Malam ini, ketika saya browsing-browsing blog lama saya, saya melihat ada 1 post (yang adalah kesaksian hidup saya sendiri) yang terekam dalam blog itu. Bahkan, saya sendiri lupa pernah mengalami hal tersebut dan menuliskannya. Well, when I'm reading on that, I'm still amazed by how GOD takes care of my life this far. Oleh karena itu, saya ingin berbagi berkat yang sama buat anda, semoga bisa menjadi inspirasi. :)
18 Mei 2011
Good is good.. All the time..
Hari Jumat malam lalu, seorang teman saya yang adalah ketua sebuah sel grup (persekutuan doa) sedang chatting dengan saya. Tiba-tiba dia bercerita bahwa salah seorang anggota sel nya mengalami masalah yang cukup berat. Dia tidak bisa membayar uang sekolahnya selama 5 bulan. Sementara mobil ayahnya yang bekerja sebagai sopir antar jemput, sedang rusak 1 minggu itu. Lebih parah lagi, hari Seninnya dia sudah UAS; yang mana kalau dia tidak bisa melunasi uang sekolahnya, dia tidak bisa mengikuti UAS.
Ketika mendengar berita itu, hati saya tergerak oleh belas kasih. Saya selalu prihatin dengan orang-orang yang kesulitan untuk melanjutkan sekolahnya, tapi terbentur biaya. Saya mengerti keadaan mereka karena saya juga pernah mengalami hal yang sama, tapi Tuhan menolong saya dengan cara-cara-Nya yang ajaib.
Terkadang saya berandai-andai, andai saja uang anak-anak orang kaya yang tidak niat untuk sekolah, bisa berpindah ke tangan anak-anak lain yang kurang beruntung secara finansial, tapi memiliki kemauan keras untuk belajar. Daripada uang itu dihambur-hamburkan untuk hal yang sia-sia, bukankah jauh lebih berguna jika digunakan untuk biaya sekolah anak-anak yang kurang mampu.
Tapi yang namanya berandai-andai tetap saja hanyalah andai-andai.. Hehehe.. Sama aja bo'ong kalau kita tidak bertindak dan cuma berbicara saja.
Akhirnya tanpa pikir panjang, saya langsung mengambil keputusan untuk mengosongkan account tabungan saya untuk membantu anak ini. Jumlahnya memang tidak banyak, hanya bisa meng-cover sebagian saja karena sebelumnya uang saya juga sudah saya gunakan untuk membantu anak lain dengan kasus yang sama.
Karena saya tahu bahwa dana yang dibutuhkan belum ter-cover semua, maka saya mengambil inisiatif untuk menggalang dana. Saya menghubungi beberapa teman saya dan puji Tuhan, ternyata mereka juga tergerak untuk membantu anak ini. :D
Disamping itu, saya juga berdoa pada Tuhan untuk mengirimkan bala bantuan bagi anak ini. Kabar terakhir yang saya dengar dari teman saya, si pemimpin sel anak ini, anggota-anggota sel grup nya ikut mengambil bagian dalam membantu anak ini, bahkan ada juga yang mencoba menawarkan pekerjaan agar anak ini dapat memiliki penghasilan sendiri nantinya.
Dari kasus ini, saya melihat bagaimana kasih Tuhan benar-benar nyata. Kejadian ini persis seperti yang diceritakan pada Kitab Kisah Para Rasul tentang bagaimana kehidupan gereja perdana. Mereka saling berbagi kasih, berbagi apa yang mereka punya, dan bersama-sama memuliakan Tuhan. :D
Nah, sampai hari ini, itulah kisah anak itu yang saya dengar. Saya belum sempat menanyakan lagi bagaimana kabar anak itu pada teman saya. Sekarang saya akan bercerita tentang kisah saya. :)
Seperti yang saya tulis di atas, saya mengosongkan isi tabungan saya di bank, yang artinya saldo saya sekarang dalam posisi 0. Uang saya yang tersisa di dompet cash hanya cukup untuk hidup 1 minggu, sementara proyek-proyek yang sedang saya kerjakan semua belum bisa ditarik pembayarannya. Alhasil, saya tidak tahu mau hidup pake uang siapa untuk minggu depan. Hahaha..
Tapi saya tidak terlalu memusingkan itu, karena sudah cukup terbiasa dengan kondisi seperti itu. Saya tahu dan saya percaya kalau Tuhan akan menolong saya.
Benar sekali, pertolongan Tuhan tidak pernah terlambat. Kemarin saya baru saja menerima sebuah proyek yang kecil dan cukup mudah dikerjakan, yang artinya bisa segera saya selesaikan dan saya tarik pembayarannya. Dan hebatnya Tuhan, nilai proyeknya cukup untuk menghidup saya 2 minggu ke depan, tepat sebelum jadwal pembayaran saya yang lain bisa cair. Haleluyah, Praise the Lord!
Banyak sekali orang, yang kalau saya ceritakan kisah saya ini, selalu berkata, "Kalau kamu gitu terus kapan kayanya?" atau "Kenal aja ndak sama tuh orang, kenapa repot-repot bantu dia? Bukannya lebih baik kamu urus dirimu dulu?" Mendengar komentar-komentar seperti itu, biasanya saya hanya membalas, "Tuhan yang pelihara saya."
Hari demi hari, saya semakin bertumbuh dalam pengenalan akan diri-Nya, dimana pemeliharaan-Nya akan hidup saya menjadi semakin nyata. Yah, sama seperti manusia lain, saya masih punya rasa takut dan kuatir untuk masa depan, tapi ketika saya belajar untuk hidup dalam pemeliharaan Tuhan, saya dimampukan untuk tidak kuatir dan takut sehingga damai sejahtera itu dapat turun dalam hidup saya.
"Peringatkanlah kepada orang-orang kaya di dunia ini agar mereka jangan tinggi hati dan jangan berharap pada sesuatu yang tak tentu seperti kekayaan, melainkan pada Allah yang dalam kekayaan-Nya memberikan kepada kita segala sesuatu untuk dinikmati. Peringatkanlah agar mereka itu berbuat baik, menjadi kaya dalam kebajikan, suka memberi dan membagi dan dengan demikian mengumpulkan suatu harta sebagai dasar yang baik bagi dirinya di waktu yang akan datang untuk mencapai hidup yang sebenarnya." (1 Timotius 6:17-19).
Tuhan memberkati!
"Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang" - 2 Kor 5:17
Tampilkan postingan dengan label Kasih. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kasih. Tampilkan semua postingan
7 November 2013
5 November 2013
You Reap What You Sow
Galatia 6:7, "Jangan sesat!, Allah tidak membiarkan diriNya dipermainkan. Karena apa yang ditabur orang, itu juga yang akan dituainya."Apa yang kita tabur, suatu hari kelak akan kita tuai.
Ada beberapa prinsip dalam hukum tabur tuai,
Kita akan menuai jenis yang sama dengan apa yang kita tabur
Gal 6:7b, "...karena apa yang ditabur orang, itu juga yang akan dituainya." Ada beberapa benih yang bisa kita tabur,Gal 6:9-10, "janganlah kita jemu-jemu berbuat baik, karena apabila sudah datang waktunya, kita akan menuai, jika kita tidak menjadi lemah." (benih kebaikan),
Ayub 4:8, "Yang telah kulihat ialah bahwa orang yang membajak kejahatan dan menabur kesusahan, ia menuainya juga." (benih kejahatan),
Amsal 22:8,"orang yang menabur kecurangan akan menuai bencana, dan tongkat amarahnya akan habis binasa." (benih kecurangan),
Lukas 6:38, "berilah dan kamu akan diberi..." (benih harta/uang).
Kita akan menuai kualitas yang sama dengan kualitas yang kita tabur
Jika kita mau memberi orang lain, berilah dengan kualitas yang terbaik, bukan hal-hal yang berkualitas buruk/bekas.Kita akan menuai jauh lebih banyak daripada yang kita tabur
Kej 26:12, "maka menaburlah Ishak di tanah itu dan dalam tahun itu juga ia mendapat hasil seratus kali lipat,..."Matius 12:23, "yang ditaburkan di tanah yang baik ialah orang yang mendengar firman itu dan mengerti..." (sehingga menuai 30,60,100 kali lipat).
Kita akan menuai pada waktunya Tuhan
Kita tidak pernah bisa menghitung kapan waktunya kita akan menuai ketika kita menabur di ladang Tuhan.Gal 6: 9, "Janganlah kita jemu2 berbuat baik, karena apabila SUDAH DATANG WAKTUNYA, kita akan menuai, jika kita tidak menjadi lemah."
1 Tim 6:18-19," Peringatkanlah agar mereka itu berbuat baik, menjadi kaya dalam kebajikan, suka memberi dan berbagi, dan dengan demikian mengumpulkan suatu harta sebagai dasar yang baik di waktu akan akan datang..."
Tuhan Yesus memberkati!
16 Februari 2013
New Goals: Kita Diciptakan Untuk Melayani Tuhan
Efesus 2 : 10, "Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus
Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah
sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya."
Setiap orang yang telah dilahirkan kembali di dalam Kristus, memiliki kewajiban untuk melayani Tuhan, sesuai dengan tujuan penciptaan Allah bagi kita, yaitu melakukan pekerjaan baik. Oleh karena itu, kita yang telah lahir baru di dalamNya, diperlengkapi dengan Roh Allah, agar kita memiliki karunia-karunia Roh untuk melayani pekerjaan Tuhan. Sebab tanpa Roh, pelayanan kita tidak akan bertahan lama, tidak terarah, dan bahkan tidak memuliakan namaNya.
Sebagai seorang pelayan, kita harus belajar untuk mendengar suaraNya, mengenal kehendakNya, memakai karunia yang dititipkanNya melalui RohNya, bersaksi tentang pribadi dan karyaNya, melakukan peranan kita dengan komitmen, kesungguhan dan kerendahan hati, berani membayar harga, mengutamakan orang lain, menyadari bahwa kita merupakan pengelola/bukan pemilik, berani masuk ke zona resiko untuk meninggalkan zona nyaman kita, serta belajar mengenal kelemahan kita, karena disitulah kuasa Tuhan bekerja luar biasa, sehingga kita akan menjadi pelayan yang luar biasa pula.
Ingatlah, pelayanan bukanlah beban, tetapi anugerah Tuhan bagi kita. Jika kita bisa berbangga ketika ditunjuk sebagai partner bisnis perusahaan besar, apalagi yang menunjuk kita sebagai partner pelayanan adalah Tuhan sendiri, yang merupakan pemilik alam semesta ini. Itu adalah kehormatan luar biasa bagi kita. Jadi tunggu apalagi, ambillah komitmen untuk mulai melayani di gereja, di dalam komunitas, di tempat kerja, atau di dalam keluarga saat ini juga. Semakin kita cepat berusaha memenuhi tujuan Tuhan menciptakan kita, semakin cepat pula Ia membawa kita kepada destinasi besar terbaik yang telah Ia siapkan bagi kita.
Tuhan Yesus memberkati!
New Goals: Mengenali Tujuan Hidup Melalui Yesus
New Goals: Kita Diciptakan untuk Menyenangkan Allah
New Goals: Kita Diciptakan untuk Menjadi Keluarga Allah
New Goals: Kita Diciptakan untuk Menjadi Seperti Dia
New Goals: Kita Diciptakan untuk Melayani Tuhan
New Goals: Kita Diciptakan untuk Sebuah Misi
Setiap orang yang telah dilahirkan kembali di dalam Kristus, memiliki kewajiban untuk melayani Tuhan, sesuai dengan tujuan penciptaan Allah bagi kita, yaitu melakukan pekerjaan baik. Oleh karena itu, kita yang telah lahir baru di dalamNya, diperlengkapi dengan Roh Allah, agar kita memiliki karunia-karunia Roh untuk melayani pekerjaan Tuhan. Sebab tanpa Roh, pelayanan kita tidak akan bertahan lama, tidak terarah, dan bahkan tidak memuliakan namaNya.
Sebagai seorang pelayan, kita harus belajar untuk mendengar suaraNya, mengenal kehendakNya, memakai karunia yang dititipkanNya melalui RohNya, bersaksi tentang pribadi dan karyaNya, melakukan peranan kita dengan komitmen, kesungguhan dan kerendahan hati, berani membayar harga, mengutamakan orang lain, menyadari bahwa kita merupakan pengelola/bukan pemilik, berani masuk ke zona resiko untuk meninggalkan zona nyaman kita, serta belajar mengenal kelemahan kita, karena disitulah kuasa Tuhan bekerja luar biasa, sehingga kita akan menjadi pelayan yang luar biasa pula.
Ingatlah, pelayanan bukanlah beban, tetapi anugerah Tuhan bagi kita. Jika kita bisa berbangga ketika ditunjuk sebagai partner bisnis perusahaan besar, apalagi yang menunjuk kita sebagai partner pelayanan adalah Tuhan sendiri, yang merupakan pemilik alam semesta ini. Itu adalah kehormatan luar biasa bagi kita. Jadi tunggu apalagi, ambillah komitmen untuk mulai melayani di gereja, di dalam komunitas, di tempat kerja, atau di dalam keluarga saat ini juga. Semakin kita cepat berusaha memenuhi tujuan Tuhan menciptakan kita, semakin cepat pula Ia membawa kita kepada destinasi besar terbaik yang telah Ia siapkan bagi kita.
Tuhan Yesus memberkati!
New Goals: Mengenali Tujuan Hidup Melalui Yesus
New Goals: Kita Diciptakan untuk Menyenangkan Allah
New Goals: Kita Diciptakan untuk Menjadi Keluarga Allah
New Goals: Kita Diciptakan untuk Menjadi Seperti Dia
New Goals: Kita Diciptakan untuk Melayani Tuhan
New Goals: Kita Diciptakan untuk Sebuah Misi
26 Desember 2012
Datanglah Kerajaan-Mu
Mat 6:10
"datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu, di bumi seperti di sorga."
Sebagai seorang pengusaha, hanya ada 2 jenis motivasi, yaitu: "Apakah Anda membangun kerajaan Anda sendiri, atau apakah Anda membangun Kerajaan-Nya?" Motivasi adalah sebuah kekuatan (driving force) yang mendorong segala keputusan yang kita buat, termasuk di dalam menjalankan bisnis kita.
Yesus mengajarkan kepada kita sebuah pola (pattern) bagaimana seharusnya kita berdoa, yaitu doa Bapa Kami. Dalam doa tersebut ada kata-kata "datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu, di bumi seperti di sorga." Dalam sudut pandang pengusaha, Tuhan mau kita menggunakan bisnis kita sebagai alat untuk 'mendatangkan' Kerajaan-Nya di bumi sehingga bumi menjadi seperti sorga.
Apa sih Kerajaan Allah itu? Kerajaan Allah adalah kasih. Jadi, apakah bisnis kita, kita pakai untuk memperkaya kita dengan cara memanfaatkan, memperdaya, atau menghancurkan orang lain? Atau justru dari bisnis kitalah, banyak orang bisa mengenal Kristus karena merasakan kasih-Nya yang nyata lewat kita? Motivasi hati adalah yang membedakannya.
Mari di momen Natal ini, kita belajar untuk mengasihi seperti Allah telah mengasihi kita dengan memberikan Anak-Nya yang tunggal kepada kita. (Yoh 3:16) Berhenti berdoa, "Tuhan berkati dan lancarkan bisnisku" saja, tapi berdoalah, "Tuhan jadikanlah bisnisku alat kemuliaan-Mu: untuk menunjukkan kasih-Mu kepada dunia ini."
Anda tidak perlu takut untuk merugi sekalipun seluruh keuntungan bisnis Anda, Anda dedikasikan untuk pekerjaan Tuhan, sebab Dia berjanji dalam Firman-Nya di Mat 6:33 "Carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka segalanya akan ditambahkan kepadamu." - segala sesuatunya akan ditambahkan: kita tidak akan berkekurangan! Sebab tanpa visi yang dari Tuhan, penyediaan (provision, favor, open heaven) tidak akan tersedia. Haleluyah!
Tuhan Yesus memberkati.
"datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu, di bumi seperti di sorga."
Sebagai seorang pengusaha, hanya ada 2 jenis motivasi, yaitu: "Apakah Anda membangun kerajaan Anda sendiri, atau apakah Anda membangun Kerajaan-Nya?" Motivasi adalah sebuah kekuatan (driving force) yang mendorong segala keputusan yang kita buat, termasuk di dalam menjalankan bisnis kita.
Yesus mengajarkan kepada kita sebuah pola (pattern) bagaimana seharusnya kita berdoa, yaitu doa Bapa Kami. Dalam doa tersebut ada kata-kata "datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu, di bumi seperti di sorga." Dalam sudut pandang pengusaha, Tuhan mau kita menggunakan bisnis kita sebagai alat untuk 'mendatangkan' Kerajaan-Nya di bumi sehingga bumi menjadi seperti sorga.
Apa sih Kerajaan Allah itu? Kerajaan Allah adalah kasih. Jadi, apakah bisnis kita, kita pakai untuk memperkaya kita dengan cara memanfaatkan, memperdaya, atau menghancurkan orang lain? Atau justru dari bisnis kitalah, banyak orang bisa mengenal Kristus karena merasakan kasih-Nya yang nyata lewat kita? Motivasi hati adalah yang membedakannya.
Mari di momen Natal ini, kita belajar untuk mengasihi seperti Allah telah mengasihi kita dengan memberikan Anak-Nya yang tunggal kepada kita. (Yoh 3:16) Berhenti berdoa, "Tuhan berkati dan lancarkan bisnisku" saja, tapi berdoalah, "Tuhan jadikanlah bisnisku alat kemuliaan-Mu: untuk menunjukkan kasih-Mu kepada dunia ini."
Anda tidak perlu takut untuk merugi sekalipun seluruh keuntungan bisnis Anda, Anda dedikasikan untuk pekerjaan Tuhan, sebab Dia berjanji dalam Firman-Nya di Mat 6:33 "Carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka segalanya akan ditambahkan kepadamu." - segala sesuatunya akan ditambahkan: kita tidak akan berkekurangan! Sebab tanpa visi yang dari Tuhan, penyediaan (provision, favor, open heaven) tidak akan tersedia. Haleluyah!
Tuhan Yesus memberkati.
25 Desember 2012
Oleh Karena Yesus
Oleh karena Yesus, hubungan kita dengan Allah Bapa yang sudah hancur
dipulihkan, sehingga kita dapat berkomunikasi denganNya secara langsung
(Yoh 14:6).
Oleh karena Yesus, dosa-dosa kita yang berujung pada maut, diampuni secara total, tidak diingat-ingat lagi, bahkan kita diberkati secara berkelimpahan (Ibrani 8:12).
Oleh karena Yesus, Roh Kudus dicurahkan atas kita, sehingga setiap langkah hidup kita dituntun olehNya dan kita mampu meraih kemenangan demi kemenangan (Lukas 24:49).
Saya tidak tahu apakah saat ini setiap dari kita merayakan Natal dengan penuh sukacita, atau dalam kesedihan. Mungkin di tahun lalu, kita merayakan Natal bersama orang yang kita kasihi, tetapi tidak lagi di tahun ini. Mungkin di tahun lalu kita bisa merayakan Natal tanpa beban apapun, tetapi tidak lagi di tahun ini. Mungkin di tahun lalu kita merayakan Natal dengan pesta dan banyak hadiah, tetapi tidak lagi di tahun ini.
Namun semuanya itu tidaklah penting, sebab inti dari Natal, adalah kelahiran Tuhan Yesus yang membawa terang sehingga oleh karena Dia, banyak aspek di dalam kehidupan kita yang diubahkanNya, bahkan tanpa kita sadari.
Mungkin saat ini kita sudah memiliki pikiran yang dewasa, karakter yang lebih baik, karir yang lebih baik, ada promosi, ada multiplikasi, bahkan pemulihan dalam keluarga kita, dan banyak lagi hal-hal lain. Syukurilah semuanya itu, jangan pandang masalahmu atau hal-hal yang kurang dalam hidupmu saat ini, namun pandanglah apa yang sudah dikerjakanNya dalam hidup kita.
Saya berdoa agar melalui Natal ini, kita semakin menyadari betapa besar kasihNya untuk kita semua dengan merenungkan setiap pekerjaanNya di dalam hidup kita. Sehingga kita dapat melangkah dengan lebih pasti untuk menjalani masa depan kita, karena di dalam kasihNya ada jaminan penyertaan yang luar biasa!.
Selamat Natal, Tuhan Yesus memberkati kita secara berlimpah-limpah!
Oleh karena Yesus, dosa-dosa kita yang berujung pada maut, diampuni secara total, tidak diingat-ingat lagi, bahkan kita diberkati secara berkelimpahan (Ibrani 8:12).
Oleh karena Yesus, Roh Kudus dicurahkan atas kita, sehingga setiap langkah hidup kita dituntun olehNya dan kita mampu meraih kemenangan demi kemenangan (Lukas 24:49).
Saya tidak tahu apakah saat ini setiap dari kita merayakan Natal dengan penuh sukacita, atau dalam kesedihan. Mungkin di tahun lalu, kita merayakan Natal bersama orang yang kita kasihi, tetapi tidak lagi di tahun ini. Mungkin di tahun lalu kita bisa merayakan Natal tanpa beban apapun, tetapi tidak lagi di tahun ini. Mungkin di tahun lalu kita merayakan Natal dengan pesta dan banyak hadiah, tetapi tidak lagi di tahun ini.
Namun semuanya itu tidaklah penting, sebab inti dari Natal, adalah kelahiran Tuhan Yesus yang membawa terang sehingga oleh karena Dia, banyak aspek di dalam kehidupan kita yang diubahkanNya, bahkan tanpa kita sadari.
Mungkin saat ini kita sudah memiliki pikiran yang dewasa, karakter yang lebih baik, karir yang lebih baik, ada promosi, ada multiplikasi, bahkan pemulihan dalam keluarga kita, dan banyak lagi hal-hal lain. Syukurilah semuanya itu, jangan pandang masalahmu atau hal-hal yang kurang dalam hidupmu saat ini, namun pandanglah apa yang sudah dikerjakanNya dalam hidup kita.
Saya berdoa agar melalui Natal ini, kita semakin menyadari betapa besar kasihNya untuk kita semua dengan merenungkan setiap pekerjaanNya di dalam hidup kita. Sehingga kita dapat melangkah dengan lebih pasti untuk menjalani masa depan kita, karena di dalam kasihNya ada jaminan penyertaan yang luar biasa!.
Selamat Natal, Tuhan Yesus memberkati kita secara berlimpah-limpah!
23 Desember 2012
Telinga untuk Kamu
"Bisa saya melihat bayi saya?" pinta seorang ibu yang baru melahirkan penuh kebahagiaan. Ketika gendongan itu berpindah ke tangannya dan ia membuka selimut yang membungkus wajah bayi lelaki yang mungil itu, ibu itu menahan nafasnya. Dokter yang menungguinya segera berbalik memandang kearah luar jendela rumah sakit. Bayi itu dilahirkan tanpa kedua belah telinga.
Waktu membuktikan bahwa pendengaran bayi yang kini telah tumbuh menjadi seorang anak itu bekerja dengan sempurna. Hanya penampilannya saja yang tampak aneh dan buruk. Suatu hari anak lelaki itu bergegas pulang ke rumah dan membenamkan wajahnya di pelukan sang ibu yang menangis. Ia tahu hidup anak lelakinya penuh dengan kekecewaan dan tragedi. Anak lelaki itu terisak-isak sambil berkata, "Seorang anak laki-laki besar mengejekku. Katanya, aku ini makhluk aneh."
Anak lelaki itu tumbuh dewasa. Ia cukup tampan dengan cacatnya. Iapun disukai teman-teman sekolahnya. Ia juga mengembangkan bakatnya di bidang musik dan menulis. Ia ingin sekali menjadi ketua kelas. Ibunya mengingatkan,"Bukankah nantinya kau akan bergaul dengan remaja-remaja lain?" Namun dalam hati ibu merasa kasihan dengannya.
Suatu hari ayah anak lelaki itu bertemu dengan seorang dokter yang bisa mencangkokkan telinga untuknya. "Saya percaya saya bisa memindahkan sepasang telinga untuknya. Tetapi harus ada seseorang yang bersedia mendonorkan telinganya," kata dokter. Kemudian, orangtua anak lelaki itu mulai mencari siapa yang mau mengorbankan telinga dan mendonorkannya pada mereka.
Beberapa bulan sudah berlalu. Dan tibalah saatnya mereka memanggil anak lelakinya, "Nak, seseorang yang tak ingin dikenal telah bersedia mendonorkan telinganya padamu. Kami harus segera mengirimmu ke rumah sakit untuk dilakukan operasi. Namun, semua ini sangatlah rahasia." kata sang ayah.
Operasi berjalan dengan sukses. Seorang lelaki baru pun lahirlah. Bakat musiknya yang hebat itu berubah menjadi kejeniusan. Ia pun menerima banyak penghargaan dari sekolahnya. Beberapa waktu kemudian ia pun menikah dan bekerja sebagai seorang diplomat. Ia menemui ayahnya, "Yah, aku harus mengetahui siapa yang telah bersedia
mengorbankan ini semua padaku, ia telah berbuat sesuatu yang besar namun aku sama sekali belum membalas kebaikannya." Ayahnya menjawab, "Ayah yakin kau takkan bisa membalas kebaikan hati orang yang telah memberikan telinga itu." Setelah terdiam sesaat ayahnya melanjutkan, "Sesuai dengan perjanjian, belum saatnya bagimu untuk mengetahui semua rahasia ini."
Tahun berganti tahun. Kedua orangtua lelaki itu tetap menyimpan rahasia. Hingga suatu hari tibalah saat yang menyedihkan bagi keluarga itu. Di hari itu ayah dan anak lelaki itu berdiri di tepi peti jenazah ibunya yang baru saja meninggal. Dengan perlahan dan lembut, sang ayah membelai rambut jenazah ibu yang terbujur kaku itu, lalu menyibaknya sehingga tampaklah... bahwa sang ibu tidak memiliki telinga.
"Ibumu pernah berkata bahwa ia senang sekali bisa memanjangkan rambutnya," bisik sang ayah. "Dan tak seorang pun menyadari bahwa ia telah kehilangan sedikit kecantikannya bukan?"
SEBAB, KECANTIKAN YANG SEJATI TIDAK TERLETAK PADA PENAMPILAN TUBUH, NAMUN DALAM HATI KITA.
Isteri yang cakap siapakah akan mendapatkannya?
Ia lebih berharga dari pada permata.
Hati suaminya percaya kepadanya,suaminya tidak
akan kekurangan keuntungan.
( Amsal 31:10,11 )
Tuhan Yesus memberkati.
Waktu membuktikan bahwa pendengaran bayi yang kini telah tumbuh menjadi seorang anak itu bekerja dengan sempurna. Hanya penampilannya saja yang tampak aneh dan buruk. Suatu hari anak lelaki itu bergegas pulang ke rumah dan membenamkan wajahnya di pelukan sang ibu yang menangis. Ia tahu hidup anak lelakinya penuh dengan kekecewaan dan tragedi. Anak lelaki itu terisak-isak sambil berkata, "Seorang anak laki-laki besar mengejekku. Katanya, aku ini makhluk aneh."
Anak lelaki itu tumbuh dewasa. Ia cukup tampan dengan cacatnya. Iapun disukai teman-teman sekolahnya. Ia juga mengembangkan bakatnya di bidang musik dan menulis. Ia ingin sekali menjadi ketua kelas. Ibunya mengingatkan,"Bukankah nantinya kau akan bergaul dengan remaja-remaja lain?" Namun dalam hati ibu merasa kasihan dengannya.
Suatu hari ayah anak lelaki itu bertemu dengan seorang dokter yang bisa mencangkokkan telinga untuknya. "Saya percaya saya bisa memindahkan sepasang telinga untuknya. Tetapi harus ada seseorang yang bersedia mendonorkan telinganya," kata dokter. Kemudian, orangtua anak lelaki itu mulai mencari siapa yang mau mengorbankan telinga dan mendonorkannya pada mereka.
Beberapa bulan sudah berlalu. Dan tibalah saatnya mereka memanggil anak lelakinya, "Nak, seseorang yang tak ingin dikenal telah bersedia mendonorkan telinganya padamu. Kami harus segera mengirimmu ke rumah sakit untuk dilakukan operasi. Namun, semua ini sangatlah rahasia." kata sang ayah.
Operasi berjalan dengan sukses. Seorang lelaki baru pun lahirlah. Bakat musiknya yang hebat itu berubah menjadi kejeniusan. Ia pun menerima banyak penghargaan dari sekolahnya. Beberapa waktu kemudian ia pun menikah dan bekerja sebagai seorang diplomat. Ia menemui ayahnya, "Yah, aku harus mengetahui siapa yang telah bersedia
mengorbankan ini semua padaku, ia telah berbuat sesuatu yang besar namun aku sama sekali belum membalas kebaikannya." Ayahnya menjawab, "Ayah yakin kau takkan bisa membalas kebaikan hati orang yang telah memberikan telinga itu." Setelah terdiam sesaat ayahnya melanjutkan, "Sesuai dengan perjanjian, belum saatnya bagimu untuk mengetahui semua rahasia ini."
Tahun berganti tahun. Kedua orangtua lelaki itu tetap menyimpan rahasia. Hingga suatu hari tibalah saat yang menyedihkan bagi keluarga itu. Di hari itu ayah dan anak lelaki itu berdiri di tepi peti jenazah ibunya yang baru saja meninggal. Dengan perlahan dan lembut, sang ayah membelai rambut jenazah ibu yang terbujur kaku itu, lalu menyibaknya sehingga tampaklah... bahwa sang ibu tidak memiliki telinga.
"Ibumu pernah berkata bahwa ia senang sekali bisa memanjangkan rambutnya," bisik sang ayah. "Dan tak seorang pun menyadari bahwa ia telah kehilangan sedikit kecantikannya bukan?"
SEBAB, KECANTIKAN YANG SEJATI TIDAK TERLETAK PADA PENAMPILAN TUBUH, NAMUN DALAM HATI KITA.
Isteri yang cakap siapakah akan mendapatkannya?
Ia lebih berharga dari pada permata.
Hati suaminya percaya kepadanya,suaminya tidak
akan kekurangan keuntungan.
( Amsal 31:10,11 )
Tuhan Yesus memberkati.
22 Desember 2012
Nyatakan Kasihmu
2 Kor 3:2
"Kamu adalah surat pujian kami yang tertulis dalam hati kami dan yang dikenal dan yang dapat dibaca oleh semua orang."
Dalam autobiografinya, Mahatma Gandhi mengatakan bahwa pada masa sekolahnya dia sangat tertarik pada Alkitab. Hatinya tersentuh secara mendalam ketika dia membaca Injil. Pada suatu hari minggu dia pergi ke gereja untuk mengikuti ibadah, tetapi ketika dia memasuki gereja, penyambut tamu di gereja menolak memberikan tempat duduk kepadanya dan menyarankan supaya dia pergi dan beribadat bersama-sama orangnya sendiri.
Mahatma Gandhi meninggalkan tempat itu dan tak mau kembali lagi. Dia berkata, "Jikalau orang Kristen mempunyai perbedaan kasta juga, lebih baik aku tetap menjadi orang Hindu."
Terkadang tanpa kita sadari perkataan dan perbuatan kita menjadi batu sandungan bagi orang lain untuk mengenal Yesus.
Jika kita anak Tuhan,pasti memiliki karakterNYA.
Nyatakan kasihmu sekarang !!
Bukan disaat nanti berlimpah materi atau saat nanti permohonan kita dikabulkan.
Ubah perlakuan kita terhadap sekitar.
Kasih butuh di ekspresikan dan dinyatakan!!
Matius 7 :20 -21
“Dari buahnyalah kamu akan mengenal mereka“
“Bukan setiap orang yang berseru kepada- Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa- Ku yang di sorga“
Gbu & Jesus Always Love U Forever.
"Kamu adalah surat pujian kami yang tertulis dalam hati kami dan yang dikenal dan yang dapat dibaca oleh semua orang."
Dalam autobiografinya, Mahatma Gandhi mengatakan bahwa pada masa sekolahnya dia sangat tertarik pada Alkitab. Hatinya tersentuh secara mendalam ketika dia membaca Injil. Pada suatu hari minggu dia pergi ke gereja untuk mengikuti ibadah, tetapi ketika dia memasuki gereja, penyambut tamu di gereja menolak memberikan tempat duduk kepadanya dan menyarankan supaya dia pergi dan beribadat bersama-sama orangnya sendiri.
Mahatma Gandhi meninggalkan tempat itu dan tak mau kembali lagi. Dia berkata, "Jikalau orang Kristen mempunyai perbedaan kasta juga, lebih baik aku tetap menjadi orang Hindu."
Terkadang tanpa kita sadari perkataan dan perbuatan kita menjadi batu sandungan bagi orang lain untuk mengenal Yesus.
Jika kita anak Tuhan,pasti memiliki karakterNYA.
Nyatakan kasihmu sekarang !!
Bukan disaat nanti berlimpah materi atau saat nanti permohonan kita dikabulkan.
Ubah perlakuan kita terhadap sekitar.
Kasih butuh di ekspresikan dan dinyatakan!!
Matius 7 :20 -21
“Dari buahnyalah kamu akan mengenal mereka“
“Bukan setiap orang yang berseru kepada- Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa- Ku yang di sorga“
Gbu & Jesus Always Love U Forever.
21 Desember 2012
Ketaatan
"Jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti segala perintah-Ku" -Yohanes 14:15
Di tengah-tengah kesibukan Natal ini, mari kita berhenti sejenak dan kembali merenungkan Natal pertama. Pernahkah anda menempatkan posisi anda pada diri Yusuf? Dia adalah pria yang mendapatkan tunangannya telah mengandung, dan di klaim bahwa Maria telah di datangi malaikat dan menyatakan bahwa ia mengandung Anak Allah. Dan Maria ingin supaya Yusuf percaya kepadanya!
Bagi Yusuf tentu dia akan merasa bahwa seluruh dunia nya hancur. Baginya bukan hidup seperti ini yang ia inginkan. Hal itu tidak masuk akal baginya.
Apakah anda pernah merasakan nya? Mungkin keuangan anda memburuk, atau mungkin anda kehilangan pekerjaan, atau mungkin anda menerima kabar tentang krisis kesehatan di keluarga anda. Bagaimana anda akan mengatasinya? Apa yang anda lakukan ketika mengalami hal yang tidak dapat kita mengerti?
Yusuf memilih untuk melakukan kehendak Tuhan, dan hal itu mengubah segalanya. Yusuf memilih untuk taat kepada Tuhan walaupun dia tidak mengerti apa yang terjadi padanya.
Sekarang ini kata "taat" memiliki konotasi negatif. Kita memandang bahwa ketaatan adalah paksaan, keterpaksaan karena takut akan hukuman.
Tetapi itu bukanlah ketaatan yang dimaksud dalam firman Tuhan. Ketaatan dalam firman Tuhan adalah: Kasih + Iman + Perbuatan.
Dimulai dari kasih, seperti yang Yesus katakan dalam Yohanes 14:15. Ketaatan datang saat anda mengetahui bahwa Allah mengasihi anda, dan anda mengasihi Dia.
Gbu & Jesus Always Love U Forever.
Di tengah-tengah kesibukan Natal ini, mari kita berhenti sejenak dan kembali merenungkan Natal pertama. Pernahkah anda menempatkan posisi anda pada diri Yusuf? Dia adalah pria yang mendapatkan tunangannya telah mengandung, dan di klaim bahwa Maria telah di datangi malaikat dan menyatakan bahwa ia mengandung Anak Allah. Dan Maria ingin supaya Yusuf percaya kepadanya!
Bagi Yusuf tentu dia akan merasa bahwa seluruh dunia nya hancur. Baginya bukan hidup seperti ini yang ia inginkan. Hal itu tidak masuk akal baginya.
Apakah anda pernah merasakan nya? Mungkin keuangan anda memburuk, atau mungkin anda kehilangan pekerjaan, atau mungkin anda menerima kabar tentang krisis kesehatan di keluarga anda. Bagaimana anda akan mengatasinya? Apa yang anda lakukan ketika mengalami hal yang tidak dapat kita mengerti?
Yusuf memilih untuk melakukan kehendak Tuhan, dan hal itu mengubah segalanya. Yusuf memilih untuk taat kepada Tuhan walaupun dia tidak mengerti apa yang terjadi padanya.
Sekarang ini kata "taat" memiliki konotasi negatif. Kita memandang bahwa ketaatan adalah paksaan, keterpaksaan karena takut akan hukuman.
Tetapi itu bukanlah ketaatan yang dimaksud dalam firman Tuhan. Ketaatan dalam firman Tuhan adalah: Kasih + Iman + Perbuatan.
Dimulai dari kasih, seperti yang Yesus katakan dalam Yohanes 14:15. Ketaatan datang saat anda mengetahui bahwa Allah mengasihi anda, dan anda mengasihi Dia.
Gbu & Jesus Always Love U Forever.
4 November 2012
Jangan Lagi Ragukan Kasih Allah
Efesus 3 : 18-19a
"Aku berdoa, supaya kamu bersama-sama dengan segala orang kudus dapat memahami, betapa lebarnya dan panjangnya dan tingginya dan dalamnya kasih Kristus, dan dapat mengenal kasih itu, sekalipun ia melampaui segala pengetahuan."
Kasih Kristus tidak serupa dengan kasih manusia. Terkadang kita dikasihi oleh manusia, dikarenakan oleh prestasi kita, uang, status, jasa kita, tetapi ketika kita tidak lagi memiliki prestasi, uang, status, atau sudah tidak berjasa lagi, bahkan mungkin berbuat kesalahan, kasih itupun juga hilang. Sedangkan prinsip kasih Kristus tidak didasarkan pada apa yang kita miliki atau apa yang kita buat, tetapi didasarkan pada keberadaan kita sendiri.
Mungkin ketika kita mengecewakan Dia dengan jatuh lagi ke dalam dosa, sulit berkomitmen untuk melakukan perintahNya, sedang tidak bergairah lagi terhadap hadiratNya, atau kita menghadapi masalah bertubi-tubi seolah 'tanpa' ada jalan keluar, kita merasa bahwa Kristus menjauhkan kasihNya dari kita. Apakah benar seperti itu? 100% tidak! sebab semuanya itu tidak akan mengubah kasihNya kepada kita dan itu sudah dibuktikanNya sejak awal melalui pengorbanan nyawaNya meskipun Ia tahu dosa-dosa kita dan bahkan Ia tidak memberikan syarat apapun!, cukup hanya dengan percaya saja...
Jadi sadarilah, renungkan dan syukuri betapa besar kasihNya, dan tanamkanlah dalam hati kita yang terdalam, sebab dengan demikian, ketika kita yakin dan percaya sepenuhnya akan kasihNya, kita tidak akan lagi khawatir akan masa depan, kita tidak akan lagi takut akan apa yang terjadi esok hari, sebab kasihNya lebih dari cukup untuk kita!. Jikalau Ia tahu dosa kita, tahu bahwa kita dibuatNya dari debu, tetapi Ia sendiri mau dan rela mengorbankan diriNya untuk kita, apakah mungkin kasihNya bersyarat? Jangan pernah lagi ragukan kasih Allah!.
Tuhan Yesus memberkati!
"Aku berdoa, supaya kamu bersama-sama dengan segala orang kudus dapat memahami, betapa lebarnya dan panjangnya dan tingginya dan dalamnya kasih Kristus, dan dapat mengenal kasih itu, sekalipun ia melampaui segala pengetahuan."
Kasih Kristus tidak serupa dengan kasih manusia. Terkadang kita dikasihi oleh manusia, dikarenakan oleh prestasi kita, uang, status, jasa kita, tetapi ketika kita tidak lagi memiliki prestasi, uang, status, atau sudah tidak berjasa lagi, bahkan mungkin berbuat kesalahan, kasih itupun juga hilang. Sedangkan prinsip kasih Kristus tidak didasarkan pada apa yang kita miliki atau apa yang kita buat, tetapi didasarkan pada keberadaan kita sendiri.
Mungkin ketika kita mengecewakan Dia dengan jatuh lagi ke dalam dosa, sulit berkomitmen untuk melakukan perintahNya, sedang tidak bergairah lagi terhadap hadiratNya, atau kita menghadapi masalah bertubi-tubi seolah 'tanpa' ada jalan keluar, kita merasa bahwa Kristus menjauhkan kasihNya dari kita. Apakah benar seperti itu? 100% tidak! sebab semuanya itu tidak akan mengubah kasihNya kepada kita dan itu sudah dibuktikanNya sejak awal melalui pengorbanan nyawaNya meskipun Ia tahu dosa-dosa kita dan bahkan Ia tidak memberikan syarat apapun!, cukup hanya dengan percaya saja...
Jadi sadarilah, renungkan dan syukuri betapa besar kasihNya, dan tanamkanlah dalam hati kita yang terdalam, sebab dengan demikian, ketika kita yakin dan percaya sepenuhnya akan kasihNya, kita tidak akan lagi khawatir akan masa depan, kita tidak akan lagi takut akan apa yang terjadi esok hari, sebab kasihNya lebih dari cukup untuk kita!. Jikalau Ia tahu dosa kita, tahu bahwa kita dibuatNya dari debu, tetapi Ia sendiri mau dan rela mengorbankan diriNya untuk kita, apakah mungkin kasihNya bersyarat? Jangan pernah lagi ragukan kasih Allah!.
Tuhan Yesus memberkati!
22 Oktober 2012
Mengalah Bukan Kalah
Roma 12 : 17, 20, 21
"Janganlah membalas kejahatan dengan kejahatan; lakukanlah apa yang baik bagi semua orang!. Tetapi, jika seterumu lapar, berilah dia makan; jika ia haus, berilah dia minum! Dengan berbuat demikian kamu menumpukkan bara api di atas kepalanya. Janganlah kamu kalah terhadap kejahatan, tetapi kalahkanlah kejahatan dengan kebaikan!
Disakiti, direndahkan, dibohongi, ditipu, digunjingkan, merupakan rupa-rupa kejahatan yang sangat wajar kita alami di dalam kehidupan ini. Tetapi Tuhan ingin kita merespons setiap kejahatan yang kita alami dengan cara berbuat baik/mengalah. Kutipan ayat di atas dengan tegas dan bahkan diperkuat dengan 3 buah tanda seru di dalam ayat-ayatnya, agar kita tidak membalas kejahatan dengan kejahatan, tetapi justru harus berbuat kasih dan membalasnya dengan kebaikan.
Kejahatan yang dibalas dengan kejahatan, hasilnya adalah dendam yang berkepanjangan dan kehancuran di kedua belah pihak (kalah), sedangkan kejahatan yang dibalas dengan kebaikan/mengalah, maka hasilnya adalah perubahan yang lebih baik, bahkan tidak jarang musuh-musuh kita berbalik sendiri untuk berbaikan dengan kita (menang). Jadi sekarang apa yang harus kita pilih? Menang di awal untuk kalah, atau mengalah di awal untuk menang?
Tuhan Yesus memberkati!
"Janganlah membalas kejahatan dengan kejahatan; lakukanlah apa yang baik bagi semua orang!. Tetapi, jika seterumu lapar, berilah dia makan; jika ia haus, berilah dia minum! Dengan berbuat demikian kamu menumpukkan bara api di atas kepalanya. Janganlah kamu kalah terhadap kejahatan, tetapi kalahkanlah kejahatan dengan kebaikan!
Disakiti, direndahkan, dibohongi, ditipu, digunjingkan, merupakan rupa-rupa kejahatan yang sangat wajar kita alami di dalam kehidupan ini. Tetapi Tuhan ingin kita merespons setiap kejahatan yang kita alami dengan cara berbuat baik/mengalah. Kutipan ayat di atas dengan tegas dan bahkan diperkuat dengan 3 buah tanda seru di dalam ayat-ayatnya, agar kita tidak membalas kejahatan dengan kejahatan, tetapi justru harus berbuat kasih dan membalasnya dengan kebaikan.
Kejahatan yang dibalas dengan kejahatan, hasilnya adalah dendam yang berkepanjangan dan kehancuran di kedua belah pihak (kalah), sedangkan kejahatan yang dibalas dengan kebaikan/mengalah, maka hasilnya adalah perubahan yang lebih baik, bahkan tidak jarang musuh-musuh kita berbalik sendiri untuk berbaikan dengan kita (menang). Jadi sekarang apa yang harus kita pilih? Menang di awal untuk kalah, atau mengalah di awal untuk menang?
Tuhan Yesus memberkati!
16 Oktober 2012
Tindakan
Jangan pernah meragukan apa yg sudah diputuskan.
Ragu lah sebelum mengambil keputusan. Keputusan yg sudah baik atau tidak hanya bisa diketahui, setelah menjalankannya.
Hati-hatilah dengan pikiranmu karena dia akan menjadi kata-katamu.
Hati-hatilah dengan kata-katamu karena dia akan menjadi tindakanmu.
Hati-hatilah dengan tindakanmu karena dia akan menjadi kebiasaanmu,
Hati-hatilah dengan kebiasaanmu karena dia akan menjadi karaktermu,
Hati-hatilah dengan karaktermu, dia akan menjadi Takdirmu.
Efesus 5: 8-9
“Memang dahulu kamu adalah kegelapan, tetapi sekarang kamu adalah terang di dalam Tuhan. Sebab itu hiduplah sebagai anak-anak terang karena terang hanya berbuahkan kebaikan dan keadilan dan kebenaran“
Apabila pikiran ini dapat diarahkan untuk melakukan perbuatan baik, mengapa juga tidak melakukan perbuatan baik tersebut.
Apabila pikiran ini dapat diarahkan untuk melakukan perbuatan baik, mengapa juga harus menunggu orang lain berbuat lebih dulu.
Apabila menunggu orang lain melakukan terlebih dulu maka kita akan selalu berada dibelakang orang lain.
Gbu & Jesus Always Love U.
Ragu lah sebelum mengambil keputusan. Keputusan yg sudah baik atau tidak hanya bisa diketahui, setelah menjalankannya.
Hati-hatilah dengan pikiranmu karena dia akan menjadi kata-katamu.
Hati-hatilah dengan kata-katamu karena dia akan menjadi tindakanmu.
Hati-hatilah dengan tindakanmu karena dia akan menjadi kebiasaanmu,
Hati-hatilah dengan kebiasaanmu karena dia akan menjadi karaktermu,
Hati-hatilah dengan karaktermu, dia akan menjadi Takdirmu.
Efesus 5: 8-9
“Memang dahulu kamu adalah kegelapan, tetapi sekarang kamu adalah terang di dalam Tuhan. Sebab itu hiduplah sebagai anak-anak terang karena terang hanya berbuahkan kebaikan dan keadilan dan kebenaran“
Apabila pikiran ini dapat diarahkan untuk melakukan perbuatan baik, mengapa juga tidak melakukan perbuatan baik tersebut.
Apabila pikiran ini dapat diarahkan untuk melakukan perbuatan baik, mengapa juga harus menunggu orang lain berbuat lebih dulu.
Apabila menunggu orang lain melakukan terlebih dulu maka kita akan selalu berada dibelakang orang lain.
Gbu & Jesus Always Love U.
Berkorban
Seringkali ketika kita berdoa, meminta Tuhan untuk mengubahkan orang lain, baik itu orang yang kita kasihi atau kita benci sekalipun, kita lupa bahwa ada harga yang harus dibayar oleh kita sendiri, yaitu berkorban.
Seperti halnya Tuhan Yesus, Ia yang hendak memberikan kekekalan atas manusia, tetapi ketika perjanjianNya dilanggar oleh manusia, Ia berinisiatif untuk memperbaruinya bahkan berkorban hingga mati di kayu salib untuk melayakkan manusia agar tetap dapat menerima kekekalan. Seperti yang tertulis dalam Ibrani 9 : 15,
"Karena itu Ia adalah Pengantara dari suatu perjanjian yang baru, supaya mereka yang telah terpanggil dapat menerima bagian kekal yang dijanjikan, sebab Ia telah mati untuk menebus pelanggaran-pelanggaran yang telah dilakukan selama perjanjian yang pertama."
Ketika kita mau orang lain diselamatkan, kita harus berkorban waktu dan bahkan perasaan (jika mengalami penolakan) untuk memperkenalkannya tentang Yesus. Ketika kita mau orang lain untuk berhenti menyakiti kita, kita harus berkorban untuk bersabar dan tetap mengasihinya. Lihatlah selalu pada Tuhan Yesus, contohlah kehidupanNya, ketika Ia menginginkan manusia untuk menerima keselamatan, bahkan diberkati, Ia terlebih dahulu mengorbankan diriNya. Maukah kita menjadi seperti itu, yang rela berkorban agar orang-orang di sekitar kita menjadi lebih baik?
Tuhan Yesus memberkati!
Seperti halnya Tuhan Yesus, Ia yang hendak memberikan kekekalan atas manusia, tetapi ketika perjanjianNya dilanggar oleh manusia, Ia berinisiatif untuk memperbaruinya bahkan berkorban hingga mati di kayu salib untuk melayakkan manusia agar tetap dapat menerima kekekalan. Seperti yang tertulis dalam Ibrani 9 : 15,
"Karena itu Ia adalah Pengantara dari suatu perjanjian yang baru, supaya mereka yang telah terpanggil dapat menerima bagian kekal yang dijanjikan, sebab Ia telah mati untuk menebus pelanggaran-pelanggaran yang telah dilakukan selama perjanjian yang pertama."
Ketika kita mau orang lain diselamatkan, kita harus berkorban waktu dan bahkan perasaan (jika mengalami penolakan) untuk memperkenalkannya tentang Yesus. Ketika kita mau orang lain untuk berhenti menyakiti kita, kita harus berkorban untuk bersabar dan tetap mengasihinya. Lihatlah selalu pada Tuhan Yesus, contohlah kehidupanNya, ketika Ia menginginkan manusia untuk menerima keselamatan, bahkan diberkati, Ia terlebih dahulu mengorbankan diriNya. Maukah kita menjadi seperti itu, yang rela berkorban agar orang-orang di sekitar kita menjadi lebih baik?
Tuhan Yesus memberkati!
5 Oktober 2012
Kingdom of Love
Beberapa hari yang lalu, tiba-tiba aku merasa Tuhan berbicara kurang lebih seperti ini, "Apakah kamu tahu bahwa Kerajaan-Ku adalah Kerajaan Kasih?" - "Do you know that My Kingdom is a Kingdom of Love?"
Saat itu aku tiba-tiba seperti mendapatkan sebuah pemahaman yang tidak pernah aku dapatkan sebelumnya. Yes! Kerajaan Allah adalah Kerajaan Kasih, karena Rajanya adalah Tuhan (Kasih) itu sendiri. Bukankah Tuhan kita Yesus Kristus telah membuktikan kasih terbesar-Nya dengan memberikan diri-Nya mati di kayu salib 2000 tahun lalu untuk kita? Bukan orang Yahudi yang menyalibkan Yesus, tapi dosa-dosa kita, guys! Bersyukur karena kasih-Nya yang besar, kita boleh menerima keselamatan jiwa kita.
Dalam kasih-Nya ada kasih karunia (grace), ada kuasa (power and miracle), ada berkat (blessings), ada penyertaan-Nya (favor): itulah Kerajaan Allah.
Kemudian Tuhan berkata lagi, "Kalau kamu mau Kerajaan-Ku turun (ekspansi) di bumi, kamu harus belajar untuk mengasihi." Nah, di sinilah poin penting yang Tuhan mau ajarkan ke kita hari-hari ini dimana kasih telah menjadi semakin dingin.
Matius 22:37-39 - Jawab Yesus kepadanya: "Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu, dan dengan segenap akal budimu. Itulah hukum yang terutama dan yang pertama. Dan hukum kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri."
It's all about love. Kingdom of God is all about love, for the King itself is Love.
Yoh 14:23 - Jawab Yesus: "Jika seorang mengasihi Aku, ia akan menuruti firman-Ku dan Bapa-Ku akan mengasihi dia dan Kami akan datang kepadanya dan diam bersama-sama dengan dia."
Dengan mengasihi Tuhan, kita belajar untuk menaati Firman-Nya. Dan dengan menaati Firman-Nya, karakter kita akan dibentuk semakin serupa dengan Dia.
Ketika kamu jatuh cinta, kamu akan berusaha untuk menyukai apa yang disukai oleh pacar kamu, kan? Dan perlahan tapi pasti seiring berjalannya waktu, lama-lama kamu menjadi semakin mirip perilakunya dengan pacar kamu. Bahkan, di beberapa kasus malah wajahnya juga ikutan mirip! hahaha. :p
Nah, sama dengan hubungan kita dengan Tuhan. Seiring berjalannya waktu, semakin kita belajar untuk mengasihi Dia, semakin kita akan menjadi mirip karakternya dengan Dia; sehingga ketika orang melihat kita, mereka tidak melihat kita lagi, tapi Tuhan yang hidup di dalam kita.
No more us, it's all about Jesus.
Yoh 3:30 - Ia harus makin besar, tapi aku harus makin kecil.
Ada pepatah mengatakan: "You can give without loving, but you cannot love without giving" It's TRUE! Bentuk nyata dari kasih adalah memberi. Aku percaya sekalipun orang yang belum mengenal Tuhan, dia tahu bagaimana memberi untuk orang yang dikasihinya karena gambar Allah masih tertinggal dalam setiap diri manusia (walaupun sudah rusak karena dosa).
Kalau ada orang yang bilang "I love you", tapi tidak pernah memberikan waktunya buat kamu, tidak pernah memberikan apa-apa buat kamu, dsb sama juga bo'ong kan? Percayalah kalau sampai itu terjadi, kamu sedang dikibulin.. hehehe ;)
Yoh 15:2 - Inilah perintah-Ku, yaitu supaya kamu saling mengasihi, seperti Aku telah mengasihi kamu.
Tuhan mengajarkan kita untuk saling mengasihi, seperti Dia telah mengasihi kita.
Dengan cara apa Dia mengasihi kita? Dengan memberikan nyawa-Nya untuk kita! Yup! Itulah kasih terbesar, memberi diri.
Love is selfless, not selfish.
Kasih itu sakit untuk kita, sukacita untuk orang lain.
Kasih itu sebuah pengorbanan.
Sangat mudah saat kita sehat untuk berdoa dan melayani mereka yang sakit.
Sangat mudah saat kita punya uang untuk memberikan bantuan bagi mereka yang membutuhkan.
Sangat mudah saat kita kenyang untuk memberikan makanan bagi mereka yang lapar.
Sangat mudah saat kita bersukacita untuk memberikan penghiburan bagi mereka yang sedih.
Semua orang bisa lakukan itu dan tidak ada yang salah dengan itu. Tapi maukah kita belajar untuk mengasihi dengan level yang lebih tinggi?
Saat kita sakit, maukah kita berdoa dan melayani mereka yang sakit? Sekalipun orang itu pernah menyakiti kita?
Saat kita butuh uang, masih maukah kita berbagi dengan mereka yang lebih butuh uang dari kita? Sekalipun orang itu pernah menyakiti kita?
Saat kita lapar, maukah kita berbagi makanan untuk mereka yang juga lapar? Sekalipun orang itu pernah menyakiti kita?
Saat kita sedih, maukah kita memberikan waktu untuk menghibur orang lain? Sekalipun orang itu pernah menyakiti kita?
Dengan bersedia melakukan itu, kita sebenarnya sedang mencerminkan Pribadi Tuhan Yesus, yang telah mengasihi kita tanpa syarat sekalipun berulang kali kita mungkin sudah menyakiti hati-Nya.
Matius 6:33 - Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.
Belajar dulu untuk mengasihi, maka Tuhan akan tambahkan semuanya seperti sebuah mata air yang hidup di dalam kita: mengalir sampai pada hidup yang kekal. Dengan demikian, nama Tuhan akan dipermuliakan di atas bumi. Praise the Lord!
Tuhan Yesus memberkati.
Saat itu aku tiba-tiba seperti mendapatkan sebuah pemahaman yang tidak pernah aku dapatkan sebelumnya. Yes! Kerajaan Allah adalah Kerajaan Kasih, karena Rajanya adalah Tuhan (Kasih) itu sendiri. Bukankah Tuhan kita Yesus Kristus telah membuktikan kasih terbesar-Nya dengan memberikan diri-Nya mati di kayu salib 2000 tahun lalu untuk kita? Bukan orang Yahudi yang menyalibkan Yesus, tapi dosa-dosa kita, guys! Bersyukur karena kasih-Nya yang besar, kita boleh menerima keselamatan jiwa kita.
Dalam kasih-Nya ada kasih karunia (grace), ada kuasa (power and miracle), ada berkat (blessings), ada penyertaan-Nya (favor): itulah Kerajaan Allah.
Kemudian Tuhan berkata lagi, "Kalau kamu mau Kerajaan-Ku turun (ekspansi) di bumi, kamu harus belajar untuk mengasihi." Nah, di sinilah poin penting yang Tuhan mau ajarkan ke kita hari-hari ini dimana kasih telah menjadi semakin dingin.
Matius 22:37-39 - Jawab Yesus kepadanya: "Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu, dan dengan segenap akal budimu. Itulah hukum yang terutama dan yang pertama. Dan hukum kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri."
It's all about love. Kingdom of God is all about love, for the King itself is Love.
MENGASIHI TUHAN
Kasihilah Tuhan, karena Dia telah mengasihi kita terlebih dulu. Mungkin kita tidak mampu mengasihi Dia dengan sempurna karena tidak ada manusia yang sempurna. Mungkin terkadang kita masih suka jatuh dalam dosa, kepahitan, kecewa dengan Tuhan, dsb. Tapi tetaplah belajar untuk mengasihi Tuhan, karena Dia sendirilah yang sebenarnya akan memampukan kita untuk bisa mengasihi Dia oleh karena kasih karunia-Nya.Yoh 14:23 - Jawab Yesus: "Jika seorang mengasihi Aku, ia akan menuruti firman-Ku dan Bapa-Ku akan mengasihi dia dan Kami akan datang kepadanya dan diam bersama-sama dengan dia."
Dengan mengasihi Tuhan, kita belajar untuk menaati Firman-Nya. Dan dengan menaati Firman-Nya, karakter kita akan dibentuk semakin serupa dengan Dia.
Ketika kamu jatuh cinta, kamu akan berusaha untuk menyukai apa yang disukai oleh pacar kamu, kan? Dan perlahan tapi pasti seiring berjalannya waktu, lama-lama kamu menjadi semakin mirip perilakunya dengan pacar kamu. Bahkan, di beberapa kasus malah wajahnya juga ikutan mirip! hahaha. :p
Nah, sama dengan hubungan kita dengan Tuhan. Seiring berjalannya waktu, semakin kita belajar untuk mengasihi Dia, semakin kita akan menjadi mirip karakternya dengan Dia; sehingga ketika orang melihat kita, mereka tidak melihat kita lagi, tapi Tuhan yang hidup di dalam kita.
No more us, it's all about Jesus.
Yoh 3:30 - Ia harus makin besar, tapi aku harus makin kecil.
MENGASIHI SESAMA
Nah, ini erat hubungannya dengan yang pertama tadi. Kalau kita mengaku sebagai warga Kerajaan Allah, maka kita harus mencerminkan Rajanya juga dong.Ada pepatah mengatakan: "You can give without loving, but you cannot love without giving" It's TRUE! Bentuk nyata dari kasih adalah memberi. Aku percaya sekalipun orang yang belum mengenal Tuhan, dia tahu bagaimana memberi untuk orang yang dikasihinya karena gambar Allah masih tertinggal dalam setiap diri manusia (walaupun sudah rusak karena dosa).
Kalau ada orang yang bilang "I love you", tapi tidak pernah memberikan waktunya buat kamu, tidak pernah memberikan apa-apa buat kamu, dsb sama juga bo'ong kan? Percayalah kalau sampai itu terjadi, kamu sedang dikibulin.. hehehe ;)
Yoh 15:2 - Inilah perintah-Ku, yaitu supaya kamu saling mengasihi, seperti Aku telah mengasihi kamu.
Tuhan mengajarkan kita untuk saling mengasihi, seperti Dia telah mengasihi kita.
Dengan cara apa Dia mengasihi kita? Dengan memberikan nyawa-Nya untuk kita! Yup! Itulah kasih terbesar, memberi diri.
Love is selfless, not selfish.
Kasih itu sakit untuk kita, sukacita untuk orang lain.
Kasih itu sebuah pengorbanan.
Sangat mudah saat kita sehat untuk berdoa dan melayani mereka yang sakit.
Sangat mudah saat kita punya uang untuk memberikan bantuan bagi mereka yang membutuhkan.
Sangat mudah saat kita kenyang untuk memberikan makanan bagi mereka yang lapar.
Sangat mudah saat kita bersukacita untuk memberikan penghiburan bagi mereka yang sedih.
Semua orang bisa lakukan itu dan tidak ada yang salah dengan itu. Tapi maukah kita belajar untuk mengasihi dengan level yang lebih tinggi?
Saat kita sakit, maukah kita berdoa dan melayani mereka yang sakit? Sekalipun orang itu pernah menyakiti kita?
Saat kita butuh uang, masih maukah kita berbagi dengan mereka yang lebih butuh uang dari kita? Sekalipun orang itu pernah menyakiti kita?
Saat kita lapar, maukah kita berbagi makanan untuk mereka yang juga lapar? Sekalipun orang itu pernah menyakiti kita?
Saat kita sedih, maukah kita memberikan waktu untuk menghibur orang lain? Sekalipun orang itu pernah menyakiti kita?
Dengan bersedia melakukan itu, kita sebenarnya sedang mencerminkan Pribadi Tuhan Yesus, yang telah mengasihi kita tanpa syarat sekalipun berulang kali kita mungkin sudah menyakiti hati-Nya.
Matius 6:33 - Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.
Belajar dulu untuk mengasihi, maka Tuhan akan tambahkan semuanya seperti sebuah mata air yang hidup di dalam kita: mengalir sampai pada hidup yang kekal. Dengan demikian, nama Tuhan akan dipermuliakan di atas bumi. Praise the Lord!
Tuhan Yesus memberkati.
4 Oktober 2012
Tidak Berbuat Jahat Tetapi Juga Tidak Berbuat Baik
Jika kita berbuat jahat terhadap orang lain atau berbuat hal-hal yang melanggar Firman Tuhan, maka jelas-jelas dikatakan bahwa kita berdosa. Tetapi jika kita tidak berbuat jahat dan tidak berbuat baik pula, apakah kita berdosa?
Akhir-akhir ini mungkin beberapa dari kita pernah menjumpai rekan-rekan Kristiani kita yang berpendapat seperti ini,
"Saya tidak mau merepotkan orang lain dengan meminta bantuan, jadi saya juga tidak mau direpotkan oleh orang lain yang meminta bantuan." Atau,
"Yang penting saya mengasihi Tuhan dan orang tua saya, saya juga tidak membunuh, tidak mencuri, iri, berbuat cabul, atau menyembah berhala, namun kalau untuk menabur di ladang Tuhan, belum dulu deh."
Di dalam Yakobus 4 : 17 jelas-jelas dikatakan, "Jadi jika seorang tahu bagaimana ia harus berbuat baik, tetapi ia tidak melakukannya, ia berdosa." Tuhan tidak hanya mengharapkan kita melakukan perintah dan menjauhi laranganNya, tetapi Ia menginginkan kita mempraktekkan kasih! Ia mau kita berbuat baik terhadap orang lain, mendemonstrasikan kasih kita terhadap orang lain, mungkin bisa lewat dukungan doa, dukungan semangat, materi, perhatian, saran, atau yang lain-lain.
Jika hati nurani kita bersih, setiap kali kita dihadapkan pada kesempatan untuk berbuat baik tetapi kita memilih untuk tidak melakukannya, maka kita akan merasakan adanya suara hati yang mengingatkan kita, yang kadang membuat kita merasa bersalah. Jangan abaikan hati nurani tersebut, karena melaluinya Tuhan berbicara kepada kita. Jadi jangan lewatkan setiap kesempatan untuk berbuat baik kepada orang lain.
Tuhan Yesus memberkati!
Akhir-akhir ini mungkin beberapa dari kita pernah menjumpai rekan-rekan Kristiani kita yang berpendapat seperti ini,
"Saya tidak mau merepotkan orang lain dengan meminta bantuan, jadi saya juga tidak mau direpotkan oleh orang lain yang meminta bantuan." Atau,
"Yang penting saya mengasihi Tuhan dan orang tua saya, saya juga tidak membunuh, tidak mencuri, iri, berbuat cabul, atau menyembah berhala, namun kalau untuk menabur di ladang Tuhan, belum dulu deh."
Di dalam Yakobus 4 : 17 jelas-jelas dikatakan, "Jadi jika seorang tahu bagaimana ia harus berbuat baik, tetapi ia tidak melakukannya, ia berdosa." Tuhan tidak hanya mengharapkan kita melakukan perintah dan menjauhi laranganNya, tetapi Ia menginginkan kita mempraktekkan kasih! Ia mau kita berbuat baik terhadap orang lain, mendemonstrasikan kasih kita terhadap orang lain, mungkin bisa lewat dukungan doa, dukungan semangat, materi, perhatian, saran, atau yang lain-lain.
Jika hati nurani kita bersih, setiap kali kita dihadapkan pada kesempatan untuk berbuat baik tetapi kita memilih untuk tidak melakukannya, maka kita akan merasakan adanya suara hati yang mengingatkan kita, yang kadang membuat kita merasa bersalah. Jangan abaikan hati nurani tersebut, karena melaluinya Tuhan berbicara kepada kita. Jadi jangan lewatkan setiap kesempatan untuk berbuat baik kepada orang lain.
Tuhan Yesus memberkati!
23 September 2012
Memberi Bukan Mendapat
Salah satu prinsip hidup Kekristenan yang utama adalah "memberi". Sebab memberi merupakan tindak lanjut dari hukum kasih. Kasih yang nyata adalah kasih yang dilakukan dengan tindakan, yaitu dengan memberi, baik secara materi, perhatian, motivasi, inspirasi, waktu, pengetahuan, sharing atau berbagi pengalaman, dan juga berbagi kesaksian untuk menguatkan satu dengan yang lain.
Jadikanlah prinsip "memberi" sebagai gaya hidup kita sehari-hari, sebab itulah yang harus dilakukan oleh orang-orang yang hidup secara rohani atau dipimpin oleh Roh. Dan sebaliknya, jauhkanlah prinsip "mendapat" dari gaya hidup kita, sebab prinsip "mendapat" dan "memberikan untuk mendapatkan (balasan)" merupakan prinsip orang-orang yang hidup secara duniawi atau dipimpin oleh daging.
Biasakanlah ketika kita hidup berkomunitas (rohani), lakukanlah prinsip "memberi", berbagi kesaksian, care act, bukan "mendapat". Sebab dengan "memberi", maka hidup kita akan menjadi lebih berarti bagi orang lain dan pasti mendatangkan sukacita serta tuaian dari Tuhan. Namun jika kita hanya mau "mendapat" saja, ketika kita merasa tidak mendapat apa yang kita inginkan, kita akan kecewa, bahkan keluar dari komunitas/tidak mau lagi ikut berkomunitas, padahal dengan komunitas, kita dapat belajar untuk mengasah karakter kita menjadi lebih baik dan tentunya di dalam komunitas, ada urapan spesial atau berkat-berkat lebih besar yang Tuhan berikan, sebab Tuhan suka anak-anakNya berkomunitas dalam satu tubuh Kristus, tidak individualis.
Dan bagi setiap mereka yang memberi, tanpa kita berharap untuk mendapat, Tuhan sudah menjanjikan berkat di dalam 2 Korintus 9 : 6-7, "Camkanlah ini: Orang yang menabur sedikit, akan menuai sedikit juga, dan orang yang menabur banyak, akan menuai banyak juga. Hendaklah masing-masing memberikan menurut kerelaan hatinya, jangan dengan sedih hati atau karena paksaan, sebab Allah mengasihi orang yang memberi dengan sukacita."
Jadi hiduplah dalam komunitas (rohani) yang benar dan berikanlah setiap talenta yang telah Tuhan percayakan kepada kita untuk membangun orang lain dengan kerelaan hati tanpa bersungut-sungut/terpaksa/mengeluh, sebab pada akhirnya, Tuhan akan meminta pertanggungjawaban atas setiap talenta yang Ia titipkan kepada kita.
Tuhan Yesus memberkati!
Jadikanlah prinsip "memberi" sebagai gaya hidup kita sehari-hari, sebab itulah yang harus dilakukan oleh orang-orang yang hidup secara rohani atau dipimpin oleh Roh. Dan sebaliknya, jauhkanlah prinsip "mendapat" dari gaya hidup kita, sebab prinsip "mendapat" dan "memberikan untuk mendapatkan (balasan)" merupakan prinsip orang-orang yang hidup secara duniawi atau dipimpin oleh daging.
Biasakanlah ketika kita hidup berkomunitas (rohani), lakukanlah prinsip "memberi", berbagi kesaksian, care act, bukan "mendapat". Sebab dengan "memberi", maka hidup kita akan menjadi lebih berarti bagi orang lain dan pasti mendatangkan sukacita serta tuaian dari Tuhan. Namun jika kita hanya mau "mendapat" saja, ketika kita merasa tidak mendapat apa yang kita inginkan, kita akan kecewa, bahkan keluar dari komunitas/tidak mau lagi ikut berkomunitas, padahal dengan komunitas, kita dapat belajar untuk mengasah karakter kita menjadi lebih baik dan tentunya di dalam komunitas, ada urapan spesial atau berkat-berkat lebih besar yang Tuhan berikan, sebab Tuhan suka anak-anakNya berkomunitas dalam satu tubuh Kristus, tidak individualis.
Dan bagi setiap mereka yang memberi, tanpa kita berharap untuk mendapat, Tuhan sudah menjanjikan berkat di dalam 2 Korintus 9 : 6-7, "Camkanlah ini: Orang yang menabur sedikit, akan menuai sedikit juga, dan orang yang menabur banyak, akan menuai banyak juga. Hendaklah masing-masing memberikan menurut kerelaan hatinya, jangan dengan sedih hati atau karena paksaan, sebab Allah mengasihi orang yang memberi dengan sukacita."
Jadi hiduplah dalam komunitas (rohani) yang benar dan berikanlah setiap talenta yang telah Tuhan percayakan kepada kita untuk membangun orang lain dengan kerelaan hati tanpa bersungut-sungut/terpaksa/mengeluh, sebab pada akhirnya, Tuhan akan meminta pertanggungjawaban atas setiap talenta yang Ia titipkan kepada kita.
Tuhan Yesus memberkati!
8 September 2012
Menakar dan Mengukur
Kadang bila kita merenung,
"Dulu saya lahir dari keluarga miskin.
Ketika melihat org kaya, saya bertanya2 mengapa mereka egois, tidak mau menolong orang miskin memperbaiki masa depan, bahkan tidak jarang malah memandang rendah?"
Namun ketika kemudian saya menjadi kaya krn bekerja keras, "Saya merasa orang miskin itu malas, tidak mau berinisiatif, maunya ditolong, iri, dan tak pernah berterima kasih?"
Mengapa begini ?
Tak jarang dlm hidup ini, kita punya standar ganda dalam "Menakar & Mengukur".
Kita kerap menilai orang lain dari "takaran" atau pandangan subjektif kita & tidak mampu memahami orang lain dari sudut pandang orang itu.
Kita kerap menuntut orang lain bersikap & berbuat seperti yang kita mau, padahal kita sendiri belum tentu melakukan yang sebaliknya.
Ketika berbuat salah, kita tak mau dihakimi.
Sebaliknya minta dimaafkan & dibantu keluar dari kesalahan.
Ketika membeli, kita menginginkan barang yang berkualitas dengan harga bagus & akan sangat marah jika dibohongi.
Ketika susah, kita mau orang lain menolong.
Dan semua ingin kita yang diutamakan dulu.
Apabila kita rindu tidak dihakimi, biarlah kita jangan menghakimi.
Apabila kita rindu dimaafkan ketika bersalah, biarlah kita jangan menghukum, tapi mengampuni orang yang bersalah kepada kita.
”Bila engkau memberi,kepada orang yg paling hina,maka sesungguhnya ,engkau telah memiutangi AKU”
Jangan sombong dan semena2 bila dipercayakan kekayaan,tidak ada seorangpun yg mengetahui hari esok.
Ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu.
Gbu & Jesus Always Love U.
"Dulu saya lahir dari keluarga miskin.
Ketika melihat org kaya, saya bertanya2 mengapa mereka egois, tidak mau menolong orang miskin memperbaiki masa depan, bahkan tidak jarang malah memandang rendah?"
Namun ketika kemudian saya menjadi kaya krn bekerja keras, "Saya merasa orang miskin itu malas, tidak mau berinisiatif, maunya ditolong, iri, dan tak pernah berterima kasih?"
Mengapa begini ?
Tak jarang dlm hidup ini, kita punya standar ganda dalam "Menakar & Mengukur".
Kita kerap menilai orang lain dari "takaran" atau pandangan subjektif kita & tidak mampu memahami orang lain dari sudut pandang orang itu.
Kita kerap menuntut orang lain bersikap & berbuat seperti yang kita mau, padahal kita sendiri belum tentu melakukan yang sebaliknya.
Ketika berbuat salah, kita tak mau dihakimi.
Sebaliknya minta dimaafkan & dibantu keluar dari kesalahan.
Ketika membeli, kita menginginkan barang yang berkualitas dengan harga bagus & akan sangat marah jika dibohongi.
Ketika susah, kita mau orang lain menolong.
Dan semua ingin kita yang diutamakan dulu.
Apabila kita rindu tidak dihakimi, biarlah kita jangan menghakimi.
Apabila kita rindu dimaafkan ketika bersalah, biarlah kita jangan menghukum, tapi mengampuni orang yang bersalah kepada kita.
”Bila engkau memberi,kepada orang yg paling hina,maka sesungguhnya ,engkau telah memiutangi AKU”
Jangan sombong dan semena2 bila dipercayakan kekayaan,tidak ada seorangpun yg mengetahui hari esok.
Ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu.
Gbu & Jesus Always Love U.
5 September 2012
God-Centered
Matius 10 : 37-38
Barangsiapa mengasihi bapa atau ibunya lebih dari pada-Ku, ia tidak layak bagi-Ku; dan barangsiapa mengasihi anaknya laki-laki atau perempuan lebih daripada-Ku, ia tidak layak bagi-Ku. Barangsiapa tidak memikul salibnya dan mengikut Aku, ia tidak layak bagi-Ku.
Prioritas hidup yang benar di mata Tuhan adalah prioritas yang berpusat kepada Tuhan (God-centered). Namun kenyataannya dalam kondisi saat ini, prioritas hidup manusia lebih cenderung berpusat kepada diri sendiri (self-centered).
Tuhan seringkali memberikan berkat kepada kita, agar kita berfokus pada visiNya, tetapi yang terkadang terjadi, kita memakai berkat tersebut untuk memenuhi keinginan-keinginan daging kita secara berlebihan.
Contoh lain, Tuhan juga memberikan pasangan hidup agar kita lebih bergairah dan saling mendukung satu sama lain dalam melayaniNya, tetapi terkadang kita menjadi lebih fokus kepada pasangan kita, sehingga pelayanan kita akhirnya semakin padam.
Terkadang Tuhan juga mengijinkan masalah terjadi, kematian, sakit penyakit, kehancuran rumah tangga, perceraian, sakit hati, dan sebagainya dengan tujuan mendewasakan kita agar kita semakin fokus padaNya, tetapi yang terjadi seringkali kita menjadi mengasihani diri sendiri (self centered).
Ketika Tuhan menitipkan segala sesuatu kepada kita, semuanya memiliki visi dan misi. Pilihlah untuk fokus kepadaNya, lakukan apa yang Tuhan kehendaki, sebab Dia-lah sumber segalanya. Ketika kita fokus kepadaNya, berkatlah yang mengejar kita, kemenangan dan terobosan dalam masalah-lah yang akan kita alami.
1 Korintus 15 : 58 menyatakan bahwa, "karena itu saudara-saudaraku yang kekasih, berdirilah teguh, jangan goyah, dan giatlah selalu dalam pekerjaan Tuhan!, sebab kamu tahu, bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payahmu tidak sia-sia."
Tuhan Yesus memberkati!
Barangsiapa mengasihi bapa atau ibunya lebih dari pada-Ku, ia tidak layak bagi-Ku; dan barangsiapa mengasihi anaknya laki-laki atau perempuan lebih daripada-Ku, ia tidak layak bagi-Ku. Barangsiapa tidak memikul salibnya dan mengikut Aku, ia tidak layak bagi-Ku.
Prioritas hidup yang benar di mata Tuhan adalah prioritas yang berpusat kepada Tuhan (God-centered). Namun kenyataannya dalam kondisi saat ini, prioritas hidup manusia lebih cenderung berpusat kepada diri sendiri (self-centered).
Tuhan seringkali memberikan berkat kepada kita, agar kita berfokus pada visiNya, tetapi yang terkadang terjadi, kita memakai berkat tersebut untuk memenuhi keinginan-keinginan daging kita secara berlebihan.
Contoh lain, Tuhan juga memberikan pasangan hidup agar kita lebih bergairah dan saling mendukung satu sama lain dalam melayaniNya, tetapi terkadang kita menjadi lebih fokus kepada pasangan kita, sehingga pelayanan kita akhirnya semakin padam.
Terkadang Tuhan juga mengijinkan masalah terjadi, kematian, sakit penyakit, kehancuran rumah tangga, perceraian, sakit hati, dan sebagainya dengan tujuan mendewasakan kita agar kita semakin fokus padaNya, tetapi yang terjadi seringkali kita menjadi mengasihani diri sendiri (self centered).
Ketika Tuhan menitipkan segala sesuatu kepada kita, semuanya memiliki visi dan misi. Pilihlah untuk fokus kepadaNya, lakukan apa yang Tuhan kehendaki, sebab Dia-lah sumber segalanya. Ketika kita fokus kepadaNya, berkatlah yang mengejar kita, kemenangan dan terobosan dalam masalah-lah yang akan kita alami.
1 Korintus 15 : 58 menyatakan bahwa, "karena itu saudara-saudaraku yang kekasih, berdirilah teguh, jangan goyah, dan giatlah selalu dalam pekerjaan Tuhan!, sebab kamu tahu, bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payahmu tidak sia-sia."
Tuhan Yesus memberkati!
29 Agustus 2012
Forget After Forgive
Ibrani 8 : 12
"Sebab Aku akan menaruh belas kasihan terhadap kesalahan mereka dan tidak lagi mengingat dosa-dosa mereka."
Mengampuni merupakan suatu keputusan, bukan berdasarkan perasaan, dan harus dilakukan berulang-ulang sebagai suatu proses. Sering ketika kita disakiti, terutama oleh orang-orang terdekat kita, maka kita akan menjadi sangat sulit mengampuni. Seandainya keputusan untuk mengampuni telah kita ambil, ketika teringat kembali, seringkali hati kita akan menjadi sakit lagi dan bahkan lebih sulit lagi untuk mengampuni.
Pengampunan yang benar haruslah disertai dengan tindakan melupakan. Seperti yang diajarkan oleh Tuhan di dalam kutipan ayat di atas, bahwa ketika Tuhan menaruh belas kasihan (pengampunan) kepada kesalahan seseorang, Ia tidak mengingat dosa-dosanya lagi. Rekan-rekan yang terkasih dalam Kristus, perbuatlah demikian!, sebab ketika kita mengampuni tetapi tdk melupakannya, iblis bisa memakainya sebagai senjata untuk menjatuhkan kita, yaitu dengan mengingatkan kita lagi mengenai sakit hati kita, sehingga "borok" yang seharusnya sudah mengering/sudah sembuh, dilukai kembali/dibuka kembali, sehingga kondisi kita akan menjadi lebih buruk dari sebelumnya.
Janganlah menjadi "truk sampah" yang membawa banyak sakit hati, dendam, amarah, luka hati, trauma, dan kekesalan, tetapi lupakanlah masalah yang telah kita ampuni, sehingga kita benar-benar merdeka dari semuanya itu.
Tuhan Yesus memberkati!
"Sebab Aku akan menaruh belas kasihan terhadap kesalahan mereka dan tidak lagi mengingat dosa-dosa mereka."
Mengampuni merupakan suatu keputusan, bukan berdasarkan perasaan, dan harus dilakukan berulang-ulang sebagai suatu proses. Sering ketika kita disakiti, terutama oleh orang-orang terdekat kita, maka kita akan menjadi sangat sulit mengampuni. Seandainya keputusan untuk mengampuni telah kita ambil, ketika teringat kembali, seringkali hati kita akan menjadi sakit lagi dan bahkan lebih sulit lagi untuk mengampuni.
Pengampunan yang benar haruslah disertai dengan tindakan melupakan. Seperti yang diajarkan oleh Tuhan di dalam kutipan ayat di atas, bahwa ketika Tuhan menaruh belas kasihan (pengampunan) kepada kesalahan seseorang, Ia tidak mengingat dosa-dosanya lagi. Rekan-rekan yang terkasih dalam Kristus, perbuatlah demikian!, sebab ketika kita mengampuni tetapi tdk melupakannya, iblis bisa memakainya sebagai senjata untuk menjatuhkan kita, yaitu dengan mengingatkan kita lagi mengenai sakit hati kita, sehingga "borok" yang seharusnya sudah mengering/sudah sembuh, dilukai kembali/dibuka kembali, sehingga kondisi kita akan menjadi lebih buruk dari sebelumnya.
Janganlah menjadi "truk sampah" yang membawa banyak sakit hati, dendam, amarah, luka hati, trauma, dan kekesalan, tetapi lupakanlah masalah yang telah kita ampuni, sehingga kita benar-benar merdeka dari semuanya itu.
Tuhan Yesus memberkati!
26 Agustus 2012
Kekeringan Rohani
Wahyu 2 : 4 - 5
"Namun demikian, Aku mencela engkau, karena engkau telah meninggalkan kasihmu yang semula. Sebab itu ingatlah betapa dalamnya engkau telah jatuh! Bertobatlah dan lakukanlah lagi apa yang semula engkau lakukan."
Kutipan ayat di atas merupakan teguran Allah kepada jemaat Efesus, dimana sebelumnya Allah memuji mereka karena mereka berjerih payah dalam melayani Tuhan, tekun dalam jerih payahnya, membongkar ajaran palsu dan tetap sabar meski menderita oleh karena nama Tuhan. Tetapi Allah menegor mereka juga sebab mereka telah kehilangan kasih mula-mula akan Tuhan.
Kita mungkin menilai bahwa setiap orang yang rajin melayani Tuhan, rajin ke gereja adalah orang yang sungguh-sungguh mengasihi Tuhan. Ternyata itu semua bukan merupakan jaminan. Bisa saja mereka melakukan hal itu hanya sebagai rutinitas, tetapi kasihnya telah dingin kepada Allah. Hal inilah yang disebut sebagai kekeringan rohani.
Kekeringan rohani terjadi karena dosa, occultism, penderitaan dan masalah bertubi-tubi, terlalu sibuk dengan pekerjaan, jarang bersekutu dengan Tuhan, atau bahkan terlalu sibuk pelayanan. Dan kabar buruknya, ternyata hal ini merupakan masalah yang serius bagi Tuhan, oleh sebab itu Ia menegor, "...ingatlah betapa dalamnya engkau telah jatuh! Bertobatlah...".
Sebab itu berdoalah pagi ini, minta Tuhan menyelidiki hati kita, apakah kita benar-benar masih mengasihiNya? Atau jangan-jangan setiap kegiatan rohani yang kita lakukan hanyalah rutinitas? Jika benar seperti itu, mintalah kasih mula-mula dari Tuhan, agar api dan gairah dalam hati kita terhadap Tuhan benar-benar menyala kembali, sebab itulah yang Tuhan kehendaki.
Tuhan Yesus memberkati!
"Namun demikian, Aku mencela engkau, karena engkau telah meninggalkan kasihmu yang semula. Sebab itu ingatlah betapa dalamnya engkau telah jatuh! Bertobatlah dan lakukanlah lagi apa yang semula engkau lakukan."
Kutipan ayat di atas merupakan teguran Allah kepada jemaat Efesus, dimana sebelumnya Allah memuji mereka karena mereka berjerih payah dalam melayani Tuhan, tekun dalam jerih payahnya, membongkar ajaran palsu dan tetap sabar meski menderita oleh karena nama Tuhan. Tetapi Allah menegor mereka juga sebab mereka telah kehilangan kasih mula-mula akan Tuhan.
Kita mungkin menilai bahwa setiap orang yang rajin melayani Tuhan, rajin ke gereja adalah orang yang sungguh-sungguh mengasihi Tuhan. Ternyata itu semua bukan merupakan jaminan. Bisa saja mereka melakukan hal itu hanya sebagai rutinitas, tetapi kasihnya telah dingin kepada Allah. Hal inilah yang disebut sebagai kekeringan rohani.
Kekeringan rohani terjadi karena dosa, occultism, penderitaan dan masalah bertubi-tubi, terlalu sibuk dengan pekerjaan, jarang bersekutu dengan Tuhan, atau bahkan terlalu sibuk pelayanan. Dan kabar buruknya, ternyata hal ini merupakan masalah yang serius bagi Tuhan, oleh sebab itu Ia menegor, "...ingatlah betapa dalamnya engkau telah jatuh! Bertobatlah...".
Sebab itu berdoalah pagi ini, minta Tuhan menyelidiki hati kita, apakah kita benar-benar masih mengasihiNya? Atau jangan-jangan setiap kegiatan rohani yang kita lakukan hanyalah rutinitas? Jika benar seperti itu, mintalah kasih mula-mula dari Tuhan, agar api dan gairah dalam hati kita terhadap Tuhan benar-benar menyala kembali, sebab itulah yang Tuhan kehendaki.
Tuhan Yesus memberkati!
25 Agustus 2012
Mengampuni
Yeh 12:1-12
Mzm 78:56-59,61-62
Mat 18:21 – 19:1
AGAIN…???
Tuhan, sampai berapa kali aku harus mengampuni saudaraku jika ia berbuat dosa terhadap aku? - Mat 18:21
Sama halnya dengan koin yang mempunyai dua sisi, demikian halnya dengan kasih dan pengampunan.
Jika kita berbicara soal mengasihi, maka kita tidak bisa dari hal mengampuni.
Rumusan saya sendiri, mengasihi berarti bersedia untuk mengampuni.
Jika kita sudah tidak bisa lagi mengampuni, itu sama dengan kita tidak bisa lagi mempunyai kasih. Jadi intinya, kasih dan pengampunan akan selalu berjalan beriringan dan tidak bisa dipisahkan.
Pengalaman disakiti, dilukai, dikhianati pasti akan menjadi tantangan bagi kita untuk melakukan firman Tuhan yang satu ini. Terlebih lagi jika hal itu dilakukan oleh orang-orang terdekat, orang-orang yang kita hormati, orang-orang yang kita anggap bagian dari hidup kita. Bisa jadi kita membutuhkan proses dan waktu yang panjang untuk bisa memulihkan diri kita.
Ketika suatu kali saya harus mengampuni orang yang sangat melukai saya, sering kita diingatkan bahwa mengampuni adalah keputusan yang kita buat, bukan didasari oleh perasaan. Sekalipun secara perasaan kita merasa belum mau atau tidak bisa mengampuni saat itu, tapi itu tidak berarti bahwa kita tidak bisa memutuskan untuk mengampuni.
Karena sekali lagi, pengampunan adalah keputusan.
Ampunilah sesamamu karena AKU terlebih dahulu mengampunimu.
Mengampuni adalah satu keharusan,dari situlah dimulai proses unt memiliki hati yg lembut,mau dibentuk,berkeras hati adalah sia2.
Sekalipun itu bukan apa yang kita mau, tapi kita tahu itulah yang Tuhan mau.
Apakah saya mau mengampuni orang yang melukai saya?
Kepahitan ,amarah dan dendam adalah akar dari segala penyakit .
Maukah anda mencoba melangkah maju? Lepaskan kesakitan dan amarah itu?
Minta Tuhan mampukan anda mengampuni.
Dapatkan kelegaan dan kelepasan dalam hidupmu.
Gbu & Jesus Always Love U.
Mzm 78:56-59,61-62
Mat 18:21 – 19:1
AGAIN…???
Tuhan, sampai berapa kali aku harus mengampuni saudaraku jika ia berbuat dosa terhadap aku? - Mat 18:21
Sama halnya dengan koin yang mempunyai dua sisi, demikian halnya dengan kasih dan pengampunan.
Jika kita berbicara soal mengasihi, maka kita tidak bisa dari hal mengampuni.
Rumusan saya sendiri, mengasihi berarti bersedia untuk mengampuni.
Jika kita sudah tidak bisa lagi mengampuni, itu sama dengan kita tidak bisa lagi mempunyai kasih. Jadi intinya, kasih dan pengampunan akan selalu berjalan beriringan dan tidak bisa dipisahkan.
Pengalaman disakiti, dilukai, dikhianati pasti akan menjadi tantangan bagi kita untuk melakukan firman Tuhan yang satu ini. Terlebih lagi jika hal itu dilakukan oleh orang-orang terdekat, orang-orang yang kita hormati, orang-orang yang kita anggap bagian dari hidup kita. Bisa jadi kita membutuhkan proses dan waktu yang panjang untuk bisa memulihkan diri kita.
Ketika suatu kali saya harus mengampuni orang yang sangat melukai saya, sering kita diingatkan bahwa mengampuni adalah keputusan yang kita buat, bukan didasari oleh perasaan. Sekalipun secara perasaan kita merasa belum mau atau tidak bisa mengampuni saat itu, tapi itu tidak berarti bahwa kita tidak bisa memutuskan untuk mengampuni.
Karena sekali lagi, pengampunan adalah keputusan.
Ampunilah sesamamu karena AKU terlebih dahulu mengampunimu.
Mengampuni adalah satu keharusan,dari situlah dimulai proses unt memiliki hati yg lembut,mau dibentuk,berkeras hati adalah sia2.
Sekalipun itu bukan apa yang kita mau, tapi kita tahu itulah yang Tuhan mau.
Apakah saya mau mengampuni orang yang melukai saya?
Kepahitan ,amarah dan dendam adalah akar dari segala penyakit .
Maukah anda mencoba melangkah maju? Lepaskan kesakitan dan amarah itu?
Minta Tuhan mampukan anda mengampuni.
Dapatkan kelegaan dan kelepasan dalam hidupmu.
Gbu & Jesus Always Love U.
Langganan:
Postingan (Atom)












