Tampilkan postingan dengan label Berkat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berkat. Tampilkan semua postingan

27 Januari 2015

Bungkus Kado

Manusia pada umumnya memiliki kecenderungan untuk menjadi betah di dalam comfort zone, demikian pula halnya dengan saya. Saya menyukai stabilitas, kondisi yang tidak berubah-ubah, dan tentunya kepastian yang jelas untuk hari-hari ke depan. Saat ini saya menempati sebuah flat housing sewa yang sama dalam waktu enam tahun terakhir. Bukan flat yang mewah, namun cukup baik dan nyaman untuk saya, memiliki akses yang baik dan mudah untuk menjangkau berbagai tempat di kota saya.

Desember lalu tiba-tiba pemilik flat mengabari bahwa unit yang saya tempati akan dijual, sehingga di bulan Januari saya harus pindah ke unit yang lain. Perubahan yang mendadak ini benar-benar membuat saya tidak nyaman, sebab saya adalah orang yang suka dengan kestabilan, suka dengan comfort zone, dan suka dengan hal-hal yang sudah ter-planning jauh sebelumnya. Untuk move dalam waktu sebulan bukan sesuatu hal yang mudah untuk saya, pertama harus mencari unit baru yang sama besar dengan unit sekarang ini, karena saya tinggal dengan beberapa orang, selain itu juga memindahkan berbagai macam perabotan dan barang-barang pribadi yang luar biasa banyaknya.

Tidak lama kemudian, saya mendapat info bahwa unit dengan spesifikasi yang saya cari sudah ada, oleh karena unit tersebut tidak banyak jumlahnya dan kondisinya masih tersewa orang lain, maka sebelum saya bisa cek kondisinya, unit tersebut harus sudah di-book dahulu dengan membayar sejumlah down payment. Prosedur tersebut saya lakukan dan ketika penyewa sebelumnya sudah berakhir masa sewanya, saya bisa melakukan cek unit. Ternyata kondisinya tidak seperti yang saya bayangkan... mulai dari kondisinya yang kotor, bau, unit pendingin yang rusak, kondisi dinding dan pintu yang rusak bahkan kusam, membuat saya menjadi ragu. Namun di saat itu saya merasa tidak punya pilihan, akhirnya saya ambil juga unit flat tersebut.

Setelah pembayaran sewa dilunasi, perbaikan yang cukup banyak mulai dilakukan. Dalam masa-masa perbaikan unit, seorang teman mengomentari unit tersebut. Ia mengatakan bahwa ada unit yang harganya jauh lebih murah daripada unit yang saya sewa dan posisinya tepat di atas unit sewa saya yang lama!...dan celakanya, beberapa waktu lalu di area lantai yang sama dengan unit baru yang saya sewa, pernah terjadi pembunuhan, bahkan ada desas-desus dari orang sekitar tentang adanya penampakan hantu di depan koridor ex unit terjadinya pembunuhan tersebut!

Sebagai manusia normal, saya kecewa, marah, dan merasa tertipu oleh perantara yang menyewakan unit tersebut kepada saya. Namun di saat saya merasa "down", Tuhan mengingatkan kepada saya bahwa kadang ketika Tuhan mau memberikan "kado" kepada kita, Ia memakai "bungkus kado" yang usang, "bungkus kado" yang jelek dan tidak menarik.

Tiba-tiba saya jadi teringat kisah yang pernah saya baca, yaitu seorang pengemis yang memiliki mangkuk yang sangat berharga karena antik, namun karena mangkuk tersebut kondisinya sudah tertutup debu, kotoran, maka pengemis tersebut memakainya sebagai mangkuk untuk meminta-minta. Namun ironisnya, hingga ia meninggal, ia tidak tahu bahwa mangkuk tersebut sebenarnya sangat berharga dan bahkan jika ia bisa menjualnya, maka ia tidak perlu hidup dengan meminta-minta lagi.

Disini saya diingatkan, bahwa "kado" atau berkat Tuhan, terkadang di"bungkus" dengan masalah atau hal-hal yang buruk. Namun jika kita bisa menerimanya, dan mulai mengupas masalah ("bungkus") tersebut satu demi satu, maka berkat (isi "kado") yang luar biasa akan kita terima. Sampai saat ini saya tidak tahu apa sebenarnya "kado" yang mau Tuhan berikan lewat kejadian unit flat ini, karena "bungkus"nya terlihat jelek.

Namun saya mau mencoba belajar untuk menerimanya, sebab saya tahu Tuhan Yesus baik dan Ia adalah Bapa saya, tentunya Ia tidak akan memberikan sesuatu yang buruk atau bahkan mencelakakan saya. Ia mau saya belajar untuk memilih segala sesuatu dengan pertimbangan yang matang, belajar untuk menerima dan merespons secara positif hal-hal buruk yang menimpa saya, dan tentunya di balik semua itu, saya percaya ada "kado" yang baik sedang mengintip di balik semua masalah yang ada.

Jika kita membaca kitab Kejadian 37-50, kita akan tahu, bahwa sebelum Yusuf menerima "kado" jabatan sebagai Perdana Menteri Mesir, Tuhan mem"bungkus"nya dengan berbagai macam masalah, mulai ia dibuang ke sumur, dijual sebagai budak, difitnah, dan dipenjara, namun setiap jalur tersebut, setiap "bungkus" jelek tersebut, membawa ia semakin dengan dengan "kado" sesungguhnya yang Tuhan mau karuniakan kepadanya.

Di awal tahun yang baru ini, saya tidak tahu anda diijinkan untuk menghadapi masalah apa, but don't judge a book by it's cover, jangan menilai buku dari sampulnya, jangan menilai "kado" Tuhan dari "bungkus"nya. Percayalah kalau Tuhan sendiri mau merendahkan diriNya dengan menjadi manusia, bahkan dihukum untuk menanggung segala dosa kita, tentunya Ia akan mengaruniakan segala sesuatu yang baik kepada kita.

Ingatlah, Ia adalah Bapa kita, kalau bapa di dunia yang jahat tahu cara melindungi dan mengasihi anaknya, tentunya Bapa kita yang baik akan sanggup melakukan hal-hal yang jauh lebih baik daripada itu. 

Tuhan Yesus memberkati!

7 November 2013

Dalam Pemeliharaan Tuhan

Malam ini, ketika saya browsing-browsing blog lama saya, saya melihat ada 1 post (yang adalah kesaksian hidup saya sendiri) yang terekam dalam blog itu. Bahkan, saya sendiri lupa pernah mengalami hal tersebut dan menuliskannya. Well, when I'm reading on that, I'm still amazed by how GOD takes care of my life this far. Oleh karena itu, saya ingin berbagi berkat yang sama buat anda, semoga bisa menjadi inspirasi. :)


18 Mei 2011

Good is good.. All the time..

Hari Jumat malam lalu, seorang teman saya yang adalah ketua sebuah sel grup (persekutuan doa) sedang chatting dengan saya. Tiba-tiba dia bercerita bahwa salah seorang anggota sel nya mengalami masalah yang cukup berat. Dia tidak bisa membayar uang sekolahnya selama 5 bulan. Sementara mobil ayahnya yang bekerja sebagai sopir antar jemput, sedang rusak 1 minggu itu. Lebih parah lagi, hari Seninnya dia sudah UAS; yang mana kalau dia tidak bisa melunasi uang sekolahnya, dia tidak bisa mengikuti UAS.

Ketika mendengar berita itu, hati saya tergerak oleh belas kasih. Saya selalu prihatin dengan orang-orang yang kesulitan untuk melanjutkan sekolahnya, tapi terbentur biaya. Saya mengerti keadaan mereka karena saya juga pernah mengalami hal yang sama, tapi Tuhan menolong saya dengan cara-cara-Nya yang ajaib.

Terkadang saya berandai-andai, andai saja uang anak-anak orang kaya yang tidak niat untuk sekolah, bisa berpindah ke tangan anak-anak lain yang kurang beruntung secara finansial, tapi memiliki kemauan keras untuk belajar. Daripada uang itu dihambur-hamburkan untuk hal yang sia-sia, bukankah jauh lebih berguna jika digunakan untuk biaya sekolah anak-anak yang kurang mampu.

Tapi yang namanya berandai-andai tetap saja hanyalah andai-andai.. Hehehe.. Sama aja bo'ong kalau kita tidak bertindak dan cuma berbicara saja.

Akhirnya tanpa pikir panjang, saya langsung mengambil keputusan untuk mengosongkan account tabungan saya untuk membantu anak ini. Jumlahnya memang tidak banyak, hanya bisa meng-cover sebagian saja karena sebelumnya uang saya juga sudah saya gunakan untuk membantu anak lain dengan kasus yang sama.

Karena saya tahu bahwa dana yang dibutuhkan belum ter-cover semua, maka saya mengambil inisiatif untuk menggalang dana. Saya menghubungi beberapa teman saya dan puji Tuhan, ternyata mereka juga tergerak untuk membantu anak ini. :D

Disamping itu, saya juga berdoa pada Tuhan untuk mengirimkan bala bantuan bagi anak ini. Kabar terakhir yang saya dengar dari teman saya, si pemimpin sel anak ini, anggota-anggota sel grup nya ikut mengambil bagian dalam membantu anak ini, bahkan ada juga yang mencoba menawarkan pekerjaan agar anak ini dapat memiliki penghasilan sendiri nantinya.

Dari kasus ini, saya melihat bagaimana kasih Tuhan benar-benar nyata. Kejadian ini persis seperti yang diceritakan pada Kitab Kisah Para Rasul tentang bagaimana kehidupan gereja perdana. Mereka saling berbagi kasih, berbagi apa yang mereka punya, dan bersama-sama memuliakan Tuhan. :D

Nah, sampai hari ini, itulah kisah anak itu yang saya dengar. Saya belum sempat menanyakan lagi bagaimana kabar anak itu pada teman saya. Sekarang saya akan bercerita tentang kisah saya. :)

Seperti yang saya tulis di atas, saya mengosongkan isi tabungan saya di bank, yang artinya saldo saya sekarang dalam posisi 0. Uang saya yang tersisa di dompet cash hanya cukup untuk hidup 1 minggu, sementara proyek-proyek yang sedang saya kerjakan semua belum bisa ditarik pembayarannya. Alhasil, saya tidak tahu mau hidup pake uang siapa untuk minggu depan. Hahaha..

Tapi saya tidak terlalu memusingkan itu, karena sudah cukup terbiasa dengan kondisi seperti itu. Saya tahu dan saya percaya kalau Tuhan akan menolong saya.

Benar sekali, pertolongan Tuhan tidak pernah terlambat. Kemarin saya baru saja menerima sebuah proyek yang kecil dan cukup mudah dikerjakan, yang artinya bisa segera saya selesaikan dan saya tarik pembayarannya. Dan hebatnya Tuhan, nilai proyeknya cukup untuk menghidup saya 2 minggu ke depan, tepat sebelum jadwal pembayaran saya yang lain bisa cair. Haleluyah, Praise the Lord!

Banyak sekali orang, yang kalau saya ceritakan kisah saya ini, selalu berkata, "Kalau kamu gitu terus kapan kayanya?" atau "Kenal aja ndak sama tuh orang, kenapa repot-repot bantu dia? Bukannya lebih baik kamu urus dirimu dulu?" Mendengar komentar-komentar seperti itu, biasanya saya hanya membalas, "Tuhan yang pelihara saya."

Hari demi hari, saya semakin bertumbuh dalam pengenalan akan diri-Nya, dimana pemeliharaan-Nya akan hidup saya menjadi semakin nyata. Yah, sama seperti manusia lain, saya masih punya rasa takut dan kuatir untuk masa depan, tapi ketika saya belajar untuk hidup dalam pemeliharaan Tuhan, saya dimampukan untuk tidak kuatir dan takut sehingga damai sejahtera itu dapat turun dalam hidup saya.

"Peringatkanlah kepada orang-orang kaya di dunia ini agar mereka jangan tinggi hati dan jangan berharap pada sesuatu yang tak tentu seperti kekayaan, melainkan pada Allah yang dalam kekayaan-Nya memberikan kepada kita segala sesuatu untuk dinikmati. Peringatkanlah agar mereka itu berbuat baik, menjadi kaya dalam kebajikan, suka memberi dan membagi dan dengan demikian mengumpulkan suatu harta sebagai dasar yang baik bagi dirinya di waktu yang akan datang untuk mencapai hidup yang sebenarnya." (1 Timotius 6:17-19).

Tuhan memberkati!

5 November 2013

You Reap What You Sow

Galatia 6:7, "Jangan sesat!, Allah tidak membiarkan diriNya dipermainkan. Karena apa yang ditabur orang, itu juga yang akan dituainya."
Apa yang kita tabur, suatu hari kelak akan kita tuai.
Ada beberapa prinsip dalam hukum tabur tuai,

 

Kita akan menuai jenis yang sama dengan apa yang kita tabur

Gal 6:7b, "...karena apa yang ditabur orang, itu juga yang akan dituainya." Ada beberapa benih yang bisa kita tabur,
Gal 6:9-10, "janganlah kita jemu-jemu berbuat baik, karena apabila sudah datang waktunya, kita akan menuai, jika kita tidak menjadi lemah." (benih kebaikan),  
Ayub 4:8, "Yang telah kulihat ialah bahwa orang yang membajak kejahatan dan menabur kesusahan, ia menuainya juga." (benih kejahatan),
Amsal 22:8,"orang yang menabur kecurangan akan menuai bencana, dan tongkat amarahnya akan habis binasa." (benih kecurangan),
Lukas 6:38, "berilah dan kamu akan diberi..." (benih harta/uang).

Kita akan menuai kualitas yang sama dengan kualitas yang kita tabur

Jika kita mau memberi orang lain, berilah dengan kualitas yang terbaik, bukan hal-hal yang berkualitas buruk/bekas.

Kita akan menuai jauh lebih banyak daripada yang kita tabur

Kej 26:12, "maka menaburlah Ishak di tanah itu dan dalam tahun itu juga ia mendapat hasil seratus kali lipat,..."
Matius 12:23, "yang ditaburkan di tanah yang baik ialah orang yang mendengar firman itu dan mengerti..." (sehingga menuai 30,60,100 kali lipat).

Kita akan menuai pada waktunya Tuhan

Kita tidak pernah bisa menghitung kapan waktunya kita akan menuai ketika kita menabur di ladang Tuhan.
Gal 6: 9, "Janganlah kita jemu2 berbuat baik, karena apabila SUDAH DATANG WAKTUNYA, kita akan menuai, jika kita tidak menjadi lemah."  
1 Tim 6:18-19," Peringatkanlah agar mereka itu berbuat baik, menjadi kaya dalam kebajikan, suka memberi dan berbagi, dan dengan demikian mengumpulkan suatu harta sebagai dasar yang baik di waktu akan akan datang..."

Tuhan Yesus memberkati!

2 November 2013

Sabar Menanti Waktu Tuhan

Di dunia yang serba instant saat ini, sangatlah sulit bagi kita untuk menemukan kesabaran atau bahkan bersikap sabar. Karena tuntutan dunia instant adalah kecepatan, segala sesuatu harus cepat, target harus cepat tercapai, pekerjaan harus cepat terselesaikan, komunikasi harus cepat dan sebagainya.

Namun tidak demikian jika kita ingin melihat janji atau pertolongan Tuhan terjadi di dalam hidup kita, tidak ada penggenapan janji dan pertolongan yang instant, semua ada prosesnya dan kita harus bersabar. Saat ini banyak orang Kristen yang tidak sabar menunggu janji Tuhan, menunggu jawaban doa, menunggu pertolongan Tuhan, sehingga mereka mengandalkan orang lain/dirinya sendiri untuk keluar dari masalah, yang malah menyebabkan segala sesuatunya menjadi lebih buruk dan bahkan menunda berkat yang telah Tuhan sediakan.


Masalah atau cobaan diberikan Tuhan untuk memproses karakter dan kedewasaan kita. Oleh karena itu dibutuhkan proses kesabaran untuk menghadapi masalah dan keluar sebagai pemenang. Jangan melarikan diri dari masalah, juga jangan mencari shortcut untuk jalan keluarnya, tetapi tunggulah hingga Tuhan meyakinkan, apa yang harus kita lakukan berikutnya, sehingga sedikit demi sedikit kita akan keluar dari masalah tersebut, bahkan karakter baru kita akan terbentuk, dan tentunya ada berkat/janji yang telah Tuhan sediakan di balik setiap masalah.

Apabila saat ini anda sudah berputus asa, sudah mulai kehilangan kesabaran menunggu waktu Tuhan, atau mungkin sudah memutuskan melakukan sesuatu karena merasa Tuhan belum menjawab doa anda, berhentilah! ...dan berpalinglah kepadaNya, mintalah kekuatan dan hikmat dariNya, dan tunggulah waktuNya. Sebab kesabaran bukan anugerah yang instant diberikan, namun kesabaran merupakan buah roh, yang terbentuk/berbuah ketika kita berlatih untuk taat dan menunggu waktuNya Tuhan. Kesabaran akan mendatangkan berkat, ketidaksabaran akan mendatangkan celaka. Percayalah bahwa Ia mengasihi kita, Ia akan menjawab seruan kita pada waktuNya.  
"Sebab itu Tuhan menanti-nantikan saatnya hendak menunjukkan kasihNya kepada kamu;sebab itu Ia bangkit hendak menyayangi kamu. Sebab Tuhan adalah Allah yang adil; berbahagialah semua orang yang menanti-nantikan Dia! Sungguh, hai bangsa di Sion yang diam di Yerusalem, engkau tidak akan terus menangis. Tentulah Tuhan akan mengasihani engkau, apabila engkau berseru-seru;pada saat Ia mendengar teriakmu, Ia akan menjawab." (Yesaya 30:18-19). 

Tuhan Yesus memberkati!

4 Januari 2013

Hidup yang Berkualitas

Yohanes 10:10
"Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai HIDUP, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan"


Kata "hidup" di dalam kutipan ayat di atas, dalam bahasa Grika-nya bisa berarti 2 hal, "bios" yang berarti hidup yang hanya sekadar hidup, dan "zoe" yang berarti hidup berkualitas.

Hidup yang diberikan melalui kedatangan Yesus Kristus adalah hidup yang berkualitas, bukan hanya sekadar hidup. Tuhan tidak pernah menjanjikan dalam hidup kita bahwa kita akan punya banyak, tetapi Ia menjanjikan bahwa kita akan hidup dalam kelimpahan, kehidupan yang cukup dan bahkan memberkati orang lain.

Janganlah hidup untuk mengejar kesenangan atau hanya sekedar baik, tetapi hidupilah hidup yang berdampak bagi orang lain, menginspirasi orang lain secara positif, sehingga tidak hanya mengejar kesuksesan pribadi, tetapi memberi nilai tambah untuk orang lain.

Janganlah hidup dengan rutinitas, sekadar menjalankan kewajiban yang ada, karena itu akan menyebabkan kita kehilangan "gairah hidup" pada suatu titik tertentu, tetapi hiduplah dengan kasih, agar kita melihat mujizat bekerja dalam hidup kita dan orang lain. Yang penting bukanlah berapa banyak yang kita miliki, tetapi apa yang dapat kita berikan.

Tuhan Yesus memberkati!

Unta dan Lubang Jarum

Mat 19:24
"Sekali lagi Aku berkata kepadamu, lebih mudah seekor unta masuk melalui lobang jarum daripada seorang kaya masuk ke Kerajaan Allah."



Yesus mengucapkan kata-kata di atas setelah ada seorang anak muda yang datang untuk mengikut Dia, namun pergi meninggalkan Dia ketika Yesus meminta anak muda ini untuk menjual semua hartanya. Kita harus memahami bahwa Yesus meminta hal tersebut bukan karena Dia menginginkan harta itu, tapi karena Dia tahu bahwa oleh banyaknya harta yang dimiliki oleh anak muda itu, maka dia menjadi terikat. Banyak kali, ketika Tuhan meminta kita untuk melepaskan sesuatu dalam hidup kita, saat itulah kita baru menyadari bahwa hal itulah yang mengikat kita.

Jangan pernah dikuasai oleh apapun, sebab Yesus telah mati agar kita bebas. Jadi hiduplah dalam kebebasan yang telah Dia anugerahkan.

Nah lalu apa hubungannya dengan unta dan lubang jarum? Lubang jarum dalam ayat ini, sebenarnya adalah sebutan bagi pintu gerbang Yerusalem. Pintu gerbang kota itu ukurannya kecil dan pendek, sehingga kalau kita mau memasukkan unta, unta itu harus berlutut.

Itulah yang sebenarnya Tuhan mau dari hidup kita: berlutut. Berlutut berarti merendahkan diri, sekalipun kita memiliki banyak harta, popularitas, kekuasaan, kita harus belajar untuk merendahkan diri dan mengaku bahwa itu semua adalah karena Tuhan. Semakin luar biasa yang kita miliki, harusnya kita harus semakin belajar merendahkan diri. Kalau Yesus tidak mempertahankan ke-Tuhanan-Nya dan turun ke dunia sebagai manusia, siapakah kita yang berani meninggikan diri?

Tuhan tidak peduli dengan seberapa banyak yang kita punya, tapi Dia lebih peduli dengan kondisi hati kita: apakah hati kita masih melekat pada Dia, ataukah hati kita sudah melekat pada harta kekayaan kita.

Tuhan Yesus memberkati!

26 Desember 2012

Datanglah Kerajaan-Mu

Mat 6:10
"datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu, di bumi seperti di sorga."



Sebagai seorang pengusaha, hanya ada 2 jenis motivasi, yaitu: "Apakah Anda membangun kerajaan Anda sendiri, atau apakah Anda membangun Kerajaan-Nya?" Motivasi adalah sebuah kekuatan (driving force) yang mendorong segala keputusan yang kita buat, termasuk di dalam menjalankan bisnis kita.

Yesus mengajarkan kepada kita sebuah pola (pattern) bagaimana seharusnya kita berdoa, yaitu doa Bapa Kami. Dalam doa tersebut ada kata-kata "datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu, di bumi seperti di sorga." Dalam sudut pandang pengusaha, Tuhan mau kita menggunakan bisnis kita sebagai alat untuk 'mendatangkan' Kerajaan-Nya di bumi sehingga bumi menjadi seperti sorga.

Apa sih Kerajaan Allah itu? Kerajaan Allah adalah kasih. Jadi, apakah bisnis kita, kita pakai untuk memperkaya kita dengan cara memanfaatkan, memperdaya, atau menghancurkan orang lain? Atau justru dari bisnis kitalah, banyak orang bisa mengenal Kristus karena merasakan kasih-Nya yang nyata lewat kita? Motivasi hati adalah yang membedakannya.

Mari di momen Natal ini, kita belajar untuk mengasihi seperti Allah telah mengasihi kita dengan memberikan Anak-Nya yang tunggal kepada kita. (Yoh 3:16) Berhenti berdoa, "Tuhan berkati dan lancarkan bisnisku" saja, tapi berdoalah, "Tuhan jadikanlah bisnisku alat kemuliaan-Mu: untuk menunjukkan kasih-Mu kepada dunia ini."

Anda tidak perlu takut untuk merugi sekalipun seluruh keuntungan bisnis Anda, Anda dedikasikan untuk pekerjaan Tuhan, sebab Dia berjanji dalam Firman-Nya di Mat 6:33 "Carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka segalanya akan ditambahkan kepadamu." - segala sesuatunya akan ditambahkan: kita tidak akan berkekurangan! Sebab tanpa visi yang dari Tuhan, penyediaan (provision, favor, open heaven) tidak akan tersedia. Haleluyah!

Tuhan Yesus memberkati.

3 Desember 2012

Gubuk Terbakar

Satu-satunya orang yang selamat dari kecelakaan sebuah kapal terdampar di pulau yang kecil dan tak berpenghuni. Pria ini segera berdoa supaya Tuhan menyelamatkannya, dan setiap hari dia mengamati langit mengharapkan pertolongan, tetapi tidak ada sesuatu pun yang datang.


Dengan capainya, akhirnya dia berhasil membangun gubuk kecil dari kayu apung untuk melindungi dirinya dari cuaca, dan untuk menyimpan beberapa barang yang masih dia punyai. Tetapi suatu hari, setelah dia pergi mencari makan, dia kembali ke gubuknya dan mendapati gubuk kecil itu terbakar, asapnya mengepul ke langit; dan yang paling parah, hilanglah semuanya.

Dia sedih dan marah. "Tuhan, teganya Engkau melakukan ini padaku?" dia menangis. Pagi-pagi keesokan harinya, dia terbangun oleh suara kapal yg mendekati pulau itu.

Kapal itu datang untuk menyelamatkannya. "Bagaimana kamu tahu bahwa aku di sini?" tanya pria itu kepada penyelamatnya. "Kami melihat tanda asapmu", jawab mereka.

Mudah sekali untuk menyerah ketika keadaan menjadi buruk. Tetapi kita tidak boleh goyah, karena Tuhan bekerja di dalam hidup kita, juga ketika kita dalam kesakitan dan kesusahan. Ingatlah bahwa pada Roma 8:28, Tuhan berkata bahwa Dia bekerja dalam segala hal yang mendatangkan kebaikan.

Ketika gubukmu terbakar, mungkin itu "tanda asap" bagi kuasa Tuhan. Ketika ada kejadian negatif terjadi, kita harus berkata pada diri kita sendiri bahwa Tuhan pasti mempunyai jawaban ygan positif untuk kejadian tersebut.

Kamu berkata,
"Itu tidak mungkin."
Tuhan berkata, "Tidak ada hal yang tidak mungkin." (Lukas 18:27)

Kamu berkata,
"aku terlalu capai."
Tuhan berkata, "Aku akan memberikan kelegaan padamu." (Matius 11:28)

Kamu berkata,
"Tidak ada seorangpun yang mencintai aku."
Tuhan berkata, "Aku mencintaimu." (Yohanes 3:16-Yohanes 13:34)

Kamu berkata,
"Aku tidak bisa meneruskan."
Tuhan berkata, "Kasih karuniaKu cukup." (2 Korintus 12:9 - Mazmur 91:15)

Apakah 'gubuk'mu sedang terbakar hari-hari ini? Bersukacitalah sebab kuasa Tuhan akan segera dinyatakan dalam hidupmu!

Tuhan Yesus memberkati!

29 November 2012

Blessing in Disguise

Sebuah kereta api melaju di tengah musim salju yang dingin. 
Saat berhenti sejenak, seorang bapak iseng keluar dari pintu kereta api.


Namun, tanpa disangka ada angin yang meniup topinya sehingga topinya terjatuh jauh dari kereta. 
Dengan sigap, ia pun berlari mengejar. Akhirnya, berhasil juga ia memungut topinya.

Namun, tiba-tiba mesin kereta berbunyi dan keretapun mulai bergerak. 
Dengan susah payah, ia berusaha berteriak dan berlari. 
Namun, salju yang tebal membuatnya tidak bisa berlari kencang. 
Akhirnya, ia pun ditinggal oleh kereta sendirian di tengah perjalanan yang dingin itu. 

Dengan mengeluh soal nasibnya yang sial, ia terus memaki bahkan hingga menangis. Meratapi nasibnya yang malang. 
Ia sudah ditinggal kereta, kopernya juga hilang. 
Betul-betul kesel, jengkel dan marah.

Keesokan harinya, ia mendengar berita sebuah kereta api malam tergelincir ke jurang dan semua penumpang di kereta itu tewas. Tentu saja tidak semuanya, karena si bapak ini termasuk yang selamat!

Masalah, kesulitan ataupun petaka, kadang bisa terjadi dalam kehidupan kita. Ada yang sepenuhnya karena kesalahan kita. 
Namun, ada yang justru terjadi atas ijin dari "Yang Di Atas", karena adanya sebuah pembelajaran dan hikmah yang justru akan kita peroleh setelah melewatinya.

Karena itulah, jangan mengeluh, kesel dan jengkel dgn apa yg terjadi sebelum kamu tahu apa makna di balik masalah dan kesulitan itu.

Kadang-kadang, hikmah di balik petaka dan kesulitan baru kita pahami setelah melewati waktu yg lama. 
Mengeluh tidak akan mengatasi masalah !!
Mengeluh dan bersungut-sungut akan menghalangi berkat... 

Matius 7 : 9-11 
“Adakah seorang dari padamu yang memberi batu kepada anaknya, jika ia meminta roti, atau memberi ular, jika ia meminta ikan? 
“Jadi jika kamu yang jahat tahu memberi pemberian yang baik kepada anak-anakmu, apalagi Bapamu yang di sorga! Ia akan memberikan yang baik kepada mereka yang meminta kepada-Nya. "



Gbu & Jesus Always Love U Forever.

27 November 2012

Melangkah Pasti

Mazmur 37 : 23-25
"Tuhan menetapkan langkah-langkah orang yang hidupnya berkenan kepada-Nya; apabila ia jatuh, tidaklah sampai tergeletak, sebab Tuhan menopang tangannya. Dahulu aku muda, sekarang telah menjadi tua, tetapi tidak pernah kulihat orang benar ditinggalkan, atau anak cucunya meminta-minta roti."



Ketika kita bersama-sama berjalan dengan Tuhan, selain dihadapkan pada berkat,  kita juga akan dihadapkan pada banyak tantangan, hambatan, bahkan mungkin seolah-olah "ketidakpastian". Namun di dalam kutipan ayat tersebut Tuhan mengajarkan, bahwa ketika kita melangkah bersama Dia, maka kita harus melangkah dengan pasti. Banyak hal-hal di depan yang kita tidak tahu, tetapi Dia tahu, oleh karena itu Ia memberikan guidance agar kita bisa melangkah dengan pasti dan yakin,

Tuhan Menetapkan Langkah Kita
Setiap langkah kita selalu dituntun dan disertai Tuhan, asalkan hidup kita berkenan. Lakukan perintahNya dan mintalah Dia untuk menuntun hidup kita, maka Dia sendiri yang akan turun tangan untuk menetapkan langkah hidup kita.

Tuhan Menopang Kita
Di dalam perjalanan kehidupan, bisa saja kita terpeleset, jatuh, tetapi karena ada Tuhan yang menopang, maka kita tidak akan jatuh hingga tergeletak. Ketika Petrus diminta Yesus berjalan di atas air, Petrus yang semula yakin, tetapi karena tiupan angin, keyakinannya menjadi kendor dan ia mulai tenggelam, tetapi tangan Tuhan tidak pernah terlambat untuk diulurkan dan Petrus dipegangNya supaya tidak tenggelam.

Tuhan Memberikan Jaminan
Pemazmur di dalam ayat tersebut memperhatikan bahwa sejak ia muda hingga tua, Ia tidak pernah menyaksikan orang benar ditinggalkan Tuhan, karena Dia setia.

Jadi lakukan pemeriksaan pribadi terhadap perkenanan Tuhan atas hidup kita, bertanyalah kepadaNya, agar kita bisa memperbaiki hidup kita dan melangkahlah dengan pasti sesuai kehendakNya. Jangan takut, sebab Tuhan selalu menyertai hidup kita. 

Tuhan Yesus memberkati!

21 Oktober 2012

Pelaku Firman

Yakobus 1:23-24 - Sebab jika seseorang hanya mendengar firman saja dan tidak melakukannya, ia adalah seumpama seorang yang sedang mengamat-amati mukanya yang sebenarnya di depan cermin. Baru saja ia memandang dirinya, ia sudah pergi atau ia segera lupa bagaimana rupanya.


Banyak di antara kita yang mengikut Kristus, tapi akhirnya menjadi frustasi karena kita merasa tidak ada kuasa Tuhan dalam hidup kita, tidak ada transformasi yang terjadi di dalam hidup kita. Seringkali, hal tersebut terjadi karena kita sendirilah yang menjadi penyebabnya.

Iman timbul dari pendengaran akan firman Tuhan, tapi tidak berhenti sampai di sana saja. Kita harus ingat juga bahwa iman tanpa perbuatan adalah mati. Jika kita mau firman itu menjadi hidup, kita harus melakukannya sesuai dengan iman kita.

Dalam Yakobus 1:23-24, cermin adalah seumpama firman Tuhan yang menunjukkan apa yang salah di dalam diri kita. Oleh karena itu diumpamakan bahwa ketika kita mendengarkan firman Tuhan, kita seperti melihat siapa kita yang sebenarnya di depan cermin, Tuhan akan tunjukkan kepada kita apa yang salah dalam diri kita. Tapi setelah melihat cermin, tidak akan terjadi apa-apa kalau kita tidak meresponi dengan benar; dikatakan pergi atau segera lupa bagimana rupanya.

Justru di saat Tuhan tunjukkan apa yang salah dalam diri kita lewat firman-Nya, maka kita harus dengan sengaja membuat keputusan untuk melakukan firman yang Tuhan katakan dalam hidup kita. Agar kita dikoreksi dan kuasa Tuhan dapat bekerja dengan penuh dalam mentransformasi hidup kita, tanpa penghalang.

Jadilah pelaku firman dan lihatlah bagaimana Tuhan bekerja luar biasa atas hidup kita.


Tuhan Yesus memberkati!

15 Oktober 2012

Ketidaktahuan yang Membawa Berkat

Nabi NUH belum tahu banjir akan datang ketika ia membuat kapal dan ditertawai kaumnya.
Nabi ABRAHAM belum tahu akan tersedia domba ketika pisau nyaris memenggal buah hatinya.
Nabi MUSA belum tahu laut terbelah saat dia diperintah memukulkan tongkatnya.

Yang mereka tahu adalah bahwa mereka harus patuh pada perintah ALLAH dan tanpa berhenti berharap yang terbaik...
Ternyata dibalik keTIDAKTAHUan kita, TUHAN telah menyiapkan kejutan !

BIASANYA Tangan TUHAN bekerja didetik-detik terakhir usaha hamba-Nya.
Kalaupun hasil yang kita usahakan jauh dari harapan bahkan menyakitkan, jangan kita berkecil hati...
Karena kadang TUHAN mencintai kita dengan cara-cara yang kita tidak suka...

Tuhan memberikan apa yang kita butuhkan, bukan apa yang kita inginkan. Lakukan bagianmu saja, dan Tuhan akan mengerjakan bagianNya.


Biarlah Kekuatan SIMSON....
Kebijakan SALOMO....
Kesabaran AYUB.....
Iman ABRAHAM.....
Inspirasi DANIEL....
Ketulusan ESTER.....
Keberanian DAUD......
Kesalehan HENOKH....
Kelembutan MUSA.....
Ketaatan YOSUA....
Kesetiaan RUTH dan
Sukacita HABAKUK.....
Menjadi bagian dalam pribadi kita..

Tetaplah percaya
Matius 21:21 - Yesus menjawab mereka: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika kamu percaya dan tidak bimbang, kamu bukan saja akan dapat berbuat apa yang Kuperbuat dengan pohon ara itu, tetapi jikalau kamu berkata kepada gunung ini: Beranjaklah dan tercampaklah ke dalam laut! hal itu akan terjadi."

Tetaplah berdoa
Markus 9:23 - Jawab Yesus: "Katamu jika Engkau dapat? Tidak ada yang mustahil bagi orang yang percaya!"

Tetaplah setia
Matius 25:21 - Maka kata tuannya itu kepadanya: Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia; engkau telah setia dalam perkara kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masukalah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu.

Tetaplah cari Kerajaan Allah
Matius 6:33 - Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.

Tuhan Yesus memberkati!

1 Oktober 2012

Blessings in Unity

Mazmur 133
"...Sungguh, alangkah baiknya dan indahnya, apabila saudara-saudara diam bersama dengan rukun! Seperti minyak yang baik di atas kepala meleleh ke janggut, yang meleleh ke janggut Harun dan ke leher jubahnya. Seperti embun gunung Hermon yang turun ke atas gunung-gunung Sion. Sebab ke sanalah Tuhan memerintahkan berkat, kehidupan untuk selama-lamanya."


Ada 3 frase/kalimat kunci utama dalam kutipan ayat di atas, yaitu diam bersama, dengan rukun, dan ke sanalah Tuhan memerintahkan berkat. Tuhan rindu untuk memberkati kita semua anak-anakNya, tetapi ada dua prasyarat utama yang dikehendaki olehNya, yaitu kita hidup berkomunitas (diam bersama) dan menjaga kerukunan di dalam komunitas tersebut.

Kenapa harus demikian? Sebab masing-masing dari kita tidak diciptakan untuk hidup sendiri, kita semua punya peran masing-masing di dalam Tubuh Kristus yang harus melengkapi satu dengan yang lain, oleh karena itu diperlukan komunitas agar kita bisa menjalankan peran yang telah ditentukan Tuhan secara bersama-sama dengan utuh. Selain itu Tuhan juga menginginkan adanya kerukunan, sebab hukum yang utama dan terutama adalah hukum kasih, dimana kasih itu yang mampu menyatukan suatu komunitas, sehingga tercipta kerukunan di dalamnya.

Jadi jika kita rindu untuk diberkati luar biasa, hiduplah dalam komunitas yang benar, yang sesuai dengan kehendak Tuhan dan jagalah kerukunan di antara anggotanya, sebab disanalah Tuhan berkenan untuk mencurahkan berkat-berkatNya, coz there are blessings in unity.

Tuhan Yesus memberkati!

2 September 2012

Dikejar Berkat

Matius 6 : 33
"Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu."
Ketika kita menjadi anak-anak Allah, secara otomatis kita punya privilege/hak istimewa, bahwa kita akan dikejar oleh berkat, bukan mengejar berkat.  Tetapi Tuhan juga memberikan satu syarat, yaitu kita harus mencari Kerajaan Allah dan kebenarannya terlebih dahulu.

Yang dimaksud dengan mencari Kerajaan Allah dan kebenarannya adalah memahami dan melakukan FirmanNya. Dan jika kita sudah melakukannya, maka semuanya akan ditambahkan olehNya, tidak hanya berkat materi, tetapi juga sukacita, kesehatan, pemulihan, damai, dan banyak berkat lain. Yang dimaksud melakukan Firman disini tidak hanya terbatas kita bergereja setiap minggu, tetapi hiduplah berkomunitas, layanilah Tuhan, lakukan kehendakNya, dan pakailah setiap berkat, urapan kita untuk melayani satu dengan yang lain.

Dikejar berkat disini bukan berarti kita hanya duduk bermalas-malasan dan berkat membanjiri kita, tetapi kita harus tetap bekerja keras, hanya saja promosi, kesempatan-kesempatan baru dan luar biasa, link-link usaha yang baru akan dibukakan tanpa kita perlu bersusah payah mencarinya.

Jadi pada akhirnya itu semuanya merupakan suatu pilihan, mau menggunakan hak istimewa kita untuk dikejar berkat? Atau kita berusaha dengan susah payah untuk mengejar berkat-berkat kita.

Tuhan Yesus memberkati!
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...