Tampilkan postingan dengan label Prioritas. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Prioritas. Tampilkan semua postingan

8 November 2013

Pengubah Sejarah

1 Raja-Raja 17:8-16 - Maka datanglah firman TUHAN kepada Elia: "Bersiaplah, pergi ke Sarfat yang termasuk wilayah Sidon, dan diamlah di sana. Ketahuilah, Aku telah memerintahkan seorang janda untuk memberi engkau makan." 
Sesudah itu ia bersiap, lalu pergi ke Sarfat. Setelah ia sampai ke pintu gerbang kota itu, tampaklah di sana seorang janda sedang mengumpulkan kayu api. Ia berseru kepada perempuan itu, katanya: "Cobalah ambil bagiku sedikit air dalam kendi, supaya aku minum." Ketika perempuan itu pergi mengambilnya, ia berseru lagi: "Cobalah ambil juga bagiku sepotong roti." 
Perempuan itu menjawab: "Demi TUHAN, Allahmu, yang hidup, sesungguhnya tidak ada roti padaku sedikitpun, kecuali segenggam tepung dalam tempayan dan sedikit minyak dalam buli-buli. Dan sekarang aku sedang mengumpulkan dua tiga potong kayu api, kemudian aku mau pulang dan mengolahnya bagiku dan bagi anakku, dan setelah kami memakannya, maka kami akan mati." 
Tetapi Elia berkata kepadanya: "Janganlah takut, pulanglah, buatlah seperti yang kaukatakan, tetapi buatlah lebih dahulu bagiku sepotong roti bundar kecil dari padanya, dan bawalah kepadaku, kemudian barulah kaubuat bagimu dan bagi anakmu. Sebab beginilah firman TUHAN, Allah Israel: Tepung dalam tempayan itu tidak akan habis dan minyak dalam buli-buli itupun tidak akan berkurang sampai pada waktu TUHAN memberi hujan ke atas muka bumi." 
Lalu pergilah perempuan itu dan berbuat seperti yang dikatakan Elia; maka perempuan itu dan dia serta anak perempuan itu mendapat makan beberapa waktu lamanya. Tepung dalam tempayan itu tidak habis dan minyak dalam buli-buli itu tidak berkurang seperti firman TUHAN yang diucapkan-Nya dengan perantaraan Elia.

Dari kisah di atas, kita mendapati bahwa ada seorang janda miskin dengan seorang anaknya dan Elia yang diperintahkan Tuhan untuk menemuinya. Ketika Elia bertemu si janda, betapa kagetnya dia bahwa si janda ternyata adalah janda miskin yang hanya memiliki sedikit tepung dan minyak untuk dibuat roti terakhir bagi dia dan anaknya sebelum mereka mati karena kelaparan. Tapi Elia percaya bahwa Firman Tuhan yang diberikan kepada dia adalah benar sehingga dia tetap memerintahkan si janda untuk memberi dia makan. Puji Tuhan respon si janda adalah respon yang positif sehingga pada akhirnya kita semua tahu akhir ceritanya, si janda dan anaknya dapat terus hidup sebab tepung dan minyak itu tidak pernah habis sampai pada waktu hujan turun.

Dari kisah tersebut, kita mendapati bahwa breakthrough yang kita butuhkan, seringkali datangnya pada masa-masa sulit kita, dan bahkan kita masih harus membayar harganya. Bayangkan ketika kita ada dalam posisi si janda, kita berhak untuk berpikir, “Tuhan, aku cuma punya roti dan minyak sedikit, cukup hanya buat aku dan anakku sebelum kami mati. Masakan Engkau tidak tahu penderitaan kami? Dan Engkau malah sekarang menyuruh kami memberi makan orang yang kami tidak kenal.” Tapi tidak demikian dengan si janda, dia berani mengambil resiko, mendahulukan kebutuhan orang lain daripada kebutuhannya. Sebagai akibat dari imannya, dia justru mendapatkan kebutuhannya dicukupi bahkan sampai berkelimpahan. Dari yang seharusnya sejarah mencatat “ada seorang janda dan anaknya mati”, menjadi tercatat “ada seorang janda dan anaknya hidup (berkelimpahan)”, bahkan kesaksian ini menjadi kesaksian kekal yang dicatat di dalam Alkitab dan dibaca sampai beribu-ribu tahun kemudian.

Tahukah anda bahwa kita sebagai pengikut Kristus dipanggil menjadi pengubah-pengubah sejarah ini? Entah sejarah dalam hidup kita, atau sejarah dalam kehidupan orang lain. Sebab Tuhan yang kita sembah adalah Tuhan yang sanggup mengubah sejarah: memberikan kehidupan pada yang mati, memberikan kesembuhan pada yang sakit, memberikan kemenangan pada yang kalah, dan memberikan kesuksesan pada yang gagal. Apakah anda siap untuk menjadi pengubah-pengubah sejarah bagi Kristus?

Tuhan Yesus memberkati!

28 Oktober 2013

New Relations

Setelah kita mengalami proses kelahiran baru, kita perlu mengenal dan membangun 4 hubungan baru, agar kita mengalami kehidupan kekristenan yang sejati, yang mengalami janji-janji Tuhan.


HUBUNGAN DENGAN TUHAN

Hubungan dengan Tuhan dilakukan melalui pendengaran akan FirmanNya maupun berkomunikasi denganNya melalui doa dan saat teduh secara rutin setiap hari.

HUBUNGAN DENGAN ORANG KRISTEN LAINNYA

Hubungan dengan orang Kristen lainnya dilakukan melalui community cell/core (community of revival). Core bukanlah merupakan suatu program, melainkan sarana penggembalaan yang efektif yang dilakukan oleh gereja. Di dalamnya kita dapat belajar bersatu hati, tumbuh bersama (dalam iman, pengetahuan Firman, pengalaman dengan Tuhan, dan melayaniNya), serta memenangkan jiwa (multiplikasi dan merawat jiwa). Setiap orang percaya perlu tergabung dalam komunitas ini, sebab kita butuh orang lain untuk bertumbuh (Ibrani 10:24-26) dan Allah lebih sering menyatakan kuasaNya dalam persekutuan. Ada 4 hal penting di dalam komunitas yang perlu kita pahami agar bertumbuh, saling kenal dan memiliki rasa nyaman, ada kepedulian antar member, memiliki motivasi yang benar untuk mengejar pertumbuhan rohani, dan punya tanggung jawab bersama (saling berbagi dan tidak mengandalkan satu orang saja).

HUBUNGAN DENGAN GEREJA LOKAL

Gereja merupakan komunitas Allah yang apostolik, artinya kita akan diutus keluar oleh Allah untuk mencapai suatu misi (Yohanes 20:21). Komunitas berarti sekelompok orang, bukan individu, bukan bangunan fisik. Diutus keluar artinya dipisahkan melalui pertobatan dan iman dalam Yesus;memiliki kepercayaan yang sama (1 Petrus 2:9-10). Jadi sebagai orang Kristen, kita harus berhubungan dengan satu gereja lokal, agar bersama-sama dengan orang Kristen lain, mengalami pertobatan dan mengalami pengenalan mendalam dengan Pribadi Yesus untuk menjalankan misiNya, yaitu multiplikasi jiwa dan merawat agar setiap jiwa mencapai kedewasaan penuh.

HUBUNGAN DENGAN KELUARGA DAN TEMAN

Allah menempatkan kita di dalam keluarga dan teman-teman kita agar kita bisa menjadi berkat dan memperkenalkan Pribadi Yesus serta kabar keselamatan kepada mereka. Setiap orang yang telah lahir baru, harus bisa menjadi orang tua rohani, yang membawa orang-orang yang belum percaya Kristus kepada pengenalan akan Dia, menerima keselamatan, mendoakan, membagikan Firman, serta menolong mereka untuk bertumbuh di dalam 4 hubungan baru ini, sehingga pada suatu saat nanti, merekapun akan menjadi orang tua rohani (Matius 5:14-16).

Manakah dari keempat hubungan baru ini yang menyulitkan anda? Saat ini berdoalah kepadaNya, minta Tuhan membantu agar kita dapat bertumbuh maksimal dalam keempat hubungan baru ini dan bukalah hati, agar kita bisa berkomitmen secara pribadi untuk mau membangun hubungan-hubungan baru ini dengan lebih baik. Iblis selalu berusaha merusak hubungan-hubungan ini, sebab ia tidak menyukai kesatuan hati yang mengandung kuasa agar kita mengalami janji Tuhan. Jadi waspadalah, apabila ada keretakan dalam salah satu hubungan-hubungan ini, minta Tuhan pulihkan dan usahakanlah untuk segera diperbaiki, agar kita tetap dapat hidup secara penuh dalam kasih karunia dan janji-janjiNya.

Tuhan Yesus memberkati!

4 Januari 2013

Unta dan Lubang Jarum

Mat 19:24
"Sekali lagi Aku berkata kepadamu, lebih mudah seekor unta masuk melalui lobang jarum daripada seorang kaya masuk ke Kerajaan Allah."



Yesus mengucapkan kata-kata di atas setelah ada seorang anak muda yang datang untuk mengikut Dia, namun pergi meninggalkan Dia ketika Yesus meminta anak muda ini untuk menjual semua hartanya. Kita harus memahami bahwa Yesus meminta hal tersebut bukan karena Dia menginginkan harta itu, tapi karena Dia tahu bahwa oleh banyaknya harta yang dimiliki oleh anak muda itu, maka dia menjadi terikat. Banyak kali, ketika Tuhan meminta kita untuk melepaskan sesuatu dalam hidup kita, saat itulah kita baru menyadari bahwa hal itulah yang mengikat kita.

Jangan pernah dikuasai oleh apapun, sebab Yesus telah mati agar kita bebas. Jadi hiduplah dalam kebebasan yang telah Dia anugerahkan.

Nah lalu apa hubungannya dengan unta dan lubang jarum? Lubang jarum dalam ayat ini, sebenarnya adalah sebutan bagi pintu gerbang Yerusalem. Pintu gerbang kota itu ukurannya kecil dan pendek, sehingga kalau kita mau memasukkan unta, unta itu harus berlutut.

Itulah yang sebenarnya Tuhan mau dari hidup kita: berlutut. Berlutut berarti merendahkan diri, sekalipun kita memiliki banyak harta, popularitas, kekuasaan, kita harus belajar untuk merendahkan diri dan mengaku bahwa itu semua adalah karena Tuhan. Semakin luar biasa yang kita miliki, harusnya kita harus semakin belajar merendahkan diri. Kalau Yesus tidak mempertahankan ke-Tuhanan-Nya dan turun ke dunia sebagai manusia, siapakah kita yang berani meninggikan diri?

Tuhan tidak peduli dengan seberapa banyak yang kita punya, tapi Dia lebih peduli dengan kondisi hati kita: apakah hati kita masih melekat pada Dia, ataukah hati kita sudah melekat pada harta kekayaan kita.

Tuhan Yesus memberkati!

26 Desember 2012

Datanglah Kerajaan-Mu

Mat 6:10
"datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu, di bumi seperti di sorga."



Sebagai seorang pengusaha, hanya ada 2 jenis motivasi, yaitu: "Apakah Anda membangun kerajaan Anda sendiri, atau apakah Anda membangun Kerajaan-Nya?" Motivasi adalah sebuah kekuatan (driving force) yang mendorong segala keputusan yang kita buat, termasuk di dalam menjalankan bisnis kita.

Yesus mengajarkan kepada kita sebuah pola (pattern) bagaimana seharusnya kita berdoa, yaitu doa Bapa Kami. Dalam doa tersebut ada kata-kata "datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu, di bumi seperti di sorga." Dalam sudut pandang pengusaha, Tuhan mau kita menggunakan bisnis kita sebagai alat untuk 'mendatangkan' Kerajaan-Nya di bumi sehingga bumi menjadi seperti sorga.

Apa sih Kerajaan Allah itu? Kerajaan Allah adalah kasih. Jadi, apakah bisnis kita, kita pakai untuk memperkaya kita dengan cara memanfaatkan, memperdaya, atau menghancurkan orang lain? Atau justru dari bisnis kitalah, banyak orang bisa mengenal Kristus karena merasakan kasih-Nya yang nyata lewat kita? Motivasi hati adalah yang membedakannya.

Mari di momen Natal ini, kita belajar untuk mengasihi seperti Allah telah mengasihi kita dengan memberikan Anak-Nya yang tunggal kepada kita. (Yoh 3:16) Berhenti berdoa, "Tuhan berkati dan lancarkan bisnisku" saja, tapi berdoalah, "Tuhan jadikanlah bisnisku alat kemuliaan-Mu: untuk menunjukkan kasih-Mu kepada dunia ini."

Anda tidak perlu takut untuk merugi sekalipun seluruh keuntungan bisnis Anda, Anda dedikasikan untuk pekerjaan Tuhan, sebab Dia berjanji dalam Firman-Nya di Mat 6:33 "Carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka segalanya akan ditambahkan kepadamu." - segala sesuatunya akan ditambahkan: kita tidak akan berkekurangan! Sebab tanpa visi yang dari Tuhan, penyediaan (provision, favor, open heaven) tidak akan tersedia. Haleluyah!

Tuhan Yesus memberkati.

21 Desember 2012

Ketaatan

"Jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti segala perintah-Ku" -Yohanes 14:15


Di tengah-tengah kesibukan Natal ini, mari kita berhenti sejenak dan kembali merenungkan Natal pertama. Pernahkah anda menempatkan posisi anda pada diri Yusuf? Dia adalah pria yang mendapatkan tunangannya telah mengandung, dan di klaim bahwa Maria telah di datangi malaikat dan menyatakan bahwa ia mengandung Anak Allah. Dan Maria ingin supaya Yusuf percaya kepadanya! 

Bagi Yusuf tentu dia akan merasa bahwa seluruh dunia nya hancur. Baginya bukan hidup seperti ini yang ia inginkan. Hal itu tidak masuk akal baginya.

Apakah anda pernah merasakan nya? Mungkin keuangan anda memburuk, atau mungkin anda kehilangan pekerjaan, atau mungkin anda menerima kabar tentang krisis kesehatan di keluarga anda. Bagaimana anda akan mengatasinya? Apa yang anda lakukan ketika mengalami hal yang tidak dapat kita mengerti?

Yusuf memilih untuk melakukan kehendak Tuhan, dan hal itu mengubah segalanya. Yusuf memilih untuk taat kepada Tuhan walaupun dia tidak mengerti apa yang terjadi padanya.

Sekarang ini kata "taat" memiliki konotasi negatif. Kita memandang bahwa ketaatan adalah paksaan, keterpaksaan karena takut akan hukuman.

Tetapi itu bukanlah ketaatan yang dimaksud dalam firman Tuhan. Ketaatan dalam firman Tuhan adalah: Kasih + Iman + Perbuatan.

Dimulai dari kasih, seperti yang Yesus katakan dalam Yohanes 14:15. Ketaatan datang saat anda mengetahui bahwa Allah mengasihi anda, dan anda mengasihi Dia.

Gbu & Jesus Always Love U Forever.

5 September 2012

God-Centered

Matius 10 : 37-38
Barangsiapa mengasihi bapa atau ibunya lebih dari pada-Ku, ia tidak layak bagi-Ku; dan barangsiapa mengasihi anaknya laki-laki atau perempuan lebih daripada-Ku, ia tidak layak bagi-Ku. Barangsiapa tidak memikul salibnya dan mengikut Aku, ia tidak layak bagi-Ku.

Prioritas hidup yang benar di mata Tuhan adalah prioritas yang berpusat kepada Tuhan (God-centered). Namun kenyataannya dalam kondisi saat ini, prioritas hidup manusia lebih cenderung berpusat kepada diri sendiri (self-centered).

Tuhan seringkali memberikan berkat kepada kita, agar kita berfokus pada visiNya, tetapi yang terkadang terjadi, kita memakai berkat tersebut untuk memenuhi keinginan-keinginan daging kita secara berlebihan.

Contoh lain, Tuhan juga memberikan pasangan hidup agar kita lebih bergairah dan saling mendukung satu sama lain dalam melayaniNya, tetapi terkadang kita menjadi lebih fokus kepada pasangan kita, sehingga pelayanan kita akhirnya semakin padam.

Terkadang Tuhan juga mengijinkan masalah terjadi, kematian, sakit penyakit, kehancuran rumah tangga, perceraian, sakit hati, dan sebagainya dengan tujuan mendewasakan kita agar kita semakin fokus padaNya, tetapi yang terjadi seringkali kita menjadi mengasihani diri sendiri (self centered).

Ketika Tuhan menitipkan segala sesuatu kepada kita, semuanya memiliki visi dan misi. Pilihlah untuk fokus kepadaNya, lakukan apa yang Tuhan kehendaki, sebab Dia-lah sumber segalanya. Ketika kita fokus kepadaNya, berkatlah yang mengejar kita, kemenangan dan terobosan dalam masalah-lah yang akan kita alami.

1 Korintus 15 : 58 menyatakan bahwa, "karena itu saudara-saudaraku yang kekasih, berdirilah teguh, jangan goyah, dan giatlah selalu dalam pekerjaan Tuhan!, sebab kamu tahu, bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payahmu tidak sia-sia." 

Tuhan Yesus memberkati!
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...