18 Oktober 2012

Rumah Bapa

Yohanes 14:1-2  “Janganlah gelisah hatimu; percayalah kepada Allah, percayalah juga kepada-Ku. Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal. Jika tidak demikian, tentu Aku mengatakannya kepadamu. Sebab Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu."


Tuhan telah menyediakan tempat bagi kita di rumah Bapa. Dia ingin dimanapun Dia berada, disitulah kitapun ada. Sekiranya Firman diatas dapat menguatkan saudara sekalian untuk jangan gelisah dan percayalah kepada Allah kita yang telah menyediakan tempat bagi kita di rumah Bapa.

Yang harus kita lakukan hanyalah percaya padaNya dan mengenal siapa Bapa kita. Pertanyaannya adalah bagaimana kita bisa sampai ke tempat Bapa? Yesus menjawab hal ini melalui Injil Yoh 14:6 kata Yesus kepadanya: "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui aku.

Jika kita telah mengenal dan percaya kepada Yesus maka kitapun akan melakukan juga pekerjaan-pekerjaan yang Yesus lakukan, bahkan pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar daripada itu. Sebab Ia pergi kepada Bapa utk menyiapkan tempat bagi kita (Yoh 14:12).

JanjiNya sungguh DAHSYAT karena apapun yang kita minta dalam namaNya, Ia akan melakukannya, supaya Bapa dipermuliakan di dalam Anak dan jika kita meminta sesuatu kepadaNya dalam namaNya, Ia akan melakukannya (Yoh 14:14). Kita hanya perlu memegang perintahNya dan melakukannya sebagai bukti kita mengasihi Tuhan Yesus. Barangsiapa mengasihi Yesus, ia akan dikasihi oleh Bapa dan Yesus pun akan mengasihi dia dan menyatakan diriNya kepada kita (Yoh 14:21).

Jadilah pribadi-pribadi yg mengenal Tuhan, percaya padaNya dan mengasihi Dia.

Tuhan Yesus memberkati.

3 Hari dalam Kehidupan

HARI KEMARIN...
Kamu tak bisa mengubah apapun yang telah terjadi...
Kamu tak bisa menarik perkataan yang telah terucapkan....
Kamu tak mungkin lagi menghapus kesalahan..;
dan mengulangi kegembiraan yang kamu rasakan kemarin...
Biarkan hari kemarin lewat;
LEPASKAN saja....

Yang kedua :
HARI ESOK...
Hingga mentari terbit esok hari,
Kamu tak tahu apa yang akan terjadi...
Kamu belum bisa melakukan apa-apa untuk esok hari...
Kamu tak mungkin tahu.., sedih atau ceria di esok hari...
Karena Esok hari belum tiba;
BIARKAN saja...

Yang tersisa kini hanyalah :
HARI INI...
Pintu masa lalu telah tertutup...
Pintu masa depanpun belum tiba...
Pusatkan saja diri kamu untuk hari ini...
Kamu dapat mengerjakan lebih banyak hal untuk hari ini...,
Bila kamu mampu melupakan hari kemarin...
Dan melepaskan ketakutan akan esok hari...


Hiduplah apa adanya...
Perlakukan setiap orang dengan kebaikan hati.. dan rasa hormat..,
Meski mereka berlaku buruk pada kamu...

Ingatlah bahwa kamu menunjukkan penghargaan pada orang lain... bukan karena siapa mereka..., tetapi karena kita garam dunia dan anak-anak terang.

Amsal 2:7-8 - Allah menyediakan pertolongan bagi orang yang jujur, menjadi perisai bagi orang yang tidak bercela lakunya, sambil menjaga jalan keadilan, dan memelihara jalan orang2Nya yang setia.

Apapun juga yang kamu perbuat.., perbuatlah dengan segenap hatimu... Sepenuh jiwa ragamu..

Apabila saat ini, ada orang-orang disekeliling yang menyayangimu, bersyukur dan jangan di sia-siakan, karena itulah ANUGERAH TERINDAH dalam hidupmu.

Gbu & Jesus Always and Always Love U

17 Oktober 2012

Story of Life

Disebuah gerbong kereta api yang penuh, seorang pemuda berusia kira-kira 24 tahun melepaskan pandangannya melalui jendela. Ia begitu takjub melihat pemandangan sekitarnya. Dengan girang, ia berteriak dan berkata kepada ayahnya:


”Ayah, coba lihat, pohon-pohon itu… mereka berjalan menyusul kita”.

Sang ayah hanya tersenyum sambil menganggukkan kepala dengan wajah yang tidak kurang cerianya. Ia begitu bahagia mendengar celoteh putranya itu.

Di samping pemuda itu ada sepasang suami-istri yang mengamati tingkah pemuda yang kekanak-kanakan itu. Mereka berdua merasa sangat risih. Kereta terus berlalu. Tidak lama pemuda itu kembali berteriak:

“Ayah, lihat itu, itu awan kan…? lihat… mereka ikut berjalan bersama kita juga…”.

Ayahnya tersenyum lagi menunjukkan kebahagiaan.

Dua orang suami-istri di samping pemuda itu tidak mampu menahan diri, akhirnya mereka berkata kepada ayah pemuda itu:

“Kenapa anda tidak membawa anak anda ini ke dokter jiwa?”

Sejenak, ayah pemuda itu terdiam. Lalu ia menjawab:
“Kami baru saja kembali dari rumah sakit, anakku ini menderita kebutaan semenjak lahir. Tadi ia baru dioperasi, dan hari ini adalah hari pertama dia bisa melihat dunia dengan mata kepalanya”.

Pasangan suami itu pun terdiam seribu bahasa...

#Setiap orang mempunyai cerita hidup masing-masing, oleh karena itu jangan memvonis seseorang dengan apa yang anda lihat saja.

Barangkali saja bila anda mengetahui kondisi sebenarnya anda akan tercengang.
Maka kita perlu berpikir sebelum berbicara.

Tuhan memberkati!

Rencana Kita vs. Rencana Tuhan

Yesaya 55 : 8-9
"Sebab rancangan-Ku bukanlah rancanganmu, dan jalanmu bukanlah jalan-Ku, demikianlah firman Tuhan. Seperti tingginya langit dari bumi, demikianlah tingginya jalan-Ku dari jalanmu dan rancangan-Ku dari rancanganmu."

Beberapa waktu lalu saya sempat menyaksikan tayangan "Doomsday Preppers", yaitu orang-orang yang sudah menyiapkan diri dengan sistem untuk penyediaan penopang hidup jika terjadi hari kiamat suatu hari nanti. Ini menunjukkan bahwa segala sesuatunya bisa terjadi di luar prediksi, sehingga perlu adanya perencanaan sebelumnya agar bisa survive.

Manusia boleh merencanakan apa saja, merencanakan sistem penopang hidupnya untuk menyongsong kiamat, merencanakan tabungan untuk masa tuanya, merencanakan pekerjaannya agar bisa pensiun dini dan sebagainya, dan itu tidaklah salah sama sekali. Tetapi yang menjadi problem adalah, tahukah kita akan apa yang bisa terjadi besok?, mungkin uang kita terkuras habis karena kita mendadak sakit, atau pekerjaan besar yang sudah di depan mata tiba-tiba batal, atau seluruh investasi kita di perusahaan yang bahkan terpercaya sekalipun, tiba-tiba hangus karena perusahaan tersebut pailit, dan sebagainya.

Merencanakan tidak salah, bahkan perlu, tetapi jika kita hanya berpegang erat pada rencana kita dan mengesampingkan Tuhan (hanya mengandalkan rencana pribadi/diri sendiri), maka itu akan menjadi berbahaya. Sebab Tuhan telah punya rancangan sendiri untuk hidup kita dan rancangannya tidak pernah gagal.

Jadi apa yang harus kita lakukan? Berdoalah selalu sebelum merencanakan sesuatu, mintalah hikmat dan jalan dariNya, maka setiap rencana kita akan klop dengan rencana Tuhan, dan dijamin tidak pernah gagal. Jadi janganlah mengandalkan kemampuan/rencana sendiri, tetapi serahkanlah segala sesuatunya kepada Dia, dan segala sesuatu yang terbaik pasti akan diberikanNya kepada kita. Utamakan rencana Tuhan, bukan rencana/keinginan/prioritas kita pribadi.

Tuhan Yesus memberkati!

16 Oktober 2012

Tindakan

Jangan pernah meragukan apa yg sudah diputuskan.
Ragu lah sebelum mengambil keputusan. Keputusan yg sudah baik atau tidak hanya bisa diketahui, setelah menjalankannya.

Hati-hatilah dengan pikiranmu karena dia akan menjadi kata-katamu.
Hati-hatilah dengan kata-katamu karena dia akan menjadi tindakanmu.
Hati-hatilah dengan tindakanmu karena dia akan menjadi kebiasaanmu,
Hati-hatilah dengan kebiasaanmu karena dia akan menjadi karaktermu,
Hati-hatilah dengan karaktermu, dia akan menjadi Takdirmu.

Efesus 5: 8-9
“Memang dahulu kamu adalah kegelapan, tetapi sekarang kamu adalah terang di dalam Tuhan. Sebab itu hiduplah sebagai anak-anak terang karena terang hanya berbuahkan kebaikan dan keadilan dan kebenaran“


Apabila pikiran ini dapat diarahkan untuk melakukan perbuatan baik, mengapa juga tidak melakukan perbuatan baik tersebut.
Apabila pikiran ini dapat diarahkan untuk melakukan perbuatan baik, mengapa juga harus menunggu orang lain berbuat lebih dulu.
Apabila menunggu orang lain melakukan terlebih dulu maka kita akan selalu berada dibelakang orang lain.

Gbu & Jesus Always Love U.

Berkorban

Seringkali ketika kita berdoa, meminta Tuhan untuk mengubahkan orang lain, baik itu orang yang kita kasihi atau kita benci sekalipun, kita lupa bahwa ada harga yang harus dibayar oleh kita sendiri, yaitu berkorban.


Seperti halnya Tuhan Yesus, Ia yang hendak memberikan kekekalan atas manusia, tetapi ketika perjanjianNya dilanggar oleh manusia, Ia berinisiatif untuk memperbaruinya bahkan berkorban hingga mati di kayu salib untuk melayakkan manusia agar tetap dapat menerima kekekalan. Seperti yang tertulis dalam Ibrani 9 : 15,

"Karena itu Ia adalah Pengantara dari suatu perjanjian yang baru, supaya mereka yang telah terpanggil dapat menerima bagian kekal yang dijanjikan, sebab Ia telah mati untuk menebus pelanggaran-pelanggaran yang telah dilakukan selama perjanjian yang pertama."

Ketika kita mau orang lain diselamatkan, kita harus berkorban waktu dan bahkan perasaan (jika mengalami penolakan) untuk memperkenalkannya tentang Yesus. Ketika kita mau orang lain untuk berhenti menyakiti kita, kita harus berkorban untuk bersabar dan tetap mengasihinya. Lihatlah selalu pada Tuhan Yesus, contohlah kehidupanNya, ketika Ia menginginkan manusia untuk menerima keselamatan, bahkan diberkati, Ia terlebih dahulu mengorbankan diriNya. Maukah kita menjadi seperti itu, yang rela berkorban agar orang-orang di sekitar kita menjadi lebih baik?

Tuhan Yesus memberkati!

15 Oktober 2012

Visi Tuhan

Meskipun seluruh manusia diciptakan untuk menyenangkan hati Tuhan, menjangkau jiwa-jiwa dan melayani Tuhan (visi mayor), tetapi setiap orang juga sebenarnya memiliki visi khusus (minor) yang dititipkan olehNya sesuai dengan talenta masing-masing, ada yang mengajar, ada yang memimpin, ada yang menabur, ada pula yang menyiram.


Mungkin ada sebagian dari kita yang menanyakan, apa sih visi Tuhan untukku? Karena tidak semua orang menyadari bahkan tahu dan melakukan visi yang telah Tuhan titipkan kepadanya. Caranya adalah dengan memintanya kepada Tuhan dan bertekunlah dalam segala sesuatu yang Tuhan percayakan untuk kita lakukan setiap harinya. Sebab bukanlah tidak mungkin, bahwa yang kita lakukan sehari-hari itu sebenarnya merupakan visi Tuhan.

Jangan membayangkan visi yang terlalu muluk-muluk, tetapi setialah dengan visi khusus yang diberikan Tuhan kepada kita, karena kesetiaan terhadap visi "kecil", akan membuahkan kepercayaan untuk melakukan visi yang lebih "besar".

Ingatlah bahwa setiap kita melakukan visi Tuhan, suka atau tidak suka, kita akan diuji . Janganlah pernah meninggalkan visi tersebut meski kita dihadapkan pada tantangan, masalah, serta kejenuhan. Sebab jika semuanya telah teruji, maka visi itu akan terwujud dan kita beroleh kemenangan.

Belajarlah pada Yusuf yang sederhana, tetapi diberikan visi yang luar biasa dari Tuhan. Meskipun banyak penderitaan yang harus ia lalui untuk mewujudkan visi tersebut, tetapi akhirnya ia memperoleh apa yang Tuhan janjikan, sebab ia bertekun dan tetap memegang visi tersebut sampai ke garis akhir (Kejadian 37-50).

Tuhan Yesus memberkati!
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...