namun iblis akan menjadi takut kalau anak-anak Tuhan mulai bersatu, karena di dalamnya, ada kuasa Tuhan yang besar yang akan dinyatakan.

Cara kerja iblis yang berbahaya bukanlah kemunculan secara fisik untuk menakut-nakuti manusia, tetapi mempengaruhi manusia, sehingga berpikir negatif terhadap orang lain, tidak mau mengampuni, tidak mau mengasihi, menjadi mudah marah, tersinggung, sakit hati, dan trauma, sehingga kesatuan hati anak-anak Tuhan menjadi rusak, dan hancurlah visi Tuhan yang luar biasa untuk anak-anak Tuhan.



Apakah kita mau diperdaya oleh iblis hingga masa depan dan visi Tuhan dalam hidup kita rusak total? Waspadalah, cek hati dan kerohanian kita, apabila ada hal yang perlu dibereskan, bereskanlah saat ini juga, mungkin di keluarga kita, komunitas kita, atau pekerjaan kita. Tuhan tidak suka perpecahan, Tuhan mau setiap kita menjadi satu tubuh, agar kuasa Tuhan, urapan, berkat, benar-benar nyata tercurah. Kesampingkan ego, harga diri, mengalahlah satu terhadap yang lain, utamakanlah yang lain, kasihi satu dengan yang lain terutama musuhmu, dan ketika itu terjadi, maka kekalahan iblis sudah tidak tertunda lagi.

Yohanes 10:10 - "Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan."

Firman Tuhan berkata bahwa iblis adalah pencuri, yang datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan (Yohanes 10:10a), jadi waspadalah terhadap suara iblis, respons-lah segala sesuatu dengan benar sesuai Firman Tuhan, agar kita benar-benar memiliki hidup yang berkelimpahan (Yohanes 10:10b). Sebab kita tidak bisa menghalangi hal-hal negatif datang kepada kita, namun dengan respon yang benar, hal negatif tersebut akan diputar balikkan oleh Tuhan menjadi hal yang positif bagi kita.

Tuhan Yesus memberkati!

30 April 2013

Komitmen dan Kesepakatan

Saat ini banyak orang yang hidupnya tidak mau terikat, suka hidup bebas, suka memuaskan diri, sehingga sangat sulit untuk berkomitmen. Komitmen merupakan suatu janji kepada diri sendiri/orang lain/Tuhan yang dicerminkan dalam tindakan kita.

Dengan komitmen, kita akan dapat bekerja dan tetap maju ketika banyak masalah dan tantangan terjadi, bahkan kita akan jadi lebih kreatif untuk mencari solusi terhadap berbagai masalah.

Dengan komitmen, ada suatu kesepakatan antara kita dengan orang lain, antara pikiran dan tindakan kita, sehingga akan menghasilkan perubahan, bahkan mendatangkan perkenanan dari Tuhan (Matius 18:19-20).

Sebagai contoh, sebuah team sepakbola, jika tidak menyatukan tujuan di antara 11 orang anggotanya, maka tidak akan menghasilkan gol. Kelompok paduan suara/orkestra, tidak akan menghasilkan penampilan yang sempurna jika tidak kompak dan berkomitmen satu dengan yang lain. Sama halnya di dalam gereja, penjangkauan dan pendewasaan jiwa-jiwa tidak akan terjadi, jika masing-masing jemaatnya tidak berkomitmen untuk visi tersebut.


Ada 4 komitmen mendasar yang perlu kita lakukan,

KOMITMEN KEPADA TUHAN DAN PELAYANAN

Yohanes 3:16 merupakan komitmen Tuhan untuk menyelamatkan kita karena kasihNya yang begitu besar terhadap kita. Oleh karena itu, setelah diselamatkan, kita juga harus berani berkomitmen penuh kepadaNya, menjalankan perintahNya serta melayaniNya. Paulus di dalam Filipi 3:8 menyatakan bahwa pengenalan akan Kristus sangatlah mulia, sehingga ia melepaskan semuanya dan menganggapnya sebagai sampah. Hal ini ditulisnya ketika ia sudah melayani dan bahkan menerima aniaya, namun oleh karena komitmennya, ia tetap melayani dengan setia dan bahkan melepaskan semua hal kecuali Kristus. Ketika gereja mengecewakan anda, ketika komunitas mengecewakan anda, ketika Tuhan belum memenuhi janjiNya dalam kehidupan anda, apakah anda masih berkomitmen terhadap Tuhan? Masihkah anda melayaniNya?.

KOMITMEN KEPADA KELUARGA
Di dalam kehidupan keluarga, kita harus bisa menerima kekurangan masing-masing, kekurangan pasangan kita, orang tua kita, anak-anak kita, sehingga kita bisa tetap menjalankan peranan kita di dalam keluarga dan tetap mensupport satu dengan yang lain meskipun kondisi keluarga sedang dilanda masalah. Dengan komitmen tiap anggota keluarga, setiap permasalahan di dalam keluarga, akan dapat diselesaikan lebih cepat dan tidak menimbulkan problem yang lebih besar.

KOMITMEN UNTUK MENGASIHI
Seperti halnya Tuhan menerima kita apa adanya, tanpa mengingat masa lalu dan dosa-dosa kita, kitapun harus belajar untuk mengasihi orang lain tanpa syarat. Pernah dikecewakan, pernah disakiti, berbeda ras, berbeda agama, berbeda status sosial, tidak membuat kita berhenti mengasihi orang lain. Kasih karunia Tuhan masih ada untuk hari ini dan hari esok, Dia akan memampukan kita untuk mengasihi orang lain meski kita tidak sanggup/tidak ingin, asalkan kita mau berkomitmen untuk mengasihi.

KOMITMEN KEPADA PEKERJAAN
Lakukanlah segala sesuatu seperti untuk Tuhan. Seberat apapun, sesedikit apapun upah yang kita terima untuk suatu pekerjaan, apabila kita telah menerimanya, selesaikanlah dengan baik. Setia kepada perkara kecil, akan membuahkan kepada kepercayaan kepada perkara besar.

Saat ini, apakah yang menjadi penghalang bagi anda untuk berkomitmen? Berdoa dan mintalah kepada Tuhan, agar Ia membantu kita untuk menjaga komitmen kita, sebab tanpa komitmen, tidak ada suatu pekerjaan apapun yang akan membuahkan hasil.

Tuhan Yesus memberkati!

4 Maret 2013

Kuasa dari Visi

Yosua 1:2, "HambaKu Musa telah mati; sebab itu bersiaplah sekarang, seberangilah sungai Yordan ini, engkau dan seluruh bangsa ini, menuju negeri yang akan Kuberikan kepada mereka, kepada orang Israel itu."


Seperti halnya Yosua yang mendapatkan visi dari Tuhan untuk membawa bangsa Israel masuk ke tanah perjanjian, demikian pula halnya dengan kita. Tuhan selalu memberikan visi/impian kepada kita, agar kita masuk ke dalam rencana dan berkat-berkat Tuhan. Visi yang kecil akan membuat masa depan kita menjadi kecil, namun visi yang besar akan membangun iman kita menjadi besar dan membuat masa depan kita menjadi luar biasa. Oleh karena itu milikilah visi yang besar, sebab kita punya Tuhan yang besar, yang tak terbatas.

Tanpa visi, hidup kita akan berjalan tanpa arah, tanpa tujuan, bahkan menjadi kosong, namun dengan visi, maka kita akan menjadi fokus, powerful, dan berhasil. Visi juga membuat hidup kita berarti dan maju terus (tidak mudah menyerah), sebab tiada hal besar terjadi dengan mudah, oleh sebab itu visi membantu kita melewati tantangan. Dan dengan visi, maka akan ada provisi/penyediaan dari Tuhan.

Apabila anda kehilangan impian anda/visi anda saat ini, entah karena masalah atau doa-doa yang belum terjawab sehingga hidup menjadi tak bertujuan lagi, saat ini... mintalah impian/visi dari Allah. Jangan lihat lagi kondisi anda saat ini, jangan mengingat kegagalan yang telah berlalu, tetapi mintalah visi/impian dari Tuhan sehingga kita bisa bangkit dan meraih yang terbaik dari padaNya.

Tuhan Yesus memberkati!.

16 Februari 2013

New Goals: Kita Diciptakan Untuk Sebuah Misi

Amsal 11 : 30, "Hasil orang benar adalah pohon kehidupan, dan siapa bijak, mengambil hati orang."

Di dalam Alkitab versi NIV (New International Version), kata "hati" dalam ayat di atas sebenarnya adalah "jiwa". Jadi setiap anak-anak Tuhan yang telah dewasa, harus membuahkan jiwa-jiwa/menjadi penjala manusia. Seperti halnya amanat agung yang Tuhan Yesus sampaikan sebelum Ia naik ke Surga, yaitu menjadikan semua bangsa menjadi muridNya, yaitu melalui bawa jiwa orang - orang untuk mengenal Kristus, menjadikanNya sebagai Juru Selamat pribadi dan mengajarkan mereka seluruh ajaran-ajaran Tuhan.

Setiap dari kita, diciptakan untuk meneruskan misi ini dan ini merupakan hak istimewa bagi kita, karena kita adalah orang - orang yang secara khusus dipilih olehNya dan diperlengkapi dengan berbagai urapan untuk menjalankan misiNya. Dengan misi, kita akan tahu arti hidup kita, yaitu menjadi terang dengan membawa sesama kita untuk mengenal dan mengikut Kristus. Oleh karena itu, kita harus tekun mensharingkan kabar tentang Kristus, membangun orang dengan ajaran Kristus, bersaksi tentang pekerjaan dan pribadi Kristus, kita juga harus belajar untuk membuang keegoisan kita, belajar memiliki pemikiran ke depan, serta punya visi kekekalan, yaitu bahwa hidup kita saat ini di dunia adalah sementara, untuk menjalani misiNya agar kita siap untuk hidup di dalam kekekalan.


Apakah saat ini anda sudah membawa jiwa untuk mengenal Kristus dan mengajarkan mereka ajaran-ajaran Tuhan kita? Jika belum, lihatlah orang-orang di sekitar anda yang belum mengenalNya. Doakan mereka agar Tuhan memperkenalkan pribadiNya kapada mereka, lakukan tindakan kepedulian terhadap mereka, dan bersaksilah tentang karya Tuhan dalam hidup anda kepada mereka. Maka anda akan merasakan hidup yang penuh, sukacita yang penuh, gairah yang penuh, karena anda sudah belajar hidup untuk menjalankan misiNya.

Tuhan Yesus memberkati!


New Goals: Mengenali Tujuan Hidup Melalui Yesus
New Goals: Kita Diciptakan untuk Menyenangkan Allah
New Goals: Kita Diciptakan untuk Menjadi Keluarga Allah
New Goals: Kita Diciptakan untuk Menjadi Seperti Dia
New Goals: Kita Diciptakan untuk Melayani Tuhan
New Goals: Kita Diciptakan untuk Sebuah Misi

4 Januari 2013

Hidup yang Berkualitas

Yohanes 10:10
"Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai HIDUP, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan"


Kata "hidup" di dalam kutipan ayat di atas, dalam bahasa Grika-nya bisa berarti 2 hal, "bios" yang berarti hidup yang hanya sekadar hidup, dan "zoe" yang berarti hidup berkualitas.

Hidup yang diberikan melalui kedatangan Yesus Kristus adalah hidup yang berkualitas, bukan hanya sekadar hidup. Tuhan tidak pernah menjanjikan dalam hidup kita bahwa kita akan punya banyak, tetapi Ia menjanjikan bahwa kita akan hidup dalam kelimpahan, kehidupan yang cukup dan bahkan memberkati orang lain.

Janganlah hidup untuk mengejar kesenangan atau hanya sekedar baik, tetapi hidupilah hidup yang berdampak bagi orang lain, menginspirasi orang lain secara positif, sehingga tidak hanya mengejar kesuksesan pribadi, tetapi memberi nilai tambah untuk orang lain.

Janganlah hidup dengan rutinitas, sekadar menjalankan kewajiban yang ada, karena itu akan menyebabkan kita kehilangan "gairah hidup" pada suatu titik tertentu, tetapi hiduplah dengan kasih, agar kita melihat mujizat bekerja dalam hidup kita dan orang lain. Yang penting bukanlah berapa banyak yang kita miliki, tetapi apa yang dapat kita berikan.

Tuhan Yesus memberkati!

15 Oktober 2012

Visi Tuhan

Meskipun seluruh manusia diciptakan untuk menyenangkan hati Tuhan, menjangkau jiwa-jiwa dan melayani Tuhan (visi mayor), tetapi setiap orang juga sebenarnya memiliki visi khusus (minor) yang dititipkan olehNya sesuai dengan talenta masing-masing, ada yang mengajar, ada yang memimpin, ada yang menabur, ada pula yang menyiram.


Mungkin ada sebagian dari kita yang menanyakan, apa sih visi Tuhan untukku? Karena tidak semua orang menyadari bahkan tahu dan melakukan visi yang telah Tuhan titipkan kepadanya. Caranya adalah dengan memintanya kepada Tuhan dan bertekunlah dalam segala sesuatu yang Tuhan percayakan untuk kita lakukan setiap harinya. Sebab bukanlah tidak mungkin, bahwa yang kita lakukan sehari-hari itu sebenarnya merupakan visi Tuhan.

Jangan membayangkan visi yang terlalu muluk-muluk, tetapi setialah dengan visi khusus yang diberikan Tuhan kepada kita, karena kesetiaan terhadap visi "kecil", akan membuahkan kepercayaan untuk melakukan visi yang lebih "besar".

Ingatlah bahwa setiap kita melakukan visi Tuhan, suka atau tidak suka, kita akan diuji . Janganlah pernah meninggalkan visi tersebut meski kita dihadapkan pada tantangan, masalah, serta kejenuhan. Sebab jika semuanya telah teruji, maka visi itu akan terwujud dan kita beroleh kemenangan.

Belajarlah pada Yusuf yang sederhana, tetapi diberikan visi yang luar biasa dari Tuhan. Meskipun banyak penderitaan yang harus ia lalui untuk mewujudkan visi tersebut, tetapi akhirnya ia memperoleh apa yang Tuhan janjikan, sebab ia bertekun dan tetap memegang visi tersebut sampai ke garis akhir (Kejadian 37-50).

Tuhan Yesus memberkati!
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...