Tampilkan postingan dengan label Transformasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Transformasi. Tampilkan semua postingan

8 November 2013

Pengubah Sejarah

1 Raja-Raja 17:8-16 - Maka datanglah firman TUHAN kepada Elia: "Bersiaplah, pergi ke Sarfat yang termasuk wilayah Sidon, dan diamlah di sana. Ketahuilah, Aku telah memerintahkan seorang janda untuk memberi engkau makan." 
Sesudah itu ia bersiap, lalu pergi ke Sarfat. Setelah ia sampai ke pintu gerbang kota itu, tampaklah di sana seorang janda sedang mengumpulkan kayu api. Ia berseru kepada perempuan itu, katanya: "Cobalah ambil bagiku sedikit air dalam kendi, supaya aku minum." Ketika perempuan itu pergi mengambilnya, ia berseru lagi: "Cobalah ambil juga bagiku sepotong roti." 
Perempuan itu menjawab: "Demi TUHAN, Allahmu, yang hidup, sesungguhnya tidak ada roti padaku sedikitpun, kecuali segenggam tepung dalam tempayan dan sedikit minyak dalam buli-buli. Dan sekarang aku sedang mengumpulkan dua tiga potong kayu api, kemudian aku mau pulang dan mengolahnya bagiku dan bagi anakku, dan setelah kami memakannya, maka kami akan mati." 
Tetapi Elia berkata kepadanya: "Janganlah takut, pulanglah, buatlah seperti yang kaukatakan, tetapi buatlah lebih dahulu bagiku sepotong roti bundar kecil dari padanya, dan bawalah kepadaku, kemudian barulah kaubuat bagimu dan bagi anakmu. Sebab beginilah firman TUHAN, Allah Israel: Tepung dalam tempayan itu tidak akan habis dan minyak dalam buli-buli itupun tidak akan berkurang sampai pada waktu TUHAN memberi hujan ke atas muka bumi." 
Lalu pergilah perempuan itu dan berbuat seperti yang dikatakan Elia; maka perempuan itu dan dia serta anak perempuan itu mendapat makan beberapa waktu lamanya. Tepung dalam tempayan itu tidak habis dan minyak dalam buli-buli itu tidak berkurang seperti firman TUHAN yang diucapkan-Nya dengan perantaraan Elia.

Dari kisah di atas, kita mendapati bahwa ada seorang janda miskin dengan seorang anaknya dan Elia yang diperintahkan Tuhan untuk menemuinya. Ketika Elia bertemu si janda, betapa kagetnya dia bahwa si janda ternyata adalah janda miskin yang hanya memiliki sedikit tepung dan minyak untuk dibuat roti terakhir bagi dia dan anaknya sebelum mereka mati karena kelaparan. Tapi Elia percaya bahwa Firman Tuhan yang diberikan kepada dia adalah benar sehingga dia tetap memerintahkan si janda untuk memberi dia makan. Puji Tuhan respon si janda adalah respon yang positif sehingga pada akhirnya kita semua tahu akhir ceritanya, si janda dan anaknya dapat terus hidup sebab tepung dan minyak itu tidak pernah habis sampai pada waktu hujan turun.

Dari kisah tersebut, kita mendapati bahwa breakthrough yang kita butuhkan, seringkali datangnya pada masa-masa sulit kita, dan bahkan kita masih harus membayar harganya. Bayangkan ketika kita ada dalam posisi si janda, kita berhak untuk berpikir, “Tuhan, aku cuma punya roti dan minyak sedikit, cukup hanya buat aku dan anakku sebelum kami mati. Masakan Engkau tidak tahu penderitaan kami? Dan Engkau malah sekarang menyuruh kami memberi makan orang yang kami tidak kenal.” Tapi tidak demikian dengan si janda, dia berani mengambil resiko, mendahulukan kebutuhan orang lain daripada kebutuhannya. Sebagai akibat dari imannya, dia justru mendapatkan kebutuhannya dicukupi bahkan sampai berkelimpahan. Dari yang seharusnya sejarah mencatat “ada seorang janda dan anaknya mati”, menjadi tercatat “ada seorang janda dan anaknya hidup (berkelimpahan)”, bahkan kesaksian ini menjadi kesaksian kekal yang dicatat di dalam Alkitab dan dibaca sampai beribu-ribu tahun kemudian.

Tahukah anda bahwa kita sebagai pengikut Kristus dipanggil menjadi pengubah-pengubah sejarah ini? Entah sejarah dalam hidup kita, atau sejarah dalam kehidupan orang lain. Sebab Tuhan yang kita sembah adalah Tuhan yang sanggup mengubah sejarah: memberikan kehidupan pada yang mati, memberikan kesembuhan pada yang sakit, memberikan kemenangan pada yang kalah, dan memberikan kesuksesan pada yang gagal. Apakah anda siap untuk menjadi pengubah-pengubah sejarah bagi Kristus?

Tuhan Yesus memberkati!

6 November 2013

Lift Up the Standard

Yesaya 59:19 - Maka orang akan takut kepada nama TUHAN di tempat matahari terbenam dan kepada kemuliaan-Nya di tempat matahari terbit, sebab Ia akan datang seperti arus dari tempat yang sempit, yang didorong oleh nafas TUHAN.

Ayat di atas berbicara mengenai peningkatan standar (...Roh Tuhan akan mengangkat standar untuk menghadapinya). Latar belakang ayat ini, bangsa Israel sedang berantakan, hidup di dalam dosa. Tuhan menghukum mereka dengan menggunakan bangsa lain, di saat itu, Tuhan juga mengangkat standar bangsa Israel untuk menghadapi mereka, sehingga banjir (musuh) yang menyerang mereka, tidak bisa menenggelamkan mereka, sebab Roh Kudus mengangkat mereka.

Tujuan Tuhan mengangkat standar kita adalah agar kita mengalahkan setiap musuh dan tantangan, bisa berupa serangan iblis, masalah, pesaing kita, dan sebagainya.



Ada 2 hal yang penting dlm mengangkat standar,

Roh Kudus akan meningkatkan standar rohani kita

Mikha 3:8, Tetapi aku (Mikha) ini penuh dengan kekuatan, dengan Roh Tuhan, dengan keadilan dan keperkasaan, untuk memperingatkan Yakub. Iblis selalu berusaha menurunkan standar (moral) kita, lewat dosa dan hal-hal lain, oleh karena itu kita harus meningkatkan standar rohani kita, agar kita menang.
  • Tingkatkan standar doa, dimulai dari doa pribadi kita
  • Tingkatkan standar ibadah
  • Tingkatkan standar membaca dan merenungkan Firman, karena ini akan membantu kita untuk menghadapi "banjir" (musuh).
  • Tingkatkan standar kekudusan dan ketaatan kita

 

Roh Kudus akan meningkatkan standar kerja dan kemampuan kita

Peningkatan ini tdk semata-mata karena usaha kita, tetapi karena Roh Kudus. Daniel 6:4,"...melebihi para pejabat tinggi dan para wakil raja itu, karena ia mempunyai roh yang luar biasa, dan raja bermaksud untuk menempatkannya atas seluruh kerajaannya." Roh di dalam ayat tsb bukan Roh Kudus, tapi excellent spirit untuk melakukan segala sesuatu dengan standar yang tinggi.
Cara meningkatkan standar kerja dan kemampuan kita,
  • Tingkatkan profesionalisme kita, dalam ketepatan waktu, dalam kualitas
  • Tingkatkan leadership kita, kepemimpinan itu seperti katup, jika kita tidak meningkatkan leadership kita, maka yang di bawah kita tidak akan bisa naik
  • Tingkatkan kemampuan manajemen kita, tidak hanya dalam pekerjaan, namun dalam pelayanan
  • Tingkatkan upaya dan kerja keras kita

Tuhan Yesus memberkati!

4 November 2013

Mental Blocking

Cara kita membuat keputusan, sikap, karakter, cara pandang kita saat ini merupakan hasil bentukan dari lingkungan kita, baik keluarga, orang-orang terdekat, maupun pengalaman-pengalaman yang pernah kita alami.

Apakah ini terbatas? Tentu saja, karena kita adalah anak-anak Allah yang bekerja dengan Allah yang tidak terbatas. Mental blocking adalah suatu keterbatasan yang kita ciptakan dalam pikiran kita sendiri, dibentuk melalui pengalaman maupun lingkungan tempat kita bertumbuh, terutama lingkungan negatif ataupun pengalaman traumatis.

Bila kita memiliki banyak mental blocking, maka akan menghambat akselerasi yang Tuhan kehendaki dalam hidup kita. Ada beberapa contoh mental blocking yang sering kita temui di dalam kehidupan sehari-hari, antara lain,
  1. Ketidaksanggupan untuk menerima pekerjaan/pelayanan yang baru/berbeda
  2. Tidak fleksibel terhadap tuntutan waktu, yang semula terbiasa untuk mem-planning segala sesuatu jauh-jauh hari, tidak sanggup untuk menerima hal-hal yang mendadak/perubahan
  3. Terbiasa menyimpan uang sebanyak-banyaknya dan hidup sangat berhemat, karena merasa lebih aman dengan banyak tabungan.
  4. Mudah merasa seluruh kehidupannya gagal dan rusak, padahal hanya menghadapi satu kegagalan
  5. Merasa bahwa dirinya/cara bekerjanya seperti itu, tidak bisa berubah
  6. Berpikir bahwa pelayanan hanya untuk hari Minggu/di dalam gereja, namun tidak memberikan dampak positif untuk lingkungannya
  7. Beranggapan bahwa uang adalah tolak ukur kebahagiaan seseorang
  8. Merasa diri sendiri tidak mampu
  9. ...dan berbagai mental blocking lainnya.


Tuhan kita adalah Tuhan yang tidak terbatas, yang mampu memberkati kita dengan tidak terbatas, namun seringkali mental blocking kita sendiri-lah yang menghalangi berkat-berkat Tuhan. Ketika Tuhan menyuruh kita melakukan hal-hal di luar kebiasaan kita, yang mungkin terdengar tidak masuk akal, kita sudah mundur, sudah menolak, bahkan merasa bahwa itu bukan kehendak Tuhan. Padahal cara-cara Tuhan tidaklah terselami dan hal-hal yang tidak masuk akal, di luar comfort zone kita, bahkan bisa menarik kita masuk ke dalam berkat yang lebih besar dan lebih dalam.

Ada seorang karyawan yang mengidamkan memiliki sebuah rumah. Ia rajin menabung dan berdoa, namun setelah beberapa tahun berlalu, uang yang disimpannya masih belum mencukupi bahkan harga rumah idamannya semakin lama semakin mahal. Sampai pada suatu hari datanglah kesempatan untuk mengajukan kredit pada bank untuk membeli sebuah rumah, karyawan ini berpikir, "Apakah ini jawaban doaku selama bertahun-tahun? Tetapi kalau Tuhan mau memberkatiku dengan sebuah rumah, mengapa aku harus berhutang? Bukankah Tuhan adalah Tuhan yang sangat kaya dan tentunya sangat sanggup untuk memberkatiku tanpa harus membuatku berhutang kepada bank..." Lalu ia menimbang-nimbang lagi dan berdoa, sehingga akhirnya ia memantapkan hati bahwa ini adalah jalan yang Tuhan tawarkan dan jadilah ia mengambil kredit tersebut. Pada bulan-bulan awal cicilannya, ia hidup dengan sangat berhemat, semua pengeluaran diminimalisir sebisa mungkin, sehingga gajinya cukup untuk mencicil pinjaman beserta bunganya, meskipun ia hidup pas-pasan dan tidak nyaman. Tidak lama setelah itu, ia mendapat kabar dari kampungnya, bahwa kedua orang tuanya mendadak sakit, sehingga butuh biaya pengobatan, dan karena mereka sudah tidak bisa lagi bekerja akibat sakit, akhirnya berimbas kepada adik si karyawan ini, yang semula setelah lulus SMU berencana untuk melanjutkan kuliah, namun terhambat karena kondisi keuangan keluarga tersebut tidak memungkinkan untuk membiayai. Dalam kondisi yang pas-pasan dan tertekan, karyawan tersebut akhirnya membuka bisnis kecil-kecilan yang ia lakukan di luar jam kerja kantornya. Pada mulanya hasil bisnisnya hanya cukup untuk menutupi biaya pengobatan kedua orang tuanya, namun lambat laun, usahanya mulai berkembang, ia memiliki uang sisa untuk menyekolahkan adiknya, dan beberapa waktu kemudian, usahanya berkembang cukup baik sehingga ia memutuskan untuk keluar dari kantornya dan fokus kepada bisnis pribadinya. Selang beberapa tahun kemudian, ia menyadari, kalau ia tidak ditekan dengan kondisi cicilan rumah, orang tua yang sakit, dan adik yang terpaksa tidak bisa melanjutkan kuliah, ia tidak akan mungkin berpikir untuk berbisnis sendiri. Bahkan saat ini ia bisa melihat, ia mendapat berkat rumah, yang cicilannya telah usai, kedua orang tuanya kembali menjadi sehat, dan adiknya bisa menyelesaikan kuliahnya dengan baik. Disini ia melihat, Tuhan bisa memakai cara-cara yang tidak biasa, mungkin membuat ia harus keluar dari comfort zone, namun Tuhan mampu memberkati secara luar biasa, tidak hanya rumah, pendidikan, kesehatan yang didapatnya, namun pengenalan yang lebih dalam akan pribadi dan cara kerjaNya.

Mental blocking apakah yang anda miliki saat ini? Catatlah pada secarik kertas dan doakanlah kepada Tuhan, agar Dia membantu kita untuk melepas seluruh benteng-benteng pada pikiran/mentalitas kita, dan usahakanlah untuk selalu hidup dalam pimpinan Roh (Roma 8:12-17). Sebab Roh Allah tidak membuat kita menjadi takut, Dia akan memimpin kita dan memastikan kita untuk menerima janji-janji Allah sehingga kita bisa hidup berkemenangan dan berkelimpahan tanpa batas di dalam Tuhan.

Tuhan Yesus memberkati!

3 November 2013

BIG: Be Imitators of God

Roma 8:29, setiap anak Tuhan adalah orang-orang pilihan. Kita sudah dipilih dan ditentukan dari semula untuk menjadi serupa dengan Yesus. Menurut ayat ini, tujuan terpenting dalam hidup kita adalah kita harus makin serupa dengan Kristus.

Kej 1:26-27, Tuhan menciptakan kita serupa denganNya, memiliki karakter dan sifat yang serupa denganNya. Namun setelah jatuh di dalam dosa, gambar Allah di dalam diri kita menjadi rusak. Oleh karena itu Yesus datang untuk menebus, menyelamatkan, bahkan mengembalikan gambar Allah yang rusak di dalam diri kita. Caranya dengan menjadi manusia agar bisa menjadi model bagi manusia untuk ditiru, diimitasikan oleh manusia sehingga serupa denganNya.

Di dalam diri kita sudah ditaruh oleh Tuhan sifat untuk meniru, namun sayangnya seringkali apa yang kita tiru adalah salah, padahal seharusnya yang kita tiru adalah Yesus, bukan idola-idola yang lain.

Efesus 5:1, jadilah penurut-penurut Allah; be ye therefore imitators of God. Penurut (mimetes; dalam bahasa Yunani) adalah peniru atau pengikut. Kata "jadilah" di depan kata penurut dalam bahasa Yunani adalah "ginomai", yaitu hal yang dilakukan terus menerus, bukan sesekali, dan dilakukan seumur hidup. Jadi setiap hari kita harus menjadi lebih seperti Yesus.

Beberapa sifat Allah yang menonjol yang harus kita tiru,

Kudus
1 Petrus 1:15-16, hendaklah kamu menjadi KUDUS di dalam SELURUH HIDUPMU. Kudus : dipisahkan (dalam bahasa Ibrani : "kados") dari dunia, cara-cara dunia. Kudus juga berarti murni, bersih, dan tidak berdosa. Setiap peraturan yang Tuhan berikan, sebenarnya ditujukan untuk keuntungan dan kebahagiaan kita, bukan memberatkan kita. Ketidakkudusan membuat hidup kita tidak berhasil, tidak bisa melihat peluang, tidak diberkati, tidak bahagia.  

Murah Hati
Efesus 5:1-2, dan hiduplah di dalam kasih, sebagaimana Kristus Yesus juga telah mengasihi kamu. Ketika kita menjadi orang yang suka memberi, maka kita menjadi seperti Yesus. Yesus adalah pemberi yang terbesar, karena Dia telah memberikan semuanya, bahkan hidupNya untuk kita. Lukas 6:36, hendaklah kamu murah hati sama seperti Bapamu adalah murah hati.

Rendah Hati
Filipi 2:5-8,... melainkan telah mengosongkan diriNya sendiri, ...Ia telah merendahkan diriNya. Tanggalkan kehebatan kita, jadilah orang yang rendah hati, karena dosa yang paling Tuhan tidak suka adalah kesombongan. Seringkali pada saat kita sadar bahwa kita rendah hati, justru kita tidak rendah hati. Karena kerendahan hati yang sejati, tidak kita sadari. Orang yang betul-betul rendah hati pasti ditinggikan pada waktunya Tuhan, namun orang yang sombong pasti direndahkan.

Tuhan Yesus memberkati!

28 Oktober 2013

New Relations

Setelah kita mengalami proses kelahiran baru, kita perlu mengenal dan membangun 4 hubungan baru, agar kita mengalami kehidupan kekristenan yang sejati, yang mengalami janji-janji Tuhan.


HUBUNGAN DENGAN TUHAN

Hubungan dengan Tuhan dilakukan melalui pendengaran akan FirmanNya maupun berkomunikasi denganNya melalui doa dan saat teduh secara rutin setiap hari.

HUBUNGAN DENGAN ORANG KRISTEN LAINNYA

Hubungan dengan orang Kristen lainnya dilakukan melalui community cell/core (community of revival). Core bukanlah merupakan suatu program, melainkan sarana penggembalaan yang efektif yang dilakukan oleh gereja. Di dalamnya kita dapat belajar bersatu hati, tumbuh bersama (dalam iman, pengetahuan Firman, pengalaman dengan Tuhan, dan melayaniNya), serta memenangkan jiwa (multiplikasi dan merawat jiwa). Setiap orang percaya perlu tergabung dalam komunitas ini, sebab kita butuh orang lain untuk bertumbuh (Ibrani 10:24-26) dan Allah lebih sering menyatakan kuasaNya dalam persekutuan. Ada 4 hal penting di dalam komunitas yang perlu kita pahami agar bertumbuh, saling kenal dan memiliki rasa nyaman, ada kepedulian antar member, memiliki motivasi yang benar untuk mengejar pertumbuhan rohani, dan punya tanggung jawab bersama (saling berbagi dan tidak mengandalkan satu orang saja).

HUBUNGAN DENGAN GEREJA LOKAL

Gereja merupakan komunitas Allah yang apostolik, artinya kita akan diutus keluar oleh Allah untuk mencapai suatu misi (Yohanes 20:21). Komunitas berarti sekelompok orang, bukan individu, bukan bangunan fisik. Diutus keluar artinya dipisahkan melalui pertobatan dan iman dalam Yesus;memiliki kepercayaan yang sama (1 Petrus 2:9-10). Jadi sebagai orang Kristen, kita harus berhubungan dengan satu gereja lokal, agar bersama-sama dengan orang Kristen lain, mengalami pertobatan dan mengalami pengenalan mendalam dengan Pribadi Yesus untuk menjalankan misiNya, yaitu multiplikasi jiwa dan merawat agar setiap jiwa mencapai kedewasaan penuh.

HUBUNGAN DENGAN KELUARGA DAN TEMAN

Allah menempatkan kita di dalam keluarga dan teman-teman kita agar kita bisa menjadi berkat dan memperkenalkan Pribadi Yesus serta kabar keselamatan kepada mereka. Setiap orang yang telah lahir baru, harus bisa menjadi orang tua rohani, yang membawa orang-orang yang belum percaya Kristus kepada pengenalan akan Dia, menerima keselamatan, mendoakan, membagikan Firman, serta menolong mereka untuk bertumbuh di dalam 4 hubungan baru ini, sehingga pada suatu saat nanti, merekapun akan menjadi orang tua rohani (Matius 5:14-16).

Manakah dari keempat hubungan baru ini yang menyulitkan anda? Saat ini berdoalah kepadaNya, minta Tuhan membantu agar kita dapat bertumbuh maksimal dalam keempat hubungan baru ini dan bukalah hati, agar kita bisa berkomitmen secara pribadi untuk mau membangun hubungan-hubungan baru ini dengan lebih baik. Iblis selalu berusaha merusak hubungan-hubungan ini, sebab ia tidak menyukai kesatuan hati yang mengandung kuasa agar kita mengalami janji Tuhan. Jadi waspadalah, apabila ada keretakan dalam salah satu hubungan-hubungan ini, minta Tuhan pulihkan dan usahakanlah untuk segera diperbaiki, agar kita tetap dapat hidup secara penuh dalam kasih karunia dan janji-janjiNya.

Tuhan Yesus memberkati!

27 April 2013

Jika Dunia Berkata

Jika dunia berkata balas kejahatan, Tuhan berkata ampuni dan berkati.

Jika dunia berkata semua sudah berakhir, Tuhan berkata masih ada harapan.

Jika dunia berkata cuek, Tuhan berkata perhatikan dengan kasih.

Jika dunia berkata larilah dari masalah, Tuhan berkata hadapilah masalah karena tidak ada masalah yang melebihi kekuatan kita.

Jika dunia berkata segala sesuatu tidak adil, Tuhan berkata bersyukurlah selalu.

Jika dunia berkata kita tidak berarti, Tuhan berkata kita adalah anak-anakNya.

Jika dunia berkata percayailah dirimu sendiri, Tuhan berkata rendah hati dan percayakan semuanya kepadaNya.

Jika dunia berkata kutuk, Tuhan berkata berkat.

Jika dunia berkata gosip, Tuhan berkata mengenai ajaran dan didikan untuk membangun.

Jika dunia berkata untuk berharap pada manusia, Tuhan berkata untuk berharap padaNya.

Jika dunia berkata tidak ada lagi kasih, Tuhan berkata kasih karuniaKu cukup.

Jika dunia berkata jangan percayai siapapun selain diri sendiri, Tuhan berkata percaya kepadaNya, sebab Ia setia.

Jika dunia berkata sudah tidak ada jalan, semuanya terlambat, Tuhan berkata, Dia akan buka jalan dan pertolonganNya tidak pernah terlambat.

Jika dunia berkata, fokuslah pada masalah untuk memecahkannya, Tuhan berkata, fokuslah pada Dia, maka Dia yang akan membereskannya.

Jika dunia berkata, percayailah kenyataan yang ada, Tuhan berkata, percayailah janjiNya dengan kacamata iman.

Jika dunia berkata fokuskan dirimu pada uang agar bahagia, Tuhan berkata carilah dahulu Kerajaan Allah, maka semuanya akan ditambahkan dalam hidup kita.

Saat ini, perkataan dunia atau perkataan Tuhan yang kita hidupi?
Ingatlah bahwa kita tidak menerima roh dunia, tetapi roh yang berasal dari Allah, supaya kita tahu apa yang dikaruniakan Allah kepada kita (1 Kor. 2:12).  


Jangan mau dibodohi lagi dengan perkataan dunia. Tetapi ketahuilah yang telah dikaruniakan/diajarkan olehNya kepada kita, melalui pendengaran lewat Roh Allah yang berbicara kepada kita, sebab hanya dengan perkataanNya sajalah, hidup kita akan berubah, bahkan menerobos dan mengalami kemenangan sejati.

Tuhan Yesus memberkati!

31 Maret 2013

Hidup yang Berkualitas

Yesus mati dan dibangkitkan tidak hanya sekedar menyelamatkan dan memberikan hidupNya untuk kita, sebab jika hanya itu saja, maka kita tidak bisa menjalani kehidupan Kekristenan yang luar biasa dalam Tuhan.

2 Korintus 5:15, Kristus telah mati untuk semua orang, SUPAYA mereka yang hidup, tidak lagi hidup untuk mereka sendiri, tetapi hidup untuk Dia. Hidup dalam kata Yunani berarti:
1. BIOS : bisa bergerak, bernafas, dan beraktivitas
2. PSUCHE : bernyawa
3. ZOE : hidup Allah yang ditaruh di dalam hidup manusia, sehingga manusia memiliki hidup yang berkualitas

Manusia pada awalnya hidup dalam zoe, hidup dalam kelimpahan dan penuh kualitas, namun iblis menjadi iri, sehingga ia mencari cara, agar manusia mulai berpusat pada ego-nya, sehingga manusia mulai melanggar perintah Allah dan jatuh ke dalam dosa. Pada saat itu juga, hidup manusia sudah tidak lagi berkualitas.



Jika awalnya manusia tidak mengalami kekhawatiran dan ketakutan karena hidup dalam zoe, setelah jatuh ke dalam dosa, ia mengalami ketakutan (dimulai ketika Tuhan mencarinya setelah ia memakan buah pengetahuan baik dan jahat).

Namun Tuhan melalui Paskah, dibangkitkan untuk mengembalikan zoe dalam hidup kita. Barangsiapa yang lahir kembali di dalam Yesus, maka akan diberikan benih Ilahi, yaitu zoe, hidup yang berkualitas.

Semua yang ada dosa atau dicemari dosa, akan menjadi tidak berkualitas.  Oleh karena itu, setelah Tuhan mengembalikan zoe kepada kita, hidupilah hidup yang berkualitas,

2 Korintus 5:16-17 - "Sebab itu, kami tidak lagi menilai seorang jugapun menurut ukuran manusia. Dan jika kami pernah menilai Kristus menurut ukuran manusia, sekarang kami tidak lagi menilaiNya demikian. Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan yang baru, yang lama sudah berlalu, yang baru sudah datang."

Apa yg baru? Nilai yang baru, ukuran yang baru, prinsip yang baru, kuasa yang baru, zoe yang baru dalam hidup kita.

Yang menjadi pertanyaan adalah, apakah kita sudah menghidupi kehidupan yang baru? Sebab seharusnya dengan mengenal Yesus, kehidupan, karakter kita lebih baik dari sebelumnya. Kita bisa terlihat sukses di mata dunia, tetapi jika kita di luar kehendak Tuhan, maka kita mengalami kegagalan.

Tuhan Yesus Memberkati!

4 Maret 2013

New Identity

Ketika kita sudah mengalami kelahiran baru di dalam Yesus Kristus, secara otomatis kita memiliki identitas yang baru. Identitas baru ini kita peroleh bukan karena apa yang kita lakukan, tetapi karena kita telah bersatu sebagai ciptaan baru di dalam Kristus.

2 Korintus 5:17 - Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru:  yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang.


Kelahiran baru hanya memperbarui Roh kita, tetapi pikiran-pikiran lama kita masih ada, kebiasaan dan karakter lama kita masih tertinggal, bahkan ada ikatan-ikatan dosa yang masih tersisa, oleh karena itu kita perlu benar-benar memeluk identitas kita yang baru, sehingga kebenaran-kebenaran identitas yang baru itu akan membentuk/memperbarui pikiran, karakter, dan kebiasaan kita.

Dengan mengetahui identitas yang baru dan memakainya dalam kehidupan kita, maka kita akan dimampukan untuk memenuhi tujuan hidup kita seperti yang telah ditetapkan oleh Allah. 3 yang utama dari identitas baru kita adalah sebagai berikut,

1. Kita adalah anak Allah
Roma 8:14-17 - Semua orang, yang dipimpin Roh Allah, adalah anak Allah. Sebab kamu tidak menerima roh  perbudakan yang membuat kamu menjadi takut lagi, tetapi kamu telah menerima Roh yang menjadikan kamu anak Allah. Oleh Roh itu kita berseru: "ya Abba, ya Bapa!" Roh itu bersaksi bersama-sama dengan roh kita, bahwa kita adalah anak-anak Allah. Dan jika kita adalah anak, maka kita juga adalah ahli waris, maksudnya orang-orang yang berhak menerima janji-janji Allah, yang akan menerimanya bersama-sama dengan Kristus, yaitu jika kita menderita bersama-sama dengan Dia, supaya kita juga dipermuliakan bersama-sama dengan Dia.

2. Kita adalah sahabat Allah
Yohanes 15:13-15 - Tidak ada kasih yang lebih besar dari pada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya. Kamu adalah sahabat-Ku, jikalau kamu berbuat apa yang Kuperintahkan kepadamu. Aku tidak menyebut kamu lagi hamba, sebab hamba tidak tahu, apa yang diperbuat oleh tuannya, tetapi Aku menyebut kamu sahabat, karena Aku telah memberitahukan kepada kamu segala sesuatu yang telah Kudengar dari Bapa-Ku.

3. Kita adalah kawan sekerja Allah
1 Korintus 3:9 - Karena kami adalah kawan sekerja Allah; kamu adalah ladang Allah, bangunan Allah.

Posisi kita saat ini bukan hamba, bukan lagi orang yang terbuang dari hadapan Allah, tapi kita adalah anak, sahabat, sekaligus rekan sekerjaNya. Coba bayangan, betapa luar biasanya identitas baru kita, hak-hak kita yang baru sebagai anakNya. Oleh sebab itu, ketika kita dihantam oleh berbagai masalah, janganlah memposisikan diri sebagai korban, tetapi ingatlah identitas kita yang baru!. Apakah ada seorang Bapa yang membiarkan anakNya minta tolong? Apakah ada seorang Sahabat yang ingin mencelakakan sahabatNya? Mulai hari ini, pakai identitas baru kita dan berlakulah sesuai identitas baru tersebut!

Tuhan Yesus memberkati!.

16 Februari 2013

Pembaharuan Roh Part 3 (Summary)

Pada MULANYA, MANUSIA DICIPTAKAN MENURUT GAMBAR dan RUPA ALLAH serta DIBERIKAN KUASA atas seluruh bumi dan isinya (Kejadian 1:26)

Namun MANUSIA JATUH KE DALAM DOSA, karena memakan buah pohon yang dilarang oleh Allah, sehingga harus menerima konsekuensi/kutuk turun temurun (Kejadian 3:1-19). Sejak jatuh ke dalam dosa, manusia TERPISAH DARI ALLAH (Yesaya 59:2) dan KEHILANGAN KEMULIAAN ALLAH (Roma 3:23).

Dosa membawa KEMATIAN DALAM ROH, tetapi tidak pada jiwa dan daging/tubuh. PERBUATAN BAIK, MEMELUK AGAMA tertentu, sama sekali TIDAK DAPAT MENGEMBALIKAN lagi hubungan manusia dengan Allah, apalagi memulihkan roh manusia seperti pada mulanya ia diciptakan. Hanya melalui KASIH KARUNIA ALLAH-lah, MANUSIA DAPAT DISELAMATKAN/dipulihkan, tanpa syarat, tanpa melihat layak/tidaknya, tanpa usaha kita, melainkan pemberian cuma-cuma (Efesus 2:8-9).


BENTUK DARI KASIH KARUNIA yang diberikan Allah adalah ALLAH MENENTUKAN YESUS sebagai JALAN PENDAMAIAN karena IMAN (Roma 3:25) dan Yesus adalah SATU-SATUnya jalan menuju kepada Allah Bapa (Yohanes 14:6).

Sehingga yang dapat menyelamatkan manusia, memulihkan hubungannya dengan Allah, serta menghapuskan dosa dan kutuknya, adalah dengan ber-IMAN/percaya KEPADA YESUS, yang tentunya IMAN tersebut harus DITINDAKLANJUTI dengan PERBUATAN, yaitu melakukan DOA untuk LAHIR BARU DAN BERTOBAT atas dosa-dosa lama.

DOA LAHIR BARU (berdoa dengan mulut) MELIPUTI pengucapan syukur untuk kasih karunia Allah, mengakui dosa, menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juru Selamat pribadi dan meminta Roh Kudus untuk memeteraikan kita. Dengan kelahiran baru, tidak hanya KESELAMATAN dan PEMULIHAN hubungan dengan Allah yang akan kita dapatkan, tetapi Allah akan memulihkan kita dengan ROH YANG BARU, yaitu Roh Kudus yang tinggal di hati kita. Roh itu akan MEMBERIKAN HIDUP (Yoh 6:63), menjadi JAMINAN yang telah disediakan Allah bagi kita (2 Kor 1:22),bahkan Roh itu akan BERSAKSI bersama roh kita, bahwa KITA adalah ANAK-ANAK ALLAH (Roma 8:16).

Apakah anda telah menerima dan mengakui dengan mulut yang berdoa bahwa Tuhan Yesus adalah Tuhan dan Juru Selamat pribadi anda? Jika belum atau anda belum yakin, berdoalah saat ini dengan point DOA LAHIR BARU di sini. Sebab dengan kelahiran baru, kita akan memiliki hidup kekal dan tidak turut dihukum, sebab kita telah pindah dari dalam maut ke dalam hidup (Yohanes 5:24).

Tuhan Yesus memberkati!

Pembaharuan Roh Part 1
Pembaharuan Roh Part 2
Pembaharuan Roh Part 3 (Summary)

Pembaharuan Roh Part 2

Apa yang harus kita lakukan, agar melalui Yesus, kita dapat diselamatkan dan hubungan kita dengan Allah dipulihkan? Ketika manusia berdosa, Roh yang diberikan kepada kita menjadi "mati", meskipun daging dan jiwa kita tidak. Oleh karena itu, kita harus melewati proses kelahiran baru, yaitu dilahirkan kembali di dalam Roh, agar kita bisa dipulihkan dan masuk ke dalam Kerajaan Allah (Yohanes 3 : 3-7).


Cara untuk menerima kelahiran baru adalah dengan mengimani atau percaya bahwa melalui Yesus, kita diselamatkan dan kita bertobat atas dosa-dosa kita (Kisah Para Rasul 20:21, Roma 3 : 22).

Kis 20:22 - aku senantiasa bersaksi kepada orang-orang Yahudi dan orang-orang Yunani, supaya mereka bertobat kepada Allah dan percaya kepada Tuhan kita, Yesus Kristus.

Roma 3:22 - ..yaitu kebenaran Allah karena iman dalam Yesus Kristus bagi semua orang yang percaya. Sebab tidak ada perbedaan.

Apakah anda sudah lahir baru? Atau apakah anda tidak yakin bahwa kelahiran baru telah menjadi milik anda? Jika belum dan anda tergerak untuk menerima karunia yang luar biasa ini dari Tuhan,  maka ikuti doa ini dengan mulut yang bersuara,

"Tuhan Yesus, terima kasih Engkau telah memberikan banyak anugerah di dalam hidupku, terima kasih Engkau telah membuka pengenalan pribadiMu kepadaku, bahwa hanya melalui Engkaulah, hubunganku dengan Allah Bapa dapat dipulihkan. Saat ini aku mau mengakui seluruh dosa-dosaku Tuhan (sebutkan setiap dosa yang pernah anda lakukan), aku mau bertobat atas dosa-dosaku dan menerima Engkau Tuhan Yesus sebagai Tuhan dan Juru Selamat pribadiku. Aku juga meminta agar Engkau mengaruniakan Roh Kudus, Roh yang baru untuk memeteraikan aku sebagai anak-anakMu. Sehingga dengan demikian, aku telah terpisah dari kegelapan menuju terang. Selanjutnya Roh Kudus, bantulah aku untuk menjalani hidupku yang baru, perlengkapi aku dengan hikmat dan karuniaMu. Terima kasih Bapa, Tuhan Yesus dan Roh Kudus, hanya dalam nama Tuhan Yesus, aku berdoa dan mengucap syukur, Amen.."

Selamat! Anda telah menerima kelahiran baru, ini bukanlah atas usaha anda, tetapi kasih karunia Tuhan yang luar biasa, yang mau agar setiap kita menjadi anak-anakNya dan diberkati serta diberikan otoritas sebagai anak-anak Allah.

Tuhan Yesus memberkati!

Pembaharuan Roh Part 1
Pembaharuan Roh Part 2
Pembaharuan Roh Part 3 (Summary)

15 Februari 2013

Pembaharuan Roh Part 1

Manusia pada mulanya memiliki hubungan yang sangat dekat dengan Allah, di awal kitab Kejadian disebutkan bahwa manusia dapat berkomunikasi, melihat, serta mendengarkanNya. Namun oleh karena dosa asal yang dilakukan Adam dan Hawa ketika memakan buah pengetahuan baik dan jahat, hubungan manusia dengan Tuhan terputus. Manusia telah kehilangan kemuliaan Allah, kehilangan kuasa, otoritas yang pada mulanya dimiliki oleh manusia (Roma 3:23).


Tidak hanya itu, upah dari dosa adalah maut, kebinasaan, bahkan dijauhkan dari hadiratNya selama-lamanya. Perbuatan baik, memeluk suatu agama, sama sekali tidak dapat merestorasi hubungan menusia dengan Allah, tidak dapat menghapuskan dosa-dosa manusia. Hanya ada satu jalan dimana hubungan manusia dengan Allah dapat dipulihkan, diampuni dosanya, bahkan diberkati, yaitu melalui Yesus Kristus.

Di dalam Yohanes 14:6, Kisah Para Rasul 4:12, 1 Timotius 2:5, 1 Petrus 3:18, dengan jelas dituliskan, dan bahkan berkali-kali, satu-satunya jalan menuju pemulihan hubungan manusia dengan Allah, keselamatan dari dosa manusia, hanya melalui Yesus. Hanya melalui Dia-lah, kita dapat dipulihkan, kita dapat kembali dekat dengan Allah, bahkan berkomunikasi dengannya.

Dosa hanya membawa maut, putusnya komunikasi dengan Allah, bahkan mendatangkan kutuk dan penderitaan di dalam hidup, tetapi melalui Yesus, hubungan kita dengan Allah menjadi pulih, kita dibebaskan dari kutuk, bahkan diberkati berlimpah-limpah.

Tuhan Yesus memberkati!


Pembaharuan Roh Part 1
Pembaharuan Roh Part 2
Pembaharuan Roh Part 3 (Summary)

1 Januari 2013

Investasi di Tempat Terbaik

Investasi, sebuah kata yang sudah sangat lazim terdengar di telinga kita. Seiring dengan berkembangnya perekonomian, semakin banyak tawaran investasi, dalam properti, bisnis, dan banyak lagi. Tetapi seberapa banyak keuntungan yang ditawarkan oleh berbagai investasi, semuanya mengandung resiko kerugian. Hanya satu investasi yang dijamin tidak memiliki kerugian sama sekali, yaitu investasi pada Kerajaan Allah.


Investasi dalam Kerajaan Allah, tidak hanya berbicara mengenai materi, tetapi juga waktu, tenaga, bahkan seluruh hidup kita. Saya yakin bahwa setiap dari kita, saat ini diberkati Tuhan dengan berlimpah. Kita memiliki kesehatan yang baik, memiliki pekerjaan yang baik, tempat tinggal, pakaian, bahkan kita memiliki orang-orang yang mengasihi kita. Semuanya itu merupakan modal bagi kita untuk berinvestasi di dalam KerajaanNya.

Mungkin kalau dulu kita menggunakan uang hasil pekerjaan kita untuk memuaskan nafsu makan secara berlebih, atau untuk membeli barang-barang mahal untuk memuaskan ego kita, mulai sekarang cobalah sisihkan untuk mereka yang membutuhkan. Mungkin dulu seluruh pikiran dan waktu kita berikan pada pasangan kita, sekarang mulailah berikan untuk Tuhan, untuk melakukan pekerjaanNya dan lakukanlah itu atas dasar kasih. Mungkin kita mengalami banyak mujizat Tuhan, tetapi malu memberikan kesaksian, mulai sekarang ceritakanlah kebaikan Tuhan untuk menguatkan orang lain.

Mulailah tahun yang baru dengan komitmen yang baru untuk memberikan yang terbaik bagi KerajaanNya, sebab dengan visi dari Tuhan, kita tidak akan lagi hidup tanpa tujuan, hidup dalam kekhawatiran, hidup dalam kegalauan, karena Tuhan akan mengarahkan hidup kita pada yang terbaik.

Saya menantang setiap dari kita, di tahun yang baru ini untuk melakukan minimal 3 kebaikan dalam sehari, melalui materi, waktu, tenaga, pikiran, atau apapun yang kita miliki di ladang Tuhan, sehingga kita semua akan melihat, berkat, penyertaan, bahkan pertolongan dari Tuhan yang selalu tepat waktu dan akan membawa kita menjadi kepala, bukan ekor.

1 Yohanes 3 : 18, "anak-anakku, marilah kita mengasihi bukan dengan perkataan atau dengan lidah, tetapi dengan perbuatan dan dalam kebenaran". Selamat tahun baru, biarkan terang Kristus di dalam diri kita semakin memancar dan menerangi kehidupan orang lain.

Tuhan Yesus memberkati!

16 Oktober 2012

Tindakan

Jangan pernah meragukan apa yg sudah diputuskan.
Ragu lah sebelum mengambil keputusan. Keputusan yg sudah baik atau tidak hanya bisa diketahui, setelah menjalankannya.

Hati-hatilah dengan pikiranmu karena dia akan menjadi kata-katamu.
Hati-hatilah dengan kata-katamu karena dia akan menjadi tindakanmu.
Hati-hatilah dengan tindakanmu karena dia akan menjadi kebiasaanmu,
Hati-hatilah dengan kebiasaanmu karena dia akan menjadi karaktermu,
Hati-hatilah dengan karaktermu, dia akan menjadi Takdirmu.

Efesus 5: 8-9
“Memang dahulu kamu adalah kegelapan, tetapi sekarang kamu adalah terang di dalam Tuhan. Sebab itu hiduplah sebagai anak-anak terang karena terang hanya berbuahkan kebaikan dan keadilan dan kebenaran“


Apabila pikiran ini dapat diarahkan untuk melakukan perbuatan baik, mengapa juga tidak melakukan perbuatan baik tersebut.
Apabila pikiran ini dapat diarahkan untuk melakukan perbuatan baik, mengapa juga harus menunggu orang lain berbuat lebih dulu.
Apabila menunggu orang lain melakukan terlebih dulu maka kita akan selalu berada dibelakang orang lain.

Gbu & Jesus Always Love U.

9 Oktober 2012

Setengah

Wahyu 3 : 15-19
"Aku tahu segala pekerjaanmu:engkau tidak dingin dan tidak panas. Alangkah baiknya jika engkau dingin atau panas! Jadi karena engkau suam-suam kuku, dan tidak dingin atau panas, Aku akan memuntahkan engkau dari mulut-Ku. Karena engkau berkata:Aku kaya dan aku telah memperkayakan diriku dan aku tidak kekurangan apa-apa, dan karena engkau tidak tahu, bahwa engkau melarat, dan malang, miskin, buta, dan telanjang. Maka Aku menasihatkan engkau, supaya engkau membeli dari padaKu emas yang telah dimurnikan dalam api, agar engkau menjadi kaya, dan juga pakaian putih, supaya engkau memakainya, agar jangan kelihatan ketelanjanganmu yang memalukan;dan lagi minyak untuk melumas matamu, supaya engkau dapat melihat. Barangsiapa Kukasihi, ia Kutegor dan Kuhajar; sebab itu relakanlah hatimu dan bertobatlah!"


Kehidupan keKristenan yang sejati bukanlah hanya setiap minggu ke gereja atau hanya memiliki akte baptis saja, tetapi kehidupan keKristenan yang sejati adalah kehidupan sehari-hari yang benar-benar dilandaskan pada Firman Tuhan.

Jika Tuhan menginginkan iman yang murni, maka percayalah kepadaNya dengan sepenuh hati, jika Ia menginginkan kekudusan yang sempurna, maka jagalah kekudusan kita dengan sebaik-baiknya, dan jika
Ia ingin kita melayani, maka layanilah Dia dengan sungguh-sungguh. Tuhan tidak suka anak-anakNya menjalankan perintahNya dengan setengah-setengah (suam-suam kuku). Oleh sebab itu Ia menegor dengan keras, menyatakan bahwa mereka (yang keKristenannya suam-suam kuku) miskin di mata Tuhan, bahkan menyuruh mereka untuk bertobat!.

Bagaimana dengan kita? Apakah kita sudah sungguh-sungguh dalam menjalani hidup keKristenan kita? Jika belum, maka segeralah ambil keputusan untuk berkomitmen lebih dalam menjalani kehidupan bersama Tuhan, sebab kehidupan yang suam-suam kuku, tidak berkenan di hadapanNya.

Tuhan Yesus memberkati!

26 September 2012

Sikap Hidup

Dua orang sahabat menghampiri sebuah lapak untuk membeli koran dan majalah.
Penjualnya ternyata melayani dengan buruk dgn muka cemberut.
Sahabat pertama jelas jengkel menerima layanan yang buruk seperti itu.
Yang mengherankan, orang kedua tetap enjoy, bahkan bersikap sopan kepada penjual itu.

Sahabat pertama itu bertanya kepada sahabatnya, "Hei, Kenapa kamu bersikap sopan kepada penjual menyebalkan itu?"
Sahabatnya menjawab, "Lho, kenapa aku harus mengizinkan dia menentukan caraku dalam bertindak?
Kitalah sang penentu atas kehidupan kita, bukan orang lain."
"Tapi dia melayani kita dengan buruk sekali," bantah orang pertama. Ia masih merasa kesal.
"Ya, itu masalah dia. Dia mau bad mood, tidak sopan, melayani dengan buruk, dan lainnya, toh itu enggak ada kaitannya dengan kita. Kalau kita sampai terpengaruh, berarti kita membiarkan dia mengatur dan mempengaruhi hidup kita. Padahal kitalah yang bertanggung jawab atas diri sendiri."


Yes! Itu point-nya!

Seandainya ada orang yang melakukan hal yang buruk kepada kita, jangan pernah biarkan orang tersebut menentukan cara kita bertindak. Sayangnya, seringkali kita tidak berbuat demikian. Tindakan kita kerap dipengaruhi oleh tindakan orang lain kepada kita.

Kalau mereka melakukan hal yang buruk, kita akan membalasnya dengan hal yang lebih buruk lagi. Kalau mereka tidak sopan, kita akan lebih tidak sopan lagi. Kalau orang lain pelit terhadap kita, kita yang semula pemurah tiba-tiba jadinya sedemikian pelit kalau harus berurusan dengan orang itu.

Mengapa tindakan kita harus dipengaruhi oleh orang lain?
Mengapa untuk berbuat baik saja, kita harus menunggu diperlakukan dengan baik oleh orang lain dulu?
Jaga suasana hati. Jangan biarkan sikap buruk orang lain kepada kita menentukan cara kita bertindak. Pilih untuk tetap berbuat baik, sekalipun menerima hal yang tidak baik.

“Kamu tahu, bahwa setiap orang, baik hamba, maupun orang merdeka, kalau ia telah berbuat sesuatu yang baik, ia akan menerima balasannya dari Tuhan“ - Efesus 6:8

God bless you!

25 September 2012

Masa Lalu

2 Kor 5:17 - "Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang"


Bila Anda tak bisa lepas dari trauma masa lalu, maka coba tanyakanlah hal ini pada diri Anda:

"Berapa banyak luka lagi yang akan saya biarkan diderita oleh diri saya sendiri? Apakah trauma ini pantas menghancurkan seluruh sisa hidup saya? Siapa yang berkuasa disini, diri saya--ataukah trauma?"

Perhatikanlah daun-daun yang mati dan berguguran dari pohon, ia sebenarnya memberikan hidup baru pada pohon.
Bahkan sel-sel dalam tubuh kita pun selalu memperbaharui diri.
Segala sesuatu di alam ini memberikan jalan kepada kehidupan yang baru dan membuang yang lama.
Satu-satunya yang menghalangi kita untuk melangkah dari masa lalu adalah pikiran kita sendiri.
Beban berat masa lalu, dibawa dari hari ke hari.
Berubah menjadi ketakutan dan kecemasan, yang kemudian pada akhirnya akan menghancurkan hidup Anda sendiri.

Ingatlah hanya seorang pemenanglah yang bisa melihat potensi, sementara seorang pecundang sibuk mengingat masa lalu.

Bila kita sibuk menghabiskan waktu dan energi kita memikirkan masa lalu dan mengkhawatirkan masa depan, maka kita tidak memiliki hari ini untuk disyukuri. Saat kita merasa sedih dan putus asa,atau bahkan menderita, banyak yang lebih parah dibandingkan kita.

“Sejauh timur dari barat Engkau membuang dosaku”

Kalau Bapa di surga, mau mengampuni dan menghapus dosa kita, masakan kita tidak bisa memaafkan diri sendiri.
Lembaran baru sudah siap menanti, mari kita hadapi masa depan yg penuh kemenangan dan pengharapan.
Berhati-hati dan bijaklah melangkah, sehingga tidak perlu ada penyesalan di masa datang.

Tetaplah tegar dan percaya diri, berpikir positif dan optimis, berjuang terus, dan pantang mundur.

Gbu & Jesus Always Love U.

24 September 2012

Batu Sandungan

Yakobus 2:22 - "Kamu lihat, bahwa iman bekerjasama dengan perbuatan-perbuatan dan oleh perbuatan-perbuatan itu iman menjadi sempurna"

Media cetak kita saat ini masih dihiasi dengan berita "teror", tindakan teror yang terjadi sering dilakukan oleh orang yang katanya "beriman"

Memang menurut Yakobus, cara yang paling ampuh atau efektif untuk membuktikan iman kita adalah dengan perbuatan, tindakan
Tindakan kita bisa memberi kesaksian yang amat indah tentang iman kita, sebaliknya, apa yang kita lakukan juga bisa memberi kesaksian yang amat buruk tentang iman kita

Dalam Kisah Para Rasul, kita bisa melihat bagaimana cara hidup jemaat mula-mula, mereka disukai semua orang dan banyak orang datang kepada Yesus, karena apa yang mereka lakukan

Dalam buku "Tegak, sebab didirikan di atas batu", dikatakan bahwa, orang lain sebenarnya tidak terlalu peduli akan isi iman kristiani, namun masyarakat amat memperhatikan dan amat peduli terhadap apa yang dilakukan oleh orang-orang kristiani


Alkitab berkata: "Sebab itu mereka heran, bahwa kamu tidak turut mencemplungkan diri bersama-sama mereka di dalam kubangan ketidaksenonohan yang sama"
Kalau orang percaya sama bobroknya dengan orang dunia, apa yang bisa membuat orang lain tertarik?

Sayangnya sekarang ini yang diperlihatkan oleh kita, bukan lagi persekutuan melainkan perseteruan, bukan kekompakan melainkan konflik, bukan saling memberi melainkan saling memaki dan mencaci
Hal-hal ini seringkali tidak disadari oleh orang percaya, sehingga daya tariknya cenderung memudar, bukan menjadi "saksi Kristus" melainkan menjadi "batu sandungan"

Roma 12:2 - ”Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna”

Gbu & Jesus Always and Always Love U.

22 September 2012

Sudahkah Kita Berbuah?

Yohanes 15 : 5-8
"Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa. Barangsiapa tidak tinggal di dalam Aku, ia dibuang ke luar seperti ranting dan menjadi kering, kemudian dikumpulkan orang dan dicampakkan ke dalam api lalu dibakar. Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan firman-Ku tinggal di dalam kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya. Dalam hal inilah Bapa-Ku dipermuliakan, yaitu jika kamu berbuah banyak dan dengan demikian kamu adalah murid-muridKu."


Dari kutipan ayat tersebut, ada 5 hal yang Tuhan sampaikan kepada kita mengenai hidup yang berbuah,

Murid = Berbuah Banyak (ay.8)

Tuhan menginginkan kita menjadi murid bukan sekedar pengikut, oleh sebab itu, Ia menghendaki agar kita berbuah banyak (ada target yang harus dicapai).

Berbuah Banyak = Kita Tinggal di Dalam Dia dan Dia di Dalam Kita (ay.5)

Yang dimaksud dengan tinggal di dalam Dia dan Dia di dalam kita adalah kita hidup di bawah kasih karuniaNya, menerima keselamatan dan mempersilahkan Tuhan menjadi pemegang kendali utama kehidupan kita, sehingga kita sanggup untuk melakukan firman-firmanNya dan berbuah.

Kita di Dalam Dia + FirmanNya di Dalam Kita = Permintaan Kita Akan Kita Terima (ay.7)

Ada janji Tuhan yang luar biasa ketika kita mau taat dan melakukan firmanNya, yaitu setiap permintaan kita akan dikabulkanNya!.

Buah Apa Yang Dikehendaki?

Hidup sebagai anak-anak Allah adalah hidup dipimpin Roh, bukan daging, sehingga hidup yang berbuah artinya adalah hidup yang karakternya telah diubahkan oleh Roh, yaitu hidup yang penuh kasih, sukacita, damai, sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, dan penguasaan diri.

Apa Akibatnya Jika Kita Tidak Berbuah? (Ay.6)

Jika kita tidak tinggal di dalamNya, maka kita tidak akan berbuah, dan akibatnya kita akan dicampakkan ke dalam api dan dibakar. Tanpa tuntunan Roh, maka karakter kita tidak akan berubah/berbuah, sehingga keselamatan pun akan jauh dari kita.

Pertanyaan untuk kita semua hari ini, sudahkah kita berbuah? Dan mau-kah kita dituntun/ditegor oleh Roh agar berbuah?

Tuhan Yesus memberkati!

20 September 2012

Kemalangan

Ketika kemalangan datang menenggelamkan hidup, apa reaksi anda?

Mungkin kita pernah mendengar ilustrasi berikut:
Kentang, telur dan bubuk kopi baru saja mengalami kemalangan yg sama,
yaitu sama-sama dimasukkan dalam air mendidih. Yang berbeda adalah reaksi mereka masing².


Kentang mula-mula keras, kuat & tidak mau tunduk, tapi setelah melewati waktu yg cukup lama, ia menjadi lunak dan lemah.

Telur yg awalnya mudah pecah & rapuh, akhirnya ia menjadi keras dan padat.

Lain halnya dengan bubuk kopi,
semula ia tidak menarik,
tapi ketika ia dimasukkan ke air panas, ia justru mampu mengubah air panas sekelilingnya menjadi kopi yg harum dan memikat.

Pesan Moral,
Masuk ke kelompok mana kita dalam ilustrasi tsb?

Apa persoalan kita hari ini?

Pengkhianatan?

Sakit penyakit?

Kegagalan?

Selamat !!
Itu berarti kita masuk dalam panasnya air mendidih.
Seperti ilustrasi di atas,
hasil akhir ada di tangan kita,
karna hal itu bergantung pada cara kita bereaksi terhadap masalah dan penyelesaiannya.

Maju & Keluar sebagai PEMENANG
atau Mundur sebagai PECUNDANG.

Orang yg bertahan dalam pencobaan akan menerima upahnya, dan semua ujian itu akan menghasilkan ketekunan.
Respon Positif dalam menghadapi masalah dapat menjadikan anda lebih dari seorang PEMENANG !!!

"Berbahagialah orang yang bertahan dalam pencobaan,
sebab apabila ia sudah tahan uji, ia akan menerima mahkota kehidupan yang di janjikan Allah kepada barangsiapa yang mengasihi Dia." (Yakobus 1:12).

Tuhan Yesus memberkati!

14 September 2012

History Maker

Yohanes 14 : 12
"Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa percaya kepadaKu, ia akan melakukan juga pekerjaan-pekerjaan yang Aku lakukan, bahkan pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar dari pada itu. Sebab Aku pergi kepada Bapa."


Kita sebagai orang yang percaya kepada Yesus, sesuai dengan janji Firman di atas, bahwa kita pun akan melakukan pekerjaan-pekerjaan pelayanan yang bahkan lebih besar dari pada yang telah dilakukanNya. Ini bisa terjadi karena Anak pergi kepada Bapa, untuk meminta kepada Bapa agar mencurahkan Roh Kudus atas kita. Sehingga kita dimampukan untuk melakukan perubahan, mujizat, dan pelayanan-pelayanan yang luar biasa.

Oleh karena itu, jadilah seorang History Maker, yaitu orang yang mengubah sejarah karena keberadaan atau tindakan orang tersebut. Ubahlah sejarah keluarga kita, dari yang awalnya tidak mengenal Kristus, tapi melalui kita, mereka mengenal Kristus. Ubahlah sejarah lingkungan kita, dari yang awalnya hanya "kristen KTP", menjadi murid-murid Kristus sejati, dan banyak hal-hal yang lain yang dapat kita lakukan di tengah-tengah lingkungan kita.

Ubah pandangan anda saat ini, jangan fokus pada kepentingan pribadi, pemuasan hawa nafsu, masalah pribadi yang bertubi-tubi, tetapi fokuslah kepada Tuhan dan pakailah kuasa Roh Kudus yang sudah ada pada kita, maka kita akan benar-benar menjadi History Maker yang berdampak luar biasa dalam lingkungan kita, tepat seperti yang diinginkan Tuhan, agar kita menjadi garam dan terang dunia.

Tuhan Yesus memberkati!
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...