4 Oktober 2012

Tidak Berbuat Jahat Tetapi Juga Tidak Berbuat Baik

Jika kita berbuat jahat terhadap orang lain atau berbuat hal-hal yang melanggar Firman Tuhan, maka jelas-jelas dikatakan bahwa kita berdosa. Tetapi jika kita tidak berbuat jahat dan tidak berbuat baik pula, apakah kita berdosa?

Akhir-akhir ini mungkin beberapa dari kita pernah menjumpai rekan-rekan Kristiani kita yang berpendapat seperti ini,
"Saya tidak mau merepotkan orang lain dengan meminta bantuan, jadi saya juga tidak mau direpotkan oleh orang lain yang meminta bantuan." Atau,
"Yang penting saya mengasihi Tuhan dan orang tua saya, saya juga tidak membunuh, tidak mencuri, iri, berbuat cabul, atau menyembah berhala, namun kalau untuk menabur di ladang Tuhan, belum dulu deh."

Di dalam Yakobus 4 : 17 jelas-jelas dikatakan, "Jadi jika seorang tahu bagaimana ia harus berbuat baik, tetapi ia tidak melakukannya, ia berdosa." Tuhan tidak hanya mengharapkan kita melakukan perintah dan menjauhi laranganNya, tetapi Ia menginginkan kita mempraktekkan kasih! Ia mau kita berbuat baik terhadap orang lain, mendemonstrasikan kasih kita terhadap orang lain, mungkin bisa lewat dukungan doa, dukungan semangat, materi, perhatian, saran, atau yang lain-lain.


Jika hati nurani kita bersih, setiap kali kita dihadapkan pada kesempatan untuk berbuat baik tetapi kita memilih untuk tidak melakukannya, maka kita akan merasakan adanya suara hati yang mengingatkan kita, yang kadang membuat kita merasa bersalah. Jangan abaikan hati nurani tersebut, karena melaluinya Tuhan berbicara kepada kita. Jadi jangan lewatkan setiap kesempatan untuk berbuat baik kepada orang lain.

Tuhan Yesus memberkati!
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...