Kejadian 40 : 14-15
"Tetapi ingatlah kepadaku, apabila keadaanmu telah baik nanti, tunjukkanlah terima kasihmu kepadaku dengan menceritakan hal ihwalku kepada Firaun dan tolonglah keluarkan aku dari rumah ini. Sebab aku dicuri diculik begitu saja dari negeri orang Ibrani dan disinipun aku tidak pernah melakukan apa-apa yang menyebabkan aku layak dimasukkan ke dalam liang tutupan ini".
Meskipun Yusuf telah dijual oleh saudaranya, difitnah oleh istri Potifar, dan bahkan dipenjarakan, tetapi ia tidak putus asa, ia juga tidak berdiam diri, melainkan tetap melayani orang-orang di sekitarnya, dan yang terpenting, ia masih berharap bahwa suatu hari ia akan keluar dari penjara.
Ketika kita menghadapi kesulitan, masalah, dan tantangan, tetaplah melayani orang lain, dan terutama tetap melayani Tuhan. Jangan biarkan masalah menghambat pelayanan kita dan menenggelamkan kita ke dalamnya. Tetaplah berharap kepadaNya, dan tunggulah waktuNya, karena rancanganNya adalah rancangan damai sejahtera dan tidak ada satupun yang dibuat untuk mencelakakan kita. Jadilah tahanan yang penuh pengharapan, sampai pada waktuNya, Tuhan akan melepaskan kita dengan sorak-sorai kemenangan!
Tuhan Yesus memberkati
"Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang" - 2 Kor 5:17
26 Oktober 2012
23 Oktober 2012
Kebahagiaan dalam Hidup
"Ikan Kecil dan Air"
Suatu hari seorang ayah dan anaknya sedang duduk berbincang-bincang di tepi sungai. Sang Ayah berkata kepada anaknya, “Lihatlah anakku, air begitu penting dalam kehidupan ini, tanpa air kita semua akan mati.”
Pada saat yang bersamaan, seekor ikan kecil mendengar percakapan itu dari bawah permukaan air, ikan kecil itu mendadak gelisah dan ingin tahu apakah air itu, yang katanya begitu penting dalam kehidupan ini. Ikan kecil itu bertanya kepada setiap ikan yang ditemuinya, “Hai tahukah kamu dimana tempat air berada? Aku telah mendengar percakapan manusia bahwa tanpa air kehidupan akan mati.”
Ternyata semua ikan yang telah ditanya tidak mengetahui dimana air itu. Si ikan kecil itu lalu bertemu dengan ikan sesepuh yang sudah berpengalaman, kepada ikan sesepuh itu ikan kecil ini menanyakan hal yang sama, “Dimanakah air?”
Ikan sesepuh itu menjawab dengan bijak, “Tak usah gelisah anakku, air itu telah mengelilingimu, sehingga kamu bahkan tidak menyadari kehadirannya. Memang benar, tanpa air kita semua akan mati.”
"Manusia kadang-kadang mengalami situasi yang sama seperti ikan kecil, mencari kesana kemari tentang kehidupan dan kebahagiaan, padahal ia sedang menjalaninya,tetapi tidak menyadari dan tidak mensyukurinya.
Terkadang kita tidak sadar bahwa apa yang kita miliki saat ini sudah cukup membuat kita bahagia.
Apa sih yang kita cari di kehidupan ini? Hidup adalah pilihan.
Jangan juga pernah mengira bahwa orang lain lebih bahagia dari kita.. Karena apa yang kita lihat dari orang lain itu hanya luarnya saja.. Dalamnya? Tidak ada yg tahu. Tapi kita seharusnya lebih tahu apa yang ada pada kita dan yang disekitar kita.
Ibrani 13 : 5
Allah telah berfirman : "Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau."
Bapa sudah berfirman dan berjanji, apa yang menghalangi kita untuk berbahagia dan terus kuatir ??
Gbu & Jesus Always Love U.
Suatu hari seorang ayah dan anaknya sedang duduk berbincang-bincang di tepi sungai. Sang Ayah berkata kepada anaknya, “Lihatlah anakku, air begitu penting dalam kehidupan ini, tanpa air kita semua akan mati.”
Pada saat yang bersamaan, seekor ikan kecil mendengar percakapan itu dari bawah permukaan air, ikan kecil itu mendadak gelisah dan ingin tahu apakah air itu, yang katanya begitu penting dalam kehidupan ini. Ikan kecil itu bertanya kepada setiap ikan yang ditemuinya, “Hai tahukah kamu dimana tempat air berada? Aku telah mendengar percakapan manusia bahwa tanpa air kehidupan akan mati.”
Ternyata semua ikan yang telah ditanya tidak mengetahui dimana air itu. Si ikan kecil itu lalu bertemu dengan ikan sesepuh yang sudah berpengalaman, kepada ikan sesepuh itu ikan kecil ini menanyakan hal yang sama, “Dimanakah air?”
Ikan sesepuh itu menjawab dengan bijak, “Tak usah gelisah anakku, air itu telah mengelilingimu, sehingga kamu bahkan tidak menyadari kehadirannya. Memang benar, tanpa air kita semua akan mati.”
"Manusia kadang-kadang mengalami situasi yang sama seperti ikan kecil, mencari kesana kemari tentang kehidupan dan kebahagiaan, padahal ia sedang menjalaninya,tetapi tidak menyadari dan tidak mensyukurinya.
Terkadang kita tidak sadar bahwa apa yang kita miliki saat ini sudah cukup membuat kita bahagia.
Apa sih yang kita cari di kehidupan ini? Hidup adalah pilihan.
Jangan juga pernah mengira bahwa orang lain lebih bahagia dari kita.. Karena apa yang kita lihat dari orang lain itu hanya luarnya saja.. Dalamnya? Tidak ada yg tahu. Tapi kita seharusnya lebih tahu apa yang ada pada kita dan yang disekitar kita.
Ibrani 13 : 5
Allah telah berfirman : "Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau."
Bapa sudah berfirman dan berjanji, apa yang menghalangi kita untuk berbahagia dan terus kuatir ??
Gbu & Jesus Always Love U.
22 Oktober 2012
Mata Tuhan Melihat
Amsal 15:1-3 "Jawaban yang lemah lembut meredakan kegeraman, tetapi perkataan yang pedas membangkitkan marah. Lidah orang bijak mengeluarkan pengetahuan, tetapi mulut orang bebal mencurahkan kebodohan. Mata TUHAN ada di segala tempat, mengawasi orang jahat dan orang baik."
Saudaraku, ketika kita mengambil keputusan utk mengikut Tuhan dan kehendakNya, iblis tidak akan tinggal diam, ia akan mencobai kita dengan berbagai macam ujian dan pencobaan yang akan membuat kita kembali jatuh dalam dosa. Iblis akan mengawasi setiap gerak-gerik, tingkah laku, dan perkataan kita dengan tujuan mencari celah agar kita kembali jatuh dalam dosa.
Tetapi ingatlah, mata Tuhan ada di segala tempat, mengawasi orang jahat dan orang baik (Amsal 15:3). Jadi berhati-hatilah dengan setiap tindakan dan perkataan yang akan kita ambil dan ucapkan. Karena jawaban yang lemah lembut meredakan kegeraman, tetapi perkataan yang pedas membangkitkan marah (Amsal 15:1), dan lidah orang bijak mengeluarkan pengetahuan, tetapi mulut orang bebal mencurahkan kebodohan (Amsal 15:2).
Maka dari itu, jadilah orang-orang yang bijak dalam melakukan tindakan dan mengeluarkan perkataan karena jalan orang fasik adalah kekejian bagi Tuhan, tetapi siapa mengejar kebenaran, dikasihiNya (Amsal 15:9). Janganlah mundur imanmu dan janganlah gentar sebab Tuhan itu jauh dari pada orang fasik, tetapi doa orang benar didengarNya (Amsal 15:29) dan takut akan Tuhan adalah didikan yang mendatangkan hikmat, dan kerendahan hati mendahului kehormatan (Amsal 15:33).
Tuhan sedang menguji ketaatan iman kita dengan berbagai macam ujian dan pencobaan yang diijinkanNya terjadi karena lebih baik sedikit barang dengan disertai takut akan Tuhan daripada banyak harta dengan disertai kecemasan, dan lebih baik sepiring sayur dengan kasih daripada lembu tambun dengan kebencian (Amsal 15:16-17).
Tuhan tidak pernah meninggalkan kita sendiri untuk menghadapi berbagai masalah dan pencobaan, yang harus kita lakukan adalah percaya padaNya dan jadilah orang bijak sebab Mata TUHAN melihat.
God bless you!
Saudaraku, ketika kita mengambil keputusan utk mengikut Tuhan dan kehendakNya, iblis tidak akan tinggal diam, ia akan mencobai kita dengan berbagai macam ujian dan pencobaan yang akan membuat kita kembali jatuh dalam dosa. Iblis akan mengawasi setiap gerak-gerik, tingkah laku, dan perkataan kita dengan tujuan mencari celah agar kita kembali jatuh dalam dosa.
Tetapi ingatlah, mata Tuhan ada di segala tempat, mengawasi orang jahat dan orang baik (Amsal 15:3). Jadi berhati-hatilah dengan setiap tindakan dan perkataan yang akan kita ambil dan ucapkan. Karena jawaban yang lemah lembut meredakan kegeraman, tetapi perkataan yang pedas membangkitkan marah (Amsal 15:1), dan lidah orang bijak mengeluarkan pengetahuan, tetapi mulut orang bebal mencurahkan kebodohan (Amsal 15:2).
Maka dari itu, jadilah orang-orang yang bijak dalam melakukan tindakan dan mengeluarkan perkataan karena jalan orang fasik adalah kekejian bagi Tuhan, tetapi siapa mengejar kebenaran, dikasihiNya (Amsal 15:9). Janganlah mundur imanmu dan janganlah gentar sebab Tuhan itu jauh dari pada orang fasik, tetapi doa orang benar didengarNya (Amsal 15:29) dan takut akan Tuhan adalah didikan yang mendatangkan hikmat, dan kerendahan hati mendahului kehormatan (Amsal 15:33).
Tuhan sedang menguji ketaatan iman kita dengan berbagai macam ujian dan pencobaan yang diijinkanNya terjadi karena lebih baik sedikit barang dengan disertai takut akan Tuhan daripada banyak harta dengan disertai kecemasan, dan lebih baik sepiring sayur dengan kasih daripada lembu tambun dengan kebencian (Amsal 15:16-17).
Tuhan tidak pernah meninggalkan kita sendiri untuk menghadapi berbagai masalah dan pencobaan, yang harus kita lakukan adalah percaya padaNya dan jadilah orang bijak sebab Mata TUHAN melihat.
God bless you!
Mengalah Bukan Kalah
Roma 12 : 17, 20, 21
"Janganlah membalas kejahatan dengan kejahatan; lakukanlah apa yang baik bagi semua orang!. Tetapi, jika seterumu lapar, berilah dia makan; jika ia haus, berilah dia minum! Dengan berbuat demikian kamu menumpukkan bara api di atas kepalanya. Janganlah kamu kalah terhadap kejahatan, tetapi kalahkanlah kejahatan dengan kebaikan!
Disakiti, direndahkan, dibohongi, ditipu, digunjingkan, merupakan rupa-rupa kejahatan yang sangat wajar kita alami di dalam kehidupan ini. Tetapi Tuhan ingin kita merespons setiap kejahatan yang kita alami dengan cara berbuat baik/mengalah. Kutipan ayat di atas dengan tegas dan bahkan diperkuat dengan 3 buah tanda seru di dalam ayat-ayatnya, agar kita tidak membalas kejahatan dengan kejahatan, tetapi justru harus berbuat kasih dan membalasnya dengan kebaikan.
Kejahatan yang dibalas dengan kejahatan, hasilnya adalah dendam yang berkepanjangan dan kehancuran di kedua belah pihak (kalah), sedangkan kejahatan yang dibalas dengan kebaikan/mengalah, maka hasilnya adalah perubahan yang lebih baik, bahkan tidak jarang musuh-musuh kita berbalik sendiri untuk berbaikan dengan kita (menang). Jadi sekarang apa yang harus kita pilih? Menang di awal untuk kalah, atau mengalah di awal untuk menang?
Tuhan Yesus memberkati!
"Janganlah membalas kejahatan dengan kejahatan; lakukanlah apa yang baik bagi semua orang!. Tetapi, jika seterumu lapar, berilah dia makan; jika ia haus, berilah dia minum! Dengan berbuat demikian kamu menumpukkan bara api di atas kepalanya. Janganlah kamu kalah terhadap kejahatan, tetapi kalahkanlah kejahatan dengan kebaikan!
Disakiti, direndahkan, dibohongi, ditipu, digunjingkan, merupakan rupa-rupa kejahatan yang sangat wajar kita alami di dalam kehidupan ini. Tetapi Tuhan ingin kita merespons setiap kejahatan yang kita alami dengan cara berbuat baik/mengalah. Kutipan ayat di atas dengan tegas dan bahkan diperkuat dengan 3 buah tanda seru di dalam ayat-ayatnya, agar kita tidak membalas kejahatan dengan kejahatan, tetapi justru harus berbuat kasih dan membalasnya dengan kebaikan.
Kejahatan yang dibalas dengan kejahatan, hasilnya adalah dendam yang berkepanjangan dan kehancuran di kedua belah pihak (kalah), sedangkan kejahatan yang dibalas dengan kebaikan/mengalah, maka hasilnya adalah perubahan yang lebih baik, bahkan tidak jarang musuh-musuh kita berbalik sendiri untuk berbaikan dengan kita (menang). Jadi sekarang apa yang harus kita pilih? Menang di awal untuk kalah, atau mengalah di awal untuk menang?
Tuhan Yesus memberkati!
21 Oktober 2012
Pelaku Firman
Yakobus 1:23-24 - Sebab jika seseorang hanya mendengar firman saja dan tidak melakukannya, ia adalah seumpama seorang yang sedang mengamat-amati mukanya yang sebenarnya di depan cermin. Baru saja ia memandang dirinya, ia sudah pergi atau ia segera lupa bagaimana rupanya.
Banyak di antara kita yang mengikut Kristus, tapi akhirnya menjadi frustasi karena kita merasa tidak ada kuasa Tuhan dalam hidup kita, tidak ada transformasi yang terjadi di dalam hidup kita. Seringkali, hal tersebut terjadi karena kita sendirilah yang menjadi penyebabnya.
Iman timbul dari pendengaran akan firman Tuhan, tapi tidak berhenti sampai di sana saja. Kita harus ingat juga bahwa iman tanpa perbuatan adalah mati. Jika kita mau firman itu menjadi hidup, kita harus melakukannya sesuai dengan iman kita.
Dalam Yakobus 1:23-24, cermin adalah seumpama firman Tuhan yang menunjukkan apa yang salah di dalam diri kita. Oleh karena itu diumpamakan bahwa ketika kita mendengarkan firman Tuhan, kita seperti melihat siapa kita yang sebenarnya di depan cermin, Tuhan akan tunjukkan kepada kita apa yang salah dalam diri kita. Tapi setelah melihat cermin, tidak akan terjadi apa-apa kalau kita tidak meresponi dengan benar; dikatakan pergi atau segera lupa bagimana rupanya.
Justru di saat Tuhan tunjukkan apa yang salah dalam diri kita lewat firman-Nya, maka kita harus dengan sengaja membuat keputusan untuk melakukan firman yang Tuhan katakan dalam hidup kita. Agar kita dikoreksi dan kuasa Tuhan dapat bekerja dengan penuh dalam mentransformasi hidup kita, tanpa penghalang.
Jadilah pelaku firman dan lihatlah bagaimana Tuhan bekerja luar biasa atas hidup kita.
Tuhan Yesus memberkati!
Banyak di antara kita yang mengikut Kristus, tapi akhirnya menjadi frustasi karena kita merasa tidak ada kuasa Tuhan dalam hidup kita, tidak ada transformasi yang terjadi di dalam hidup kita. Seringkali, hal tersebut terjadi karena kita sendirilah yang menjadi penyebabnya.
Iman timbul dari pendengaran akan firman Tuhan, tapi tidak berhenti sampai di sana saja. Kita harus ingat juga bahwa iman tanpa perbuatan adalah mati. Jika kita mau firman itu menjadi hidup, kita harus melakukannya sesuai dengan iman kita.
Dalam Yakobus 1:23-24, cermin adalah seumpama firman Tuhan yang menunjukkan apa yang salah di dalam diri kita. Oleh karena itu diumpamakan bahwa ketika kita mendengarkan firman Tuhan, kita seperti melihat siapa kita yang sebenarnya di depan cermin, Tuhan akan tunjukkan kepada kita apa yang salah dalam diri kita. Tapi setelah melihat cermin, tidak akan terjadi apa-apa kalau kita tidak meresponi dengan benar; dikatakan pergi atau segera lupa bagimana rupanya.
Justru di saat Tuhan tunjukkan apa yang salah dalam diri kita lewat firman-Nya, maka kita harus dengan sengaja membuat keputusan untuk melakukan firman yang Tuhan katakan dalam hidup kita. Agar kita dikoreksi dan kuasa Tuhan dapat bekerja dengan penuh dalam mentransformasi hidup kita, tanpa penghalang.
Jadilah pelaku firman dan lihatlah bagaimana Tuhan bekerja luar biasa atas hidup kita.
Tuhan Yesus memberkati!
Tuhan Yesus Baik
Seorang kakek mengalami gangguan saluran kencing yg membuat ia tidak bisa buang air kecil. Ia terpaksa menjalani operasi dan si kakek kini sudah bisa buang air kecil lagi. Menjelang pulang dokter pun memberikan tagihan biaya operasinya.
Saat itu tiba-tiba sang kakek mulai menangis. Dokterpun bingung dan bertanya: "Kenapa menangis kek?
Tapi kakek itu menjawab: "Tidak, saya tidak menangis untuk biaya, saya hanya teringat betapa selama 70 tahun sebelum ini, Tuhan membolehkan saya buang air kecil tanpa mengirimkan saya tagihan apapun."
Terkadang kita baru merasakan betapa berharganya berkat Tuhan saat kita sudah kehilangan hal tersebut. Sebaliknya, kita memilih untuk lebih sering memikirkan apa yg belum kita miliki, tanpa menghargai apa yang telah Tuhan berikan kepada kita. Terkadang lebih suka menghitung masalah daripada menghitung berkat Tuhan yang sudah kita terima.
Renungkanlah, bukankah ada terlalu banyak hal berharga yang kita dapatkan setiap harinya? Kesehatan, keluarga, pasangan hidup, waktu, kerukunan, kegembiraan dan terutama keselamatan yang kita dapat di dalam Tuhan. Semua itu adalah hal-hal yang sesungguhnya tidak dapat kita beli dengan uang, anugerah yang besar yang Tuhan berikan dalam hidup kita
Itulah alasan mengapa kita harus selalu bersyukur dalam segala hal kepada Tuhan, karena DIA sungguh teramat sangat baik kepada kita.
Kita bersyukur bukan supaya kita diberkati, melainkan karena kita sudah sangat diberkati...
Tuhan Yesus baik dan teramat baik.
Janganlah engkau takut dan kuatir menjalani kehidupan ini.
Burung pipit diudara pun Tuhan pelihara
Yesaya 41:13
Sebab Aku ini, Tuhan, Allahmu, memegang tangan kananmu dan berkata kepadamu: "Janganlah takut, Akulah yang menolong engkau".
Gbu & Jesus Always Love U.
Saat itu tiba-tiba sang kakek mulai menangis. Dokterpun bingung dan bertanya: "Kenapa menangis kek?
Tapi kakek itu menjawab: "Tidak, saya tidak menangis untuk biaya, saya hanya teringat betapa selama 70 tahun sebelum ini, Tuhan membolehkan saya buang air kecil tanpa mengirimkan saya tagihan apapun."
Terkadang kita baru merasakan betapa berharganya berkat Tuhan saat kita sudah kehilangan hal tersebut. Sebaliknya, kita memilih untuk lebih sering memikirkan apa yg belum kita miliki, tanpa menghargai apa yang telah Tuhan berikan kepada kita. Terkadang lebih suka menghitung masalah daripada menghitung berkat Tuhan yang sudah kita terima.
Renungkanlah, bukankah ada terlalu banyak hal berharga yang kita dapatkan setiap harinya? Kesehatan, keluarga, pasangan hidup, waktu, kerukunan, kegembiraan dan terutama keselamatan yang kita dapat di dalam Tuhan. Semua itu adalah hal-hal yang sesungguhnya tidak dapat kita beli dengan uang, anugerah yang besar yang Tuhan berikan dalam hidup kita
Itulah alasan mengapa kita harus selalu bersyukur dalam segala hal kepada Tuhan, karena DIA sungguh teramat sangat baik kepada kita.
Kita bersyukur bukan supaya kita diberkati, melainkan karena kita sudah sangat diberkati...
Tuhan Yesus baik dan teramat baik.
Janganlah engkau takut dan kuatir menjalani kehidupan ini.
Burung pipit diudara pun Tuhan pelihara
Yesaya 41:13
Sebab Aku ini, Tuhan, Allahmu, memegang tangan kananmu dan berkata kepadamu: "Janganlah takut, Akulah yang menolong engkau".
Gbu & Jesus Always Love U.
19 Oktober 2012
Sukacita dalam Penderitaan akan Kristus
Kisah Para Rasul 5:41
“Rasul-rasul itu meninggalkan sidang Mahkamah Agama dengan gembira, karena mereka telah dianggap layak menderita penghinaan oleh karena Nama Yesus.”
Petrus dan rasul-rasul lainnya mendapat tekanan secara fisik dan mental. Mereka disesah dan dilarang untuk menyebarkan nama Yesus. Hukuman sesah adalah bentuk hukuman yang sangat menyakitkan, tetapi adalah lebih menyakitkan lagi bagi murid-murid Yesus, apalagi mereka dilarang untuk memberitakan nama Yesus. Nama yang heran dan ajaib, yang sudah menyelamatkan mereka dari kebinasaan bahkan sebelum Yesus terangkat ke sorga, Yesus telah menyampaikan amanat kepada mereka untuk memberitakan Nama Yesus. Hal ini merupakan suatu teror yang demikian hebat yang mereka alami.
Tetapi sungguh menakjubkan, hukum sesah dan larangan untuk memberitakan Nama Yesus, tidak membuat murid-murid menjadi jera, sebaliknya mereka “menikmati” penderitaan itu dengan hati yang gembira. Untuk telinga awam, hal ini terdengar aneh, bahkan mungkin ada orang yang menilainya sebagai “berlebihan”. Tetapi ini merupakan fakta bahwa Roh Kudus yang Yesus karuniakan kepada kita adalah Roh Penghibur. “Tetapi Penghibur, yaitu Roh Kudus, yang akan diutus oleh Bapa dalam nama-Ku, Dialah yang akan mengajarkan segala sesuatu kepadamu dan akan mengingatkan kamu akan semua yang telah Kukatakan kepadamu.” (Yohanes 14:26), yaitu Roh yang sanggup mengubah pandangan kita serta suasana hati kita dari penderitaan menjadi harapan yang menghasilkan sukacita.
Firman Tuhan tidak hanya memberi janji, tapi juga fakta bahwa ada sukacita bagi orang percaya yang hidup dalam pimpinan Roh Kudus.
Good morning, God bless you!
“Rasul-rasul itu meninggalkan sidang Mahkamah Agama dengan gembira, karena mereka telah dianggap layak menderita penghinaan oleh karena Nama Yesus.”
Petrus dan rasul-rasul lainnya mendapat tekanan secara fisik dan mental. Mereka disesah dan dilarang untuk menyebarkan nama Yesus. Hukuman sesah adalah bentuk hukuman yang sangat menyakitkan, tetapi adalah lebih menyakitkan lagi bagi murid-murid Yesus, apalagi mereka dilarang untuk memberitakan nama Yesus. Nama yang heran dan ajaib, yang sudah menyelamatkan mereka dari kebinasaan bahkan sebelum Yesus terangkat ke sorga, Yesus telah menyampaikan amanat kepada mereka untuk memberitakan Nama Yesus. Hal ini merupakan suatu teror yang demikian hebat yang mereka alami.
Tetapi sungguh menakjubkan, hukum sesah dan larangan untuk memberitakan Nama Yesus, tidak membuat murid-murid menjadi jera, sebaliknya mereka “menikmati” penderitaan itu dengan hati yang gembira. Untuk telinga awam, hal ini terdengar aneh, bahkan mungkin ada orang yang menilainya sebagai “berlebihan”. Tetapi ini merupakan fakta bahwa Roh Kudus yang Yesus karuniakan kepada kita adalah Roh Penghibur. “Tetapi Penghibur, yaitu Roh Kudus, yang akan diutus oleh Bapa dalam nama-Ku, Dialah yang akan mengajarkan segala sesuatu kepadamu dan akan mengingatkan kamu akan semua yang telah Kukatakan kepadamu.” (Yohanes 14:26), yaitu Roh yang sanggup mengubah pandangan kita serta suasana hati kita dari penderitaan menjadi harapan yang menghasilkan sukacita.
Firman Tuhan tidak hanya memberi janji, tapi juga fakta bahwa ada sukacita bagi orang percaya yang hidup dalam pimpinan Roh Kudus.
Good morning, God bless you!
Langganan:
Postingan (Atom)






