31 Oktober 2013

CORE : Community of Revival; Komunitas Pemulihan

Core (komunitas sel) merupakan komunitas anak-anak Tuhan yang tujuannya memperoleh pemulihan bagi setiap pribadi, sehingga semakin dewasa di dalam Kristus.

Oleh karena itu tidaklah heran di dalam komunitas pemulihan, kita akan menemui beragam orang dengan beragam kebiasaan, latar belakang, bahkan masalah yang berbeda dengan kita. Perbedaan-perbedaan ini tentunya bukan disikapi dengan rasa permusuhan, namun justru perbedaan-perbedaan ini dibutuhkan untuk "menggesek" karakter kita dengan orang lain dalam komunitas tersebut, sehingga kita bisa mempraktekkan ajaran Firman Tuhan ketika kita saling bergesekan.



Jika visi utamanya adalah pemulihan, maka kita sebagai anggota komunitas tersebut harus menyadari bahwa kita dan teman-teman lain dalam komunitas perlu dipulihkan. Oleh karena itu hindari sikap saling bermusuhan, bergosip/terlalu ingin tahu permasalahan orang lain dan menyebarkannya, menjelekkan orang lain, mencari-cari kesalahan/kambing hitam, iri terhadap satu dengan yang lain, yang semuanya itu akan membuahkan kehancuran komunitas dan kerugian setiap anggotanya karena pemulihan akhirnya tidak terjadi.

Sebagai anggota komunitas pemulihan, dengan perbedaan yang ada antar pribadi, belajarlah untuk mengalah, belajar untuk mengampuni dan melupakan, belajar untuk tidak mencemari satu dengan yang lain/menjaga kekudusan, belajar untuk rendah hati, belajar untuk cepat mendengar namun lambat berbicara, belajar untuk menahan amarah, belajar untuk berkorban, belajar untuk melakukan segala sesuatu sesuai dengan Firman Tuhan, sehingga dengan demikian, setiap anggota komunitas akan mengalami pemulihan di dalam Tuhan.

Ketika kita berdoa minta pemulihan untuk setiap masalah kita, Tuhan memberikan, namun Dia juga menginginkan kita mengusahakannya. Core merupakan sarana kita belajar untuk meraih pemulihan yang Tuhan berikan, melalui masalah dan perbedaan-perbedaan antar anggotanya.

Core yang positif akan saling memberkati, saling mendukung, menguatkan yang lemah, bahkan memberkati dengan talenta kita masing-masing. Seperti yang tercantum di dalam 1 Korintus 14:26,"...bilamana kamu berkumpul, hendaklah tiap-tiap orang mempersembahkan sesuatu; yang seorang mazmur, yang lain pengajaran, atau pernyataan Allah, atau karunia bahasa roh, atau karunia untuk menafsirkan bahasa roh, tetapi semuanya itu harus dipergunakan untuk membangun." Alkitab berbicara dengan tegas, kewajiban kita sewaktu kita berkumpul adalah memakai apa yang ada pada kita untuk membangun orang lain, bukan untuk menghancurkan orang lain.

Jika saat ini anda rindu untuk memperoleh pemulihan di dalam Tuhan, berdoalah kepadaNya, minta Roh Kudus untuk memimpin setiap perilaku dan perkataan kita, sehingga kita bisa membangun orang lain di dalam komunitas sehingga bersama-sama dengan mereka, karakter, sikap, kebiasaan kita, hati kita, bahkan masalah-masalah kita, akan dipulihkan oleh Tuhan melalui proses-proses yang diijinkanNya terjadi.

Tuhan Yesus memberkati!

30 Oktober 2013

Menjadi Murid Yesus

Matius 28:19-20 - "Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman."
Dari perikop di atas, kita mendapat tugas dari Tuhan Yesus untuk pergi memberitakan Injil. Targetnya tidak hanya sekedar menjadikan orang menjadi Kristen atau anggota sebuah gereja, melainkan menjadikan orang menjadi murid.


Murid menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia), adalah orang yang sedang berguru, belajar, bersekolah. Menurut Tyndale Bible Dictionary seorang yang mengikuti orang lain dan mengikuti jalan hidupnya dan mau didisiplinkan atau diajar.  Kata murid dalam bahasa Inggris : "disciple" yang berasal dari kata "discipline". Dlm bahas Yunani, murid adalah "mathetes", tidak hanya menerima pandangan gurunya, tapi mempraktekkannya dalam kehidupan sehari-hari. Jadi seorang murid adalah orang yang belajar pada seorang guru, mengikuti jalan hidupnya, disiplin, dan mempraktekkan ajarannya.

Lukas 9:57-62, murid mau mengikut gurunya kemanapun gurunya pergi.
Untuk menjadi murid Yesus kita harus,
  1. Tahu konsekuensinya, ada harga yang harus dibayar. Matius 16:24, setiap orang yang mengikut Yesus, harus menyangkal dirinya, memikul salibnya, dan mengikut Aku. To believe Jesus, cost nothing, to serve Jesus, cost something, but to follow Jesus, cost everything. Tetapi ingatlah, kemuliaan yang Tuhan sediakan, jauh lebih besar daripada harga yang harus kita bayar.
  2. Tidak boleh menunda. Lukas 9:59-60, menjadi murid Tuhan tidak boleh menunda.
  3. Tidak boleh mendua hati. Lukas 9:61-62, mengikut Yesus, harus melepaskan seluruh kebimbangan.
Tuhan Yesus memberkati!

29 Oktober 2013

Kesatuan Yang Rusak: Awal Kehancuran Sebuah Visi

Iblis tidak takut anak-anak Tuhan rajin ke gereja, sebab meski di gerejapun, pikiran anak-anak Tuhan bisa dialihkan untuk tidak fokus terhadap Firman Tuhan / hadirat Tuhan. Namun iblis akan menjadi takut kalau anak-anak Tuhan mulai bersatu, karena di dalamnya, ada kuasa Tuhan yang besar yang akan dinyatakan.

Cara kerja iblis yang berbahaya bukanlah kemunculan secara fisik untuk menakut-nakuti manusia, tetapi mempengaruhi manusia, sehingga berpikir negatif terhadap orang lain, tidak mau mengampuni, tidak mau mengasihi, menjadi mudah marah, tersinggung, sakit hati, dan trauma, sehingga kesatuan hati anak-anak Tuhan menjadi rusak, dan hancurlah visi Tuhan yang luar biasa untuk anak-anak Tuhan.



Apakah kita mau diperdaya oleh iblis hingga masa depan dan visi Tuhan dalam hidup kita rusak total? Waspadalah, cek hati dan kerohanian kita, apabila ada hal yang perlu dibereskan, bereskanlah saat ini juga, mungkin di keluarga kita, komunitas kita, atau pekerjaan kita. Tuhan tidak suka perpecahan, Tuhan mau setiap kita menjadi satu tubuh, agar kuasa Tuhan, urapan, berkat, benar-benar nyata tercurah. Kesampingkan ego, harga diri, mengalahlah satu terhadap yang lain, utamakanlah yang lain, kasihi satu dengan yang lain terutama musuhmu, dan ketika itu terjadi, maka kekalahan iblis sudah tidak tertunda lagi.

Yohanes 10:10 - "Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan."

Firman Tuhan berkata bahwa iblis adalah pencuri, yang datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan (Yohanes 10:10a), jadi waspadalah terhadap suara iblis, respons-lah segala sesuatu dengan benar sesuai Firman Tuhan, agar kita benar-benar memiliki hidup yang berkelimpahan (Yohanes 10:10b). Sebab kita tidak bisa menghalangi hal-hal negatif datang kepada kita, namun dengan respon yang benar, hal negatif tersebut akan diputar balikkan oleh Tuhan menjadi hal yang positif bagi kita.

Tuhan Yesus memberkati!

28 Oktober 2013

New Relations

Setelah kita mengalami proses kelahiran baru, kita perlu mengenal dan membangun 4 hubungan baru, agar kita mengalami kehidupan kekristenan yang sejati, yang mengalami janji-janji Tuhan.


HUBUNGAN DENGAN TUHAN

Hubungan dengan Tuhan dilakukan melalui pendengaran akan FirmanNya maupun berkomunikasi denganNya melalui doa dan saat teduh secara rutin setiap hari.

HUBUNGAN DENGAN ORANG KRISTEN LAINNYA

Hubungan dengan orang Kristen lainnya dilakukan melalui community cell/core (community of revival). Core bukanlah merupakan suatu program, melainkan sarana penggembalaan yang efektif yang dilakukan oleh gereja. Di dalamnya kita dapat belajar bersatu hati, tumbuh bersama (dalam iman, pengetahuan Firman, pengalaman dengan Tuhan, dan melayaniNya), serta memenangkan jiwa (multiplikasi dan merawat jiwa). Setiap orang percaya perlu tergabung dalam komunitas ini, sebab kita butuh orang lain untuk bertumbuh (Ibrani 10:24-26) dan Allah lebih sering menyatakan kuasaNya dalam persekutuan. Ada 4 hal penting di dalam komunitas yang perlu kita pahami agar bertumbuh, saling kenal dan memiliki rasa nyaman, ada kepedulian antar member, memiliki motivasi yang benar untuk mengejar pertumbuhan rohani, dan punya tanggung jawab bersama (saling berbagi dan tidak mengandalkan satu orang saja).

HUBUNGAN DENGAN GEREJA LOKAL

Gereja merupakan komunitas Allah yang apostolik, artinya kita akan diutus keluar oleh Allah untuk mencapai suatu misi (Yohanes 20:21). Komunitas berarti sekelompok orang, bukan individu, bukan bangunan fisik. Diutus keluar artinya dipisahkan melalui pertobatan dan iman dalam Yesus;memiliki kepercayaan yang sama (1 Petrus 2:9-10). Jadi sebagai orang Kristen, kita harus berhubungan dengan satu gereja lokal, agar bersama-sama dengan orang Kristen lain, mengalami pertobatan dan mengalami pengenalan mendalam dengan Pribadi Yesus untuk menjalankan misiNya, yaitu multiplikasi jiwa dan merawat agar setiap jiwa mencapai kedewasaan penuh.

HUBUNGAN DENGAN KELUARGA DAN TEMAN

Allah menempatkan kita di dalam keluarga dan teman-teman kita agar kita bisa menjadi berkat dan memperkenalkan Pribadi Yesus serta kabar keselamatan kepada mereka. Setiap orang yang telah lahir baru, harus bisa menjadi orang tua rohani, yang membawa orang-orang yang belum percaya Kristus kepada pengenalan akan Dia, menerima keselamatan, mendoakan, membagikan Firman, serta menolong mereka untuk bertumbuh di dalam 4 hubungan baru ini, sehingga pada suatu saat nanti, merekapun akan menjadi orang tua rohani (Matius 5:14-16).

Manakah dari keempat hubungan baru ini yang menyulitkan anda? Saat ini berdoalah kepadaNya, minta Tuhan membantu agar kita dapat bertumbuh maksimal dalam keempat hubungan baru ini dan bukalah hati, agar kita bisa berkomitmen secara pribadi untuk mau membangun hubungan-hubungan baru ini dengan lebih baik. Iblis selalu berusaha merusak hubungan-hubungan ini, sebab ia tidak menyukai kesatuan hati yang mengandung kuasa agar kita mengalami janji Tuhan. Jadi waspadalah, apabila ada keretakan dalam salah satu hubungan-hubungan ini, minta Tuhan pulihkan dan usahakanlah untuk segera diperbaiki, agar kita tetap dapat hidup secara penuh dalam kasih karunia dan janji-janjiNya.

Tuhan Yesus memberkati!

30 April 2013

Komitmen dan Kesepakatan

Saat ini banyak orang yang hidupnya tidak mau terikat, suka hidup bebas, suka memuaskan diri, sehingga sangat sulit untuk berkomitmen. Komitmen merupakan suatu janji kepada diri sendiri/orang lain/Tuhan yang dicerminkan dalam tindakan kita.

Dengan komitmen, kita akan dapat bekerja dan tetap maju ketika banyak masalah dan tantangan terjadi, bahkan kita akan jadi lebih kreatif untuk mencari solusi terhadap berbagai masalah.

Dengan komitmen, ada suatu kesepakatan antara kita dengan orang lain, antara pikiran dan tindakan kita, sehingga akan menghasilkan perubahan, bahkan mendatangkan perkenanan dari Tuhan (Matius 18:19-20).

Sebagai contoh, sebuah team sepakbola, jika tidak menyatukan tujuan di antara 11 orang anggotanya, maka tidak akan menghasilkan gol. Kelompok paduan suara/orkestra, tidak akan menghasilkan penampilan yang sempurna jika tidak kompak dan berkomitmen satu dengan yang lain. Sama halnya di dalam gereja, penjangkauan dan pendewasaan jiwa-jiwa tidak akan terjadi, jika masing-masing jemaatnya tidak berkomitmen untuk visi tersebut.


Ada 4 komitmen mendasar yang perlu kita lakukan,

KOMITMEN KEPADA TUHAN DAN PELAYANAN

Yohanes 3:16 merupakan komitmen Tuhan untuk menyelamatkan kita karena kasihNya yang begitu besar terhadap kita. Oleh karena itu, setelah diselamatkan, kita juga harus berani berkomitmen penuh kepadaNya, menjalankan perintahNya serta melayaniNya. Paulus di dalam Filipi 3:8 menyatakan bahwa pengenalan akan Kristus sangatlah mulia, sehingga ia melepaskan semuanya dan menganggapnya sebagai sampah. Hal ini ditulisnya ketika ia sudah melayani dan bahkan menerima aniaya, namun oleh karena komitmennya, ia tetap melayani dengan setia dan bahkan melepaskan semua hal kecuali Kristus. Ketika gereja mengecewakan anda, ketika komunitas mengecewakan anda, ketika Tuhan belum memenuhi janjiNya dalam kehidupan anda, apakah anda masih berkomitmen terhadap Tuhan? Masihkah anda melayaniNya?.

KOMITMEN KEPADA KELUARGA
Di dalam kehidupan keluarga, kita harus bisa menerima kekurangan masing-masing, kekurangan pasangan kita, orang tua kita, anak-anak kita, sehingga kita bisa tetap menjalankan peranan kita di dalam keluarga dan tetap mensupport satu dengan yang lain meskipun kondisi keluarga sedang dilanda masalah. Dengan komitmen tiap anggota keluarga, setiap permasalahan di dalam keluarga, akan dapat diselesaikan lebih cepat dan tidak menimbulkan problem yang lebih besar.

KOMITMEN UNTUK MENGASIHI
Seperti halnya Tuhan menerima kita apa adanya, tanpa mengingat masa lalu dan dosa-dosa kita, kitapun harus belajar untuk mengasihi orang lain tanpa syarat. Pernah dikecewakan, pernah disakiti, berbeda ras, berbeda agama, berbeda status sosial, tidak membuat kita berhenti mengasihi orang lain. Kasih karunia Tuhan masih ada untuk hari ini dan hari esok, Dia akan memampukan kita untuk mengasihi orang lain meski kita tidak sanggup/tidak ingin, asalkan kita mau berkomitmen untuk mengasihi.

KOMITMEN KEPADA PEKERJAAN
Lakukanlah segala sesuatu seperti untuk Tuhan. Seberat apapun, sesedikit apapun upah yang kita terima untuk suatu pekerjaan, apabila kita telah menerimanya, selesaikanlah dengan baik. Setia kepada perkara kecil, akan membuahkan kepada kepercayaan kepada perkara besar.

Saat ini, apakah yang menjadi penghalang bagi anda untuk berkomitmen? Berdoa dan mintalah kepada Tuhan, agar Ia membantu kita untuk menjaga komitmen kita, sebab tanpa komitmen, tidak ada suatu pekerjaan apapun yang akan membuahkan hasil.

Tuhan Yesus memberkati!

29 April 2013

Iman dan Kedaulatan Allah

Iman secara sederhana dipahami oleh sebagian besar orang adalah percaya, berharap, lalu menerima mujizat. Namun dalam kenyataannya tidaklah selalu demikian. Di Ibrani 11:39 dapat kita lihat, ternyata ada orang yang beriman sungguh-sungguh serta punya kesaksian hidup yang baik, tetapi tidak memperoleh apa yang mereka imani.


Iman tidak hanya berbicara tentang pengalaman mujizat dari Allah, namun juga kerelaan untuk menerima kedaulatan Allah bagi kita. Mungkin kita mengimani untuk memiliki pasangan hidup yang kita idamkan, ternyata Tuhan belum menghendaki, atau kita mengimani rencana bisnis besar, namun seolah digagalkan Tuhan. Ketika iman kita bertemu kehendak Allah yang berbeda, bisakah kita tetap berserah dan percaya kepadaNya?

Iman tidak berbicara hanya tentang hidup saat ini, tapi lebih jauh lagi, yaitu tentang hidup kekal. Iman harus memandang jauh ke depan, kepada hal-hal jauh di depan kenyataan hidup kita saat ini. Ketika kita fokus terhadap hal-hal kekekalan, bukan realita saat ini, kita akan dapat bersukacita ketika kita tidak mendapatkan apa yang kita imani di dunia ini. Kita dapat berkata, "Jadilah kehendakMu Tuhan, karena saya percaya kehendakMulah yang terbaik. Kita akan menjadi orang dewasa dalam Tuhan, ketika iman kita dapat menerima kedaulatan Allah.

Tuhan Yesus memberkati!

28 April 2013

Iman di dalam Kesaksian Hidup Tokoh-Tokoh Alkitab



Habel - Iman adalah mempersembahkan korban yang lebih baik kepada Allah (Ibrani 11:4)
Seperti halnya Habel yang mempersembahkan korban terbaik untuk menyenangkan Tuhan, kitapun juga bisa menyenangkan Tuhan melalui persembahan tubuh kita sebagai persembahan yang hidup, kudus, dan berkenan kepadaNya. Itulah ibadah sejati kita kepada Allah, oleh sebab itu iman berarti menghidupi FirmanNya, menjaga kekudusan kita, sehingga kita memberikan persembahan yang terbaik untukNya.

Henokh - Iman adalah bergaul karib dengan Allah (Ibrani 11:5-6)
Henokh adalah contoh kehidupan yang sungguh-sungguh mencari Tuhan setiap hari. Tuhan rindu kita bergaul intim denganNya, jadi jika kita sungguh beriman kepadaNya, seharusnya kita mencari Dia dengan kesungguhan, tidak hanya pada saat menghadapi masalah, tetapi setiap saat.

Nuh - Iman adalah ketaatan mutlak kepada Allah (Ibrani 11:7)
Ketika Nuh diminta Allah untuk membuat bahtera, kondisi pada saat itu belum terlihat adanya tanda-tanda air bah, sehingga banyak orang mencemooh dirinya. Namun Nuh tetap taat kepada Allah karena ia beriman/percaya kepadaNya. Apapun perintah Tuhan, sesulit apapun, kerjakanlah dengan taat. Mungkin kita tidak paham dengan perintahNya, namun percayalah itu akan mendatangkan kebaikan bagi kita.

Musa - Iman adalah menolak kesenangan dari dosa (Ibrani 11:24-25)
Musa yang telah diangkat menjadi anak putri Firaun, menolak semua kekayaan, kemewahan, kesenangan dari dosa, dan lebih suka menderita sengsara sebagai umat Allah bersama bangsanya. Iman yang benar membuat kita setiap hari menolak godaan-godaan dosa dan kesenangan dunia ini. Iman sejati mendorong kita mengejar kekudusan dalam hidup.

Tuhan Yesus memberkati!
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...