Tampilkan postingan dengan label Intimacy. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Intimacy. Tampilkan semua postingan

5 Maret 2013

New Communication: Quiet Time (Saat Teduh)

Saat teduh merupakan salah satu cara agar kita bisa mendengar suara Tuhan. Sebab di dalam saat teduh ada pembacaan Alkitab, dimana di dalamnya ada Firman Allah yang akan mengajar, mengoreksi, memperbaiki kelakuan, mendidik kita dalam kebenaran (2 Timotius 3:16-17). Selain itu Firman tersebut juga dapat menyegarkan jiwa dan memberikan hikmat bagi yang tidak berpengalaman (Mazmur 19:8), serta memberikan ketentraman dan menghilangkan batu sandungan (Mazmur 119:165).


Kita perlu menyediakan waktu teratur untuk saat teduh, agar kita bertemu dengan pribadi Allah yang nyata dan dapat mendengarNya berbicara lewat Firman di dalam Alkitab. Selain itu kita perlu memelihara agar jalur komunikasi kita kepadaNya tetap bersih, caranya dengan meminta pengampunan atas dosa-dosa kita.

Proses saat teduh:
  1. Undang hadirat Allah melalui pujian dan penyembahan
  2. Akui dosa kita dan bertobat
  3. Minta Allah penuhi kita dengan Roh hikmat
  4. Baca Alkitab dengan suara keras
  5. Lewat Firman dalam Alkitab, Allah dapat menyatakan pribadiNya, mengingatkan dosa kita, janjiNya, sikap kita yang harus diubah, perintahNya, serta contoh-contoh hidup yang harus ditiru/dihindari
  6. Buat komitmen setelah membaca Firman dan lakukan
  7. Doa ucapan syukur, mohon kebutuhan pribadi dan orang lain, serta akhiri dengan pujian dan penyembahan
  8. Catat apa yang kita dapat setiap kali kita melakukan saat teduh dan catatlah setiap berkat yang kita dapat pada hari itu, agar kita selalu bersyukur setiap saat.

Tuhan Yesus memberkati!

New Communication: Hearing the Voice of God
New Communication: Quiet Time (Saat Teduh)
New Communication: Doa

New Communication: Hearing the Voice of God

 

Mengapa kita harus mendengar suara Tuhan?

  1. Tuhan mau kita berhubungan intim denganNya (Yohanes 10:27), sebab ketika kita mengenalNya, kita tidak akan mudah goncang sewaktu didera masalah.
  2. Tuhan mau kita mendapatkan pengajaran dariNya, Tuhan mau kita mengetahui rahasia KerajaanNya, rahasia sukses hidup di dalam Tuhan (Lukas 8:18; Matius 13:12).
  3. Tuhan mau mengangkat kita menjadi "kepala" (Ulangan 28:13)
  4. Tuhan mau kita memiliki pikiranNya (2 Korintus 2:10,11,16)

Bagaimana Allah berbicara kepada kita?

  1. Melalui Firman Allah (Alkitab)
  2. Melalui pengalaman hidup, pencobaan, peristiwa umum
  3. Melalui karya supranatural, seperti suara yang terdengar, suara hati, suara malaikat, mimpi, dan penglihatan
  4. Melalui orang kudus/hamba Tuhan yang berbicara kepada kita atas nama Allah

Apakah perbedaan suara manusia, iblis, dan Tuhan?

  1. Suara manusia cenderung menyenangkan daging
  2. Suara iblis memanipulasi kebenaran Firman Tuhan
  3. Suara Tuhan membangun iman dan tidak pernah keluar dari kebenaran FirmanNya

Bagaimana kita bisa mendengarNya?

  1. Percaya kepadaNya
  2. Kenal kehendakNya (melalui pembacaan Alkitab), sehingga sewaktu Tuhan bicara, kita tahu
  3. Tenang dalam perasaan dan pikiran, kepanikan ketika menghadapi masalah, akan mengganggu pendengaran kita akan suaraNya.
  4. Mendengar dalam bahasa Ibrani, "syama", artinya adalah mendengar, buka hati, dan melakukan, jadi untuk mendengar, kita harus mau membuka hati dan melakukan apa yang kita dengar.
  5. Tidak takut salah akan suaraNya (dengan iman)
  6. Mau meresponi apa yang Tuhan katakan
  7. Berlatih terus mendengar suaraNya
  8. Mengubah pola pikir yang salah (kita tidak bisa dengar karena kurang doa, karena jatuh bangun dalam dosa)
  9. Mengubah gaya hidup yang salah (sibuk dengan pekerjaan, menjauhi Tuhan)

Tuhan Yesus memberkati!

New Communication: Hearing the Voice of God
New Communication: Quiet Time (Saat Teduh)
New Communication: Doa

4 Maret 2013

Menang dalam Ketidakpastian

Tim 4:7 "Aku telah mengakhiri pertandingan yang baik, aku telah mencapai garis akhir dan aku telah memelihara iman."

Selama pengalaman hidup saya bersama Tuhan Yesus, Tuhan mengajarkan sesuatu yang sangat mendasar dan penting dalam kesuksesan hidup.

Kesuksesan hidup bukanlah masalah mendapatkan banyak uang dan mencapai 'financial freedom' dalam usia semuda mungkin seperti yang banyak orang percaya. Oleh sebab itu semua orang berlomba-lomba untuk mencapai apa yang disebut 'pensiun dini'.

Tuhan mengajarkan kepada saya bahwa hidup adalah untuk bertanding sampai garis finish, dengan cara melakukan kehendakNya didalam hidup kita sampai kita mati. Ibarat sebuah mesin, hanya melalui tangan pembuatnyalah yang mampu untuk mengeluarkan potensi maksimal dari mesin tersebut.

Yes, mungkin itu berat, mungkin itu mustahil dalam pikiran kita. Tapi bukankah Yesus berjanji bahwa melalui Dia, kita bisa melakukan segala sesuatu? (Filipi 4:13) Apalah arti dari 'penderitaan' seumur hidup dibandingkan dengan hadiah yang Tuhan sediakan bagi kita dalam hidup kekekalan?

Filipi 3:14 - "..dan berlari-lari kepada tujuan untuk memperoleh hadiah, yaitu panggilan sorgawi dari Allah dalam Kristus Yesus."

Saya percaya bahwa kelahiran kita bukanlah sebuah kebetulan. Ada rencana besar dari Tuhan yang khusus untuk setiap kita seperti yang dikatakan pada Yeremia 1:4-5. Namun, untuk mengetahui tujuan khusus itu, dibutuhkan sebuah hubungan yang khusus pula dengan si Pemberi tujuan.

Kalau kita peka dengan apa yang terjadi di dunia ini, kita tahu bahwa resesi ekonomi telah membuat orang-orang kaya jatuh dan tidak memiliki apa-apa lagi. Terbukti bahwa uang dan materi tidak selamanya dapat kita pegang dan menyelamatkan kita. Pada akhirnya, sistem ekonomi duniapun akan lenyap dengan sendirinya.

Kalau anda menyadari bahwa situasi saat ini sangatlah tidak menentu, anda benar. Tapi kalau anda berpendapat bahwa uang, dalam bentuk fisik maupun investasi, dapat memberikan kepastian pada situasi anda, anda salah besar.


Tuhan mengajarkan pada saya bahwa, "Ketidakpastian adalah realita yang baru, keintiman dengan Dia-lah kuncinya." Mari mulai sekarang, kita berlomba untuk semakin intim dengan Tuhan agar pimpinanNya nyata dalam hidup kita yang penuh ketidakpastian. Sehingga di akhir hidup kita, kita bisa dengan bangga berkata seperti yang Yesus katakan saat dia mati di kayu salib, "Sudah selesai!"






Tuhan Yesus memberkati!

16 Februari 2013

New Goals: Kita Diciptakan Untuk Menyenangkan Allah

Revelation 4:11, "You created everything, and it is for Your pleasure that they exist and were created." (NLT; New Living Translation)

Salah satu tujuan Allah menciptakan kita, yang pertama ialah untuk menyenangkanNya. Dimana saat ini banyak anak-anak Allah yang hidupnya sudah tidak berpusat lagi kepada kesenangan Allah, tetapi kepada kesenangan pribadinya sendiri. Padahal sukacita sejati akan kita dapatkan, jika kehidupan kita menyenangkan Allah.
Apapun yang kita perbuat untuk menyenangkanNya dapat disebut dengan istilah "worship". Worship bukan istilah untuk lagu penyembahan saja, atau lagu-lagu "slow" untuk memuji pribadi Allah dan karyaNya, tetapi merupakan setiap aktivitas kita yang menyenangkan Allah.

Hal tersebut bisa dilakukan melalui tindakan kasih kita kepadaNya atau orang lain, ucapan syukur, pujian terhadap pribadiNya/karyaNya, percaya kepadaNya, taat, memanfaatkan setiap potensi kita untuk visi misiNya, atau bahkan melalui kekudusan yang kita jaga, dan banyak hal lain.

Jadi bagaimana dengan anda? Sudahkah anda menyenangkan Allah hari ini? Jika belum, mulailah dari hal-hal yang kecil dahulu, bisa melalui ketaatan kita, atau pujian dan rasa syukur kita, sehingga sukacita sejati akan hadir dalam hati kita, bahkan kasih karunia Allah yang berlimpah akan memenuhi hidup kita.

Tuhan Yesus memberkati!


New Goals: Mengenali Tujuan Hidup Melalui Yesus
New Goals: Kita Diciptakan untuk Menyenangkan Allah
New Goals: Kita Diciptakan untuk Menjadi Keluarga Allah
New Goals: Kita Diciptakan untuk Menjadi Seperti Dia
New Goals: Kita Diciptakan untuk Melayani Tuhan
New Goals: Kita Diciptakan untuk Sebuah Misi

New Goals: Mengenali Tujuan Hidup Melalui Yesus

Setelah kita mengalami proses kelahiran baru di dalam Roh, kita perlu memahami, kenapa Allah yang sedemikian besar dan berkuasa atas semesta, memberi hidup kepada kita yang ibaratnya seperti debu di semesta ini, bahkan Ia rela merendahkan diriNya menjadi seperti kita, hingga disalibkan untuk memberikan kehidupan yang baru dalam Roh kepada kita.


Allah memberikan hidup yang begitu berharga kepada manusia, karena Ia telah menetapkan tujuan-tujuan hidup manusia sebelum mereka diciptakan. Banyak orang yang tujuan hidup utamanya adalah mencapai prestasi setinggi-tingginya, mencari kedamaian, kebahagiaan, karir, keluarga yang penuh kasih sayang, atau bahkan mengejar ambisinya. Hal itu tidaklah salah, tetapi pada suatu titik tertentu, jika kita mengejar terus menerus hal itu, kita akan kehilangan arah, akan merasa hampa, tidak berharga, sebab hal-hal di atas merupakan sukses hidup di mata manusia, sedangkan menurut Tuhan, kesuksesan hidup terjadi ketika manusia memenuhi tujuan hidupnya seperti yang telah ditetapkan Tuhan.

Banyak orang mencari tujuan hidupnya melalui dirinya sendiri, melalui perenungan pikirannya, padahal yang terbaik, jika Tuhan yang menciptakan kita, maka seharusnyalah kita mencari tujuan hidup kita di dalam Tuhan. Dalam Kolose 1:15-16 disebutkan bahwa Ia (Yesus) adalah gambar Allah yang tidak kelihatan...karena di dalam Dialah telah diciptakan segala sesuatu. Ini berarti bahwa melalui Yesus, kita dapat mengetahui tujuan hidup kita.

Kolose 1:15-16 - Ia adalah gambar Allah yang tidak kelihatan, yang sulung, lebih utama dari segala yang diciptakan, karena di dalam Dialah telah diciptakan segala sesuatu, yang ada di sorga dan yang ada di bumi, yang kelihatan dan yang tidak kelihatan, baik singgasana, maupun kerajaan, baik pemerintah, maupun penguasa; segala sesuatu diciptakan oleh Dia dan untuk Dia.

Oleh karena itu, bangunlah hubungan yang intim dengan Yesus melalui kehidupan rohani kita, sebab dengan demikian, kita akan mengerti arti hidup kita, menyederhanakan hidup kita dengan fokus pada apa yang penting, kita akan memiliki motivasi hidup/gairah (tidak hampa), bahkan menyiapkan kehidupan kekal kita nantinya.

Tuhan Yesus memberkati!


New Goals: Mengenali Tujuan Hidup Melalui Yesus
New Goals: Kita Diciptakan untuk Menyenangkan Allah
New Goals: Kita Diciptakan untuk Menjadi Keluarga Allah
New Goals: Kita Diciptakan untuk Menjadi Seperti Dia
New Goals: Kita Diciptakan untuk Melayani Tuhan
New Goals: Kita Diciptakan untuk Sebuah Misi

21 September 2012

Binasa Karena Tidak Kenal

Hosea 4 : 6
"Umat-Ku binasa karena tidak mengenal Allah; karena engkaulah yang menolak pengenalan itu, maka Aku menolak engkau menjadi imam-Ku; dan karena engkau melupakan pengajaran Allahmu, maka Aku juga akan melupakan anak-anakMu."


Untuk mendapatkan keselamatan, caranya sangatlah mudah, cukup hanya menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juru Selamat pribadi kita. Tetapi itu tidak berhenti sampai disana saja, sebab setelah menerimanya, kita juga harus menjaga keselamatan tersebut. Karena tanpa dijaga, maka kita akan mudah berkubang lagi di dalam kehidupan dosa-dosa yang sudah berlalu, yang semakin lama akan memastikan kita untuk terseret dalam kebinasaan kekal.

Menjaga keselamatan bisa dilakukan, ketika kita memiliki pengenalan yang benar akan Allah kita. Kita harus kenal kehendakNya, kenal cara kerjaNya, kenal cara berpikirNya, serta kenal apa yang dibenciNya dan disukaiNya. Itu semua dapat dilakukan dengan mempelajari Firman, merenungkan, dan melakukannya, serta berkomunikasi lewat doa secara intensif.

Jika hal tersebut sudah kita lakukan, maka tidak hanya keselamatan kita yang terjaga sampai kedatangan Tuhan yang kedua kalinya, tetapi kita juga diberikan kunci-kunci kehidupan dan hikmat, agar kita memperoleh berkat-berkat yang terbaik yang telah disediakanNya. Ambillah komitmen hari ini juga, untuk meningkatkan pengenalan kita akan Allah, agar kebinasaan menjauh dari kita, sedangkan berkat-berkatNya mendekat kepada kita.

Tuhan Yesus memberkati!

22 Agustus 2012

Manual Book

2 Timotius 3 : 16-17
Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran. Dengan demikian tiap-tiap manusia kepunyaan Allah diperlengkapi untuk setiap perbuatan baik.


Alkitab merupakan buku kumpulan tulisan yang diilhamkan oleh Allah sendiri, yang difungsikan sebagai manual book (buku petunjuk) bagi setiap aspek kehidupan kita. Dengan banyaknya buku yang beredar saat ini, novel, komik, buku-buku pengetahuan, buku-buku motivasi, buku-buku tentang kehidupan, kadang membuat Alkitab menjadi buku yang kurang populer dan digemari.

Tetapi ingatlah, sama halnya dengan kita memakai peralatan elektrik atau mengkomsumsi obat, semuanya memiliki manual book-nya. Demikian pula jika kita ingin memakai hidup kita menjadi berarti dan luar biasa seperti yang telah ditetapkan oleh Pencipta kita, bacalah dan renungkan manual book-nya, yaitu Alkitab. Sebab Alkitab bukanlah sekadar buku biasa, ada otoritas dan kuasa Tuhan didalamnya yang berguna untuk mengajar, menyatakan kesalahan, memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran. Sehingga setiap kita diperlengkapi melaluinya untuk dapat berbuat baik.

Jika saat ini kita bermasalah dengan karakter, menghadapi masalah, putus harapan, khawatir, takut, tawar hati, sakit hati, dendam, bacalah manual book kehidupan kita, maka kita akan melihat Allah sendiri yang akan bekerja di dalam kehidupan kita untuk membereskan segala sesuatunya. Alami dan percayalah!

Tuhan Yesus memberkati.

Lapar Jasmani VS Lapar Rohani

Yosua 1 : 8
"Janganlah engkau lupa memperkatakan kitab Taurat ini, tetapi renungkanlah itu siang dan malam, supaya engkau bertindak hati-hati sesuai dengan segala yang tertulis di dalamnya, sebab dengan demikian perjalananmu akan berhasil dan engkau akan beruntung."

Seringkali sebagai manusia, ketika kita lapar secara jasmani, dengan mudahnya dan cepatnya, kita segera memenuhinya dengan makan makanan fisik, bahkan hingga kekenyangan. Tetapi ketika kita lapar secara rohani (lapar akan Firman Allah dan hadiratNya), seringkali kita tidak sadar, tidak segera memenuhi kelaparan kita dengan FirmanNya, malah ada beberapa yang tidak menyadarinya hingga mengalami kekeringan rohani.


Makan rohani (bersaat teduh, intim dengan Tuhan, berdoa, dan membaca serta merenungkan FirmanNya) setiap memulai hari, sama fungsinya dengan ketika kita melakukan aktivitas sarapan pagi. Dengan sarapan pagi, tubuh kita akan mendapatkan energi untuk melakukan aktivitas fisik dan berkonsentrasi sepanjang hari, demikian pula dengan memakan makanan rohani sebelum beraktivitas sepanjang hari, akan membuat Roh kita menjadi siap, hati kita menjadi siap, ketika kita menghadapi masalah, tantangan, dan perkara non fisik (emosional-spiritual) sepanjang hari tersebut.

Dengan mengurangi makanan jasmani dan kita mengalami kelaparan jasmani, Roh kita justru menjadi semakin kuat, tetapi ketika kita menghentikan makanan rohani, maka daging kitalah yang semakin kuat. Hidup haruslah seimbang, memiliki daging, tetapi harus dipimpin Roh. Saya yakin saat ini kita semua sudah menyantap makanan jasmani, tapi sudahkah makanan rohani kita santap pula hari ini? Ingatlah, ketika kita mengalami lapar rohani (jauh dari Tuhan), maka tindakan kita akan teledor, dan bahkan mengalami kegagalan dan ketidakberuntungan, maukah kita mengalaminya? Jawabannya ada di keputusan kita masing-masing saat ini.

Tuhan Yesus memberkati!
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...