Saat ini banyak orang yang hidupnya tidak mau terikat, suka hidup bebas,
suka memuaskan diri, sehingga sangat sulit untuk berkomitmen. Komitmen
merupakan suatu janji kepada diri sendiri/orang lain/Tuhan yang
dicerminkan dalam tindakan kita.
Dengan komitmen, kita akan dapat
bekerja dan tetap maju ketika banyak masalah dan tantangan terjadi,
bahkan kita akan jadi lebih kreatif untuk mencari solusi terhadap
berbagai masalah.
Dengan komitmen, ada suatu kesepakatan antara
kita dengan orang lain, antara pikiran dan tindakan kita, sehingga akan
menghasilkan perubahan, bahkan mendatangkan perkenanan dari Tuhan
(Matius 18:19-20).
Sebagai contoh, sebuah team sepakbola, jika
tidak menyatukan tujuan di antara 11 orang anggotanya, maka tidak akan
menghasilkan gol. Kelompok paduan suara/orkestra, tidak akan
menghasilkan penampilan yang sempurna jika tidak kompak dan berkomitmen
satu dengan yang lain. Sama halnya di dalam gereja, penjangkauan dan
pendewasaan jiwa-jiwa tidak akan terjadi, jika masing-masing jemaatnya
tidak berkomitmen untuk visi tersebut.
Ada 4 komitmen mendasar yang perlu kita lakukan,
KOMITMEN KEPADA TUHAN DAN PELAYANAN
Yohanes
3:16 merupakan komitmen Tuhan untuk menyelamatkan kita karena kasihNya
yang begitu besar terhadap kita. Oleh karena itu, setelah diselamatkan,
kita juga harus berani berkomitmen penuh kepadaNya, menjalankan
perintahNya serta melayaniNya. Paulus di dalam Filipi 3:8 menyatakan
bahwa pengenalan akan Kristus sangatlah mulia, sehingga ia melepaskan
semuanya dan menganggapnya sebagai sampah. Hal ini ditulisnya ketika ia
sudah melayani dan bahkan menerima aniaya, namun oleh karena
komitmennya, ia tetap melayani dengan setia dan bahkan melepaskan semua
hal kecuali Kristus. Ketika gereja mengecewakan anda, ketika komunitas
mengecewakan anda, ketika Tuhan belum memenuhi janjiNya dalam kehidupan
anda, apakah anda masih berkomitmen terhadap Tuhan? Masihkah anda
melayaniNya?.
KOMITMEN KEPADA KELUARGA
Di dalam kehidupan
keluarga, kita harus bisa menerima kekurangan masing-masing, kekurangan
pasangan kita, orang tua kita, anak-anak kita, sehingga kita bisa tetap
menjalankan peranan kita di dalam keluarga dan tetap mensupport satu
dengan yang lain meskipun kondisi keluarga sedang dilanda masalah.
Dengan komitmen tiap anggota keluarga, setiap permasalahan di dalam
keluarga, akan dapat diselesaikan lebih cepat dan tidak menimbulkan
problem yang lebih besar.
KOMITMEN UNTUK MENGASIHI
Seperti
halnya Tuhan menerima kita apa adanya, tanpa mengingat masa lalu dan
dosa-dosa kita, kitapun harus belajar untuk mengasihi orang lain tanpa
syarat. Pernah dikecewakan, pernah disakiti, berbeda ras, berbeda agama,
berbeda status sosial, tidak membuat kita berhenti mengasihi orang
lain. Kasih karunia Tuhan masih ada untuk hari ini dan hari esok, Dia
akan memampukan kita untuk mengasihi orang lain meski kita tidak
sanggup/tidak ingin, asalkan kita mau berkomitmen untuk mengasihi.
KOMITMEN KEPADA PEKERJAAN
Lakukanlah
segala sesuatu seperti untuk Tuhan. Seberat apapun, sesedikit apapun
upah yang kita terima untuk suatu pekerjaan, apabila kita telah
menerimanya, selesaikanlah dengan baik. Setia kepada perkara kecil, akan
membuahkan kepada kepercayaan kepada perkara besar.
Saat ini,
apakah yang menjadi penghalang bagi anda untuk berkomitmen? Berdoa dan
mintalah kepada Tuhan, agar Ia membantu kita untuk menjaga komitmen
kita, sebab tanpa komitmen, tidak ada suatu pekerjaan apapun yang akan
membuahkan hasil.
Tuhan Yesus memberkati!
"Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang" - 2 Kor 5:17
Tampilkan postingan dengan label Kesetiaan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kesetiaan. Tampilkan semua postingan
30 April 2013
30 November 2012
Seekor Unta
Seekor unta, setiap pagi, dia akan berlutut di depan tuannya untuk mengambil beban yang akan dibawanya sepanjang hari, dan saat malam tiba, ia akan kembali berlutut agar tuannya bisa mengambil beban dari punggungnya...
Itulah seekor unta kepada tuannya.
Begitulah seharusnya kita...
Berlutut memulai hari sebelum mengangkut beban yang harus kita tanggung sepanjang hari ini...
Dan saat malam tiba, itulah saat kita kembali berlutut untuk menyerahkan semua beban dalam hidup kita..
Dan percayalah saat kita berlutut, menyerah, maka pasti ada tangan TUHAN juga menjaga dan melindungi kita...
Matius 11:28
“Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu“.
Setetes air matamu....... DIA perhitungkan
Sepatah katamu....... DIA dengarkan
Sesak hatimu yang hancur....... DIApun merasakan
Sekecil apapun pergumulanmu....... DIA peduli
DIA menjagamu seperti bola mataNYA
Apapun yang kamu rasa, yakinlah TUHAN selalu setia dan peduli.......
Maka itu, janganlah menyerah dan putus asa.......
Serahkanlah semuanya....... masalah, beban dan kebutuhanmu ke dalam tangan Tuhan
Mazmur 27:10
"Sekalipun ayahku ϑάn ibuku meninggalkan aku, namun Tuhan menyambut aku."
Apa yang tak pernah dilihat dan yang tak pernah di dengar, itu semua telah disediakanNYA bagi yang percaya dan mengasihi DIA..
Apapun kesulitan yang sedang terjadi, JANGAN PERNAH berhenti berharap !!
Mujizat masih ada,dulu sekarang dan selamanya.
Gbu & Jesus Always Love U Forever.
Itulah seekor unta kepada tuannya.
Begitulah seharusnya kita...
Berlutut memulai hari sebelum mengangkut beban yang harus kita tanggung sepanjang hari ini...
Dan saat malam tiba, itulah saat kita kembali berlutut untuk menyerahkan semua beban dalam hidup kita..
Dan percayalah saat kita berlutut, menyerah, maka pasti ada tangan TUHAN juga menjaga dan melindungi kita...
Matius 11:28
“Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu“.
Setetes air matamu....... DIA perhitungkan
Sepatah katamu....... DIA dengarkan
Sesak hatimu yang hancur....... DIApun merasakan
Sekecil apapun pergumulanmu....... DIA peduli
DIA menjagamu seperti bola mataNYA
Apapun yang kamu rasa, yakinlah TUHAN selalu setia dan peduli.......
Maka itu, janganlah menyerah dan putus asa.......
Serahkanlah semuanya....... masalah, beban dan kebutuhanmu ke dalam tangan Tuhan
Mazmur 27:10
"Sekalipun ayahku ϑάn ibuku meninggalkan aku, namun Tuhan menyambut aku."
Apa yang tak pernah dilihat dan yang tak pernah di dengar, itu semua telah disediakanNYA bagi yang percaya dan mengasihi DIA..
Apapun kesulitan yang sedang terjadi, JANGAN PERNAH berhenti berharap !!
Mujizat masih ada,dulu sekarang dan selamanya.
Gbu & Jesus Always Love U Forever.
19 Oktober 2012
Sukacita dalam Penderitaan akan Kristus
Kisah Para Rasul 5:41
“Rasul-rasul itu meninggalkan sidang Mahkamah Agama dengan gembira, karena mereka telah dianggap layak menderita penghinaan oleh karena Nama Yesus.”
Petrus dan rasul-rasul lainnya mendapat tekanan secara fisik dan mental. Mereka disesah dan dilarang untuk menyebarkan nama Yesus. Hukuman sesah adalah bentuk hukuman yang sangat menyakitkan, tetapi adalah lebih menyakitkan lagi bagi murid-murid Yesus, apalagi mereka dilarang untuk memberitakan nama Yesus. Nama yang heran dan ajaib, yang sudah menyelamatkan mereka dari kebinasaan bahkan sebelum Yesus terangkat ke sorga, Yesus telah menyampaikan amanat kepada mereka untuk memberitakan Nama Yesus. Hal ini merupakan suatu teror yang demikian hebat yang mereka alami.
Tetapi sungguh menakjubkan, hukum sesah dan larangan untuk memberitakan Nama Yesus, tidak membuat murid-murid menjadi jera, sebaliknya mereka “menikmati” penderitaan itu dengan hati yang gembira. Untuk telinga awam, hal ini terdengar aneh, bahkan mungkin ada orang yang menilainya sebagai “berlebihan”. Tetapi ini merupakan fakta bahwa Roh Kudus yang Yesus karuniakan kepada kita adalah Roh Penghibur. “Tetapi Penghibur, yaitu Roh Kudus, yang akan diutus oleh Bapa dalam nama-Ku, Dialah yang akan mengajarkan segala sesuatu kepadamu dan akan mengingatkan kamu akan semua yang telah Kukatakan kepadamu.” (Yohanes 14:26), yaitu Roh yang sanggup mengubah pandangan kita serta suasana hati kita dari penderitaan menjadi harapan yang menghasilkan sukacita.
Firman Tuhan tidak hanya memberi janji, tapi juga fakta bahwa ada sukacita bagi orang percaya yang hidup dalam pimpinan Roh Kudus.
Good morning, God bless you!
“Rasul-rasul itu meninggalkan sidang Mahkamah Agama dengan gembira, karena mereka telah dianggap layak menderita penghinaan oleh karena Nama Yesus.”
Petrus dan rasul-rasul lainnya mendapat tekanan secara fisik dan mental. Mereka disesah dan dilarang untuk menyebarkan nama Yesus. Hukuman sesah adalah bentuk hukuman yang sangat menyakitkan, tetapi adalah lebih menyakitkan lagi bagi murid-murid Yesus, apalagi mereka dilarang untuk memberitakan nama Yesus. Nama yang heran dan ajaib, yang sudah menyelamatkan mereka dari kebinasaan bahkan sebelum Yesus terangkat ke sorga, Yesus telah menyampaikan amanat kepada mereka untuk memberitakan Nama Yesus. Hal ini merupakan suatu teror yang demikian hebat yang mereka alami.
Tetapi sungguh menakjubkan, hukum sesah dan larangan untuk memberitakan Nama Yesus, tidak membuat murid-murid menjadi jera, sebaliknya mereka “menikmati” penderitaan itu dengan hati yang gembira. Untuk telinga awam, hal ini terdengar aneh, bahkan mungkin ada orang yang menilainya sebagai “berlebihan”. Tetapi ini merupakan fakta bahwa Roh Kudus yang Yesus karuniakan kepada kita adalah Roh Penghibur. “Tetapi Penghibur, yaitu Roh Kudus, yang akan diutus oleh Bapa dalam nama-Ku, Dialah yang akan mengajarkan segala sesuatu kepadamu dan akan mengingatkan kamu akan semua yang telah Kukatakan kepadamu.” (Yohanes 14:26), yaitu Roh yang sanggup mengubah pandangan kita serta suasana hati kita dari penderitaan menjadi harapan yang menghasilkan sukacita.
Firman Tuhan tidak hanya memberi janji, tapi juga fakta bahwa ada sukacita bagi orang percaya yang hidup dalam pimpinan Roh Kudus.
Good morning, God bless you!
15 Oktober 2012
Visi Tuhan
Meskipun seluruh manusia diciptakan untuk menyenangkan hati Tuhan, menjangkau jiwa-jiwa dan melayani Tuhan (visi mayor), tetapi setiap orang juga sebenarnya memiliki visi khusus (minor) yang dititipkan olehNya sesuai dengan talenta masing-masing, ada yang mengajar, ada yang memimpin, ada yang menabur, ada pula yang menyiram.
Mungkin ada sebagian dari kita yang menanyakan, apa sih visi Tuhan untukku? Karena tidak semua orang menyadari bahkan tahu dan melakukan visi yang telah Tuhan titipkan kepadanya. Caranya adalah dengan memintanya kepada Tuhan dan bertekunlah dalam segala sesuatu yang Tuhan percayakan untuk kita lakukan setiap harinya. Sebab bukanlah tidak mungkin, bahwa yang kita lakukan sehari-hari itu sebenarnya merupakan visi Tuhan.
Jangan membayangkan visi yang terlalu muluk-muluk, tetapi setialah dengan visi khusus yang diberikan Tuhan kepada kita, karena kesetiaan terhadap visi "kecil", akan membuahkan kepercayaan untuk melakukan visi yang lebih "besar".
Ingatlah bahwa setiap kita melakukan visi Tuhan, suka atau tidak suka, kita akan diuji . Janganlah pernah meninggalkan visi tersebut meski kita dihadapkan pada tantangan, masalah, serta kejenuhan. Sebab jika semuanya telah teruji, maka visi itu akan terwujud dan kita beroleh kemenangan.
Belajarlah pada Yusuf yang sederhana, tetapi diberikan visi yang luar biasa dari Tuhan. Meskipun banyak penderitaan yang harus ia lalui untuk mewujudkan visi tersebut, tetapi akhirnya ia memperoleh apa yang Tuhan janjikan, sebab ia bertekun dan tetap memegang visi tersebut sampai ke garis akhir (Kejadian 37-50).
Tuhan Yesus memberkati!
Mungkin ada sebagian dari kita yang menanyakan, apa sih visi Tuhan untukku? Karena tidak semua orang menyadari bahkan tahu dan melakukan visi yang telah Tuhan titipkan kepadanya. Caranya adalah dengan memintanya kepada Tuhan dan bertekunlah dalam segala sesuatu yang Tuhan percayakan untuk kita lakukan setiap harinya. Sebab bukanlah tidak mungkin, bahwa yang kita lakukan sehari-hari itu sebenarnya merupakan visi Tuhan.
Jangan membayangkan visi yang terlalu muluk-muluk, tetapi setialah dengan visi khusus yang diberikan Tuhan kepada kita, karena kesetiaan terhadap visi "kecil", akan membuahkan kepercayaan untuk melakukan visi yang lebih "besar".
Ingatlah bahwa setiap kita melakukan visi Tuhan, suka atau tidak suka, kita akan diuji . Janganlah pernah meninggalkan visi tersebut meski kita dihadapkan pada tantangan, masalah, serta kejenuhan. Sebab jika semuanya telah teruji, maka visi itu akan terwujud dan kita beroleh kemenangan.
Belajarlah pada Yusuf yang sederhana, tetapi diberikan visi yang luar biasa dari Tuhan. Meskipun banyak penderitaan yang harus ia lalui untuk mewujudkan visi tersebut, tetapi akhirnya ia memperoleh apa yang Tuhan janjikan, sebab ia bertekun dan tetap memegang visi tersebut sampai ke garis akhir (Kejadian 37-50).
Tuhan Yesus memberkati!
8 September 2012
Kompromi
Kompromi merupakan hal yang biasa kita temui di dalam kehidupan kita sehari-hari. Mengambil jalan pintas (instant;praktis) untuk menyelesaikan masalah, menghidupi kebiasaan-kebiasaan buruk kita, berkubang dalam dosa, merupakan hal-hal yang tidak asing terjadi di sekitar kita, bahkan mungkin kita sendiri melakukannya.
Tetapi apakah itu yang Allah kehendaki bagi kita di dalam menjalani hidup? Dalam Roma 12:2 disebutkan, "Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah, apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna." Seharusnya seperti ayat inilah kita tampil sebagai anak-anak Allah, yaitu tidak hidup serupa dengan dunia, tetapi hidup dengan standar Allah dan tidak berkompromi/menurunkan standarNya.
Mungkin kita berpikir, sesekali berkompromi itu tidak dilarang, tetapi sering sekali terjadi, cukup dengan satu/dua kali kompromi, standar kitapun menurun dan akibatnya kita terbiasa untuk hidup dengan kompromi. Menjadi tidak berkompromi memang bukan pilihan yang populer, tetapi ketika kita mau hidup dengan standar Allah, dengan tak berkompromi, Allah kita akan disenangkan, meski mungkin kita harus mengalami konsekuensi melewati kesulitan akibat tidak mau berkompromi. Allah kita adalah Allah yang suka melihat proses, Dia tahu kita masih hidup di dalam daging, masih sering tergoda untuk berkompromi, tetapi Ia juga mau kita berproses lebih baik, menjadi semakin serupa denganNya, dan itulah yang perlu kita usahakan.
Percayalah, ketika kita memilih untuk tidak berkompromi, Tuhan akan mempercayakan tanggung jawab yang lebih lagi, yang tentunya akan disertai dengan berkat yang lebih pula. Dan ketahuilah, ketika kita mengalami kesulitan akibat tak berkompromi, itulah yang akan memproses kita untuk menjadi lebih dewasa.
Tuhan Yesus memberkati!
Tetapi apakah itu yang Allah kehendaki bagi kita di dalam menjalani hidup? Dalam Roma 12:2 disebutkan, "Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah, apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna." Seharusnya seperti ayat inilah kita tampil sebagai anak-anak Allah, yaitu tidak hidup serupa dengan dunia, tetapi hidup dengan standar Allah dan tidak berkompromi/menurunkan standarNya.
Mungkin kita berpikir, sesekali berkompromi itu tidak dilarang, tetapi sering sekali terjadi, cukup dengan satu/dua kali kompromi, standar kitapun menurun dan akibatnya kita terbiasa untuk hidup dengan kompromi. Menjadi tidak berkompromi memang bukan pilihan yang populer, tetapi ketika kita mau hidup dengan standar Allah, dengan tak berkompromi, Allah kita akan disenangkan, meski mungkin kita harus mengalami konsekuensi melewati kesulitan akibat tidak mau berkompromi. Allah kita adalah Allah yang suka melihat proses, Dia tahu kita masih hidup di dalam daging, masih sering tergoda untuk berkompromi, tetapi Ia juga mau kita berproses lebih baik, menjadi semakin serupa denganNya, dan itulah yang perlu kita usahakan.
Percayalah, ketika kita memilih untuk tidak berkompromi, Tuhan akan mempercayakan tanggung jawab yang lebih lagi, yang tentunya akan disertai dengan berkat yang lebih pula. Dan ketahuilah, ketika kita mengalami kesulitan akibat tak berkompromi, itulah yang akan memproses kita untuk menjadi lebih dewasa.
Tuhan Yesus memberkati!
27 Agustus 2012
Endurance
Yakobus 1 : 2-4
"Saudara-saudaraku, anggaplah sebagai suatu kebahagiaan, apabila kamu jatuh ke dalam berbagai-bagai pencobaan, sebab kamu tahu bahwa ujian terhadap imanmu itu menghasilkan ketekunan. Dan biarkanlah ketekunan itu memperoleh buah yang matang, supaya kamu menjadi sempurna dan utuh dan tak kekurangan suatu apa pun."
Sama halnya dengan tubuh yang memerlukan daya tahan yang kuat untuk menghadapi serangan berbagai macam bakteri/virus, kehidupan rohani kita pun juga memerlukan endurance/daya tahan yang kuat pula terhadap berbagai macam cobaan.
Mungkin kalau kita melihat dengan kacamata duniawi, jatuh di dalam pencobaan dianggap sebagai suatu kebahagiaan, itu adalah sesuatu yang tidak masuk akal. Tetapi demikianlah pesan yang disampaikan kepada kita, sebab hanya melalui cobaan, kita akan lebih dekat kepada Tuhan, lebih mengenalNya, lebih percaya lagi, dan belajar banyak dari pribadiNya. Disinilah peranan endurance/daya tahan kita benar-benar dibutuhkan, agar setiap cobaan dan masalah tidak membawa kehancuran bagi kita, tetapi malah mengasah kita untuk lebih tekun dan kuat dalam iman, sehingga kita bisa berbuah dan menjadi berkat bagi banyak orang di sekitar kita.
Jangan merasa bahwa kita adalah orang paling malang atau orang yang paling berat cobaannya, tetapi yakinlah, bahwa Roh yang ada di dalam kita, akan memberikan daya tahan/endurance yang luar biasa, sehingga setiap masalah dan cobaan dapat kita lewati dengan luar biasa dan diputarbalikkan oleh tangan Tuhan menjadi kemenangan bagi kita. Saat ini mintalah kekuatan dari Tuhan untuk menghadapi masalah kita, bukan minta Tuhan untuk melenyapkan masalah kita, sebab dengan demikianlah kita akan menjadi semakin dewasa dalam Tuhan.
Tuhan Yesus memberkati!
"Saudara-saudaraku, anggaplah sebagai suatu kebahagiaan, apabila kamu jatuh ke dalam berbagai-bagai pencobaan, sebab kamu tahu bahwa ujian terhadap imanmu itu menghasilkan ketekunan. Dan biarkanlah ketekunan itu memperoleh buah yang matang, supaya kamu menjadi sempurna dan utuh dan tak kekurangan suatu apa pun."
Sama halnya dengan tubuh yang memerlukan daya tahan yang kuat untuk menghadapi serangan berbagai macam bakteri/virus, kehidupan rohani kita pun juga memerlukan endurance/daya tahan yang kuat pula terhadap berbagai macam cobaan.
Mungkin kalau kita melihat dengan kacamata duniawi, jatuh di dalam pencobaan dianggap sebagai suatu kebahagiaan, itu adalah sesuatu yang tidak masuk akal. Tetapi demikianlah pesan yang disampaikan kepada kita, sebab hanya melalui cobaan, kita akan lebih dekat kepada Tuhan, lebih mengenalNya, lebih percaya lagi, dan belajar banyak dari pribadiNya. Disinilah peranan endurance/daya tahan kita benar-benar dibutuhkan, agar setiap cobaan dan masalah tidak membawa kehancuran bagi kita, tetapi malah mengasah kita untuk lebih tekun dan kuat dalam iman, sehingga kita bisa berbuah dan menjadi berkat bagi banyak orang di sekitar kita.
Jangan merasa bahwa kita adalah orang paling malang atau orang yang paling berat cobaannya, tetapi yakinlah, bahwa Roh yang ada di dalam kita, akan memberikan daya tahan/endurance yang luar biasa, sehingga setiap masalah dan cobaan dapat kita lewati dengan luar biasa dan diputarbalikkan oleh tangan Tuhan menjadi kemenangan bagi kita. Saat ini mintalah kekuatan dari Tuhan untuk menghadapi masalah kita, bukan minta Tuhan untuk melenyapkan masalah kita, sebab dengan demikianlah kita akan menjadi semakin dewasa dalam Tuhan.
Tuhan Yesus memberkati!
23 Agustus 2012
Persembahan yang Hidup
Roma 12:1 - Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati.
Tuhan mau kita mempersembahkan diri kita sebagai persembahan (korban) yang hidup. Maksudnya gimana sih?
Nah, tantangan terbesar dari korban persembahan yang hidup adalah korban tersebut bisa saja lari dari mezbahnya, tempat dia dipersembahkan. "Suka-suka gue donk", kata si korban.. :p Beda ceritanya kalau misalkan korban yang dipersembahkan adalah korban mati, korban mati tidak bisa kemana-mana karena dia sudah mati. Oleh karena itu, untuk menjadi persembahan yang hidup dibutuhkan komitmen untuk tetap bersedia berada di mezbah persembahan.
Nah, di ayat tersebut disebutkan juga kata "tubuhmu". Tubuh berbicara tentang kedagingan. Jadi yang Tuhan inginkan dari kita adalah, kita secara sadar, sukarela, tanpa paksaan dan pengaruh dari orang lain, mempersembahkan tubuh kita untuk dipakai sebagai alat kemuliaan-Nya.
ada 3 kondisi yang dinasihatkan Rasul Paulus mengenai persembahan ini:
Tuhan mau kita mempersembahkan diri kita sebagai persembahan (korban) yang hidup. Maksudnya gimana sih?
Nah, tantangan terbesar dari korban persembahan yang hidup adalah korban tersebut bisa saja lari dari mezbahnya, tempat dia dipersembahkan. "Suka-suka gue donk", kata si korban.. :p Beda ceritanya kalau misalkan korban yang dipersembahkan adalah korban mati, korban mati tidak bisa kemana-mana karena dia sudah mati. Oleh karena itu, untuk menjadi persembahan yang hidup dibutuhkan komitmen untuk tetap bersedia berada di mezbah persembahan.
Nah, di ayat tersebut disebutkan juga kata "tubuhmu". Tubuh berbicara tentang kedagingan. Jadi yang Tuhan inginkan dari kita adalah, kita secara sadar, sukarela, tanpa paksaan dan pengaruh dari orang lain, mempersembahkan tubuh kita untuk dipakai sebagai alat kemuliaan-Nya.
ada 3 kondisi yang dinasihatkan Rasul Paulus mengenai persembahan ini:
- Hidup Hidup artinya kita sadar, dan secara sengaja memberikan diri kita untuk Dia pakai. Dengan kata lain, mempersembahkan diri itu adalah sebuah keputusan yang kita buat. Tentunya harus disertai juga dengan komitmen untuk tetap setia bersedia menjadi alat kemuliaan-Nya.
- Kudus Kudus artinya tidak tercemar. Untuk bisa menjadi persembahan yang berkenan, kita harus menjaga kekudusan. Mengapa kekudusan ini penting, karena Allah yang kita sembah adalah kudus. Kalau kita tidak kudus, kita tidak dapat tahan dalam hadirat-Nya, sehingga kita akan tersesat karena tidak dapat mendengar petunjuk-Nya. Ibaratnya kalau sinyal hp, kita sedang dalam blank spot karena ketidakkudusan kita menghalangi komunikasi kita dengan Dia.
- Berkenan kepada Allah Ingatlah bahwa Tuhan kita adalah Tuhan yang melihat hati. Dia sangat sangaaatttt peka terhadap setiap motivasi dalam hati kita, sekecil apapun itu. Pastikan bahwa ketika kita mempersembahkan diri kita untuk Dia pakai sebagai alat kemuliaan-Nya itu benar-benar timbul dari hati yang memiliki motivasi untuk memuliakan Dia, bukan untuk keuntungan kita. Dengan begitu, ibadah kita akan berkenan di hadapan-Nya.
Hidup juga mengantung arti sesuatu yang dinamis. Tuhan tidak mau kita terjebak dalam rutinitas rohani dan tradisi-tradisi religius.. Tapi Tuhan mau bahwa kehidupan rohani kita adalah kehidupan yang dipimpin oleh Roh.
21 Agustus 2012
Harga yang Harus Dibayar
Matius 6 : 33
"Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu ."
Seringkali kita menginginkan keberhasilan dalam pekerjaan, keberhasilan dalam pelayanan, keberhasilan dalam percintaan, pemulihan keluarga, kesembuhan fisik dan mental, kekayaan, tetapi lupa membayar harganya. Tuhan memang memberikan keselamatan kepada kita secara cuma-cuma oleh karena kasih karuniaNya, tetapi untuk meraih setiap janjiNya, ada harga yang harus dibayar, sebab Ia melihat proses. Ayat di atas dengan jelas menyebutkan hal itu, untuk memperoleh segalanya, maka yang harus dilakukan pertama kali adalah mencari sumber segalanya, atau dalam artian membayar harganya.
Jadi harga apa yang harus dibayar?
Bayar harga bukan hanya datang ke gereja dan melayani setiap minggu, ataupun hanya ikut komunitas rohani, tetapi Tuhan juga mau,
Tuhan mau kita taat, tidak hanya kepada larangan-laranganNya, kepada tegoranNya, tetapi pada setiap perkataanNya yang diucapkan setiap hari kepada kita, lewat Firman, lewat hati nurani, lewat hal-hal di sekitar kita.
Tuhan mau kita selalu memperbarui diri, menjaga kekudusan, sebab Tuhan ingin karakter kita diproses sehingga menyerupai Dia.
Tuhan mau kita memiliki kasih kepada Dia dan sesama, serta mengampuni meskipun itu bukan hal yang mudah.
Tuhan mau kita melayani dan memberkati orang lain dengan berkat kita, sebab kita tidak diberkati untuk memberkati diri sendiri saja, melainkan yang terpenting adalah orang lain dan dilakukan dengan hati yang rela berkorban.
Tuhan mau kita tetap tekun dan setia mengikut Dia, APAPUN yang terjadi.
Jadi sudahkah kita membayar harga? Atau beranikah kita membayar harga untuk setiap hal yang kita inginkan?
Tuhan Yesus memberkati!.
"Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu ."
Seringkali kita menginginkan keberhasilan dalam pekerjaan, keberhasilan dalam pelayanan, keberhasilan dalam percintaan, pemulihan keluarga, kesembuhan fisik dan mental, kekayaan, tetapi lupa membayar harganya. Tuhan memang memberikan keselamatan kepada kita secara cuma-cuma oleh karena kasih karuniaNya, tetapi untuk meraih setiap janjiNya, ada harga yang harus dibayar, sebab Ia melihat proses. Ayat di atas dengan jelas menyebutkan hal itu, untuk memperoleh segalanya, maka yang harus dilakukan pertama kali adalah mencari sumber segalanya, atau dalam artian membayar harganya.
Jadi harga apa yang harus dibayar?
Bayar harga bukan hanya datang ke gereja dan melayani setiap minggu, ataupun hanya ikut komunitas rohani, tetapi Tuhan juga mau,
Tuhan mau kita taat, tidak hanya kepada larangan-laranganNya, kepada tegoranNya, tetapi pada setiap perkataanNya yang diucapkan setiap hari kepada kita, lewat Firman, lewat hati nurani, lewat hal-hal di sekitar kita.
Tuhan mau kita selalu memperbarui diri, menjaga kekudusan, sebab Tuhan ingin karakter kita diproses sehingga menyerupai Dia.
Tuhan mau kita memiliki kasih kepada Dia dan sesama, serta mengampuni meskipun itu bukan hal yang mudah.
Tuhan mau kita melayani dan memberkati orang lain dengan berkat kita, sebab kita tidak diberkati untuk memberkati diri sendiri saja, melainkan yang terpenting adalah orang lain dan dilakukan dengan hati yang rela berkorban.
Tuhan mau kita tetap tekun dan setia mengikut Dia, APAPUN yang terjadi.
Jadi sudahkah kita membayar harga? Atau beranikah kita membayar harga untuk setiap hal yang kita inginkan?
Tuhan Yesus memberkati!.
Langganan:
Postingan (Atom)



.jpeg)

