29 September 2012

My Mind

Setiap hari sebagian besar dari kita membawa tas kerja dalam perjalanan pergi dan pulang kantor. Untuk kaum wanita, tas merupakan salah satu atribut penampilan yang penting.

Waktu libur, cobalah bongkar semua isi tas kita. Ternyata kadang sepertiga atau separuh dari isi tas itu adalah barang-barang yang sudah tidak kita perlukan: struk ATM yang sudah buram, bungkus tissue, agenda/buku yang jarang dibaca, sekumpulan uang logam yang kotor, pen yang sudah macet, kumpulan tagihan kartu kredit bulan-bulan lalu, kertas-kertas brosur kadaluarsa, dsbnya. Meski mungkin ringan, tetapi umumnya barang-barang yg tdk diperlukan itu terus menambah berat tas kita, sehingga kita sebaiknya menyortir dan membuang barang-barang yang tidak berguna yang membebani tas kita.


My Mind, kadang mirip dengan My Bag diatas, pikiran kita (tanpa disadari) selama ini sering kita bebani dengan hal-hal yang tidak perlu: penyesalan masa lalu, kecewa, jengkel, iri, egois, kurang kooperatif, perasaan tidak puas atas kondisi yang terjadi, rendah diri, konflik keluarga dan sebagainya. Pikiran-pikiran yang tidak perlu itu akan terus membebani perjalanan hidup kita, sehingga dampaknya raut wajah akan kelihatan suntuk, jutek, stress, hidup kurang nyaman, dan yang parah adalah kita akan membenci hal-hal yang tak sesuai dengan kemauan kita.

Yang harus kita lakukan terhadap My Mind adalah sama dengan apa yang kita lakukan dengan My Bag diatas. Sortir dan buanglah segala beban pikiran yang tidak ada manfaatnya itu. Lakukan itu tiap pagi dan ciptakan Positive Thinking di setiap pagi ketika kita bangun tidur..

Maka lihatlah.. engkau akan menjalani hari ini dengan "ringan" dan menyenangkan..!!


Tuhan Yesus memberkati!

28 September 2012

Orang Biasa yang Berdoa Luar Biasa

Yakobus 5 : 15-17
"Dan doa yang lahir dari iman akan menyelamatkan orang sakit itu dan Tuhan akan membangunkan dia; dan jika ia telah berbuat dosa, maka dosanya itu akan diampuni (ay.15). 

Karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling mendoakan, supaya kamu sembuh. Doa orang yang benar, bila dengan yakin didoakan, sangat besar kuasanya (ay.16). 

Elia adalah manusia biasa sama seperti kita dan ia telah bersungguh-sungguh berdoa, supaya hujan jangan turun, dan hujan pun tidak turun di bumi selama tiga tahun dan enam bulan (ay.17)."


Seperti halnya kita, Elia di dalam kutipan cerita di atas merupakan manusia biasa yang sama seperti kita (ay.17), tetapi doanya dijawab Tuhan secara luar biasa. Kunci dari keberhasilan doanya adalah kesungguhan hati dan iman percaya kepada Tuhan (ay.15;17). Sebab oleh kesungguhan dan imanlah, Tuhan bergerak untuk mengerjakan jawaban-jawaban doa.

Jika doa yang kita panjatkan didasarkan pada kekhawatiran dan hawa nafsu/keinginan-keinginan pribadi kita, maka doa tersebut akan sia-sia. Sebab sebelum berdoa kita perlu tahu kehendak Tuhan terlebih dahulu. Misalkan kita mengalami konflik dengan orang lain dan kita berdoa kepada Tuhan agar orang lain diubahkan, padahal sebenarnya Tuhan menghendaki kita yang berubah, maka perubahan pada orang lain tidak akan terjadi sebelum kita sendiri berubah terlebih dahulu.

Oleh karena itu, ketahui kehendakNya, berdoalah dengan kesungguhan, dengan iman, dan mengucap syukur-lah atas segala sesuatu, maka doa kita akan dijawab secara luar biasa. Sebab doa orang yang benar, bila dengan yakin didoakan, sangat besar kuasanya (ay.16).

Tuhan Yesus memberkati!

26 September 2012

Sikap Hidup

Dua orang sahabat menghampiri sebuah lapak untuk membeli koran dan majalah.
Penjualnya ternyata melayani dengan buruk dgn muka cemberut.
Sahabat pertama jelas jengkel menerima layanan yang buruk seperti itu.
Yang mengherankan, orang kedua tetap enjoy, bahkan bersikap sopan kepada penjual itu.

Sahabat pertama itu bertanya kepada sahabatnya, "Hei, Kenapa kamu bersikap sopan kepada penjual menyebalkan itu?"
Sahabatnya menjawab, "Lho, kenapa aku harus mengizinkan dia menentukan caraku dalam bertindak?
Kitalah sang penentu atas kehidupan kita, bukan orang lain."
"Tapi dia melayani kita dengan buruk sekali," bantah orang pertama. Ia masih merasa kesal.
"Ya, itu masalah dia. Dia mau bad mood, tidak sopan, melayani dengan buruk, dan lainnya, toh itu enggak ada kaitannya dengan kita. Kalau kita sampai terpengaruh, berarti kita membiarkan dia mengatur dan mempengaruhi hidup kita. Padahal kitalah yang bertanggung jawab atas diri sendiri."


Yes! Itu point-nya!

Seandainya ada orang yang melakukan hal yang buruk kepada kita, jangan pernah biarkan orang tersebut menentukan cara kita bertindak. Sayangnya, seringkali kita tidak berbuat demikian. Tindakan kita kerap dipengaruhi oleh tindakan orang lain kepada kita.

Kalau mereka melakukan hal yang buruk, kita akan membalasnya dengan hal yang lebih buruk lagi. Kalau mereka tidak sopan, kita akan lebih tidak sopan lagi. Kalau orang lain pelit terhadap kita, kita yang semula pemurah tiba-tiba jadinya sedemikian pelit kalau harus berurusan dengan orang itu.

Mengapa tindakan kita harus dipengaruhi oleh orang lain?
Mengapa untuk berbuat baik saja, kita harus menunggu diperlakukan dengan baik oleh orang lain dulu?
Jaga suasana hati. Jangan biarkan sikap buruk orang lain kepada kita menentukan cara kita bertindak. Pilih untuk tetap berbuat baik, sekalipun menerima hal yang tidak baik.

“Kamu tahu, bahwa setiap orang, baik hamba, maupun orang merdeka, kalau ia telah berbuat sesuatu yang baik, ia akan menerima balasannya dari Tuhan“ - Efesus 6:8

God bless you!

Iman

Iman adalah alat untuk menggerakkan hati kita untuk mempercayai Allah sepenuhnya....

Perasaan selalu berkata...ini tidak mungkin...tapi iman berkata...segala sesuatu mungkin bagi Tuhan.  Perasaan berkata, masalahnya terlalu besar...tapi iman berkata...segala perkara dapat ku tanggung di dalam Yesus.

Perasaan berkata...saya tidak mampu....iman berkata, bersama dengan Tuhan kita cakap melakukan segala perkara.
Perasaan mengatakan...apa yg dapat aku lakukan dengan persoalan yg besar ini, tapi Yesus berkata...semuanya sudah selesai.


Tidak ada hal yg tidak bisa Allah lakukan untuk kita !!
Hanya satu yg Tuhan  tidak bisa lakukan adalah.....BERHENTI MENGASIHIMU...
Kita terlalu berharga dan istimewa .
Jangan sia-siakan hidup ini, dengan hal yang semu, sementara dan hanya memuaskan kedagingan.
Sebentar saja, sudah hilang kemudaan dan keperkasaan kita.
Walau situasi sesulit apapun, jangan tawar hati, tetap berIMAN, JANGAN pernah berhenti berharap padaNYA, mujizat masih ada, dulu sekarang dan selamanya. Amen.

Gbu & Jesus Always Love U.

25 September 2012

Masa Lalu

2 Kor 5:17 - "Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang"


Bila Anda tak bisa lepas dari trauma masa lalu, maka coba tanyakanlah hal ini pada diri Anda:

"Berapa banyak luka lagi yang akan saya biarkan diderita oleh diri saya sendiri? Apakah trauma ini pantas menghancurkan seluruh sisa hidup saya? Siapa yang berkuasa disini, diri saya--ataukah trauma?"

Perhatikanlah daun-daun yang mati dan berguguran dari pohon, ia sebenarnya memberikan hidup baru pada pohon.
Bahkan sel-sel dalam tubuh kita pun selalu memperbaharui diri.
Segala sesuatu di alam ini memberikan jalan kepada kehidupan yang baru dan membuang yang lama.
Satu-satunya yang menghalangi kita untuk melangkah dari masa lalu adalah pikiran kita sendiri.
Beban berat masa lalu, dibawa dari hari ke hari.
Berubah menjadi ketakutan dan kecemasan, yang kemudian pada akhirnya akan menghancurkan hidup Anda sendiri.

Ingatlah hanya seorang pemenanglah yang bisa melihat potensi, sementara seorang pecundang sibuk mengingat masa lalu.

Bila kita sibuk menghabiskan waktu dan energi kita memikirkan masa lalu dan mengkhawatirkan masa depan, maka kita tidak memiliki hari ini untuk disyukuri. Saat kita merasa sedih dan putus asa,atau bahkan menderita, banyak yang lebih parah dibandingkan kita.

“Sejauh timur dari barat Engkau membuang dosaku”

Kalau Bapa di surga, mau mengampuni dan menghapus dosa kita, masakan kita tidak bisa memaafkan diri sendiri.
Lembaran baru sudah siap menanti, mari kita hadapi masa depan yg penuh kemenangan dan pengharapan.
Berhati-hati dan bijaklah melangkah, sehingga tidak perlu ada penyesalan di masa datang.

Tetaplah tegar dan percaya diri, berpikir positif dan optimis, berjuang terus, dan pantang mundur.

Gbu & Jesus Always Love U.

24 September 2012

Batu Sandungan

Yakobus 2:22 - "Kamu lihat, bahwa iman bekerjasama dengan perbuatan-perbuatan dan oleh perbuatan-perbuatan itu iman menjadi sempurna"

Media cetak kita saat ini masih dihiasi dengan berita "teror", tindakan teror yang terjadi sering dilakukan oleh orang yang katanya "beriman"

Memang menurut Yakobus, cara yang paling ampuh atau efektif untuk membuktikan iman kita adalah dengan perbuatan, tindakan
Tindakan kita bisa memberi kesaksian yang amat indah tentang iman kita, sebaliknya, apa yang kita lakukan juga bisa memberi kesaksian yang amat buruk tentang iman kita

Dalam Kisah Para Rasul, kita bisa melihat bagaimana cara hidup jemaat mula-mula, mereka disukai semua orang dan banyak orang datang kepada Yesus, karena apa yang mereka lakukan

Dalam buku "Tegak, sebab didirikan di atas batu", dikatakan bahwa, orang lain sebenarnya tidak terlalu peduli akan isi iman kristiani, namun masyarakat amat memperhatikan dan amat peduli terhadap apa yang dilakukan oleh orang-orang kristiani


Alkitab berkata: "Sebab itu mereka heran, bahwa kamu tidak turut mencemplungkan diri bersama-sama mereka di dalam kubangan ketidaksenonohan yang sama"
Kalau orang percaya sama bobroknya dengan orang dunia, apa yang bisa membuat orang lain tertarik?

Sayangnya sekarang ini yang diperlihatkan oleh kita, bukan lagi persekutuan melainkan perseteruan, bukan kekompakan melainkan konflik, bukan saling memberi melainkan saling memaki dan mencaci
Hal-hal ini seringkali tidak disadari oleh orang percaya, sehingga daya tariknya cenderung memudar, bukan menjadi "saksi Kristus" melainkan menjadi "batu sandungan"

Roma 12:2 - ”Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna”

Gbu & Jesus Always and Always Love U.

23 September 2012

Memberi Bukan Mendapat

Salah satu prinsip hidup Kekristenan yang utama adalah "memberi". Sebab memberi merupakan tindak lanjut dari hukum kasih. Kasih yang nyata adalah kasih yang dilakukan dengan tindakan, yaitu dengan memberi, baik secara materi, perhatian, motivasi, inspirasi, waktu, pengetahuan, sharing atau berbagi pengalaman, dan juga berbagi kesaksian untuk menguatkan satu dengan yang lain.


Jadikanlah prinsip "memberi" sebagai gaya hidup kita sehari-hari, sebab itulah yang harus dilakukan oleh orang-orang yang hidup secara rohani atau dipimpin oleh Roh. Dan sebaliknya, jauhkanlah prinsip "mendapat" dari gaya hidup kita, sebab prinsip "mendapat" dan "memberikan untuk mendapatkan (balasan)" merupakan prinsip orang-orang yang hidup secara duniawi atau dipimpin oleh daging.

Biasakanlah ketika kita hidup berkomunitas (rohani), lakukanlah prinsip "memberi", berbagi kesaksian, care act, bukan "mendapat". Sebab dengan "memberi", maka hidup kita akan menjadi lebih berarti bagi orang lain dan pasti mendatangkan sukacita serta tuaian dari Tuhan. Namun jika kita hanya mau "mendapat" saja, ketika kita merasa tidak mendapat apa yang kita inginkan, kita akan kecewa, bahkan keluar dari komunitas/tidak mau lagi ikut berkomunitas, padahal dengan komunitas, kita dapat belajar untuk mengasah karakter kita menjadi lebih baik dan tentunya di dalam komunitas, ada urapan spesial atau berkat-berkat lebih besar yang Tuhan berikan, sebab Tuhan suka anak-anakNya berkomunitas dalam satu tubuh Kristus, tidak individualis.

Dan bagi setiap mereka yang memberi, tanpa kita berharap untuk mendapat, Tuhan sudah menjanjikan berkat di dalam 2 Korintus 9 : 6-7, "Camkanlah ini: Orang yang menabur sedikit, akan menuai sedikit juga, dan orang yang menabur banyak, akan menuai banyak juga. Hendaklah masing-masing memberikan menurut kerelaan hatinya, jangan dengan sedih hati atau karena paksaan, sebab Allah mengasihi orang yang memberi dengan sukacita."

Jadi hiduplah dalam komunitas (rohani) yang benar dan berikanlah setiap talenta yang telah Tuhan percayakan kepada kita untuk membangun orang lain dengan kerelaan hati tanpa bersungut-sungut/terpaksa/mengeluh, sebab pada akhirnya, Tuhan akan meminta pertanggungjawaban atas setiap talenta yang Ia titipkan kepada kita.

Tuhan Yesus memberkati!
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...