5 Oktober 2012

Kingdom of Love

Beberapa hari yang lalu, tiba-tiba aku merasa Tuhan berbicara kurang lebih seperti ini, "Apakah kamu tahu bahwa Kerajaan-Ku adalah Kerajaan Kasih?" - "Do you know that My Kingdom is a Kingdom of Love?"

Saat itu aku tiba-tiba seperti mendapatkan sebuah pemahaman yang tidak pernah aku dapatkan sebelumnya. Yes! Kerajaan Allah adalah Kerajaan Kasih, karena Rajanya adalah Tuhan (Kasih) itu sendiri. Bukankah Tuhan kita Yesus Kristus telah membuktikan kasih terbesar-Nya dengan memberikan diri-Nya mati di kayu salib 2000 tahun lalu untuk kita? Bukan orang Yahudi yang menyalibkan Yesus, tapi dosa-dosa kita, guys! Bersyukur karena kasih-Nya yang besar, kita boleh menerima keselamatan jiwa kita.

Dalam kasih-Nya ada kasih karunia (grace), ada kuasa (power and miracle), ada berkat (blessings), ada penyertaan-Nya (favor): itulah Kerajaan Allah.

Kemudian Tuhan berkata lagi, "Kalau kamu mau Kerajaan-Ku turun (ekspansi) di bumi, kamu harus belajar untuk mengasihi." Nah, di sinilah poin penting yang Tuhan mau ajarkan ke kita hari-hari ini dimana kasih telah menjadi semakin dingin.

Matius 22:37-39 - Jawab Yesus kepadanya: "Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu, dan dengan segenap akal budimu. Itulah hukum yang terutama dan yang pertama. Dan hukum kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri."

It's all about love. Kingdom of God is all about love, for the King itself is Love.


MENGASIHI TUHAN

Kasihilah Tuhan, karena Dia telah mengasihi kita terlebih dulu. Mungkin kita tidak mampu mengasihi Dia dengan sempurna karena tidak ada manusia yang sempurna. Mungkin terkadang kita masih suka jatuh dalam dosa, kepahitan, kecewa dengan Tuhan, dsb. Tapi tetaplah belajar untuk mengasihi Tuhan, karena Dia sendirilah yang sebenarnya akan memampukan kita untuk bisa mengasihi Dia oleh karena kasih karunia-Nya.

Yoh 14:23 - Jawab Yesus: "Jika seorang mengasihi Aku, ia akan menuruti firman-Ku dan Bapa-Ku akan mengasihi dia dan Kami akan datang kepadanya dan diam bersama-sama dengan dia."

Dengan mengasihi Tuhan, kita belajar untuk menaati Firman-Nya. Dan dengan menaati Firman-Nya, karakter kita akan dibentuk semakin serupa dengan Dia.

Ketika kamu jatuh cinta, kamu akan berusaha untuk menyukai apa yang disukai oleh pacar kamu, kan? Dan perlahan tapi pasti seiring berjalannya waktu, lama-lama kamu menjadi semakin mirip perilakunya dengan pacar kamu. Bahkan, di beberapa kasus malah wajahnya juga ikutan mirip! hahaha. :p

Nah, sama dengan hubungan kita dengan Tuhan. Seiring berjalannya waktu, semakin kita belajar untuk mengasihi Dia, semakin kita akan menjadi mirip karakternya dengan Dia; sehingga ketika orang melihat kita, mereka tidak melihat kita lagi, tapi Tuhan yang hidup di dalam kita.

No more us, it's all about Jesus.

Yoh 3:30 - Ia harus makin besar, tapi aku harus makin kecil.


MENGASIHI SESAMA

Nah, ini erat hubungannya dengan yang pertama tadi. Kalau kita mengaku sebagai warga Kerajaan Allah, maka kita harus mencerminkan Rajanya juga dong.

Ada pepatah mengatakan: "You can give without loving, but you cannot love without giving" It's TRUE! Bentuk nyata dari kasih adalah memberi. Aku percaya sekalipun orang yang belum mengenal Tuhan, dia tahu bagaimana memberi untuk orang yang dikasihinya karena gambar Allah masih tertinggal dalam setiap diri manusia (walaupun sudah rusak karena dosa).

Kalau ada orang yang bilang "I love you", tapi tidak pernah memberikan waktunya buat kamu, tidak pernah memberikan apa-apa buat kamu, dsb sama juga bo'ong kan? Percayalah kalau sampai itu terjadi, kamu sedang dikibulin.. hehehe ;)

Yoh 15:2 - Inilah perintah-Ku, yaitu supaya kamu saling mengasihi, seperti Aku telah mengasihi kamu.

Tuhan mengajarkan kita untuk saling mengasihi, seperti Dia telah mengasihi kita.
Dengan cara apa Dia mengasihi kita? Dengan memberikan nyawa-Nya untuk kita! Yup! Itulah kasih terbesar, memberi diri.

Love is selfless, not selfish.
Kasih itu sakit untuk kita, sukacita untuk orang lain.
Kasih itu sebuah pengorbanan.

Sangat mudah saat kita sehat untuk berdoa dan melayani mereka yang sakit.
Sangat mudah saat kita punya uang untuk memberikan bantuan bagi mereka yang membutuhkan.
Sangat mudah saat kita kenyang untuk memberikan makanan bagi mereka yang lapar.
Sangat mudah saat kita bersukacita untuk memberikan penghiburan bagi mereka yang sedih.

Semua orang bisa lakukan itu dan tidak ada yang salah dengan itu. Tapi maukah kita belajar untuk mengasihi dengan level yang lebih tinggi?

Saat kita sakit, maukah kita berdoa dan melayani mereka yang sakit? Sekalipun orang itu pernah menyakiti kita?
Saat kita butuh uang, masih maukah kita berbagi dengan mereka yang lebih butuh uang dari kita? Sekalipun orang itu pernah menyakiti kita?
Saat kita lapar, maukah kita berbagi makanan untuk mereka yang juga lapar? Sekalipun orang itu pernah menyakiti kita?
Saat kita sedih, maukah kita memberikan waktu untuk menghibur orang lain? Sekalipun orang itu pernah menyakiti kita?

Dengan bersedia melakukan itu, kita sebenarnya sedang mencerminkan Pribadi Tuhan Yesus, yang telah mengasihi kita tanpa syarat sekalipun berulang kali kita mungkin sudah menyakiti hati-Nya.

Matius 6:33 - Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.

Belajar dulu untuk mengasihi, maka Tuhan akan tambahkan semuanya seperti sebuah mata air yang hidup di dalam kita: mengalir sampai pada hidup yang kekal. Dengan demikian, nama Tuhan akan dipermuliakan di atas bumi. Praise the Lord!


Tuhan Yesus memberkati.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...